Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EDUKASI PENANAMAN TANAMAN SAYUR KANGKUNG MENGGUNAKAN HORMON DAN PUPUK ORGANIK CAIR SKALA RUMAH TANGGA Nasution, Lita; ,, Risnawati; Ranita, Sylvia Vianty; Lubis, Riadini Wanty; ,, Fitria; Susanti, Rini; Julia, Hilda; Ginting, Sri Malem; Siburian, Rikson; Kemal, Isthifa
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62224

Abstract

Aisyiyah ialah salah satu organisasi perempuan Muslim terbesar di Indonesia. Dengan mengambil hal yang sesuai, rata-rata ibu-ibu yang mengikuti Aisyiyah adalah ibu rumah tangga. Dengan menggunakan sistem semai dan juga menggunakan pupuk organik cair, mampu membuat seluruh warga yang ikut dapat memahaminya dengan mudah. Metode yang dilakukan ialah dengan langsung terjun ke lapangan untuk memberikan pengarahan secara lansgung kepada warga yang datang. Memberikan penjelasan detail bagaimana cara melakukan sistem semai kangkung darat dengan mudah. Hasil yang didapat ialah dengan memberikan eduikasi cara penyemaian yang sesuai dan kapan benih bisa ditanam di tanah secara langsung, sebelum itu direndam dahulu dengan menggunakan pupuk organik cair merek Basill Nigr. Maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan secara langsung seperti ini dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk membuat para warga mampu memahami dan juga bertanya secara langsung apabila ada hal yang tidak dapat dipahami.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KUTAMBARU MENUJU DESA ECO AGRO TOURISM Nasution, Lita; Ranita, Sylvia Vianty; Afandi, Ahmad; Ginting, Makhrani Sari; Barus, Wan Rose Pinkutri
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62525

Abstract

Agrowisata, kombinasi dari pertanian dan pariwisata, berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan sektor pertanian sebagai objek wisata. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat berbagai spot agrowisata menarik, seperti agrowisata Salak Pondoh di Sleman, yang menawarkan berbagai fasilitas dan kegiatan rekreasi. Desa Polengan dan Desa Kembangarum juga menunjukkan potensi besar dalam pengembangan desa wisata berbasis pertanian dan potensi alam. Namun, tantangan seperti daya tarik yang kurang dan kondisi yang kurang terawat menghambat pertumbuhan agrowisata. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang melibatkan masyarakat dan optimalisasi sumber daya lingkungan sangat penting. Selain itu, penggunaan metode pemrograman linier dapat membantu mengoptimalkan produksi dan profitabilitas usaha pertanian. Pandemi COVID-19 telah menguji ketahanan ekonomi, namun modal sosial menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Contoh sukses adalah Desa Pujon Kidul di Malang yang telah meningkatkan PADes melalui pariwisata desa. Upaya konservasi lingkungan, pengelolaan sampah yang cerdas, dan teknologi pertanian modern juga menjadi faktor penting dalam pengembangan agrowisata yang berkelanjutan. Desa Kutambaru di Sumatera Utara menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak dapat menciptakan desa eco agro tourism yang menarik wisatawan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
PENANAMAN AKAR WANGI (VETIVERIA ZIZANIOIDES) DI TANAM EDUKASI DAN KONSERVASI SUMBER DAYA LAHAN LEMBAH JUHAR Novita, Aisar; Munar, Asritanarni; Nasution, Lita; Arfiani Barus, Wan; Mawar Tarigan, Dafni; Sulistiani, Rini; Julia, Hilda; Lubis, Efrida; Raya Ketaren, Bunga
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1760-1767

