Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS OESAPA Lahur, Florensia Anggeli; Mado, Fransiskus G.; Nayoan, Christina R.; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46025

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam pengendalian hipertensi, mulai dari deteksi dini, edukasi kesehatan, pengobatan, hingga pemantauan berkala. Namun, pemanfaatan layanan ini oleh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Oesapa masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Oesapa pada tahun 2024 sebanyak 3.186 orang. Sampel sebanyak 94 orang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 94 responden ditemukan sebagian besar responden tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan 54,3% dibandingkan responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan 45,7%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel usia (p=0,022), kepemilikan assuransi kesehatan (p=0,035), dukungan keluarga (p=0,000), dan persepsi sakit (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Penderita usia lanjut lebih banyak yang memanfatkkan pelayanan karena mendapatkan dukungan keluarga dan persepsi sakit hipertensi sangat baik. Sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,972), peran tenaga kesehatan (p=0,268), dan aksesbilitas (p=0,782) tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Pihak Puskesmas Oesapa diharapkan dapat mengembangkan strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan penderita hipertensi melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif dengan melibatkan keluarga. memberikan edukasi tidak hanya kepada penderitanya, tetapi juga kepada keluarga agar mereka dapat berperan aktif dalam mengingatkan dan mendukung penderita untuk melakukan kontrol rutin.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS ALAK TAHUN 2024 Engge, Elisabeth Tresia; Mado, Fransiskus G.; Nayoan, Christina R.; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46049

Abstract

Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) sebanyak enam kali selama masa kehamilan. Namun, di wilayah kerja Puskesmas Alak, tingkat pemanfaatan pelayanan ANC masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Alak tahun 2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang berjumlah 130 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk melihat adanya hubungan antara masing-masing faktor terhadap pemanfaatan pelayanan ANC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden kurang memanfaatkan pelayanan ANC (<6 kali kunjungan) sebanyak 21 orang (38,2%), sedangkan yang memanfaatkan sebanyak 34 orang (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,003), paritas (p = 0,009), dan dukungan keluarga (p = 0,006) dengan pemanfaatan pelayanan ANC. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi, paritas rendah (primipara), dan dukungan keluarga yang baik lebih banyak memanfaatkan pelayanan ANC. Sementara itu, variabel jarak tempat tinggal (p = 0,300), ketersediaan fasilitas kesehatan, dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,150) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan ANC. Keluarga, diharapkan dapat lebih proaktif dalam mendampingi dan memberikan dukungan kepada ibu hamil. Keterlibatan keluarga terbukti berpengaruh besar dalam mendorong ibu melakukan pemeriksaan ANC secara lengkap. Dukungan ini tidak hanya berupa materi, tetapi juga perhatian, motivasi, serta kesiapan untuk mendampingi ibu ke fasilitas kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA OEBELO KECAMATAN KUPANG TENGAH TAHUN 2024 Tupa, Yerikho; Dodo, Dominirsep O.; Sirait, Rina Waty; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48557

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi menjadi tantangan serius dalam pembangunan nasional, terutama di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur yang memiliki angka kelahiran relatif tinggi. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, di Desa Oebelo, tingkat partisipasi pasangan usia subur (PUS) dalam program KB masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi PUS dalam program KB, meliputi pengetahuan, jumlah anak, budaya, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara multistage sampling dari 812 PUS di Desa Oebelo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, budaya, dukungan suami dan peran tenaga kesehatan dengan partisipasi PUS dalam program KB sedangkan tidak ada hubungan antara kepesertaan JKN dan jumlah anak dengan partisipasi PUS dalam Program KB. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam meningkatkan partisipasi KB. Diperlukan intervensi terintegrasi antara pemerintah, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat guna mengatasi hambatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat program KB dalam menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Pengaruh mutu terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat jalan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang Buky, Hendrosius Endo; Pandie, David B. W.; Littik, Serlie K. A.
Journal of Evidence-based Nursing and Public Health Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jevnah.v1i1.2024.371

