Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Hasil Pewarnaan Telur Cacing Menggunakan Pewarna Alternatif Filtrat Variasi Buah Nasir, Muhammad; Rafika, Rafika; Cleverine, Queen; Hasan, Zulfikar Ali; Nurdin, Nurdin; Askar, M.; Herman, Herman
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v15i1.372

Abstract

Infeksi parasit pada manusia sering kali disebabkan oleh cacing nematoda usus yang penyebarannya melalui tanah, dikenal sebagai Soil Transmitted Helminths (STH). Penyakit ini dapat didiagnosis dengan pemeriksaan mikroskopis menggunakan pewarna Eosin 2%. Beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai pewarna alternatif untuk mewarnai telur cacing antara lain buah bit (Beta vulgaris L.), buah naga (Hylocereus polyrhizus), dan buah stroberi (Fragaria vesca) karena kandungan antosianinnya. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11-13 April 2023 di Laboratorium Parasitologi Poltekkes Kemenkes Makassar. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan buah bit, buah naga merah, dan buah stroberi dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, dan 100% sebagai pengganti Eosin 2% pada pemeriksaan telur cacing STH. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 100%, buah bit (Beta vulgaris L.) memberikan lapangan pandang yang kontras, dengan telur cacing yang menyerap warna dan bagian telur yang terlihat jelas. Buah naga (Hylocereus polyrhizus) menghasilkan lapangan pandang yang kurang kontras, dengan telur cacing yang kurang menyerap warna dan bagian telur yang kurang terlihat jelas. Sementara itu, buah stroberi (Fragaria vesca) tidak cocok digunakan untuk pemeriksaan telur cacing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buah bit (Beta vulgaris L.) dan buah naga (Hylocereus polyrhizus) dapat digunakan sebagai pewarna alternatif dalam pemeriksaan telur cacing Soil Transmitted Helminths
Pemeriksaan SGOT, SGPT, dan Hbsag Pada Ibu Rumah Tangga Sebagai Skrining Penyakit Hepatitis B Artati, Artati; Djasang, Syahida; Hasan, Zulfikar Ali; Mas’ud, Hikmawati; Budirman, Budirman
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 2 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1879

Abstract

Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kota Makassar. Data menunjukkan bahwa prevalensi penyakit hepatitis B di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, cukup tinggi. Pada tahun 2022, dilaporkan lebih dari 1.000 kasus penyakit Hepatitis B di Sulawesi Selatan. Kecamatan Mamajang, termasuk wilayah dengan kasus hepatitis B tertinggi di Kota Makassar. Hepatitis B meningkat disebabkan karena ibu yang terinfeksi kepada anak dan juga karena pola makan dan hidup yang tidak sehat, penggunaan jarum suntik tidak steril, dan kurangnya kesadaran ibu rumah tangga tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Pemeriksaan HbsAg untuk Program pemerintah hanya diarahkan oleh ibu hamil bukan ibu rumah tangga, sehingga ibu rumah tangga sangat rawan terinfeksi hepatitis B. Metode yang digunakan penyuluhan atau edukasi, penyuluhan, untuk peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga mengenai penyebab terjadinya penyakit hepatitis B serta cara pencegahannya yaitu melalui skrining dengan melakukan pemeriksaan fungsi hati yaitu SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase), SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase), dan HbsAg secara gratis kepada ibu rumah tangga. Lokasi penyuluhan dilakukan di Kecamatan Mamajang Kota Makassar, sedangkan pemeriksaan darah rutin pada sampel darah di lakukan di Laboratorium. Hasil Pengabmas didapatkan hasil dari 18 sampel ibu rumah tangga didapatkan hasil HBsAg negatif sebanyak 100% (18 orang),  dan hasil positif sebanyak 0. Dan 18 sampel ibu rumah tangga didapatkan hasil SGOT normal sebanyak 100% (18 orang),  dan hasil abnormal sebanyak 0. Sedangkan pada SGPT didapatkan hasil SGOT normal sebanyak 100% (18 orang),  dan hasil abnormal sebanyak 0. 1.Dan terjadi peningkatan pengetahuan dan informasi dengan hasil pre-test 50% setelah mendapatkan informasi terkait manfaatnya pemeriksaan pemeriksaan SGOT, SGPT, dan HBsAg pada ibu rumah tangga sebagai skrining penyakit hepatitis B didapatkan hasil post-test meningkat menjadi 100%.
PENERAPAN PENAMPUNGAN AIR HUJAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT DIARE DI KAWASAN PESISIR KOTA MAKASSAR Ronny, Ronny; Hasan, Zulfikar Ali; Azizah, Nurfitriani
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7354