Abstract

Konservasi sumber daya tanah adalah perlindungan sumber daya alam tanah. Hal ini dicapai dengan menghilangkan atau mengurangi dampak manusia terhadap lingkungan alam, pemanenan sumber daya lahan yang bertanggung jawab, serta upaya konservasi yang bertujuan untuk membalikkan kerusakan manusia terhadap sumber daya lahan. Konservasi dan pelestarian lingkungan menawarkan dua pendekatan tentang bagaimana mengelola lahan publik secara bertanggung jawab. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) di taman edukasi dan konservasi sumber daya lahan Lembah Juhar, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penanaman 200 bibit tanaman akar wangi yang dilakukan di taman edukasi dan konservasi sumber daya lahan Lembah Juhar, Kabupaten Langkat bersama dengan beberapa praktisi dan akademisi dari berbagai institusi di daerah Sumatera Utara dalam rangka Hari Air Sedunia, selain itu pengabdian masyarakat ini juga memberikan sosialisasi mengenai tanaman akar wangi kepada masyarakat sekitar lahan Lembah Juhar, Kabupaten Langkat mengenai pentingnya konservasi dan pelestarian lingkungan yang sekaligus dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai taman edukasi.
Antifungal activity of papaya leaf extract against Fusarium oxysporum in red chili (Capsicum annuum L.) Desi Sri Pasca Sari; Lita Nasution; Nico Syahputra Sebayang; Asmawati; Dali
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 9 No. 1 (2026): InJAR, Vol. 9, No. 1, March 2026
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/injar.v9i1.20508

Abstract

Chili pepper (Capsicum annuum L.) is a high-value horticultural commodity in Indonesia; however, its production is frequently constrained by Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum, a destructive soil-borne pathogen capable of inducing substantial yield losses. The intensive use of synthetic fungicides for disease management poses environmental risks and may disrupt soil microbial balance, thereby necessitating the development of sustainable and eco-friendly control strategies. This study aimed to assess the antifungal efficacy of papaya (Carica papaya L.) leaf extract against F. oxysporum under in vitro conditions. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with five extract concentration treatments and three replications. Antifungal activity was evaluated based on the inhibition of fungal mycelial growth on Potato Dextrose Agar (PDA) medium. The results indicated that papaya leaf extract significantly suppressed the radial growth of F. oxysporum, with inhibitory effects increasing proportionally to extract concentration. Statistical analysis revealed a highly significant effect of treatment concentration on fungal growth inhibition. The highest antifungal activity was observed at a concentration of 8.5 ml, suggesting optimal suppression of mycelial development. These findings demonstrate that papaya leaf extract possesses strong antifungal properties and has considerable potential as a plant-based biocontrol agent for the management of Fusarium wilt in chili pepper cultivation.
Isolation, Morphological Characterization, Biochemistry, and Antagonistic Activity of Endophytic Bacteria from Rice Against Xanthomonas oryzae pv. Oryzae Saipul Sihotang; Alfons Dwi Putra Butar-Butar; Lita Nasution; Haliatur Rahma; Trizelia Trizelia; Magdalena Saragih; Retna Astuti Kuswardani; Ika Listiana; Beatrix Sofranes Napitupulu
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.825-829

Abstract

Endophytic bacteria have the potential as environmentally friendly biocontrol agents in controlling bacterial leaf blight (BLB) in rice caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). This study aims to isolate, characterize morphology and biochemical tests, and test the antagonistic activity of endophytic bacteria from rice against Xoo. Isolation was carried out from healthy rice root tissue using a surface sterilization method. Morphological characterization included colony shape, color, edge, elevation, and Gram properties, while biochemical characterization included catalase, oxidase, motility, starch hydrolysis, and sugar fermentation tests. The antagonistic test used a dual culture assay method on NA (nutrient agar) media. The isolation results obtained six endophytic bacterial isolates (BETP 01–06) identified as the genus Pseudomonas and Bacillus with varying colony morphological characters. Antimicrobial activity test showed two potential isolates, BETP 03 (Pseudomonas) and BETP 05 (Bacillus), with an average inhibitory diameter of 16.3 mm and 16.5 mm against Xoo, respectively. Biochemical characterization showed that BETP 03 was bacillus, Gram-negative, citrate-negative, motile, gelatin hydrolysis positive, starch hydrolysis positive, and catalase positive; while BETP 05 was bacillus, Gram-positive, citrate-positive, motile, gelatin hydrolysis negative, starch hydrolysis positive, and catalase positive. These results indicate that both isolates have high potential as biological biocontrol agents in controlling bacterial leaf blight disease in rice.
Pemberdayaan Petani Jeruk Melalui Teknologi Asap Cair Pengendalian Lalat Buah Lita Nasution; Riduan Sembiring; Swati Sembiring; Ebin Hagata Pinem; Ersentabi Br. Sembiring; Rico Taruna Siregar; Muhammad Fauzan Zulazmi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.654

