This Author published in this journals
All Journal Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Al-Mizan (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum El-Mashlahah Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum AL-MAIYYAH Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Al-'Adl Al-Qalam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Al-Dustur Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Syaksia : Jurnal Hukum Perdata Islam Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam RIO LAW JURNAL International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Balanca : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Journal of Indonesian Islamic Studies Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Jurnal Tafsere DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM DELICTUM : Jurnal Hukum Pidana Islam Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Innovative: Journal Of Social Science Research Golden Ratio of Law and Social Policy Review (GRLSPR) Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Jurnal Pengkajian Penelitian Syariah dan Ilmu Hukum Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Preferensi Masyarakat terhadap Produk Wadi’ah pada Bank BTN Syariah Parepare Agung Kurniawan; Suarning; M. Ali Rusdi
BANCO: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Vol 3 No 1 (2021): Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/banco.v3i1.2157

Abstract

This study will examine two problems, namely: How do the products Wadi‟ah at Bank BTN sharia Parepare and What are Community Preferences on Wadi‟ah products at Bank BTN Syariah Parepare. The purpose of this research to find out what people's preferences are when listening and knowing regarding Wadi‟ah products at Bank BTN Syariah Parepare. This type of research is field research that is qualitative descriptive. The approach used is a phenomenological approach. The data collection technique is using the observation method, the dept interviews and documentation. Data analysis techniques using Data Reduction (Data Reduction), Data Display (Data Presentation), Conclusing Drawing/Verification (Draw a conclusion). The results of this study indicate that: 1) Wadi‟ah products at Bank BTN Syariah Parepare are a pure deposit from a party that saves or entrust to the party receiving the deposit to be used or not used in accordance with mutually agreed terms. Wadi‟ah products in Bank BTN Syariah Parepare uses a profit-sharing system, calculated based on the ratio is multiplied by the Bank's income on the funds deposited by the customer. 2) Public preference for Wadi‟ah products at Bank BTN Syariah Parepare influenced by several preference concepts, namely: Completeness, Transivity, Continuity, and More is better. People's preferences are also affected by several factors, namely: Cultural Factors, Social Factors, Personal Factors, and Psychological Factors
WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG MUSYAWARAH Muhammad Ali Rusdi
Jurnal Tafsere Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.411 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sosial, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat ataupun bangsa, musyawarah mutlak diperlukan. Dalam proses musyawarah itu berlangsung dialog dan komunikasi sesuai dengan prinsip-prinsip akhlak untuk menegakkan nilai-nilai Islam. Musyawarah dalam al-Qur’an hanya diungkapkan dalam tiga bentuk kosakata, yakni syura, syawir dan tasyawur yang intinya adalah perkumpulan manusia untuk membicarakan suatu perkara agar masing-masing mengeluarkan pendapatnya kemudian diambil pendapat yang terbaik untuk disepakati bersama, sebagaimana mengeluarkan madu dari sarang lebah untuk menghasilkan madu yang manis dengan tujuan membangun kehidupan sosial yang tenang, damai, dan dijiwai oleh semangat persatuan dan kesatuan.
MASLAHAT SEBAGAI METODE IJTIHAD DAN TUJUAN UTAMA HUKUM ISLAM Muhammad Ali Rusdi
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 2 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.511 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v15i2.432

Abstract

Abstract: Maslahat is the main goal in Islam, Allah teaches down the teachings especially in the issue of Islamic law cannot be released for the benefit of human beings, although there is a difference in the nature of the benefit from the aspect of the source of maslahat, but the scholars agree in terms of the main purpose of Islamic law is jalb al-mashalih wa daru al-mafasid, how Islamic law can as much as possible provide benefits and goodness to humans while eliminating any possibility of damage and danger to humans.
Analisis Etika Bisnis Islam dalam Persaingan Usaha Pabbagang di Desa Pallemeang Kabupaten Pinrang Rosmaya Rosmaya; Muhammad Ali Rusdi Bedong; Muhammad Kamal Zubair; Wahidin Wahidin
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 20 No 1 (2022): DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.635 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v20i1.2711