Abstract

The quality of health services is the perfection of health services in meeting patient needs and demands; the better the quality of service, the more it will influence patient satisfaction. Survey results show that there are still many patients who are dissatisfied with hospital services. This study aims to determine the partial effect of quality from five qualities on patient satisfaction in outpatient services at RSUD, Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. The research method is quantitative research with a descriptive approach, with the population in this study including all patients visiting the outpatient clinic at Prof. Hospital. Dr. W.Z. Johannes Kupang. The sampling technique used in this research is simple random sampling. The data in this study was taken using a questionnaire distributed to polyclinic outpatient patients at Prof. Hospital. Dr. W.Z. Johannes Kupang was numbered 94. The data was analysed using the multiple linear regression test, showing that the responsiveness and empathy variables had a significant effect on the reliability of patient satisfaction with a sig value. p = 0.00 and p = 0.021 (p<0.05), while the variables tangle (0.398), reliability (0.893), and assurance (0.822) are not significantly related to patient satisfaction because the p value is> 0.05. So it is necessary to improve the quality of hospital services for better service.
Pelatihan Peregangan dan Penerapan Teknologi Alat Pemintal Ergonomis pada Penenun Tradisional di Desa Boti: Stretching Training and Application of Ergonomic Spinner Technology in Traditional Weavers in Boti Village Ndun, Helga Jillvera Nathalia; Berek, Noorce Christiani; Littik, Serli K. A.; Dodo, Dominirsep Ovidius; Tarigan, Ben Vasco
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 6 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i6.6729

Abstract

Traditional weavers are prone to musculoskeletal complaints. Yarn spinning, one of the weaving stages, can increase the risk of these complaints due to the bent sitting position, long periods with the hands raised, and repetitive work. Lack of stretching and limited technology for yarn spinning are issues found among weavers at Boti Village. This community service aims to increase knowledge and ability to stretch and apply alternative spinning tools to help weavers in spinning. Activities included stretching-related education and demonstration and assistance in using the tool. The activity results showed an increase in the ability of all weavers to practice stretching (40% in the moderate category and 60% in the good category). A poster containing 14 movements was given to weavers as a reminder to stretch. Weavers have tested the spinning tool but still need further assistance and regular use to improve the spinning efficiency.
Gambaran Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. T.C Hillers Maumere Kabupaten SIKKA More, Yohana F; Littik, Serlie K. A; Sinaga, Masrida
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v7i2.3114

Abstract

Patient satisfaction is closely related to the expected service and the reality of the service that has been received. Preliminary studies show dissatisfaction related to the convenience of outpatient services at RSUD Dr. T.C Hillers Maumere, Sikka Regency. The purpose of this study was to describe the satisfaction of outpatients at RSUD Dr. T.C. Hillers Maumere, Sikka Regency. This research uses a quantitative descriptive method with a cross-sectional design. The sample size was 93 respondents taken using proportional sampling techniques. Data were analyzed using Importance Performance Analysis (IPA). The results of this study show that the reality of health services exceeds patient expectations (4.05 ≥ 3.93), with the category being very satisfied (tangibles dimension 97.7%; responsiveness dimension 97.3%; assurance dimension 99.2%; empathy dimension 98, 4%. Meanwhile, the reliability dimension (89.7%) is satisfied. The research results also show hospitals need a complaint center that is always ready to serve. Apart from that, they also need to improve orderliness in the timeliness of service, the friendliness of service, and the cleanliness of toilets. Keywords : Patient satisfaction, Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy
FAKTOR PENENTU KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PENFUI TIMUR KECAMATAN KUPANG TENGAH Teuf, Ary Kurniati; Littik, Serlie K.A.; Talahatu, Anna
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v13i2.340

