p-Index From 2021 - 2026
7.262
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Corak Motif Flora Sarung Tenun Buton sebagai Pembelajaran Berbasis Lingkungan (Studi Etnobotani terhadap masyarakat Buton) Slamet, Agus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.213 KB)

Abstract

Sarung tenun Buton sangat beraneka ragam baik corak, motif maupun ragam hiasnya. Corak dan motif tenun Buton adalah salah satu hasil belajar dari alam yang berlangsung melalui sosialisasi ataupun enkulturasi.Belajar dari alam merupakan sumber inspirasi untuk mewujudkan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untukmenginventarisasi dan mendeskripsikan corak dan motif sarung tenun Buton khususnya motif flora sebagai hasil pembelajaran berbasis lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnometodologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dihimpun kemudian direduksi, diurutkan, diklasifikasikan, dideskripsikan dan diinterpretasikan sehingga diperoleh kesimpulan yang menyeluruh. Terdapat 27 motif tenun Buton yang terinspirasi dari flora baik meliputi organ daun, bunga, buah, biji, umbi maupun perawakan flora itu sendiri. Interpretasi flora menggambarkan keagungan objek dan dapat dijadikan sebagai pedoman memahami lingkungan. Sarung Buton adalah ungkapan jiwa yang berisi harapan dan doa, yang dipintal oleh ketekunan tangan dan imajinasi akan keindahan. Bagi masyarakat Buton, alam (flora) dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menentukan corak dan motif sarung tenun Buton dan merupakan proses pembelajaran berbasis lingkungan.
Fenomena Lokal “Mata Biru” di Pulau Siompu Sebagai Sumber Belajar Biologi Slamet, Agus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.202 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pewarisan sifat gen mata biru di Pulau Siompu. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus tentang pewarisan gen mata biru di Desa Kumbewaha Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan. Subjek penelitian adalah suatu keluarga yang memiliki keturunan bermata biru. Prosedur penelitian sebagai berikut : (1) pra-observasi; (2) observasi kepada keluarga utama; (3) membuat peta silsilah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada keluarga utama dan beberapa keluarga lain yang mendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata biru merupakan faktor keturunan, diwarisi dari parentalnya dan ditentukan oleh gen autosomal resesif. Hasil penelitian ini dianalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi SMA kelas XII materi Pola-pola Hereditas untuk mencapai Kompetensi Dasar : menerapkan prinsip hereditas dalam mekanisme pewarisan sifat. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan contoh pola-pola pewarisan sifat pada manusia.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN SISTEM PENGOLAHAN HASIL LAUT MENJADI PRODUK OLAHAN MAKANAN DI DESA KAMELANTA KABUPATEN BUTON Nurlaila, Maryam; Slamet, Agus; Mahmuda, Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 1 No. 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v1i04.127

Abstract

Potensi hasil perikanan yang cukup melimpah idealnya harus mampu mensejahterakan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Sebagai sumber pangan, ikan memiliki protein, asam lemak omega 3 dan 6, vitamin dan berbagai mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Bagi masyarakat Desa kamelanta, ikan hanya dikonsumsi secara langsung baik dengan dimasak, digulai, digoreng atauapun dibakar. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan informasi, pengetahuan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan hasil laut menjadi produk olahan makanan (pentol/bakso ikan) sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan penambahan pendapatan khususnya kelompok Ibu PKK di Desa Kamelanta. Metode yang diterapkan dengan menyajikan materi kemudian praktik langsung pembuatan produk. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap produk yang dihasilkan dan proses yang dilaksanakan oleh peserta pelatihan. Pengabdian masyarakat ini berhasil menumbuhkan kesadaran ibu-ibu PKK Desa Kamelanta akan pentingnya hasil laut yang tidak hanya dikonsumsi begitu saja namun dapat diolah menjadi produk makanan olahan yang dapat bernilai ekonomis dan mensejahterakan masyarakat Desa Kamelanta
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah dan Variasi Konsentrasi Starter Terhadap Karakteristik Soygurt: The effect of red dragon fruit peel extract addition and variations concentration of starter on the characteristics of soygurt Kartikaningrum, Ayu Rara; Setiyoko, Agus; Slamet, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3832

