Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model Experiential Learning Pada Materi Kelipatan Persekutuan Terkecil dan Faktor Persekutuan Terbesar Kelas IV Iesyah Rodliyah; Sari Saraswati; Nihayatus Sa'adah
Jurnal Gantang Vol 3 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.462 KB) | DOI: 10.31629/jg.v3i2.601

Abstract

Artikel ini adalah bagian dari penelitian besar pada pengembangan perangkat pembelajaran dengan strategi experiential learning berbasis game. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi experiential learning pada materi KPK dan FPB di kelas IV. Model pembelajaran experiential learning ini dibuat dalam sebuah permainan yang dinamakan dengan Joyfull Clap Number untuk materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Magic Bag untuk materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model 4D yang kepanjangan dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Penelitian ini fokus pada deskripsi hasil disseminate. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar kerja siswa, observasi, rekaman video dan catatan lapangan. Teknis analisis data dilakukan dengan mengungkap data hasil rekaman video yang diperoleh selama penelitian selanjutnya dianalisa dan dikaitkan dengan teori yang digunakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di MI Makarimul Akhlaq dan MI Al Asy’ari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat membentuk konsep dasar KPK dan FPB melalui strategi experiential learning selama proses pembelajaran. Kata kunci: implementasi pembelajaran; experiential learning; KPK; FPB This article is part of a large development research with experiential learning using a game-based strategy. The aim of this research is to describe experiential learning on mathematics in LCM and GCD material for students of grade IV. Experiential learning was designed through a game which is called Joyfull Clap Number for Least Common Multiple (LCM) and Magic Bag for Greatest Common Divisor (GCD). The method was qualiative research using 4D model consisting of define, design, develop and disseminate. This research focused on the result of disseminate. Data were collected by spreading worksheet, conducting observation, video recording, and taking notes. Data were analized by expressing the video result during conducting experiential learning then analyzing and correlating the data with theory. Subject in this research were students in grade IV from MI Makarimul Akhlaq and MI Al Asy’ari. The result shows that students can construct the concept of LCM dan GCD. Keywords: learning implementation; experiential learning; LCM; GCD
Blended Learning Berbasis Edmodo: Proses Pengembangan pada Mata Kuliah Kalkulus Dasar Sari Saraswati; Iesyah Rodliyah
Jurnal Gantang Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Gantang Volume 5 Nomor 2 September 2020
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.606 KB) | DOI: 10.31629/jg.v5i2.2415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan blended learning berbasis Edmodo pada mata kuliah Kalkulus Dasar yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial. Jenis penelitian ini adalah design research tipe development study yang terdiri dari tahap preliminary dan formative evaluation. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unhasy Tebuireng. Data dikumpulkan melalui walkthrough, angket dan wawancara. Data dianalisis menggunakan siklus evaluasi formatif. Penelitian ini menghasilkan serangkaian kegiatan pembelajaran Kalkulus Dasar dengan model blended learning berbasis Edmodo yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap proses pembelajaran. Hasil walkthrough pada expert review menunjukkan bahwa blended learning yang dikembangkan valid dan dapat diterapkan. Hasil kepraktisan blended learning yang dikembangkan berdasarkan pada data hasil wawancara pada one-to-one dan small group yang menyatakan bahwa blended leraning yang dikembangkan mudah diakses dan dapat diterapkan. Sedangkan efek potensial terhadap proses pembelajaran berdasarkan hasil angka yang menunjukkan bahwa blended learning berbasis Edmodo yang dikembangkan dapat diterapkan, tersedianya sumber belajar yang lengkap, proses pembelajaran dapat tuntas, dan mampu membantu mahasiswa belajar diluar kelas.
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI MATEMATIKA KONTEKSTUAL Rajab Vebrian; Yudi Yunika Putra; Sari Saraswati; Tommy Tanu Wijaya
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.063 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4369

Abstract

Mathematical literacy is essential because it can reason mathematically and formulate, apply, and interpret problem-solving in various everyday contexts. Following the PISA study, which assessed students aged 15 years with the age of high school students, this study aims to determine the reasoning ability of high school students in solving mathematical literacy problems. The method used in this research was descriptive qualitative. The research subjects were 22 students of class X, one of the private high schools in Pangkalpinang. Data collection techniques were written tests and interviews. The test instrument consisted of 10 items of developed mathematical literacy questions that meet the criteria of being valid, practical, and potentially affecting students' reasoning abilities. The questions were developed using the Bangka Belitung context. The students' answers were assessed based on a scoring rubric through primary mathematical skills of reasoning and argument indicators. Meanwhile, interviews were conducted with six students using the purposive sampling technique with high, medium, and low reasoning abilities. Interview data were used to dig deeper into students' reasoning abilities when solving the problem. Data were analyzed based on the percentage of students' mathematical reasoning abilities indicators, including data reduction, data presentation, and concluding/verification. The analysis results found that students' reasoning abilities mastery was very low on all indicators. At the indicator proposing allegations, mathematical manipulation, compiling evidence and reasons, it reaches a level of 42.88%, while at the level of mastery, the indicator concluded statements of 41.36%. The causes of students' difficulties in bringing up reasoning abilities included students who were not accustomed to solving questions that required high reasoning abilities. For example, mathematical literacy questions that were done and lack of mastery of mathematical concepts that had been studied made it challenging to bring up reasoning abilities.
PELATIHAN PENYUSUNAN DATA TUNGGAL MENJADI DATA BERKELOMPOK KEPADA CALON GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Siti Faizah; Iesyah Rodliyah; Sari Saraswati; Tatik Retno Murniasih
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1889-1894