Abstract

One form of business competition in Pallameang Village is the competition carried out by pabbagang. There are two dominant types of pabbagang in Pallameang Village, namely pabbagang rambo (boat chart) and pabbagang tancap (tancap chart). Both have their own characteristics as well as their own advantages. Pabbagang rambo (boat chart) more often uses the medium of boats in its operationals. Meanwhile, the pabbagang tancap (bamboo chart), is an arrangement series of bamboo in a quadrangle form that is plugged and it stands firmly on the water, where in the middle of bamboo arrangement a net is installed. The results of the study showed that the competition between fishermen in Pallameang Village is by catching fish through pabbagang tancap and pabbagang rambo. There were business competitions in different types of use of charts affects costs, as well as the results they obtain, as well as the competition that occurs on fishermen of Pallameang Village in accordance with the existing Islamic business ethics, this is based on the principles in Islamic business ethics that have been applied by pabbagang rambo and pabbagang tancap in Pallameang Village. These, based on the principles in Islamic business ethics, namely the concepts of tauhid, mandate and justice.
Implementasi Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 379 Tahun 2018 Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah (Studi Di Kua Kecamatan Barru Kabupaten Barru) Firman Firman; Sudirman L; Zainal Said; Hannani Hannani; M. Ali Rusdi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3151

Abstract

Pelaksanaan Bimbingan Pranikah menurut Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 379 Tahun 2018 di Kantor Urusan Agama Kecamatan Barru, yaitu , Keputusan Pimpinan Islam No. Implementasi UU No. 379 Tahun 2018 tentang Penyuluhan Perkawinan Bagi Calon Perkawinan terbukti sangat efektif, terbukti dengan banyaknya peserta yang mengakui bahwa penyuluhan perkawinan ini penting bagi mereka yang baru paham tentang perkawinan. Metode bimbingan perkwinan yang dilakukan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Barru adalah metode cerama dengan bimbingan Mandiri yang pelaksanaanya 1 kai dala satu pekan yang dilaksanakan pada hari selasa pada pukul 08.00 sampai pukul 12 .00 karna Pernikahan adalah sarana bertemunya dua hati yang sangat berbeda sifat, watak, kecenderungan dan obsesi. Hambatan dan solusi implementasi pelaksanaan bimbingan yang dilakukan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Barru yaitu dalam pelaksanaaan bimbingan perkawinan pemateri yang ditunjuk untuk menjadi narasumber pada kementerian Agama untuk memberikan bimbingan tatap muka tingakat kabupaten susah mengatur waktuknya dalam pelaksanaan tersebut sehingga tidak terjadwal dengan baik, kurangnya sosialisasi karna terbatas dengan Anggaran, bimbingan mandiri yang dilaksanakan dikantor urusan agama Kecamatan Barru tidak memiliki anggaran padahal dalam juknis untuk bimbingan mandiri ada 50 ribu setiap pasangan sehingga hal tersebut berpengaru juga pada pemateri di Kantor urusan agama , yang menjadi pemateri pada bimbingan mandiri di KUA Kecamatan barru yaitu penghulu, Penyuluh dan Kepala KUA , tidak ada pemetri dari luar padahal dalam juknis peserta bimbingan juga harus mendapat pengetahuan tentan kesehatan reproduksi, namun materi itu tidak didapatkan pada bimbinga mandiri, kalau pada bimbingan tatap Muka di kantor yang diadakan ditingkat kabupaten diberikan semua materi tersebut tetapi pelaksanaannya tidak bercalan dengan Baik.
Kontroversi Legalisasi Nikah Siri Melalui Isbat Nikah Di Pengadilan Agama Barru Zulkifli Zulkifli; Agus Muchsin; Muh. Ali Rusdi; Rusdaya Basri; Aris Aris
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3318

