Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Biomedical Journal of Indonesia

Efek Antiinflamasi Fraksi Daun Andong (Cordyline Fruticosa L) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Spraque Dawley Wijaya, Leni; Saleh, Irsan; Theodorus, Theodorus; Salni, Salni
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologik. Pengurangan peradangan atau respon inflamasi menggunakan obat golongan steroid dan antiinflamasi non steroid (AINS). Tujuan penelitiaan adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol air dari ekstrak metanol daun andong (Cordyline fruticosa L) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang diinduksi dengan karagenin 1%. Subyek penelitian adalah 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I adalah plasebo yang diberi CMC 1%, kelompok 2 diberi fraksi nheksan, kelompok 3 diberi fraksi etil asetat, kelompok 4 diberi fraksi metanol air masing-masing dengan dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok 5 diberi Meloxicam sebagai kontrol positif. Parameter efek antiinflamasi berupa volume edema kaki tikus dan penghitungan jumlah neutrofil pada sediaan hapus darah tepi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan daun andong  mempunyai efek antiinflamasi lebih aktif atau kuat dibandingkan dengan fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L), tidak berbeda nyata dibandingkan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley, fraksi n-heksan daun andong (Cordyline fruticosa L) mengandung golongan senyawa fenol dan steroid terpenoid yang diduga berperan dalam aktivitas antiinflamasi, dan potensi antiinflamasi fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L) lebih kecil dibandingkan dengan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley.
Pengaruh Pemberian Ekstrak dan Fraksi Metanol Air Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera) terhadap Berat, Histologi Epididimis, Dan Morfologi Spermatozoa Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Nurjanah, Fitri; Salni, Salni; Legiran, Legiran
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat infertilitas laki-laki diseluruh dunia berkisar 2,5 sampai 12% dan lebih dari 30 juta pria dunia tidak subur. WHO menyatakan lebih dari 50% penyebab infertlitas pihak pria yang terbesar disebabkan faktor semen. Buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera) mampu mengobati infertilitas karena memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan gonadotropik. Tujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa terhadap berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus).Penelitian ini eksperimental menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 sampel tikus putih jantan dengan diberi perlakuan ekstak, fraksi metanol air kurma ajwa dan CMC 1% (kontrol) selama 35 hari, selanjutnya di ambil organ epididimisnya untuk dilakukan penimbangan organ, histologi dan penambilan semen. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa dibandingkan kelompok kontrol. Fraksi metanol air dengan dosis 300mg/kgBB mempunyai pengaruh paling kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa (Phoenix dactylifera) dapat meningkatkan berat, histologi epididimis dan morfologi spermatozoa.
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Jumlah, Motilitas, Morfologi, Viabilitas Spermatozoa Tikus Jantan Julia, Dina; Salni, Salni; Nita, Sri
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi laki-laki dalam KB masih relatif rendah bila dibandingkan dengan keikutsertaan perempuan. Salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan adalah  bunga kembang sepatu yang bersifat antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu  terhadap jumlah, motilitas, morfologi dan viabilitas spermatozoa tikus jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strain Sprague Dawley usia 60-70 hari dengan berat badan 200-210 gram. Lama perlakuan 30 hari dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram serta narasi untuk  menginterpretasikan data tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000), terjadi penurunan motilitas sperma (p=0,001), terjadi peningkatan morfologi abnormal (p=0,000), dan terjadi penurunan viabilitas spermatozoa antara kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000). Dapat disimpulkan  bahwa ada perbedaan bermakna dari pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadap jumlah, motilitas, morfologi, viabilitas spermatozoa. 
COMPARISON BETWEEN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA LEES) FRACTION AND KETOCONAZOLE INVITRO ON CANDIDA ALBICANS Marsasi, Bina; Yuwono, Yuwono; Salni, Salni
Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i1.7974

