Claim Missing Document
Check
Articles

PREVALENSI DAN POLA SENSITIVITAS Klebsiella pneumoniae DAN Escherichia coli  PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETALAKTAMASE DI RSPAD GATOT SOEBROTO TAHUN 2021 Yusmaini, Hany; Bahar, Meiskha; Harfiani, Erna; Ufi Dewintera
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2024): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v9i2.1670

Abstract

ESBL-producing K. pneumoniae and E. coli are the Enterobacteriaceae that most commonly cause bacteriemia and nosocomial infections in the world. It is important to be aware of these bacteria to prevent an increase in infections with these resistant bacteria in hospitals. This research is a retrospective descriptive study, aiming to determine the prevalence of ESBL produced by K. Pneumoniae and E. coli and their sensitivity patterns. The data comes from clinical specimens that were examined for bacterial culture and antibiotic sensitivity tests in the Clinical Pathology Microbiology Lab in 2021. ESBL test using VITEK 2 compact tool. The results of the research were that E. coli was the most ESBL producing bacteria (50.9%) while K. pneumoniae was 20.9%. The highest prevalence of positive ESBL came from the ICU (41.4%) and the surgical ward (40.8%). Almost all rooms from which specimens were sent had a higher prevalence of positive ESBL E.coli, while for K.pneumoniae negative ESBL was higher. The most common types of positive specimens were bronchial lavage (67.4%) and wound swab (47.1%). Antibiotics that have high sensitivity to ESBL positive bacteria are Amikacin, Tigecycline and Meropenem.This research shows an increase in the prevalence of ESBL-producing K. pneumoniae and E. coli at the Gatot Soebroto Army Hospital, although it is still lower than several other national referral hospitals. Infection control, rational use of antimicrobials and prevention of transmission must continue to be pursued to reduce its prevalence.
KONSEP BELA NEGARA DALAM PENANGGULANGAN DAN LATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI WILAYAH KABUPATEN PURWAKARTA: SEBUAH KOLABORASI PENTAHELIX Yogi Saputra, Dwi Arwandi; Savitri, Pritha Maya; Pasiak, Taufiq Fredrik; Harfiani, Erna; Hadiwiarjo, Yanti Harjono; Reiza, Muhammad
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2024): MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53834/mdn.v10i2.7979

Abstract

Wilayah Kabupaten Purwakarta memiliki indeks risiko bencana sedang – tinggi. Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melalui kolaborasi Pentaheliks, pemerintah mengkoordinir pihak akademisi, komunitas/masyarakat, media dan pengusaha/swasta agar dapat berperan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengurangan risiko bencana harus melibatkan berbagai pihak agar dapat mencapai hasil yang optimal. Kesiapsiagaan bencana harus dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan dan siswa sekolah. Peran tenaga kesehatan bukan hanya di fase respon bencana, tetapi dapat terlibat di fasse pra bencana dan pasca bencana. Dengan pemahaman dan ketrampilan mengenai kesiapsiagaan bencana, siswa sekolah dapat melakukan upaya pengurangan risiko bencana, minimal untuk diri sendiri. Konsep Bela Negara menjadi bagian penting dalam penanggulangan risiko bencana. Nilai-nilai bela negara menjadikan upaya pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari wujud partisipasi warga negara. UPN “Veteran” Jakarta sebagai kampus bela negara berperan dalam sosialisasi nilai-nilai bela negara di masyarakat. Seminar dengan tema : Konsep Bela Negara dalam penanggulangan bencana dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan kolaborasi Pentaheliks
Studi Pendahuluan: Pengaruh Cognitive Transcendence Strategy terhadap Stres dan Adiksi Internet pada Mahasiswa Kedokteran Aisyah, Ammara; Pasiak, Taufiq Fredrik; Harfiani, Erna; Makkiyah, Feda Anisah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v12i3.2263