Abstract

Permasalahan akses air bersih di kawasan pesisir Kota Makassar masih menjadi tantangan serius, terutama karena keterbatasan sumber air layak konsumsi dan meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penyediaan air bersih melalui penerapan sistem penampungan air hujan (rainwater harvesting) dan penyaringan cepat (Rapid Sand Filter). Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan dan penerapan teknologi tepat guna tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan air bersih dan pencegahan penyakit diare, yang ditunjukkan oleh partisipasi aktif dalam seluruh tahapan pelatihan. Penerapan teknologi sederhana ini dinilai efektif, ekonomis, serta mampu mendukung upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan di kawasan pesisir.
CORRELATION OF F2-ISOPROSTANE WITH INTERLEUKIN-6 AND INTERLEUKIN-10 IN TRANSFUSION-DEPENDENT THALASSEMIA PATIENTS : A CROSS-SECTIONAL STUDY Muhlisa, Nurul; Hernaningsih, Yetti; Wardhani, Puspa; Andarsini, Mia Ratwita; Ali Hasan, Zulfikar
Folia Medica Indonesiana Vol. 61, No. 2
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfusion-dependent thalassemia (TDT)[-7pc]AU: Please Provide authors affiliations. is a condition in which patients require lifelong regular blood transfusions. However, regular blood transfusions carry a major risk of iron overload, which accumulates in the body and can trigger oxidative stress and chronic inflammation. Oxidative stress is characterized by an increase in reactive oxygen species (ROS), which can be assessed through the measurement of F2-Isoprostanes (8-iso-PGF2α). Excessive ROS affects cytokine production by inducing an inflammatory response, such as IL-6 and IL-10. This study aims to analyze the correlation between F2-isoprostane with Interleukin-6 and Interleukin-10 levels in TDT patients. This research was an observational analytical study with a cross-sectional design that involved 33 patient samples at Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, from July to August 2025. The variables studied included F2-Isoprostane, IL-6, and IL-10 levels. F2-Isoprostane and IL-10 levels were measured using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method (Isoprostane assay kit ELISA No. E-EL 47 0041 Elabscience and Human IL-10 kit ELISA No. E-EL-H6154 Elabscience). IL-6 levels were measured using the Chemiluminescence Immunoassay (CLIA) method (CLIA MAGLUMI IL-6 kit, Snibe). Data were analyzed by the Spearman correlation test. The results showed that the correlation coefficient (r) and significance values between F2-Isoprostane and IL-6 (p = 0.887; r = 0.026) indicated a very weak positive correlation, while IL-10 (p = 0.904; r = –0.022), showed a very weak negative correlation that was not statistically significant. This study demonstrates that there is no correlation between F2-Isoprostane levels, as a marker of oxidative stress, and IL-6 or IL-10, as markers of inflammation.
Potensi Limbah Udang Sebagai Media Alternatif Pengganti Pepton Pada Media Mannitol Salt Agar Untuk Isolasi Staphylococcus aureus Ali Hasan, Zulfikar; Abduh, Windah Zufiyani; Pratama, Ridho; Herman, Herman
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1948