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan yang membuat tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penentu kejadian stunting di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain case-control study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 balita yang di bagi menjadi sampel kasus sebanyak 42 dan sampel kontrol 42 balita. Analisis data menggunakan uji statistik regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah riwayat keluhan kesehatan (95% CI=3,451-26,044; p=0,000; OR=9,481), riwayat ASI Eksklusif (95% CI=3,830-29,479; p= 0,000; OR=10,626), pendidikan ibu (95% CI=1,945-21,458; p=0,002; OR=6,460), dan tingkat pendapatan orang tua (95% CI=2,187-14,220; p=0,000; OR=5,577), sedangkan faktor yang tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah kebiasaan makan p=0,822, status imunisasi p=0,092, dan pekerjaan ibu p= 0,288. Faktor penentu kejadian stunting adalah riwayat keluhan kesehatan, riwayat ASI eksklusif, dan tingkat pendapatan orang tua. Sangat penting bagi orang tua khususnya ibu untuk memperhatikan proses tumbuh kembang anak, baik dalam pemenuhan gizi yang dibutuhkan oleh anak, juga dalam pelayanan kesehatan yang wajib didapatkan oleh anak pada usianya.
Analisis Implementasi Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas Pasir Panjang Kota Kupang Rahmawati, Eka Muftiana; Littik, Serlie K. A.; Nayoan, Christina R.
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.84695

Abstract

Latar Belakang : Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga merupakan program yang menitikberatkan peran keluarga untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan berbasis keluarga. Capaian IKS Puskesmas yang masih rendah dan tidak mengalami perubahan sejak proses pendataan mendorong penulis untuk melihat lebih dalam proses implementasi PIS-PK di Puskesmas Pasir Panjang.Tujuan :  Penelitian  ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi PIS-PK di Puskesmas Pasir Panjang  dari segi komunikasi, sumber saya, disposisi dan struktur birokrasi.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan kualitatif deskriptif Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan cara wawancara kepada informan kunci, dan dilakukan analisis data melalui tahapan reduksi, pemusatan data, verifikasi dan analisis naratif untuk tentang model implementasi meliputi variabel komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi.Hasil : Implementasi PIS-PK masih belum masimal dari variabel komunukasi kepada pelaksana kebijakan, sumber daya manusia dan anggaran, disposisi dan struktur birokrasi baik pimpinan puskesmas dan dinas kesehatan kotaSaran : perlu adanya koordinasi antara pelaksana, dinas kesehatan, lintas sektor dan sasaran tentang tujuan pelaksanaan PIS-PK sehingga dapat saling memberikan motivasi dan saling sinergi dalam perbaikan pelaksanaan implemtasi sebelumnya untuk capaian indeks keluarga sehat sesuai target keluarga kategori sehat. 
Analysis of Service Response Time at Outpatient Polyclinic at Regional General Hospital (RSUD) S.K. Lerik, Kupang Purba, Sondang; Marni, Marni; Mado, Fransiskus G.; Nayoan, Christina R.; Littik, Serlie K. A.
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v15i1.421

Abstract

Background: Hospitals are institutions that provide comprehensive individual health services. To ensure quality and continuous improvement of these services, hospitals are guided by regulations issued by the Ministry of Health. One key indicator of service quality is patient waiting time at outpatient clinics. Objectives: This study aims to explore several factors affecting service quality at the outpatient polyclinic of RSUD S.K. Lerik, Kupang. These factors include response time of health and non-health workers, hospital budget allocation, worker competence, availability of essential documents, and the overall service flow mechanism. Methods: This qualitative study applied a management theory approach and was conducted at RSUD S.K. Lerik, Kupang. Data were collected from eight informants selected through purposive sampling. Results: The Results of the study showed that that although the response time of health and non-health workers and the availability of service flow mechanisms are relatively good, there are still several challenges. The number of personnel remains limited, and there is no specific budget allocated to the outpatient clinic; instead, needs are recorded and submitted to hospital management. Equipment and materials such as computers and network systems are available, but often insufficient, especially in urgent situations. Despite these limitations, the flow of services generally proceeds without major delays. Conclusions: It is recommended that hospital officers ensure timely service delivery according to established standards to minimize patient waiting times. Improving the management system and increasing attention to service response time in outpatient clinics can help enhance the quality, safety, and comfort of healthcare services provided.
Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Pelayanan Orang Terduga Tuberculosis (TBC) di Puskesmas Manutapen Kota Kupang Paulinus Beda Huar; Serlie K.A. Littik; Masrida Sinaga; Fransiskus G. Mado
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v6i3.3587