Abstract

The incidence of Internet addiction in the world continues to increase in various circles of society. One of the causes is stress. Mindfulness methods such as the Cognitive Transcendence Strategy (CTS) are strategies for changing behavior through cognitive functions and spiritual values. Objective: To determined the effect of CTS on stress in medical students who suffer from internet addiction. Methods: This research is a quantitative experimental study with the Quasi Eksperimental Nonequivalent Control Group Design. The sample of 16 people was collected through a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: Univariate shows that 60.1% of medical students experience internet addiction, of which 38.4% is in the mild category, 21.4% were moderate, and 0.4% were severe. The stress level of selected respondents based on the HRV analyzer stress index obtained was 62.5% normal, 12.5% good, 18.75% excellent, and 6.25% poor. The results of the Wilcoxon statistical test between CTS and stress were found to be p = 0.261 (p>0.05), which shows that there is no effect of CTS administration on stress statistically. The results of the Wilcoxon test between CTS and internet addiction showed a p = 0.012 (p<0.05). Conclusion: There is the influence of CTS on internet addiction.Keywords: cognitive transcendence strategy, stress, internet addiction, medical student
ETIKA DAN REGULASI DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN: TANTANGAN DAN SOLUSI DARI PENGABDIAN MASYARAKAT DI DEPOK Susanti, Febriyolla; Maria, Ima; Taufiq Fredrik Pasiak; Erna Harfiani; Ria Maria Theresa; Taupan Ichsan Tuarita; Isniani Ramadhani; Abdul Kolib
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.11199

Abstract

Kepatuhan terhadap norma etik dan regulasi hukum sangat penting dalam praktik kedokteran untuk menjamin kualitas layanan dan keselamatan pasien. Di Indonesia, meskipun regulasi praktik kedokteran telah ditetapkan dengan ketat, penerapannya oleh praktisi medis masih menghadapi berbagai tantangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dokter dan dokter gigi terhadap norma dan regulasi praktik kedokteran melalui seminar "Etik dan Hukum Kedokteran di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Depok," yang dihadiri oleh 100 peserta. Pemahaman peserta diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari 11 pertanyaan, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's alpha 0,727). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman terhadap norma mencapai 72,48, sementara pemahaman terhadap regulasi lebih rendah, yaitu 65,35. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun para praktisi memahami etika dan profesionalisme dengan baik, pemahaman mereka terhadap regulasi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini menekankan pentingnya peningkatan pemahaman terhadap regulasi praktik kedokteran melalui pendidikan yang lebih terintegrasi dan pelatihan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas praktik medis dan mengurangi risiko hukum bagi para praktisi
Uji Indeks Glikemik Pangan Fungsional Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Madu Randu ( Ceiba Pentandra ) Marlina, Serli; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Wahyuningsih, Utami; Harfiani, Erna; Hardiansyah, Angga
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks glikemik dan beban glikemik dari produk kefir susu kambing dengan penambahan madu randu ( Ceiba Pentandra ). Desain penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan desain crossover ( non-randomized ) dengan dua perlakuan. Perlakuan pertama yaitu pemberian makanan standar ( glukosa murni ) sementara untuk perlakuan kedua yaitu pemberian makanan uji ( kefir susu kambing dengan penambahan madu randu ( Ceiba Pentandra ) ) yang dilakukan pada waktu yang berbeda. Pengujian produk ini melibatkan 8 orang panelis tidak terlatih.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kefir madu randu  memiliki indeks glikemik kategori  rendah 53,98 ± 42,26   dengan beban glikemik kategori rendah pula ( 1,27 ) dalam sajian 100 ml. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kefir madu dengan makanan standar ( p=0,018 ). Kefir madu randu ini cenderung dapat mengontrol kestabilan dan mengurangi lonjakan pada glukosa darah sehingga cukup aman dikonsumsi untuk penderita diabetes.
Rasionalitas RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022 Az Zahra, Fatima; Aprilia, Citra Ayu; Zulfa, Fajriati; Harfiani, Erna
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kematian nomor dua pada balita adalah diare. Pemberian antibiotik pada diare harus sesuai dengan indikasi. Resistensi antibiotik dapat terjadi jika penggunaan antibiotik tidak rasional. Hal ini akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan sehingga pengendalian resistensi antibiotik harus dilakukan oleh berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien balita rawat jalan yang mengalami diare akut di RS X tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain penelitian potong lintang. Data berasal dari rekam medis yang diambil dalam satu waktu. Sebanyak 16 pasien balita dijadikan sampel yang dipilih menggunakan teknik total sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini adalah penggunaan 17 antibiotik pada pasien balita rawat jalan yang mengalami diare akut di RS X tahun 2022 76,4% tidak rasional dan 23,6% rasional. Obat yang paling banyak diberikan adalah Sefiksim sebagai terapi empiris. Hasil pengelompokkan rasionalitas antibiotik berdasarkan metode Gyssens adalah sebanyak 5 antibiotik tergolong kategori V (tidak ada indikasi), 1 antibiotik kategori IVa (terdapat antibiotik lain yang lebih efektif), 7 antibiotik kategori IIa (dosis tidak tepat), dan 4 antibiotik kategori 0 (penggunaan antibiotik rasional). Pedoman penggunaan antibiotik berdasarkan pola bakteri dan pengawasan terhadap penggunaan antibiotik di RS X merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional sehingga dapat mengendalikan resistensi antibiotik. Kata kunci: diare, metode gyssens, rasionalitas antibiotik DOI : 10.35990/mk.v8n3.p230-241
Factors Associated with Delayed 2-Month Sputum Smear Conversion in MDR-TB Patients Treated with All-Oral Regimen at Persahabatan Hospital Sitinjak, Sahat Anugerah Immanuel; Harfiani, Erna; Tjang, Yanto Sandy; Muktamiroh, Hikmah; Sutarto, Riyadi
Respiratory Science Vol. 6 No. 1 (2025): Respiratory Science
Publisher : Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/respirsci.v6i1.183