Abstract

Mannitol Salt Agar (MSA) digunakan sebagai media selektif dan diferensial untuk isolasi Staphylococcus aureus Salah satu komponen utama MSA adalah pepton yang berfungsi sebagai sumber nitrogen dan nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan bakteri. Pepton komersial memiliki harga yang relatif mahal dan umumnya masih bergantung pada impor. Pepton dapat diperoleh dari bahan alam yang kaya protein. Limbah udang memiliki kandungan protein tinggi, sehingga berpotensi menjadi sumber nutrisi alternatif bagi pertumbuhan bakteri, jumlahnya melimpah dan mudah diperoleh, serta merupakan limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi limbah udang sebagai bahan alternatif pengganti pepton dalam media MSA. Metode penelitian true eksperiment dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 26 Mei 2025 di Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Makassar. Pengambilan sampel secara purposive sampling berdasarkan kriteria. Limbah udang diolah menjadi pepton melalui proses hidrolisis enzimatis menggunakan enzim papain. Pepton hasil hidrolisis kemudian diformulasikan ke dalam media alternatif MSA dengan 3 variasi konsentrasi yaitu 0,5%, 0,75%, dan 1%. Efektivitas Media Alternatif MSA diuji menggunakan biakan murni Staphylococcus aureus dengan MSA komersil sebagai kontrol uji. Pengulangan sebanyak 3 kali dilakukan pada setiap perlakuan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Alternatif MSA yang diformulasikan dengan pepton dari limbah udang mampu mendukung pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan Jumlah rata-rata koloni 209x10-1 CFU/mL pada media alternatif MSA konsentrasi 1%, 231x10-1 CFU/mL pada media alternatif MSA konsentrasi 0,75%, 233x10-1 CFU/mL pada media alternatif MSA konsentrasi 0,5% dan 250x10-1 CFU/mL pada MSA Kontrol. Limbah udang berpotensi sebagai bahan alternatif pengganti pepton pada media MSA yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
GENETIC STUDY OF HEPATOCYTE NUCLEAR FACTOR-1 ALPHA (HNF-1Α) MUTATIONS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Merdekawati, Fusvita; Rahayu, Ira Gustira; Juliastuti, Aditya; Anhar, Citra Amaniah; Hasan, Zulfikar Ali; Maynar, Larasati Putri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.4242

Abstract

Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY) merupakan bentuk diabetes monogenik yang sering salah diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 1 atau tipe 2, seringkali mengakibatkan penanganan klinis yang kurang optimal. Salah satu penyebab paling umum dari MODY adalah mutasi pada gen HNF1A, yang berperan penting dalam mengatur ekspresi gen di dalam sel beta pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutasi potensial pada gen HNF1A pada pasien yang dicurigai menderita MODY secara klinis menggunakan Sanger sequencing. DNA diisolasi dari dua pasien yang dicurigai menderita MODY sebagai studi molekuler awal untuk mengeksplorasi mutasi potensial pada gen HNF1A, diikuti dengan amplifikasi sepuluh ekson HNF1A menggunakan PCR konvensional. Produk PCR dievaluasi dengan elektroforesis gel agarosa untuk memastikan amplifikasi yang berhasil sebelum dilakukan Sanger sequencing. Data urutan yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak BioEdit dan ClustalW untuk mendeteksi variasi nukleotida dengan membandingkannya dengan urutan referensi HNF1A (NM_001306179.2). Ditemukan enam mutasi titik pada gen HNF1A yang tersebar di ekson 7, 9, dan 10, terdiri atas satu mutasi silent (p.Leu459Leu), empat mutasi missense (p.Gln460His, p.Ser486Asn, p.Ser581Gly, dan p.Val705Leu), serta satu mutasi nonsense (p.Trp785*) yang menyebabkan terminasi translasi dini. Mutasi yang ditemukan berpotensi memengaruhi struktur dan fungsi protein HNF1A, termasuk domain transaktivasi yang penting dalam regulasi ekspresi gen target. Penelitian ini menunjukkan bahwa deteksi mutasi genetik, khususnya pada HNF1A, penting dalam mendiagnosis MODY secara akurat dan dapat menjadi dasar pemilihan terapi yang lebih tepat, seperti penggunaan sulfonilurea sebagai alternatif insulin.
Therapeutic Effect of Topical Ointment Ethanol Extract From Patiwala Leaves (Lantana camara) on Histological Profile of Incision Wounds in Diabetic Rat Models Theosobia Grace Orno; Anita Rosanty; Ratih Feraritra Danu Atmaja; Zulfikar Ali Hasan; Tuty Yuniarty; Ahmat Rediansya Putra
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1091-1097

Abstract

Diabetic wounds are one of the neurovascular complications of diabetes. Hyperglycemia complicates the healing of diabetic wounds, which are susceptible to infection and chronic inflammation. Topical treatment using herbal extracts aims to reduce the side effects of surrounding tissue damage. A topical ointment made from ethanol extract of Patiwala (Lantana camara) leaves, which has been tested for product quality, has antibacterial and anti-inflammatory effects that has been proven to help accelerate the healing of diabetic wounds in rats through parameters such as reduced wound diameter, changes in the number of fibroblast cells, and collagen fiber formation seen in the histological profile during 21 days of therapy with a concentration of 15% (p>0.05) compared to the positive control of 10% betadine.