Abstract

Pelaksanaan isbat nikah dilaksanakan atas dasar Kompilasi Hukum Islam Pasal 7 ayat (3) yang menyebut bahwa isbah nikah yang dapat diajukan ke Pengadilan Agama terbatas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan, Adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian, Hilangnya Akta Nikah, Adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu syarat perkawinan, Adanya perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya Undang-undang No. 1 Tahun 1974; dan Perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai halangan perkawinan menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Dalam perspektif fikih, isbat nikah dalam arti penetapan untuk dicatatkan memang bukan suatu kewajiban mengingat tidak adanya nash baik Alquran maupun hadis yang secara eksplisit menjelaskan tentang keharusan isbat nikah. Dampak yang ditimbulkan apabila hakim menolak bagi yang mengajukan itsbat nikah maka akan berdampak kepada pencatatan kependuduka,pendidikan anaknya dan pembagian harta karena status perkawinan suami istri tersebut tidak sah secara negara, sehingga suami dan istri tidak mempunyai hak dan kewajiban sebagai suami istri menurut negara, dan juga anak yang dilahirkan dalam perkawinan tersebut dianggap anak luar kawin oleh Negara, begitupun dampaknya apabila semua diterima oleh hakim yang mengajukan istbat nikah maka dampak yang ditimbulkan adalah mudahnya bagi masyarakat untuk melakukan nikah siri, sehingga hal tersebut kontroversi.
The Development of Fatwas Based on Local Wisdom to the National Level: A Case Study of Panaik Money Fatwa Syatar, Abdul; Bakry, Muammar; Bedong, M. Ali Rusdi; Ahmad, Ahmad; Pallawagau, Baso
El-Mashlahah Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/el-mashlahah.v13i2.7373

Abstract

The fatwa of the Indonesian Ulema Council of South Sulawesi Province regarding panaik money is debated and considered cynical by some people who feel disturbed. The cultural shift in
Dominasi Orangtua dalam Pernikahan Dini di Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar: Analisis Maqashid al-Syariah Arman, Arman; Rusdi, M Ali; Muchsin, Agus
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 5 ISSUE 2, MAY 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v5i2.46775

Abstract

Early marriage is often the subject of parental domination in cultures and societies that uphold strong traditions and norms. This article analyzes this phenomenon by using the Maqasid Sharia framework as a basis for understanding the implications of parental domination in the context of early marriage. The research method used is descriptive qualitative research, with normative and juridical approaches to explore the relevant aspects of Islamic law and values. The research involved in-depth interviews with a number of couples who experienced parental dominance in the early marriage process. The analysis shows that parental domination often contradicts the humanitarian and welfare principles of Maqasid Sharia. While it may be legally valid, this domination can result in an imbalance of power in the marriage relationship, causing conflict and dissatisfaction among young couples. Through a normative approach, this research highlights the need to return to the principles of equality, justice and freedom that underpin the institution of marriage in Islam. The juridical approach examines relevant aspects of the law and emphasizes the importance of integrating maqasid values into the practice of Islamic law.
Tinjauan Fiqhi Muamalah Terhadap Sistem Bagi Hasil Nelayan dan Pemilik Bagang di Ujung Baru Kelurahan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Hamsiah Hamasah; M. Ali Rusdi
SIGHAT: JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 2 (2024): SIGHAT: JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/shighat_hes.v2i2.9126

Abstract

A review of fiqhi muamalah on profit-sharing system between fishermen and boat owners in Polewali Mandar Regency. This research aims to understand the profit-sharing system and analyze the aspects of Islamic economic law related to it. The type of research used is field study with normative sociological approach and descriptive qualitative data. Data collection methods include observation, interviews, and documentation, while data analysis techniques include data identification, data presentation, and conclusion drawing. The results show that this profit-sharing system has been implemented by the community in Ujung Baru Village for several decades. In the review of Islamic economic law, this system falls under the mudharabah contract involving cooperation between both parties. The recommendation from this research is for boat owners to show or involve the records held during profit distribution to prevent misunderstandings among fishermen.
Hukum Pernikahan Tanpa Wali Perbandingan Pemikiran Hukum Fiqhi Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam: The Law of Marriage Without a Guardian is a Comparison of the Legal Thinking of Fiqhi Imam Abu Hanifah and the Compilation of Islamic Law Rasyidah; Hannani; M. Ali Rusdi; Rahmawati; Aris
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.4632