Abstract

Background: The emergence of multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) presents significant challenges in achieving treatment success. Sputum conversion time, an essential indicator of treatment progress, varies among patients and may be influenced by demographic and clinical factors. This study aimed to identify factors associated with sputum conversion time in MDR-TB patients treated with all-oral regimens at Persahabatan Hospital during the 2021–2022 period. Method: This retrospective cohort study analyzed data from 154 MDR-TB patients treated with all-oral regimens at Persahabatan Hospital. Patients were categorized by sputum conversion time (≤2 months or >2 months). Independent variables included age, sex, diabetes mellitus, anemia, previous TB treatment, pulmonary cavitation, education level, marital status, and initial sputum AFB results. Inclusion criteria were primary pulmonary MDR-TB patients confirmed via sputum culture, aged ≥20 years, and treated per Indonesian national guidelines. Logistic regression analyses identified significant factors. Results: Among the nine factors studied, four significantly influenced sputum conversion time: elderly age, anemia, pulmonary cavitation, and initial sputum AFB results. Older age (≥60 years) was protective against delayed conversion, while anemia, pulmonary cavitation, and higher initial sputum AFB results were associated with prolonged conversion times. Conclusion: Factors such as anemia, pulmonary cavitation, and initial sputum results are associated with delayed sputum conversion, with elderly age as a protective factor against delayed sputum conversion.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI OBAT ANTIDIABETIK METFORMIN-GLIMEPIRIDE DAN ACARBOSE-GLIMEPIRIDE Tresnawati, Nden Ajeng; Hany Yusmaini; Mila Citrawati; Erna Harfiani
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol20.iss1.art9

