Claim Missing Document
Check
Articles

Between Local Belief and International Norms: Gender Inequality among Marapu Women in Sumba Aristeus, Syprianus; Firdaus; Utami, Penny Naluria; Shahrullah, Rina Shahriyani; Baskoro, Aji; Saadah, Chuzaimatus
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 18 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2025.18108

Abstract

Although Indonesia’s legal framework recognizes indigenous religions and upholds gender equality, these principles remain largely unrealized for Marapu women due to the intersection of patriarchal customary systems and state institutional biases. This study explores the persistence of gender inequality among Marapu women.  Employing an empirical socio-legal approach, data were collected through literature review and field research, including in-depth interviews and observations across four regencies of Sumba Island: East, Central, West, and Southwest Sumba. Informants included representatives from government agencies, NGOs, and Marapu community leaders. Findings indicate that while Marapu cosmology symbolically recognizes gender dualism, its social practice sustains male authority in ritual leadership, inheritance, and decision-making. State institutions, through religious and administrative structures, indirectly perpetuate these inequalities by privileging formal religions and patriarchal norms. The study concludes that promoting gender justice for Marapu women requires contextual reforms that integrate cultural reinterpretation, community participation, and inclusive policy frameworks grounded in feminist legal pluralism. [Meskipun kerangka hukum Indonesia telah mengakui keberadaan agama-agama leluhur serta menegaskan prinsip kesetaraan gender, realitasnya prinsip tersebut belum sepenuhnya terwujud bagi perempuan Marapu. Hal ini disebabkan oleh persinggungan antara sistem adat yang patriarkal dengan bias kelembagaan negara yang turut memperkuat posisi subordinat perempuan. Penelitian ini mengkaji ketimpangan gender yang dialami oleh perempuan Marapu penghayat kepercayaan di Sumba. Data diperoleh melalui studi pustaka dan penelitian lapangan yang mencakup wawancara mendalam serta observasi di empat kabupaten di Pulau Sumba: Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Informan terdiri atas perwakilan lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, serta tokoh dan pemimpin komunitas Marapu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kosmologi Marapu secara simbolik mengakui dualisme gender, praktik sosialnya tetap mempertahankan dominasi laki-laki dalam kepemimpinan ritual, hak waris, dan pengambilan keputusan. Sementara itu, institusi negara melalui struktur keagamaan dan administrasi turut memperkuat ketimpangan ini dengan memprioritaskan agama formal dan norma patriarkal. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa keadilan gender bagi perempuan Marapu memerlukan reformasi kontekstual melalui reinterpretasi nilai adat, partisipasi komunitas, serta kebijakan inklusif yang berlandaskan pada pluralisme hukum feminis.]
Co-Authors Adelina Bago, Jelita Adi Kusuma Agustina Fitrianingrum Agustini, Shenti Ali Sabisi, Muhammad Andry Ochtora Butarbutar Any Lindawaty Aprillia Crystina Aprisanti, Aprisanti Arifin, Inal Asmin Patros Atmaja, Vanessa Riarta Ayunda, Rahmi Azis Kasim Djou Azlyn, Nurul Baskoro, Aji Bicar Franki Leonardo Manurung Brelly, Adolfh Crystina, Aprillia Dachi, Janvencius Valerius Nifowa'azaro Debby Vonica Gandalia Dedy Febriyanto Tjhang Delfind Kiweikhang Devita Sari Djandel Dachlan Pangihutan Marbun Djou, Azis Kasim Djufri, Welly Abusono Edward Banner Purba Elza Syarief, Elza Eva Mariana Fahmi Ari Yoga Firdaus FL. Yudhi Priyo Amboro, FL. Yudhi Priyo Fraiskam, Natasha Gandalia, Debby Vonica Garry Hawidi, Robert Girsang, Junimart Grace Efride Kusa Hariyanto, Jerry Harris, Richard Hengky, Indra Henry Hadinata Cokro Henry Soelistyo Budi, Henry Soelistyo Heru Susetyo Hidayah, Luthfia Hindra Hindra Hindra, Hindra hulu, saferiyusu Hyun, Park Ji Inal Arifin Indra Hengky Indra Hengky Irwansyah Irwansyah Jana Mila Jaya, Febri Jefri Harianto Nababan Jefri Kurniawan Jefri Kurniawan, Jefri Jendris Sihombing Johannes Sow Julianto Julianto Julianto Julianto Junimart Girsang Junimart Girsang Junimart Girsang Junirmart Girsang Kwariyon Altison Lili Rasjidi Lindasari Novianti Lu Sudirman Lu Sudirman Lusi Nila Sari Maemonah, Maemonah Manashi Kalita Manullang, Rizky Ariftama Marbun, Djandel Dachlan Pangihutan Marfin Timu Apy Phymma Mariana, Eva Merlinda Merlinda Mila, Jana Muhammad Ishak Natasha Fraiskam Novita Novita Nur Hadiyati Nurlaily Nurlaily NURLAILY, NURLAILY Oky Mayrudin Ong’eta, Wyclife Ong’eta, Wyclife Osmond, Agung Pratama Park Ji Hyun Park, Jihyun Penny Naluria Utami, Penny Naluria Priyo Amboro, Yudhi Putri, Riza Satya R.A. Widyanti Diah Lestari Rahmadani, Aini Rahmi Ayunda Rama Hadi Priyono Ramadani Fitri Sihombing Ramadhani, Mochamad Rizki Rasjidi, Lili Rediston Sirait Rendra Topan Rional Putra Riza Satya Putri Robert Garry Hawidi Saadah, Chuzaimatus Sabisi, Muhammad Ali Sahputra, Rendi Saiful Anam Silviani, Ninne Zahara Situmeang, Ampuan Sofia Sofia, Sofia Sow, Johannes Suharnata, Suko Suharyanto Surya Rizal Syamsiar, Syamsiar Sylvana Agnetha Wulan Widyastuty Syprianus Aristeus, Syprianus Tan, Winsherly Tedy Surya Topan, Rendra Topo Santoso Tresia Violita Tri Yanuarty Sembiring Triana Dewi Seroja Triana Dewi Seroja Triana Dewi Seroja Utami, Miming Vanessa Riarta Atmaja Vicky Septia Rezki Wagiman Wagiman Wagiman, Wagiman Welly Abusono Djufri Win Sherly Tan Yovita Yovita Yulia Christi Nurul Hudayani Zin, Hakimah Muhammad