Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan dan Pola Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan di Dua Perguruan Tinggi di Kota Medan Faiza Adinda; Wahyudi Wahyudi; Mawaddah Sri Rezeki Dalimunthe; Amalia Rahmi Nasution; Nurly Fadhila; Shelly Febrina
JOPS (Journal Of Pharmacy and Science) Vol 6 No 2 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v6i2.3479

Abstract

Swamedikasi merupakan praktik penyembuhan dilakukan secara mandiri dengan mendiagnosis gejala, penentuan obat hingga penggunaan obat-obatan yang dikonsumsi tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan pola swamedikasi mahasiswa kesehatan di dua Perguruan Tinggi di Kota Medan. Metode penelitiannya adalah kuantitatif deskriptif dengan desain survey. Pengumpulan datanya yakni pembagian angket via google form. Pengolahan data menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Hasil penelitiannya yakni pengetahuan swamedikasi dalam kategori baik dimiliki PT(A) 57,7% dan 63,5% PT(B), sangat baik 38,5% PT(A) dan 30,8% PT(B), kurang baik 3,8% PT(A) dan 3,8% PT(B), dan tidak baik pada PT(B) sebesar 1,9%. Dari segi pola/upaya swamedikasi yang dilakukan, kategori baik sebesar 71,2% PT(A) dan 51,9% PT(B), sangat baik 26,9% PT(A) dan 44,2% PT(B), kurang baik 1,9% PT(A) dan 1,9% PT(B), dan tidak baik 2% pada PT(B). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan dari kedua PT memiliki pengetahuan dalam kategori baik, akan tetapi PT(A) sedikit lebih baik mengenai pengetahuan (96,2%) dan pola swamedikasi (98,1%) dibandingkan pengetahuan (96,3%) dan pola swamedikasi (96,1%) PT(B).
The Upaya Pengetahuan Pola Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan di Kota Medan : Efforts to Knowledge of Self-Medication Patterns in Health Students in Medan City Wahyudi; Hasanatun Laili; Medina Elly Vanda; Mega Rahmadani Siregar; Muhammad Ridwan; Rizqa Auliyah Shifah Sagala
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3785

Abstract

Swamedikasi adalah upaya pengobatan diri sendiri untuk meggunakan atau memperoleh obat tanpa diagnosis, resep, pengawasan atau konsultasi pada dokter untuk mengobati suatu penyakit ringan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya swamedikasi pada mahasiswa kesehatan di tiga universitas di kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner via google form yang selanjutnya akan dianalisis untuk dapat mendeskripsikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi mahasiswa tiga Universitas di Kota Medan terkategori cukup baik dimana Universitas A 50% sering mendengar istilah swamedikasi dan 56,66% mengetahui bahwa antibiotic harus dibeli dengan resep dokter, Universitas B 40% sangat familiar dan paham istilah swamedikasi dan 90% mengetahui bahwa antibiotic harus dibeli dengan resep dokter, Universitas C 40% sering mendengar istilah swamedikasi dan 76,60% mengetahui bahwa antibiotic harus dibeli dengan resep dokter. Upaya swamedikasi mahasiswa termasuk kategori cukup baik pada Universitas A 40%, Universitas B 83,33% dan Universitas C 60% melakukan upaya swamedikasi ketika mengalami sakit ringan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa 78,9% mahasiswa di universitas A, B, dan C telah melakukan upaya swamedikasi dengan cara menyimpan obat yang digunakan saat mereka sakit. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Universitas B memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi paling tinggi 90% dan upaya swamedikasi 83,3% diantara tiga Univeristas di Kota Medan dan termasuk kategori baik.
Perbandingan Pola Swamedikasi Masyarakat Perkotaan dengan Masyarakat Pedesaan Sumatera Utara: Comparison of Self-Medication Patterns in Urban Communities and Rural Communities in North Sumatra Wahyudi Wahyudi; Aguansyah Maulana Siregar; Muhammad Sahputra; Natasya Putri Lika; Sri Wahdina Tanjung; Tengku Armita Chairiyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3813