Abstract

Soygurt adalah produk dari hasil fermentasi susu kedelai menggunakan bakteri asam laktat. Salah satu faktor penting yang menentukan kualitas soygurt adalah konsentrasi starter. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung senyawa antioksidan yang lebih besar dibandingkan daging buahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan soygurt yang ditambah ekstrak kulit buah naga merah dengan sifat fisik dan kimia yang disukai oleh panelis serta mengandung antioksidan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi penambahan ekstrak kulit buah naga merah 0%, 2%, 4%, 8% dan variasi konsentrasi starter yaitu Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus (1:1:1) 5% dan 7%. Sifat-sifat yang dianalisa meliputi nilai warna L*a*b*, pH, viskositas, dan tingkat kesukaan panelis pada semua perlakuan dan kadar abu, kadar protein, total asam laktat, dan aktivitas antioksidan pada perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kulit buah naga merah pada level tertentu dan konsentrasi starter berpengaruh nyata terhadap sifat fisik (nilai L*, nilai a*, viskositas, pH) dan tingkat kesukaan panelis terhadap terhadap penampakan, warna, aroma, rasa, dan penerimaan secara keseluruhan. Soygurt dengan penambahan ekstrak kulit buah naga 4% dan starter sebanyak 5% merupakan produk yang paling disukai oleh panelis dan memiliki nilai warna L* 64,28; nilai warna a* 6,83; nilai warna b* 13,15; pH 4,41; viskositas sebesar 111,46 cP; dan aktivitas antioksidan 29,67 %RSA dengan kadar abu 0,58 %bb; kadar protein 3,64 %bb; keasaman 1,23% yang telah sesuai SNI.  
Pengaruh Penambahan Labu Kuning (Curcubita Moschata) dan Sodium Tripolyphosphate Terhadap Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Bakso Ayam Sakinah, Erlina; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4540

Abstract

Produk olahan daging yang telah dikenal luas dan sangat disukai masyarakat Indonesia, memiliki rasa yang lezat, harga terjangkau, dan dapat ditemukan di berbagai tempat adalah bakso. Proses pembuatan bakso yaitu daging dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bumbu, tepung, dan dibentuk menjadi bola-bola lalu direbus dalam air panas. Penambahan labu kuning pada bakso bertujuan meningkatkan kandungan gizi pada produk olahan daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning dan Sodium Tripolyphosphate (STPP) yang tepat sehingga dihasilkan bakso ayam dengan sifat fisik dan kimia yang memenuhi syarat serta disukai oleh panelis. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor perlakuan pada penelitian ini yaitu penambahan labu kuning 40 g, 50 g, dan 60 g dan STPP 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Hasil penelitian menunjukkan bakso ayam dengan penambahan labu kuning dan STPP berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan bakso kecuali pada parameter aroma dan rasa bakso. Bakso yang paling disukai panelis adalah bakso ayam dengan penambahan labu kuning 50 g dan STPP 0,4% yang memiliki kadar air 68,66% b/b, kadar abu 1,73% b/b, kadar protein 13,75% b/b, kadar lemak 1,86% b/b, dan aktivitas antioksidan 8,77%RSA.
Pengaruh Variasi Jenis Ubi Jalar dan Lama Waktu Pengukusan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Pasta Apriyanti, Armi; Tamaroh, Siti; Slamet, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4542