Abstract

Calon guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam yang akan mengajarkan materi-materi tentang agama Islam kepada para siswa. Mahasiswa calon guru Pendidikan Agama Islam perlu memiliki keterampilan pengolahan data nilai siswa ketika melakukan penelitian untuk skripsi jenis kuantitatif. Akan tetapi, masih banyak mahasiswa yang belum mengenal statistik karena mereka berasal dari pondok pesanteren yang hanya berfokus pada kajian kitab-kitab salaf. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan tentang konsep statistik dasar terkait penyusunan data tunggal menjadi data berkelompok. Materi ini tergolong baru bagi mahasiswa karena mahasiswa baru mengetahui cara pengolahan data nilai hasil belajar siswa saat pelatihan. Meskipun materi ini tergolong dasar tetapi mahasiswa sangat antusias mengikuti pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pada hari pertama, para mahasiswa aktif bertanya dan juga memberikan komentar melalui zoom maupun whatsapp ketika ada yang belum dimengerti. Kemudian pada hari kedua, mahasiswa dapat menunjukkan dan menjelaskan hasil pekerjaannya ketika diberikan soal tentang data tunggal dan data berkelompok. Pelatihan ini tidak dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS karena masih banyak mahasiswa yang belum mengenal tentang statistik. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan lanjutan dengan menggunakan aplikasi SPSS agar mahasiswa dapat secara mudah mengolah data ketika melakukan penelitian untuk penyusunan skripsi.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MEMECAHKAN MASALAH FUNGSI KUADRAT BERDASARKAN LANGKAH POLYA Nandita Ayunengdyah; Siti Khabibah; Sari Saraswati
MEGA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2020): MEGA: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.633 KB) | DOI: 10.59098/mega.v1i2.257

Abstract

Problem solving becomes something important to be taught to students because it can practice critical thinking in solving the problems related to daily life. One of the mathematical materials that important to be taught because it related to daily life is the quadratic function. In fact, students still have many mistake to solve the problem of quadratic function problem that oriented to problem solving. The aim of this research is to describe (1) the student error location of problem solving based on Polya's step in the quadratic function material for tenth grade, (2) the student error causes of problem solving based on Polya's step in the quadratic function material for tenth grade. This research is a qualitative descriptive research. The subjects in this research were 24 students of tenth grade in MA Al Anwar Pacul Gowang Jombang. Data collection techniques are the test, interview, and documentation. Data analysis through the data reduction, data presentation, and data verification. The results show that the location of the error problem solving made by students was the second Polya's step (making plan) and fourth (looking back). The causes of student problem solving error is because students are not accustomed to do on story problem, so that students are not understand the problem and rushing in working it.
Inovasi Pembelajaran Abad ke-21 Melalui Pelatihan Pengembangan Soal HOTS Matematika Tingkat Sekolah Dasar Novia Dwi Rahmawati; Iesya Rodliyah; Sari Saraswati
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i3.3617

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menggunakan istilah yang dikenal sebagai 4C (critical thinking, communication, collaboration, and creativity), yaitu empat kemampuan yang telah diidentifikasi sebagai kemampuan penting dan diperlukan untuk pembelajaran abad ke-21. Namun faktanya, tidak banyak yang berubah dengan inovasi pembelajaran di dunia pendidikan. Artinya, masih banyak ditemukan masalah-masalah yang terkait dengan kurangnya inovasi pembelajaran. Hal ini juga yang dialami SD Islam Sabilillah Jombang. Solusi yang akan diberikan untuk PKM di SD Islam Sabilillah Jombang adalah dengan memberikan inovasi pembelajaran abad ke-21 melalui pelatihan pengembangan soal-soal HOTS kepada guru. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru dalam membuat dan mengembangan soal-soal HOTS matematika. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pelatihan yang dikuti 23 peserta dari SDI Sabilillah Jombang dengan menggunakan empat tahapan, yaitu tahap pendahuluan, sosialisasi dan audiensi, pelaksanaan, dan evaluasi akhir. Hasil yang diperoleh setelah melaksanakan pelatihan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang signifikan para peserta pelatihan tentang pengembangan dan penyelesaian soal-soal HOTS.
Komparasi Sistem Pembelajaran Offline, Semi Offline, dan Online Pada Hasil Belajar Mata Kuliah Metode Numerik Iesyah Rodliyah Rodliyah; Sari Saraswati
Jurnal Axioma : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/axi.v7i2.1578