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, pemerintah menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang salah satunya mencakup pelayanan kesehatan bagi orang terduga Tuberkulosis. Namun, capaian SPM pelayanan TBC di Puskesmas Manutapen Kota Kupang masih berada di bawah target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan deskriptif dan pendekatan sistem. Informan penelitian dipilih secara purposive yang terdiri dari Kepala Puskesmas, PJ Klaster, Koordinator Program TB, dan orang terduga Tuberkulosis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan SPM pelayanan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen pada tahun 2023 sebesar 34,5% sehingga belum mencapai target nasional sebesar 100%. Namun, pada tahun 2024 dan 2025 capaian pelayanan telah mencapai 100%, yang menunjukkan adanya peningkatan kinerja program dan keberhasilan upaya perbaikan dalam pelaksanaan pelayanan Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen Kota Kupang. Namun, masih ditemukan hambatan berupa rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, keterbatasan sumber daya tertentu, serta belum optimalnya pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan SPM pelayanan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen Kota Kupang telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek sumber daya, edukasi masyarakat, dan penguatan pelaksanaan program untuk mencapai target pelayanan sesuai standar.
Co-Authors Adu, Apris Allda Manoeain Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Andhrea Mesakh andiawa, maria asti Andreastra, Agustinus Putu Angie Oneng Muni Anin, Elvitta Eunike Belutowe, Oktaviana Ben Vasco Tarigan Berek, Norce Ch. Buky, Hendrosius Endo Cesilia Eleonora Molo Chrisanta Oktaviane Daria Dadus Christin Rony Nayoan Christina Rony Nayoan Dara, Wilhems Datu K. Tandirura David B.W. Pandie Delprison Ndula Ratu Dian Lestari Anakaka Diana Aipipidely Dodo, Dominirsep Ovidius Dominirsep O. Dodo Domnirsep O. Dodo Elnike Putri Dju Nina Engge, Elisabeth Tresia Enjelita Mariance Ndoen Fransiskus G. Mado Fransiskus Geroda Mado Hana, Elvira Olfriane Tanggu Helga Jilvera Nathalia Ndun Hinga, Indrianti A. Tedju Idawati Trisno Jacob Matheos Ratu Jayanti Wake Lulu Jesica Angelina Dua Meak Juliatri P. D. Ledo Junias, Marylin S. Junias, Marylin Susanti Keron, Maria Sahra Kikhau, Adriana M. O. Lahur, Florensia Anggeli Leba, Yohanis Muliarta Lewi Jutomo Liliweri, Aurelia Maria Limbu, Ribka M. Dinah Ch. Lerik Mado, Fransiskus G. Mado, Fransiskus Geroda Mage, Mernon Yerlinda Carlista Manafe, Ovlian Afri Manoe, Lafelia Mertanzha Manurung, Imelda Februati Ester Maria Agustina Lebho Maria Indrawati Dairo Lede Maria Vivianty Djawa Marni Marni, Marni Masrida Sinaga Mikael M. Reca Monika Bonlay More, Yohana F Muda, Wina Jensisca Muntasir, Muntasir Napitupulu, Melissa Putri M. Noorce Christiani Berek Paulinus Beda Huar Priska Agustina W. Thegu Purba, Sondang Rahmawati, Eka Muftiana Ramses Elim Ramses Victor Elim Regaletha, Tadeus A. L. Rina Waty Sirait Rinawaty Sirait Riwu, Yuliana Radja S. P. Manongga S.P. Manongga Salesaman, Frans Sandri Triesa Dastri Frans Sani, Aurelia Melan Santi Batu Sariana Kadja Sinaga, Masrida Sirait, Rina Waty Sirik, Maria Prisila Soni Doke Stefania Delianti Cibolin Stefanus P Manongga Sugi D. P. Soegianto Talahatu, Anna Teuf, Ary Kurniati Thien, Alesandro Delvicchio Tupa, Yerikho Vienelda Selan Weraman, Pius Werawan, Pius Wijaya, R. Pasifikus Christa Ximenes, Gracieth Tomas Correia Dias YENDRIS K SYAMRUTH Yeni Damayanti Yofandri Thobias Tallo Yopinsias Endi Langga Yoseph Kenjam Yudhisinta Missa