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu cara mengobati suatu penyakit ataupun gejala yang dikenal dan diketahui sendiri tanpa adanya bantuan tenaga kesehatan. Masyarakat kota yang biasanya memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang berada di desa, dapat membuat perilaku dan sikap mereka berbeda dalam menghadapi suatu masalah. Perilaku masyarakat yang sering melakukan swamedikasi dengan pengetahuan dan obat obatan yang rendah dapat menyebabkan masalah yang lebih serius dalam mengatasi penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pola swamedikasi masyarakat yang ada di perkotaan dengan masyarakat yang berada di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap responden. Dengan responden berjumlah 120 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Kota Medan Marelan tergolong baik yaitu sebesar 82,9% dan upaya swamedikasi masyarakat Kota Medan Marelan tergolong baik yaitu sebesar 59.4%. Sedangkan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik yaitu sebesar 66.0% dan upaya swamedikasi masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik yaitu sebesar 74.0%. Penelitian juga menunjukan bahwa bentuk obat yang disukai oleh masyarakat Kota Medan Marelan dan Desa Pantai Labu saat melakukan swamedikasi adalah obat berbentuk tablet. Dan obat yang biasa disimpan di rumah oleh masyarakat Kota Medan Marelan dan Desa Pantai Labu adalah obat demam/flu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan terhadap masyarakat kota tergolong baik 82.9%, dan memiliki upaya swamedikasi tergolong baik 59.4%. Sedangkan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik 66.0%, dan upaya swamedikasi juga tergolong baik 74.0%.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN DI KOTA MEDAN Wahyudi Wahyudi; Aisa Maharani Hasibuan; Regita Cahyani; Sri Rezky Gantina; Tia Munika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15539

Abstract

Swamedikasi (pengobatan sendiri) adalah praktik seseorang untuk memilih dan menggunakan obat untuk mengatasi suatu penyakit atau gejala yang dilakukan tanpa pengawasan dokter. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan pola Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan di Kota Medan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode survei melalui Google Forms untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi dari ketiga Universitas Kesehatan di Kota Medan menunjukkan kategori baik, yaitu sebesar 61% untuk Universitas A, 72% Universitas B, dan 67% Universitas C. Selanjutnya presentase dalam kategori sangat baik, yaitu sebesar 11% untuk Universitas A, 13% Universitas B, dan 12% Universitas C. Kemudian kategori kurang baik meliputi sebesar 26% untuk Universitas A, 15% universitas B, dan 16% universitas C. Kemudian mengenai upaya swamedikasi Mahasiswa dari masing-masing Universitas termasuk dalam kategori baik, yaitu sebesar 56% untuk Universitas A, 56% Universitas B, dan 63% Universitas C. Selanjutnya presentase dalam kategori sangat baik, yaitu sebesar 4% untuk Universitas A, 14% universitas B, dan 5% Universitas C. Kemudian kategori kurang baik meliputi sebesar 36% untuk Universitas A, 24% universitas B, dan 26% universitas C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Universitas yang memiliki tingkat pengetahuan dan upaya swamedikasi yang paling baik yaitu Universitas B.
GAMBARAN SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA MAHASISWA DI KOTA MEDAN Wahyudi Wahyudi; Alya Najwa; Amelia Putri Amanda Nasution; Jihan Nabila Ritonga; Muhammad Jidan Al-Khoir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21550