Abstract

Beluntas leaves are useful as a treatment for flour albus and discharge caused by fungi. This study aims to find the anti-fungal activity of fraction of beluntas (Pluchea indica Lees) leaf extract against Candida albicans. This research is an in vitro experimental study using the Posttest-only Control Group Design study design. Methanol extract is obtained through maceration process while the fraction is through liquid-liquid fractionation. The most active fraction is determined by the antifungal activity test. The most active fractions with concentrations of 10%, 5%, 2.5%, 1.25%, 0.625% and the diameter of the inhibition zone 0.3125% were measured by the liquid dilution method. Equivalence with drugs is assessed through regression analysis, then the class of active compounds is determined through bioautographic testing using thin layer chromatography. The research results obtained methanol-fraction-water can inhibit the growth of Candida albicans while the methanol extract, n-hexane and ethyl acetate do not inhibit. The methanol fraction of water which has inhibition zone diameters starts at a concentration of 0.3125% with an average diameter of 7.34 mm and at a concentration of 10% the largest diameter of 17.10 mm is obtained. Through the diluent liquid and the KHM solid fraction from the methanol-water fraction is inhibited at a concentration of 0.3125%. Equivalence test shows that 1 mg / ml of ketoconazole is equivalent to 39,561 mg / ml of methanol-water fraction of beluntas leaves. Compounds that inhibit fungi are thought to be active groups of flavonoid and alkaloid compounds. The methanol-water fraction of beluntas leaves (Pluchea indica Lees) has antifungal activity against Candida albicans in vitro.
EFFECT OF HIBISCUS ROSA-SINENSIS LINN. EXTRACTS ON THE AMOUNT, MOTILITY, MORPHOLOGY, VABILITY OF SPERMATOZOA OF MALE RATS (RATTUS NORVEGICUS) Julia, Dina; Salni, salni; Nita, Sri
Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i1.7976

Abstract

The participation of men in family planning is still relatively low when compared to the participation of women. One of the traditional medicinal plants used is antifertility hibiscus flowers. This study aims to examine the effect of hibiscus flower extract on the number, motility, morphology and viability of spermatozoa of male rats (Rattus norvegicus). This research is an experimental study using a completely randomized design (CRD). The sample in this study used 25 male Sprague Dawley strains aged 60-70 days with a body weight of 200-210 grams. Duration of treatment for 30 days at a dose of 200 mg / kg, 300 mg / kg, 400 mg / kg. Data is presented in the form of tables and diagrams and narration to interpret the data. The results of this study indicate a decrease in sperm count in the treatment group compared to the control group (p = 0,000), a decrease in sperm motility (p = 0.001), an abnormal morphological increase (p = 0,000), and a decrease in spermatozoa viability between the treatment groups compared to the group control (p = 0,000). It can be concluded that there is a significant difference in the effect of hibiscus flower extract on the number, motility, morphology, viability of spermatozoa.
EFFECT OF HIBISCUS FLOWERS (HIBISCUS ROSA-SINENSIS LINN.) ON EPIDIDYMIS, PROSTATE AND SEMINAL VESICLES Carolin, Bunga Tiara; Salni, Salni; Nita, Sri
Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i1.7972

Abstract

Hibiscus rosa-sinensis Linn. is one of the medicinal plants in Indonesia which is used as male contraception. Hibiscus flowers contain flavonoids which can reduce testosterone. The purpose of this study was to determine the effect of hibiscus flower extract on epididymal weight, cauda epididymal epithelial thickness, prostate weight and seminal vesicle of male rats. This research is an experimental study using a completely randomized design (CRD). The sample in this study used 25 male Sprague Dawley® strains aged 60-70 days with a body weight of 200-210 grams. The treatment dose is 200 mg / kg, 300 mg / kg, 400 mg / kg, 500 mg / kg for 30 days. The data is presented in tabular form and narrative to interpret the data. The results showed a decrease in epididymal weight in the treatment group compared to the control group (p = 0,000), there was also a thick shrinkage of the cauda epididymal epithelium (p = 0.021), a decrease in prostate weight and seminal vesicles between the treatment group versus the control group (p = 0.001). It can be concluded that there is an effect of hibiscus flower extract on the epididymis, prostate and seminal vesicles. The influence is likely due to the chemical content that is in hibiscus flowers that are antifertility.
ANTIBACTERIAL EFFECT PROPOLIS AGAINST ESCHERICHIA COLI AND SHIGELLA DYSENTERIAE IN VITRO Ferdi, Roni; Saleh, Irsan; Theodorus, Theodorus; Salni, Salni
Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i2.7982