Abstract

Salah satu aspek penting dalam pernikahan adalah persyaratan kehadiran seorang wali. Mengenai kedudukan wali dalam pernikahan, ulama berbeda pendapat apakah wali termasuk rukun pernikahan atau tidak karena memang berbeda pendapat dalam menentukan jumlah rukun pernikahan. Namum perbedaan tersebut bukanlah dalam hal yang substansial, hanya disebabkan karena perbedaan dalam memaknai ayat-ayat al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan permasalahan wali dalam pernikahan. 1) Bagaimana Status Wali dalam Pernikahan Pendapat Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam (HKI). 2) Dasar Hukum Yang dipakai Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam (HKI) tentang Pernikahan tanpa Wali. 3) Analisa Maqashid Al Syari’ah terhadap Pendapat Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam (HKI) tentang kedudukan pernikahan tanpa wali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) Pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami. Adapun pengumpulan datanya menggunakan Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, dengan menganalisis data menggunakan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Konstruksi penelitian dalam menjawab persoalan yang muncul dengan menggunakan teori maqashid al syari’ah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan Dalam konteks keindonesiaan melihat pendapat Imam Abu Hanifah yang membolehkan pernikahan tanpa wali maka tujuan syariah terutama dalam hal tercapainya penjagaan terhadap keturunan, penjagaan terhadap akal dan harta ini kelihatannya kecil kemungkinan bisa tercapai dimana di indonesia pernikahan tanpa wali itu dianggap tidak sah. Kecuali Kompilasi Hukum Islam yang mengatur tentang pernikahan tersebut direvisi kembali sehingga terdapat pengecualian terhadap wanita yang menikahkan dirinya sendiri dikarenakan kondisi dan situasi tertentu yang mendesak seseorang itu harus melakukannya.
Co-Authors Abd Jamil Salam Abdul Gaffar Abdul Gaffar Abdul Rahman Awan Abdul Syatar Abubakar, Achmad Agung Kurniawan Agus Muchsin Agus Muchsin Agus Muchsin Agus Muchsin Agus Muchsin Agus Muchsin Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad, Fauziah Ahmad, Fauziah Akbar Akbar Akram Akkas Ali Abubakar Ali Akbar Amiruddin, Muhammad Majdy Andi M. Anwar Zaenong Anita Apriliani Arifah, Inggit Aris Aris Aris Aris Aris Arman Arman Ayyub, Ayyub Baso Pallawagau Eka Rizal Faradhillah, Nitha Fatmawati Hilal Fauziah Ahmad Fikri Fikri Fikri Firman Firman H. Mahmuddin H. Sudirman L. Hamsiah Hamasah Hannani Hannani Hannani Hannani Hannani Hannani Hasdar B Haryanto Husni, Hasmiah Iin Andini Islamul Haq Ismayanti Ismayanti kamaruddin kamaruddin Kurniati Kurniati M. Ilham Ma’adul Yaqien Makkarateng Misbah Nasri Sailellah Moh. Yasin Soumena Muammar Bakry Muhammad Haramain Muhammad Ismail Muhammad Kamal Zubair Muhammad Kamal Zubair Muhammad Kamal Zubair, Muhammad Kamal Muhammad Shuhufi Muhammadiyah Amin Muhiddin Bakri Muhiddin Muhiddin Muliati Muschsin, Agus Mutmainnah, Iin Nurdalia Bate Purwoko, Agus Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ramli Ramli Rasyidah reski anugrah Ridwan, Ridwan Rosmaya Rosmaya Rusdaya Basri Rusdaya Basri Rusdaya Basri, Rusdaya Saidah Saidah Saidah Salim, Muhyiddin Salman Abdul Muthalib Sarniadi Sikra Sikra, Sikra Sitti Asiqah Usman Ali Suarning Suarning Sudirman Sudirman Sudirman L Sudirman L Sudirman L, Sudirman Sumiati Suryadi Syarif Syafaat Anugrah Pradana Syarif, Suryadi Syatar, Abdul Tamsil Tamsil Wahidin Wahidin Wahyu Rauf Wawan Yulia Octavia Rahmat Zaenong, A. M. Anwar Zainal Said Zainal Said Zainal Said Zainal Said Zainal Said Zainul Bihaqi Zulfahmi Alwi Zulkifli Zulkifli