Abstract

Maag adalah penyakit gangguan pencernaan yang dianggap sebagai salah satu jenis penyakit ringan dan dapat ditangani dengan swamedikasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran swamedikasi maag dikalangan mahasiswa universitas negeri Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada 106 responden dari tiga jurusan berbeda menggunakan google form yang selanjutnya, data tersebut dianalisis untuk menggambarkan hasil penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi mahasiswa di Kota Medan termasuk dalam kategori kurang baik, di mana 51,9% mahasiswa belum familiar dengan istilah swamedikasi, hal ini berbanding terbalik dengan upaya swamedikasi maag yang dikategorikan baik dimana 69,8% mahasiswa mengetauhi bahwa antasida termasuk obat maag yang bisa dibeli tanpa preskripsi medis. Langkah swamedikasi oleh mahasiswa di Kota Medan dikategorikan sebagai cukup baik karena 58,5% mahasiswa membeli obat ke apotek sesuai keluhan jika mengalami sakit ringan seperti maag, 67% mahasiswa menentukan merek obat yang digunakan berdasarkan saran dari apoteker atau asisten apoteker dan 22,6% mahasiswa mengetauhi dari kemasan obat yang sering digunakan. Kesimpulan dari studi ini tingkat pengetahuan swamedikasi maag mahasiswa di Kota Medan secara keseluruhan termasuk kategori sangat baik (46,6%), baik (41,5%), cukup baik (12,2%) dan upaya swamedikasi maag termasuk kategori sangat baik (48,1%), baik (29,2%), cukup baik (16%). Bentuk obat yang paling banyak disukai adalah tablet (50%) dan sirup (35,8%).
GAMBARAN SWAMEDIKASI DIARE PADA MAHASISWA BERBAGAI UNIVERSITAS DI SUMATERA Wahyudi Wahyudi; Ade Risma; Ana Firda A'Qila; Kemala Sari Damanaik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21589

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah istilah yang mengacu pada perilaku mengonsumsi obat sendiri berdasarkan gejala yang ditunjukkan oleh penyakit tersebut dan salah satu penyakit yang dapat di swamedikasi adalah diare yaitu kondisi seseorang dalam sehari lebih dari tiga kali terjadi buang air besar yang disertai dengan banyak cairan. Studi ini dilaksanakan untuk melihat gambaran pengetahuan swamedikasi diare pada Mahasiswa berbagai Univeristas yang berada di Sumatera. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara survei via Google Forms. Hasil yang didaptkan dari studi ini yaitu Mahasiswa berbagai Universitas yang ada di Sumatera memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik mengenai swamedikasi diare yaitu  sebeasr 63% pada Universitas C, sebresar 60,7% pada Universitas B,  sebesar 44,4% pada Universitas A dan sebesar 42,3% pada Universitas D. Kemudian untuk pola upaya swamedikasi diare Mahasiswa di Sumatera juga memiliki tingat yang sangat baik yaitu sebesar 66,5% untuk Universitas A, sebesar  64,3% untuk Universitas B, sebesar 66,6% untuk Universitas C dan terakhir sebesar 50% untuk Universitas D. Mayoritas Mahasiswa yang berada di Sumatera mendapatkan informasi swamedikasi melalui Apoteker dan lebih menyukai obat dalam bentuk tablet. Kesimpulan pada studi ini yaitu tingkat pengetahuan dan upaya swamedikasi diare Mahasiswa yang berada di Sumatera  paling tinggi adalah Universitas C.
POLA SWAMEDIKASI INFLUENZA PADA MAHASISWA/I DI SUMATERA UTARA Wahyudi Wahyudi; Feby A Putri; Nur Ashilah S Rkt; Septiani Rizka; Karfita Adha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21614

Abstract

Influenza adalah infeksi virus atau peradangan yang berhubungan dengan selaput lendir hidung, selaput lendir yang mengeluarkan banyak lendir akan membesar dan menyumbat hidung. Biasanya virus ini menyerang individu dari segala usia dan jenis kelamin namun dapat disembuhkan dengan sendirinya salah satunya dengan cara swamedikasi. Swamedikasi adalah Pengobatan sendiri untuk mengatasi gejala hingga penyakit sebelum mengambil keputusan untuk menemui penyedia layanan  kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa/i terkait upaya swamedikasi influenza pada empat perguruan tinggi di Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey, sampling dan jumlah sampel pada 4 Universitas di Sumatera Utara. Survey yang dilakukan menggunakan kuesioner via google form yang selanjutnya dianalisis untuk dapat mendeskripsikan hasil penelitian. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan cara Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan serta perilaku swamedikasi dengan persentasi yang sangat baik di Universitas C Prodi Kebidanan dengan nilai 85% yang tergolong pada kategori sangat baik dibandingkan 3 Universitas yang lainnya. Sementara itu untuk Universitas A, B, dan D masih tergolong kurang baik sehingga membutuhkan lebih banyak edukasi mengenai swamedikasi agar tidak menimbulkan permasalahan kesehatan yang dapat menurunkan tingkat derajat kesehatan dunia. Dapat diartikan bahwa terdapat keterkaitan adanya tingkat pengetahuan dengan perilaku serta gambaran mengenai  swamedikasi influenza pada 4 Universitas di Sumatera Utara.
Comparison of Tuberculosis Knowledge Between Health and Non-Health Students Wahyudi, Wahyudi; Aulia, Dinda R.; Putri, Dwi A.; Fatima, Fatima; Prahasti, Hanum; Fauziah, Nurul
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.556