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani jeruk dalam mengendalikan hama lalat buah (Bactrocera spp.) melalui pemanfaatan teknologi asap cair sebagai bioinsektisida ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi tingginya intensitas serangan lalat buah, tingginya ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis, rendahnya pengetahuan petani mengenai pengendalian hama terpadu, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah biomassa pertanian sebagai sumber teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat dengan tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan pembuatan asap cair, demonstrasi aplikasi lapangan, pendampingan teknis, monitoring, dan evaluasi. Asap cair diproduksi melalui proses pirolisis biomassa lokal seperti tempurung kelapa dan limbah pertanian lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi dan mengaplikasikan asap cair sebagai bioinsektisida. Selain itu, penerapan teknologi asap cair mampu menurunkan intensitas serangan lalat buah, mengurangi penggunaan pestisida kimia, serta meningkatkan kualitas buah layak jual. Kegiatan ini juga berdampak positif terhadap penguatan kelembagaan kelompok tani dan peningkatan kesadaran petani mengenai pentingnya pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pengabdian Internasional Di Universiti Malaya-Malaysia: Inovasi Hijau Untuk Penghidupan Berkelanjutan Bagi Masyarakat Pedesaan Di Malaysia Lita Nasution; Rikson Asman Fertiles Siburian; Dedi Holden Simbolon; Srie Faizah Lisnasari; Saipul Sihotang; Jacqueline Joseph; Riduan Sembiring; Desi Sri Pasca Sari Sembiring
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.30304

Abstract

Pengabdian ini mengeksplorasi penerapan inovasi hijau untuk penghidupan berkelanjutan di komunitas pedesaan di Malaysia melalui program pengabdian masyarakat internasional. Inisiatif ini mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam bidang pertanian, energi terbarukan, ekowisata, dan edukasi lingkungan dengan pendekatan partisipatif. Metodologi mencakup pemetaan sosial, keterlibatan komunitas, dan implementasi teknologi percontohan seperti kompos dari limbah kelapa sawit, industri bambu lokal, serta panel surya skala kecil. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan kapasitas masyarakat, dengan partisipasi aktif pemuda dan pendidik dalam program edukasi lingkungan.. Pemberdayaan ekonomi terlihat dari terbentuknya usaha komunitas dan penggunaan alat keuangan digital. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik lintas sektor terhadap inovasi hijau dapat menjadi model yang layak untuk keberlanjutan pedesaan dan direplikasi di wilayah serupa. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pembangunan berkelanjutan dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperluas praktik hijau di tingkat akar rumput.
Effectiveness of Bacillus nigr Liquid Organic Fertilizer on Early Growth Parameters of Coconut Plants Lita Nasution; Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Saipul Sihotang; Dedi Holden Simbolon
Journal of Information Technology, computer science and Electrical Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jitcse.v2i2.203

Abstract

The coconut palm (Cocos nucifera) is an economically and culturally significant crop widely cultivated in tropical regions, particularly in Indonesia. However, coconut productivity remains suboptimal due to aging plantations and poor soil conditions. To address this, biofertilizers such as Bacillus nigr have been proposed as sustainable alternatives to chemical fertilizers. This study aimed to evaluate the effect of Bacillus nigr-based liquid organic fertilizer (POC) on the early growth parameters of coconut plants aged 9 to 12 months. Conducted in Deli Serdang, North Sumatra, the experiment involved 38 coconut seedlings divided equally into treatment (POC) and control groups. Data on stem height were collected and analyzed using a T-test. The results demonstrated a statistically significant difference (p < 0.05) in stem height between the POC-treated and untreated plants, with notable growth advantages observed in the control group at 11 and 12 months. However, POC treatment showed promising effects at earlier growth stages (9–10 months). These findings suggest that Bacillus nigr-based POC may influence early vegetative growth, but long-term benefits and dosage optimization require further investigation. This study contributes to the growing body of knowledge on the role of microbial biofertilizers in sustainable coconut cultivation and offers insights for enhancing early-stage coconut growth using environmentally friendly agricultural practices.
Growth and Yield Response of Shallot (Allium ascalonicum L.) to Various Concentrations of Eco-Enzyme Fertilizer: English Swati Sembiring; Lita Nasution; Dedi Holden Simbolon; Magdalena Saragih; Donatus Dahang; Rajiv Ginting; Juliana Simbolon; Yolanda Febrima Tarigan; Rifa Diah Valahsya Sembiring; Indra Prabowo Pandiangan; Eristo Syahmana Tarigan; Sri Rejeki Silaban
Asian Multidisciplinary Research Journal of Economy and Learning Vol. 3 No. 5 (2026): Integrative Health and Sustainable Agriculture for Community Well-Being
Publisher : Argael Publisher, an imprint of CV. ARGA FARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70471/jh9ck595