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (DM) is one of the cardiometabolic diseases with the highest prevalence worldwide, including Indonesia. The increasing number of type 2 DMs is known to have become an economic burden on Indonesia's health sector. There are several options for treating type 2 DM, either with monotherapy or in combination. At present, metformin, sulfonylurea, and acarbose have become common drugs in the treatment of type 2 DM. Variations in antidiabetic drugs will cause differences in therapy cost and effectiveness.Objective: The purpose of this study is to analyze the cost-effectiveness of the combination therapy of metformin-glimepiride and acarbose-glimepiride antidiabetic drugs in patients with type 2 DM at RSUD Sumedang in 2021 based on the hospital's perspective.Method: This study collected data by documenting medical records and patient costs from January to December 2021 using a cross-sectional design on 60 samples.Results: Findings from the statistical analysis showed that the combination of metformin and glimepiride did not make a difference in GDS (mean difference 10.70 mg/dL-1; p-value = 0.457). The average total direct medical costs of the acarbose-glimepiride group were higher than that of the metformin-glimepiride group, and there was a significant difference between the average costs of the antidiabetic drugs (p-value = 0.000).Conclusion: The combination of metformin-glimepiride therapy is more cost-effective than acarbose-glimepiride, with an ACER value of metformin-glimepiride Rp. 3,037.48.Keywords: Acarbose, cost effectiveness analysis, glimepiride, metformin, type 2 DM Intisari Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kardiometabolik dengan prevalensi tertinggi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Peningkatan jumlah DM tipe 2 diketahui telah menjadi beban ekonomi bagi sektor kesehatan di Indonesia. Terdapat beberapa pilihan terapi dalam pengobatan DM tipe 2 baik secara monoterapi maupun kombinasi beberapa obat. Saat ini obat metformin, sulfonilurea, dan acarbose telah menjadi obat umum dalam pengobatan DM tipe 2 di Indonesia. Variasi terapi obat antidiabetik akan menyebabkan adanya perbedaan biaya dan efektivitas terapi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menentukan efektivitas biaya terapi kombinasi obat antidiabetik metformin-glimepirid dan acarbose-glimepirid pada pasien DM tipe 2 Instalasi Rawat Jalan di RSUD Sumedang Tahun 2021 berdasarkan perspektif rumah sakit.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong-lintang pada 60 sampel dengan pengambilan data dilakukan secara dokumentasi terhadap data rekam medis dan biaya pasien periode Januari-Desember 2021. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna selisih GDS pada kombinasi metformin-glimepirid dan acarbose-glimepirid (rata-rata perbedaan 10,70 mg/dL-1; nilai-p=0.457). Rata-rata total biaya langsung medis kelompok acarbose-glimepirid lebih tinggi dibandingkan metformin-glimepirid serta terdapat perbedaan bermakna rata-rata biaya obat antidiabetik (nilai-p=0.000).Kesimpulan: Kombinasi terapi metformin-glimepirid lebih cost-effective dibandingkan acarbose-glimepirid dengan nilai ACER metformin-glimepirid Rp. 3.037,48.Kata Kunci: Acarbose, analisis efektivitas biaya, DM tipe 2, glimepirid, metfotmin
The Effect of Moringa Leaf Extract Administration on Sperm Morphology and Blood Glucose Reduction in Alloxan-Induced Sprague Dawley Rats Wahab, Dinda Nuraini Hanifah; Hasanah, Uswatun; Harfiani, Erna; Thadeus, Maria Selvester
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v1i1.37286

Abstract

AbstractIncreased blood sugar levels can be triggered by increased intake or insulin resistance, leading to increased oxidative stress that affects sperm quality during spermatogenesis. Moringa oleifera, rich in antioxidants, has been proven effective in improving sperm quality through several studies. This study aims to evaluate the influence of moringa leaf extract on sperm morphology and the reduction of blood sugar levels in Sprague Dawley white rats (Rattus norvegicus) induced by alloxan. Fasting blood sugar tests showed that rats induced with alloxan without moringa leaf extract had the highest blood sugar levels among the groups. In contrast, the negative control and treatment groups with moringa leaf extract successfully maintained blood sugar levels at normal levels. Normal sperm morphology reached 94.5% in the treatment group with the highest dose of moringa leaf extract. The results of the study indicate a significant relationship between blood sugar levels and sperm morphology in alloxan-induced white rats after the administration of moringa leaf extract. Moringa oleifera has the potential to be a therapeutic intervention to improve sperm quality and control blood sugar levels in hyperglycemic conditions.AbstrakPeningkatan kadar gula darah dapat dipicu oleh peningkatan asupan atau resistensi insulin menyebabkan peningkatan stres oksidatif yang mempengaruhi kualitas sperma selama spermatogenesis. Tanaman kelor (Moringa oleifera), tumbuhan yang kaya akan antioksidan, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas sperma melalui beberapa penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun kelor terhadap morfologi sperma dan pengurangan kadar gula darah pada tikus putih Sprague Dawley (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Uji gula darah puasa menunjukkan bahwa tikus yang diinduksi aloksan tanpa perlakuan ekstrak daun kelor memiliki kadar gula darah tertinggi di antara kelompok-kelompok lainnya. Sebaliknya, kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan dengan ekstrak daun kelor berhasil menjaga kadar gula darah pada tingkat normal. Morfologi sperma normal mencapai 94,5% pada kelompok perlakuan dengan dosis 400 mg/kgBB ekstrak daun kelor. Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini berkaitan dengan temuan hubungan signifikan antara kadar gula darah dan morfologi sperma pada tikus putih yang diinduksi aloksan setelah pemberian ekstrak daun kelor. Tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki potensi sebagai intervensi terapeutik untuk meningkatkan kualitas sperma dan mengendalikan kadar gula darah dalam kondisi hiperglikemia. 
The Effect of Muntingia calabura L. Leaf Extract Administration on Blood Glucose Levels and Sperm Motility and Viability in Streptozotocin-Induced Mice Pritasari, Ilham Arzy Diana; Hasanah, Uswatun; Harfiani, Erna; Nurcita, Boenga
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v19i1.43915