Abstract

Tuberculosis or tuberculosis is one of the chronic diseases that are dangerous to health. Tuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria that attack the respiratory organs of the lungs. This study aims to determine the level of knowledge of students related to the comparison of tuberculosis knowledge between health and non-health students. This research is a descriptive quantitative research using survey methods. Data collection was carried out by questionnaire via Google form which was then analyzed to be able to describe the results of the study. The results obtained from this study show that health students have a very good level of knowledge about tuberculosis knowledge, namely at University A (34.3%) and University B (14.7%) compared to non-health students at University C (17.6%) and University D (33.3%)
Comparison of Knowledge and Traditional Medicine Use Patterns Among Health and Non-Health Students in Medan City Wahyudi, Wahyudi; Fathur Rifqy, Iqbal; Kayla Mazril, Zahra; Fatila, Nabila
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.563

Abstract

Traditional medicine is an ingredient or concoction made from elements in the form of plants, animals, minerals, extract preparations (galenic), or a mixture of these ingredients, which has been used for treatment for generations. This research aims to describe the knowledge and patterns of use of traditional medicine among health and non-health students. This research is descriptive quantitative research using survey methods. Data was collected using a questionnaire via Google form, which was then analyzed to describe the research results. The research results showed that 43.86% of health students understood and comprehended traditional medicine knowledge, while 24.5% of non-health students had low knowledge of traditional medicine. The pattern of traditional medicine use by health students is 76.87% lower than that of non-health students, who use traditional medicine patterns as much as 80.96%. The conclusion of this research is that the level of knowledge regarding traditional medicine is better in health students at around 43.86% compared to non-health students, and the pattern of effort to use traditional medicine is more significant in non-health students at 80.96% than in health students.
Studi Literatur : Rimpang Sebagai Tanaman Indonesia Dengan Efektivitas Antidiabetes Wahyudi; Pivit Rahayu; Rini Handayani; Syaira Alfauza; Windi Zahrani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1845