Abstract

The bacteria that often cause infectious diarrhea are Escherichia coli and Shigella dysenteriae. Excessive and less rational use of antibiotics in diarrhea cases encourages the development of multi drug pathogen resistance. Propolis is one solution to overcome diarrheal infections. The purpose of this study was to determine the ability of the antibacterial effects of propolis extract on Escherichia coli and Shigella dysenteriae bacteria in in vitro testing with various concentrations. Research in laboratory experiments in vitro. The sample in this study was the bacteria Escherichia coli and Shigella dysenteriae with the stages of research starting from the extraction process carried out using a multilevel extraction method. The results showed that the smallest concentration of n-hexane fraction which still inhibited the growth of Escherichia coli and Shigella dysenteriae bacteria was 250 µg / ml and this concentration was expressed as KHM value. The equality test of 250 µg / ml n-hexane propolis fraction was equivalent to 4.0 µg / ml ciprofloxacin to Escherichia coli and equivalent to 4.6 µg / ml ciprofloxacin against Shigella dysenteriae, while the equality test concentration of 250 µg / ml ethyl acetate propolis equivalent to 5.2 µg / ml of ciprofloxacin against Escherichia coli and equivalent to 4.5 µg / ml of ciprofloxacin against Shigella dysenteriae. The conclusion of this study is that n-hexane extract and ethyl acetate propolis have antibacterial effectiveness against Escherichia coli and Shigella dysenteriae. The n-hexane and ethyl acetate propolis fractions have lower antibacterial activity compared to ciprofloxacin in inhibiting the growth of Escherichia coli and Shigella dysenteriae. Antibacterial compounds contained in the n-hexane fraction and ethyl acetate propolis are flavonoids and phenol 
Pengaruh Pemberian Ekstrak dan Fraksi Metanol Air Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera) terhadap Berat, Histologi Epididimis, Dan Morfologi Spermatozoa Tikus Jantan (Rattus Norvegicus)Tingkat infertilitas laki-laki diseluruh dunia berkisar 2,5 sampai 12% Fitri Nurjanah; Salni; Legiran
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat infertilitas laki-laki diseluruh dunia berkisar 2,5 sampai 12% dan lebih dari 30 juta pria dunia tidak subur.WHO menyatakan lebih dari 50% penyebab infertlitas pihak pria yang terbesar disebabkan faktor semen. Buahkurma ajwa (Phoenix dactylifera) mampu mengobati infertilitas karena memiliki aktivitas sebagai antioksidan dangonadotropik. Tujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa terhadap beratepididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa pada tikus putih jantan (Rattusnorvegicus).Penelitian ini eksperimental menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 sampel tikusputih jantan dengan diberi perlakuan ekstak, fraksi metanol air kurma ajwa dan CMC 1% (kontrol) selama 35 hari,selanjutnya di ambil organ epididimisnya untuk dilakukan penimbangan organ, histologi dan penambilan semen.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologispermatozoa dibandingkan kelompok kontrol. Fraksi metanol air dengan dosis 300mg/kgBB mempunyai pengaruhpaling kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa (Phoenix dactylifera) dapatmeningkatkan berat, histologi epididimis dan morfologi spermatozoa.
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Jumlah, Motilitas, Morfologi, Viabilitas Spermatozoa Tikus Jantan Dina Julia; Salni; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi laki-laki dalam KB masih relatif rendah bila dibandingkan dengan keikutsertaan perempuan.Salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan adalah bunga kembang sepatu yang bersifatantifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadapjumlah, motilitas, morfologi dan viabilitas spermatozoa tikus jantan (Rattus norvegicus). Penelitian inimerupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampeldalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strain Sprague Dawley usia 60-70 hari dengan beratbadan 200-210 gram. Lama perlakuan 30 hari dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB.Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma pada kelompok perlakuan dibandingkelompok kontrol (p=0,000), terjadi penurunan motilitas sperma (p=0,001), terjadi peningkatan morfologiabnormal (p=0,000), dan terjadi penurunan viabilitas spermatozoa antara kelompok perlakuan dibandingkelompok kontrol (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna dari pengaruh ekstrakbunga kembang sepatu terhadap jumlah, motilitas, morfologi, viabilitas spermatozoa.
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Epididimis, Prostat dan Vesikula Seminalis Bunga Tiara Carolin; Salni; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hibiscus rosa-sinensis Linn. merupakan salah satu tanaman obat di Indonesia yang digunakan sebagai kontrasepsipria. Bunga kembang sepatu mengandung flavonoid yang dapat menurunkan testosteron. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadap berat epididimis, tebal epitel epididimiscauda, berat prostat dan vesikula seminalis tikus jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental denganmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strainSprague Dawley ® usia 60-70 hari dengan berat badan 200-210 gram. Dosis perlakuan 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB,400 mg/kgBB, 500 mg/kgBB selama 30 hari. Data disajikan dalam bentuk tabel serta narasi untukmenginterpretasikan data tersebut.Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan berat epididimis padakelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000), terjadi juga penyusutan tebal epitel epididimis cauda(p=0,021), penurunan berat prostat dan vesikula seminalis antara kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol(p=0,001). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu tehadap epididimis, prostatdan vesikula seminalis. Pengaruh tersebut kemungkinan disebabkan kandungan bahan kimia yang ada di dalambunga kembang sepatu yang bersifat antifertilitas.