Abstract

Pasta ubi jalar merupakan produk olahan setengah jadi yang dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka produk pangan, misalnya kue-kue. Perlakuan pengolahan pada pembuatan pasta dapat menurunkan kandungan gizi pada ubi jalar terutama kandungan antioksidan dan beta karoten. Proses pengukusan dapat mengoptimalkan kandungan beta karoten dan antioksidan pada bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengukusan dan lamanya terhadap kadar beta karoten dan aktivitas antioksidan pada ubi jalar yang diolah berbentuk pasta. Pembuatan pasta ubi jalar pada penelitian ini digunakan ubi jalar putih, cilembu dan oranye. Proses pengukusan dilakukan dengan waktu 15, 30 dan 45 menit. Pasta ubi jalar yang dihasilkan dilakukan pengujian fisik meliputi warna dan tekstur, pengujian kimia yaitu penentuan beta karoten dan aktivitas antioksidan. Uji kesukaan terhadap pasta yangdihasilkan dengan uji hedonik meliputi uji warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil uji yang diperoleh dilakukan uji SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila terdapat beda nyata pada masing- masing perlakuan dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menujukan bahwa variasi jenis dan lama waktu Pengukusan mempengaruhi sifat fisik, kimia serta tigkat kesukaan panelis. perlakuan terbaik terdapat pada ubi jalar dengan kadar β-karoten dan aktivitas antioksidan yang tinggi diperoleh pada ubi jalar oranye dengan lama waktu pengukusan 15 menit dengan total β-karoten 0,25 mg/100 g dan aktivitas atioksidan 14,42 % RSA, pasta ubi jalar yang disukai ialah pasta yang dihasilkan dari ubi jalar cilembu dengan lama waktu pengukusan 15 menit. Pasta ubi jalar dengan warna L* 43,63, a* 0,92 dan, b* 13,8, Tekstur.2,95 F. max.N kadar air 25,39% kadar abu 0,49% bk, β-karoten 0,09 mg/100 gram dan aktivitas antioksidan 14,42% RSA.
Penyuluhan hukum membangun kesadaran hukum lingkungan berbasis kearifan lokal pada wilayah pesisir di desa Bahari Tiga kabupaten Buton Selatan Salam, Safrin; Slamet, Agus; Hezradian, Rahma Fathan; Hezraria, Rahmi Fathan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26072

Abstract

AbstrakWilayah pesisir desa bahari tiga memiliki kekayaan yang sangat istimewa, yakni wisata alam, wisata budaya dan wisata kuliner. Namun masih ditemukan permasalahan hukum lingkungan terkait dengan kesadaran hukum masyarakat terhadap perlindungan lingkungan pesisir desa bahari tiga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum terhadap masyarakat desa bahari tiga tentang prinsip-prinsip hukum pengelolaan lingkungan, tindakan kongkrit yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan laut serta penggunaan sanksi hukum. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah: penyuluhan hukum dan tanya jawab. Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan lingkungan pesisir desa bahari tiga di kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan merupakan suatu hal yang harus ditingkatkan. Penyuluhan hukum dilaksanakan secara langsung dan dihadiri langsung oleh kepala desa bahari tiga, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ibu—ibu dari desa bahari tiga yang berjumlah sekitar 30 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa Adanya penyuluhan hukum ini memberikan pengetahuan pemahaman dan langkah hukum masyarakat desa bahari tiga dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut di wilayah pesisir desa bahari tiga. Kata Kunci : kesadaran hukum; kearifan lokal; lingkungan; perlindungan hukum AbstractThe coastal area of the third maritime village has very special wealth, namely natural tourism, cultural tourism and culinary tourism. However, there are still environmental law problems related to public legal awareness of the protection of the coastal environment of the village of Bahari Tiga. This activity aims to provide a legal understanding of the community of three marine villages about the legal principles of environmental management, concrete actions that can be taken to prevent damage to the marine environment and the use of legal sanctions. The methods used in this activity are: legal counseling and question and answer. In increasing public awareness of the protection of the coastal environment of the three maritime villages in Sampolawa sub-district, South Buton district, is something that must be improved. Legal counseling was carried out directly and attended by the head of the village of Bahari Tiga, community leaders, traditional leaders, and mothers from the village of Bahari Tiga, totaling around 30 people. The results of community service show that the existence of this legal counseling provides knowledge, understanding and legal steps for the people of Bahari Tiga village in preventing marine environmental pollution in the coastal areas of Bahari Tiga village.  Keywords: legal awareness; local wisdom; environment; legal protection
Pengaruh Persentase Puree Labu Kuning dan Substitusi Tepung Sorgum Terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Tingkat Kesukaan Dodol Garut Pasa Ramada Permana, Harpa; Slamet, Agus; Perwita Sari, Yuli
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 3 No. 2 (2026): April (In Press)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/j4exjj36