Abstract

Bahan baku obat tradisional adalah tanaman herbal yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada 30.000 spesies tanaman di hutan tropis Indonesia. Rimpang adalah jenis rempah-rempah yang berbentuk batang dan tumbuh di bawah permukaan tanah. Rimpang dari berbagai jenis tanaman telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes, seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak (curcuma zanthorrhiza). Indonesia menempati urutan ke-7 di dunia dalam hal jumlah penderita diabetes mellitus (DM) dengan 8,5 juta orang. Studi literatur ini bertujuan untuk membuat ka Bahan baku obat tradisional adalah tanaman herbal yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada 30.000 spesies tanaman di hutan tropis Indonesia. Rimpang adalah jenis rempah-rempah yang berbentuk batang dan tumbuh di bawah permukaan tanah. Rimpang dari berbagai jenis tanaman telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes, seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak (curcuma zanthorrhiza). Indonesia menempati urutan ke-7 di dunia dalam hal jumlah penderita diabetes mellitus (DM) dengan 8,5 juta orang. Studi literatur ini bertujuan untuk membuat kajian literatur efektivitas berbagai rimpang indonesia sebagai antidiabetes. Metode dalam studi literatur ini dengan cara mengumpulkan artikel penelitian yang berkaitan dengan rimpang indonesia sebagai antidiabetes yang telah dipublikasi pada tahun 2019-2024. Pengumpulan artikel dilakukan dengan cara mengakses google scholar dengan kata kunci yang relevan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa rimpang(rhizoma) seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak(curcuma zanthorrhiza) mempunyai efektivitas yang signifikan dalam pengobatan antidiabetes. Rimpang indonesia berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, dan obat antidiabetes. jian literatur efektivitas berbagai rimpang indonesia sebagai antidiabetes. Metode dalam studi literatur ini dengan cara mengumpulkan artikel penelitian yang berkaitan dengan rimpang indonesia sebagai antidiabetes yang telah dipublikasi pada tahun 2019-2024. Pengumpulan artikel dilakukan dengan cara mengakses google scholar dengan kata kunci yang relevan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa rimpang(rhizoma) seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak(curcuma zanthorrhiza) mempunyai efektivitas yang signifikan dalam pengobatan antidiabetes. Rimpang indonesia berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, dan obat antidiabetes.
Co-Authors Ade Risma Adelia, Nelsih Aguansyah Maulana Siregar Aisa Maharani Hasibuan Alya Alfianti Balqis Alya Najwa Amalia Rahmi Nasution Amelia Putri Amanda Nasution Aminuyati Ana Firda A'Qila Andhani, Intan Angkat, Chairunissa T. D. E. Asghoriah, Azinatul Aulia, Dinda R. Azizah, Najwa Azzahro, Rahmi Damayanti Azzura, Sabrina Febri Barus, Nency Utami Br Billa, Nurna BM, Bima Fadhilah Cantika, Shafira Putri Dalimunte, Syelsa Yustrina Damanik, Nazwa Ayudhia Ghani Dawamah, Nurazizah Delfi Yunita Lubis Delisma Simorangkir Simorangkir Dewi Safitri Ginting Dhea Rizky Fitri Saragi Dian Ika Perbina Meliala Faiza Adinda Fathur Rifqy, Iqbal Fatila, Nabila Fatima Fatima Feby A Putri Firdaus Fahdi Fransisca, Cintya Hasanatun Laili Hasibuan, Ade Degisqi Maharani Herviani Sari Herviani Sari Husnan Tengku, Najwa Azizah Jihan Nabila Ritonga Karfita Adha Kayla Mazril, Zahra Kemala Sari Damanaik Khairunnisa Khairunnisa Laila Sari Manurung, Jahrani Manurung, Revina Aulia Mawaddah Sri Rezeki Dalimunthe Mawandri, Dwi Medina Elly Vanda Mega Rahmadani Siregar Muhammad Jidan Al-Khoir Muhammad Ridwan Muhammad Sahputra Nabila, Nazua Nasution, Aldi Syahputra Nasution, Mutiara Natasya Putri Lika Nelva Nelva Nur Ashilah S Rkt Nurly Fadhila Nurmaulia Nurmaulia Nurul Fauziah Ode, Anggun Nabila Panggabean, Hikmah Tin Pivit Rahayu Pohan, Dhea Afriza Prahasti, Hanum Purba, Rizki Yani Puti Miratil Hayati Efri Putri, Dwi A. Rapotan Hasibuan Regita Cahyani Rini Handayani Risca Muril Khairani Riski Andriani Ritonga, Fani Rulianda Ritonga, Sela Rizqa Auliyah Shifah Sagala Sahilla, Rizka Salsabilla, Anggina Zahra Sembiring, Andini Sembiring, Andini Br Septiani Rizka Shelly Febrina Simatupang , Ahmad Shiddiq Sinaga, Haryanti Sirait, Salshabila Azzahra Siti Nurhaliza Sitio, Sri Sudewi Pratiwi Situmorang, Irsyad Baihaqi Sri Rezky Gantina Sri Wahdina Tanjung Syaira Alfauza Syifana Nadia Raisya Tanjung, Hazira Yulistia Tanjung, Putri Keza Hidayah Tanjung, Sri Wahdina Tengku Armita Chairiyah Tia Munika Vera Estefania Kaban Wahyuni , Raduwi Windi Zahrani Yasmin, Wan Yara