Abstract

Increased reactive oxygen species levels, a result of antioxidant imbalance in diabetic, can affect metabolism and cellular respiration, especially spermatogenesis that affects sperm quality. Muntingia calabura has proven to be effective as an antidiabetic and rich antioxidant through several studies. This study aims to analyse the effectiveness of Muntingia leaf extract on blood sugar levels, sperm motility, and viability in mice induced by streptozotocin. A diabetic animal model was developed with repeated low doses of streptozotocin. The group  was divided into 5 groups, which are the negative control, positive control, and three extract groups (100, 150, 200 mg/kg). Blood sugar tests showed that the positive control group, mice induced with streptozotocin without Muntingia leaf extract, had the highest blood sugar levels. Treatment groups with Muntingia leaf extract had different results, those groups successfully reduced blood sugar levels to normal levels. The highest dose, 200 mg/kg, of Muntingia leaf extract reached 85.9% normal sperm motility and 82.9% sperm viability. The ANOVA test result showed a significant relationship between blood sugar levels with sperm motility and viability in streptozotocin-induced mice after Muntingia leaf extract administration. Muntingia leaf extract has the potential to reduce blood sugar levels in hypergly-cemic conditions and to improve sperm motility and viability.
Co-Authors ., Mashoedojo Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Kolib Adi Sukrisno Agneta Irmarahayu Agus Aulung Aisyah, Ammara Almerveldy Azaria Dohongi Almerveldy Azaria Dohongi Anisah Anisah Anisah Anisah Aprilia, Citra Ayu Ashfia Desi Rahmalina Aulia Chaerani Aulia Chairani Az Zahra, Fatima Boenga Nurcita Citra Ayu Aprilia Dicky Budiman Dinda Nuraini Hanifah Wahab Dwi Arwandi Yogi Saputra Fachri Razi Fajriati Zulfa Hany Yusmaini Hardiansyah, Angga Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Ima Maria Kartika Putri Amalia Makkiyah, Feda Anisah Manpan Drajat Maria Selvester Thadeus Md Ikhsan Mokoagow Meiskha Bahar Mila Citrawati Muhammad Reiza Muttia Amalia Nabilah, Ayi Nely Jumaliah Nugraha, Yudhi Nugrahayu Widyawardani Nurfitri Bustamam Nurhakim, Althaf Dhaifullah Pasiak, Taufiq Fredrik Primayanti Nurul Ilmi Pritasari, Ilham Arzy Diana Pritha Maya Savitri Putra Sang Fajar El Harry Putra Sang Fajar El Harry Ratna Puspita Ratna Puspita Reiza, Muhammad Retno Yulianti Ria Maria Theresa Ria Maria Theresa Ryan Herardi Sarmoko Sarmoko Serli Marlina Siska Maydianah Sitinjak, Sahat Anugerah Immanuel Sri Rahayu Sri Wahyuningsih Susanti, Febriyolla Sutarto, Riyadi Taufiq Fredrik Pasiak Taufiq Fredrik Pasiak Taufiq Fredrik Pasiak Taufiq Fredrik Pasiak Taufiq Pasiak Taupan Ichsan Tuarita Theodora Putri Simanjaya Tresnawati, Nden Ajeng Ufi Dewintera Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Utami Wahyuningsih Wahab, Dinda Nuraini Hanifah Wibowo, Muhammad Rizky Wibowo, Putri Larasati Widianingsih Widianingsih Yanti Harjono Hadiwiardjo Yanto Sandy Tjang Yudivaniel Zihono