Abstract

This study examines the innovation of dodol garut as a traditional Indonesian food, by increasing its nutritional value through the addition of pumpkin puree and the substitution of rice flour with sorghum flour. Pumpkin is a source of high levels of natural antioxidants, while sorghum provides dietary fiber and vegetable protein. The purpose of this study is to produce dodol garut with a preferred substitution ratio of pumpkin puree and rice flour for sorghum flour, as preferred by panelists. The study applied a completely randomized design (CRD) with two treatment factors, namely the ratio of pumpkin puree (23%, 28%, 33%) and rice flour substitution: sorghum flour (60:20g, 40:40g, 20:60g). On selected samples, three replicates were conducted with 2 batches. Physical testing included color and texture. Chemical analysis included moisture content, ash, protein, fat, carbohydrates, β-carotene, and antioxidant activity. The preference test consisted of the parameters of color, aroma, taste, texture, and overall. The data were statistically analyzed using IBM SPSS Statistics 25, starting with univariate tests, followed by one-way ANOVA and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) for significant differences. The results showed that the combination of pumpkin puree percentage and sorghum flour substitution significantly affected the color and texture. The most preferred dodol garut by the panelists was the percentage of pumpkin puree 33% and the substitution of rice flour: sorghum flour 40:40g. The chemical composition of dodol garut at the percentage of pumpkin puree 33% and the substitution of rice flour: sorghum flour 40:40g had a β-carotene content of 34.91 µg/g and antioxidant activity of 13.21%. The proximate composition was 11.80% water content, 0.84% ​​ash content, 10.51% protein content, 7.60% fat content, and 65.42% carbohydrate content.
Antioxidative Effects of Muscovy Duck Meatballs with the Addition of Torch Ginger Flower Extract Yudha Moningka; Chatarina Wariyah; Agus Slamet
International Journal of Technology, Food and Agriculture Vol. 3 No. 2 (2026): June
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/tefa.v3i2.6968

Abstract

Muscovy duck meatballs are high-fat, wet foods that are susceptible to oxidation and microbial activity. Torch ginger flower extract (TFE) contains flavonoid compounds that can capture free radicals resulting from fat oxidation. The purpose of this study was to evaluate the antioxidative effect of Muscovy duck meatballs with the addition of TFE based on the changes in functional groups in meatballs. The materials used were male Muscovy duck meat  and torch ginger flowers. This study used a Randomized Block Design with variations in the meat/tapioca ratio (250g/37.5g; 250g/62.5g; 250g/87.5g) and the amount of ginger torch extract (8.35ml; 17.7ml; 28.05ml), as well as controls without and with sodium benzoate. Analysis included chemical criteria of the meatballs, antioxidant activity, identification of functional groups with FT-IR, and microbiological tests. The results showed that meatballs with more TFE added had higher antioxidant activity. Meatballs with a ratio of 250g/15g and 8.35 ml TFE exhibited antioxidant activity of 18.49±0.84%. Based on the FT-IR spectrum, the functional groups in the meatballs were the same as those in the torch ginger flower extract, namely -OH, aromatic C=C, and C-O. Implementing this functional meatball processing technology can provide safe food and reduce the risk of oxidative stress.
Pengaruh Persentase Puree Labu Kuning dan Substitusi Tepung Sorgum Terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Tingkat Kesukaan Dodol Garut Harpa Pasa Ramada Permana; Agus Slamet; Yuli Perwita Sari
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 3 No. 2 (2026): April (In Press)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/j4exjj36