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity with high economic value, but its productivity is often constrained by declining soil fertility associated with prolonged and intensive inorganic fertilization. This study evaluated the growth and yield response of shallot to various eco-enzyme fertilizer dosages and identified the most effective dosage under polybag-based open-field experimental conditions. The experiment was arranged in a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with five treatments and five replications: E0 (without eco-enzyme), E1 (100 mL plot⁻¹), E2 (200 mL plot⁻¹), E3 (300 mL plot⁻¹), and E4 (400 mL plot⁻¹). Each plot referred to one polybag experimental unit. The observed variables were plant height, number of leaves, number of tillers, fresh bulb weight, and dry bulb weight. The results showed that eco-enzyme dosage affected several vegetative variables at specific observation times, but the response was not uniform across all growth stages. E2 produced the highest plant height at 14, 28, and 42 days after planting (DAP), whereas E3 produced the highest leaf number at 28 DAP. Yield formation was more favorable under the lowest eco-enzyme dosage. Treatment E1 produced the highest fresh bulb weight (167.2 g plot⁻¹) and dry bulb weight (131.2 g plot⁻¹), corresponding to approximately 5.03% and 19.06% increases over the control, respectively. These findings indicate that 100 mL plot⁻¹ was the most efficient eco-enzyme dosage for improving bulb yield of Bima Brebes shallot under the conditions of this experiment.
Co-Authors ,, Fitria Ahmad Afandi Aisar Novita Alfarizi, Roni Alfons Dwi Putra Butar-Butar Alifyah, Nabila Asmawati Asritanarni Munar Barus, Wan Rose Pinkutri Beatrix Sofranes Napitupulu Bunga Raya Ketaren Cemda, Abdul Rahman Dafni Mawar Tarigan Dali Dedi Holden Simbolon Dedi Holden Simbolon, Dedi Holden Desi Sri Pasca Sari Sembiring, Desi Sri Pasca Sari Donatus Dahang Ebin Hagata Pinem Ellen Lumisar Panggabean Eristo Syahmana Tarigan Ersentabi Br. Sembiring Fitria Fitria Ginting, Sri Malem Halawa, Emmanuel Haliatur Rahma, Haliatur Hilda Julia Hilda Julia Ika Listiana Indra Prabowo Pandiangan Jacqueline Joseph Joseph, Jacqueline juliana simbolon Kemal, Isthifa Lisnasari, Srie Faizah Lubis, Efrida Lubis, Riadini Wanty Magdalena Saragih Magdalena Saragih Makhrani Sari Ginting Makhrani Sari Ginting Manurung, Rista Muhammad Afrillah Muhammad Andi Prayogi Muhammad Fauzan Zulazmi Muhammad Fitra Zambak Muhammad Said Siregar Muhammad Thamrin Nadhira, Ahmad Nasution, Elvy Sahnur Nico Syahputra Sebayang Pa, Desi Adelia Br Pasaribu, Faisal Irsan Pindi Filsa Rajiv Ginting Rasidy, Muhammad Retna Astuti Kuswardani Rico Taruna Siregar Riduan Sembiring Rifa Diah Valahsya Sembiring Rikson Asman Fertiles Siburian Rikson Asman Fertiles Siburian Rikson Siburian Rini Sulistiani Rini Susanti Risnawati Saipul Sihotang Saragih, Nur Betty Saragih, Ryan Sembiring, Riduan Sianturi, Rivai Wulan Rejeki Siburian, Rikson Asman Fertiles simbolon, juliana Sinulingga, Lismayarti Sipahutar, Bahagia Sibotolungun Siregar, Rahmad Syukur Soni Isnaini Sri Rejeki Silaban Srie Faizah Lisnasari Swati Sembiring Sylvia Vianty Ranita Tarigan, Selvida Riahta br Trizelia Wan Arfiani Barus Yatantri, Shefia Ana Yolanda Febrima Tarigan