Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Salah satu penyebab utama tingginya angka kejadian hipertensi adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko dan cara pengelolaannya (Adnan et al., 2018). Kondisi ini terjadi juga di Malaysia, berdasarkan data Malaysia Hipertension Profile 2019, prevalensi hipertensi di atas rata-rata global, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pencegahan maupun pengelolaan hipertensi masih rendah. Tujuan program ini meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi tentang pentingnya gaya hidup sehat. Metode pengabdian masyarakat dimulai dengan sesi edukasi terpadu, dimana peserta diberikan pemahaman menyeluruh tentang hipertensi meliputi penyebab, faktor risiko, komplikasi. Edukasi juga memberikan pembelajaran praktik terkait pola makan, aktivitas fisik, pola tidur sehat, teknik relaksasi dan manajemen stres, latihan pernapasan dalam, meditasi, serta strategi mengelola emosi dan kecemasan. Mereka juga diajarkan cara memeriksa tekanan darah secara mandiri serta mencatat hasil pengukuran untuk memantau dan mengendalikan tekanan darah. Metode evaluasi dilakukan melalui pretest dan postest. Media edukasi yang digunakan adalah modul, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Penderita hipertensi sejumlah 98 orang, sebagian besar memiliki jenis kelamin wanita (81,63%), usia terbanyak lansia awal (82,65%). Sebagian besar memiliki pendidikan dasar (87,76%), lama menderita > 3 tahun (81,63%), tekanan darah derajad I (66,64%), derajad II (33,36%). Pengetahuan penderita sebelum diberikan edukasi yaitu; pengetahuan baik (30,61%), pengetahuan cukup (31,63%) dan pengetahuan kurang (37,76%). Pengetahuan setelah diberikan edukasi yaitu; pengetahuan baik (66,33%), pengetahuan cukup (18,37%) dan pengetahuan kurang (15,30%). Pemberian edukasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan manajemen hidup sehat, diharapkan penderita dapat menerapkan pengetahuan kedalam perilaku melalui gaya hidup sehat.