Abstract

This study examines the innovation of dodol garut as a traditional Indonesian food, by increasing its nutritional value through the addition of pumpkin puree and the substitution of rice flour with sorghum flour. Pumpkin is a source of high levels of natural antioxidants, while sorghum provides dietary fiber and vegetable protein. The purpose of this study is to produce dodol garut with a preferred substitution ratio of pumpkin puree and rice flour for sorghum flour, as preferred by panelists. The study applied a completely randomized design (CRD) with two treatment factors, namely the ratio of pumpkin puree (23%, 28%, 33%) and rice flour substitution: sorghum flour (60:20g, 40:40g, 20:60g). On selected samples, three replicates were conducted with 2 batches. Physical testing included color and texture. Chemical analysis included moisture content, ash, protein, fat, carbohydrates, β-carotene, and antioxidant activity. The preference test consisted of the parameters of color, aroma, taste, texture, and overall. The data were statistically analyzed using IBM SPSS Statistics 25, starting with univariate tests, followed by one-way ANOVA and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) for significant differences. The results showed that the combination of pumpkin puree percentage and sorghum flour substitution significantly affected the color and texture. The most preferred dodol garut by the panelists was the percentage of pumpkin puree 33% and the substitution of rice flour: sorghum flour 40:40g. The chemical composition of dodol garut at the percentage of pumpkin puree 33% and the substitution of rice flour: sorghum flour 40:40g had a β-carotene content of 34.91 µg/g and antioxidant activity of 13.21%. The proximate composition was 11.80% water content, 0.84% ​​ash content, 10.51% protein content, 7.60% fat content, and 65.42% carbohydrate content.
Co-Authors Abdul Kadir Adhi Yuniarto Al Faruq, Muhammad Rajih Al Mutaqqin, LM. Rezsky Alda Alfan Purnomo Alfauzi, Abdul Syukur Ali Masduqi Amalia, Risha Eka Amalludin, Fahmi Ikhlasul Amrul Amrul Anwar, Fitria Aprilia Apriyanti, Armi Arliyani, Isni Armi Apriyanti Asniar, Wd. Devi Asrita Atok Miftachul Hudha Auti, Asmin Awad Akbar Taebe Aziz, Moch. Bambang Supriyo, Bambang Bayu Kanetro Bowo Djoko Marsono Bustomi Ch. Lilis Suryani CH. Wariyah Chatarina Wariyah Christian, Elvin Constantya, Qory Eddy Setiadi Soedjono Eri Yusniardi Erlina Sakinah Ervin Nurhayati, Ervin Febby Intan Sari Harliyani Harpa Pasa Ramada Permana Hartati, Putri Brikke Sukma Haryanto Haryanto Hasana, Nessha Hastuti, Dian Suci Heni Purwaningsih Hezradian, Rahma Fathan Hezraria, Rahmi Fathan Hidayat, Muhammad Alif Irmawati Iskandar Salju Isyana Ardhiati, Dyah Pramesti Izu, Cynthia C. Kartikaningrum, Ayu Rara Komuna, Avelyn Pingkan La Djawa, Awal Rahmad La Sunardin Ld. Muh. Ilham Mahmuda, Dewi Marhendra, Bara Awanda Marthen, Roy Martinus Budiantara Maryam Nurlaila, Maryam Moningka, Yudha Muh. Fitrah, Muh. Mulawati Naradipta, Dewana Reyhan Natasari, Elma Nurhayati Nursalam, Ahmad Nurul Miqat Pandin, Gabriel Novianus Rumambo Panglipursari, Diw Lesno Pasa Ramada Permana, Harpa Perwita Sari, Yuli Pratama, Galang Dimas Putri, Farika Tono Putro, Wahju Djalmono Rafiuddin, Rafiuddin Rahayu Rahmawati, Ira Ayu Dwi Riyanto Riyanto Rizal, Dinda Dwifa Rizki, Wa Ode Sri Rohmatningsih, Rini Nuraini Ronaldin S. Hafidhawati Andarias S., Achmad S., Tri Waris Safrin Salam Sairun, Mujiono Sakinah, Erlina Salsabila, Ghina Samrina, Titin Sanjaya, I Made Gunawan Saputro, Febrianto Suryo Seni, Muhamad Setiyoko, Agus Siadi, Ld. Abdul Ghaniyu Siti Misra Susanti Siti Munawaroh Siti Tamaroh Siti Tamaroh Sri Suciati Sumardiana, Jako Sutriani, Neni Syahrul , Jundi Taebe, Awad Akbar Taharu, Fahmil Ikhsan Tala, WD. Syarni Theresia Widiastuti Umar Umar Usmanto, Rubby Indra Vivin W, Widarta W., Prabowo Wahyu Wahyu Djalmono Putro, Wahyu Djalmono Wahyu Isti Nugroho Wahyuni, Afrinda Dwi Wajdi, Muhammad Wibowo, Alian Kuntoro Wicaksono, Daniel Wirawan, A. Rachmat Yuanda, Afifah Nurfadyah Islami Yudha Moningka Yuli Perwita Sari Yulikasari, Andriyan Zaenal Abidin