Abstract

The impact of Covid-19 has been felt in the world of education. The students have finally attended lectures with offline, semi-offline, and online learning systems for the last three years so that it has an impact on learning outcomes. Therefore, one of the objectives of this study is 1) to test whether there are differences in the average learning outcomes of students who receive offline, semi-offline, and online learning systems; 2) test which student learning outcomes are better between students who get an offline learning system, a semi-offline learning system, and an online learning system. The sample in this study was taken through purposive sampling technique. The first sample is the 2016 mathematics education study program students who carry out offline lectures as experimental class 1, the second sample is the 2017 mathematics education study program students who carry out semi-offline lectures as experimental class 2, while the third sample is the 2018 mathematics education study program students who carry out online lectures as an experimental class 3. Data obtained through the test method. Data analysis of student learning outcomes included normality test with the Kolmogorov-Smirnov test, homogeneity test with lavender test, proportion test, One Way Anova test, and Scheffe advanced test. The results showed that lectures using an offline system were better than lectures using an online system. Keywords: offline, semi-offline, on line, learning outcomes, numerical method
Analisis Berpikir Intuitif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Persentase Andi Harpeni Dewantara; Sari Saraswati
Didaktika : Jurnal Kependidikan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/didaktika.v15i1.62

Abstract

Intuitive thinking is a non-analytic cognitive process, in which the emergence of ideas is spontaneous and emerges suddenly. In learning mathematics, intuitive thinking is sometimes needed as a thinking bridge in an effort to solve a problem. This research is a descriptive qualitative study that aims to analyze how students involve their intuitive thinking skills in solving percentage problems and to assess their difficulties encountered in that process. The collecting data was employed by giving a test with three problem solving questions followed by a depth interview. This study involved 25 students of grade 5 SD IBA Palembang with heterogeeous cognitive performance; low, middle and high. The data then analyzed qualitatively. The results reveal that intuitive thinking, basically, could support students to deal with the percentage problems. All the prior knowledge and experiences lead them to develop their ability to solve the given contextual problems in varied ways, including the use of percentage bar and percentage line-like model.Keywords: Intuitive thinking, percentage, mathematical problem solving
Program Pendampingan Guru SMP Dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Nihayatus Sa’adah; Siti Faizah; Sari Saraswati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi ini menuntut guru untuk dapat menguasai kelas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam menyusun tujuan pembelajaran sebagai sarana peningkatan kompetensi pedagogik. Adapun sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh guru yang ada di SMP Al Furqan MQ Tebuireng, Jombang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam kurun waktu lima hari dengan rincian: pemberian materi pada hari pertama dan pendampingan selama proses pengerjaan tugas pada hari-hari selanjutnya. Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdi dengan menggunakan platform Google Classroom berupa pemberian tugas, umpan balik terhadap tugas, serta penilaian terhadap tugas tersebut. Setelah dianalisis, didapat hasil pengabdian kepada masyarakat yaitu: (1) sebanyak 85% sasaran pengabdian mengikuti kegiatan pemberian materi pada hari pertama serta (2) sebanyak 90% sasaran pengabdian terlibat aktif dalam proses pendampingan yang ditunjukkan dengan pengumpulan tugas dan pengerjaan umpan balik dari tim pengabdi.
Analisis Validasi E-Modul Flipbook pada Materi Penarikan Kesimpulan dalam Logika Matematika Siti Faizah; Nihayatus Sa'adah; Sari Saraswati
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.294 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v7i1.7680

Abstract

Abstrak. Logika matematika merupakan salah satu cabang dalam matematika yang berkaitan dengan proses untuk mendapatkan kesimpulan dari sekumpulan premis. Dalam upaya untuk mendapatkan kesimpulan, diperlukan proses berpikir yang mengarahkan pada pernyataan umum dari suatu premis. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang memproduksi e-modul flipbook pada materi penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan hasil validasi e-modul flipbook materi penarikan kesimpulan. Subjek pada penelitian ini adalah sebelas mahasiswa prodi Pendidikan Matematika semester satu. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen lembar validasi yang berisi penilaian validator terhadap produk ditinjau dari aspek materi, bahasa, dan media. Hasil analisis validasi menunjukkan bahwa e-modul flipbook materi penarikan kesimpulan memperoleh rata – rata penilaian sebesar 4,58 dengan kategori sangat valid. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan e-modul flipbook materi Penarikan Kesimpulan dinyatakan sangat valid untuk digunakan sebagai bahan ajar pada proses pembelajaran mata kuliah Pengantar Dasar Matematika. E-Modul ini juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses pengembangan kemampuan berpikir matematis mahasiswa.Kata Kunci: Analisis, Validasi, E-Modul Flipbook, Logika Matematika