Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Perbandingan Pola Swamedikasi Masyarakat Perkotaan dengan Masyarakat Pedesaan Sumatera Utara: Comparison of Self-Medication Patterns in Urban Communities and Rural Communities in North Sumatra Wahyudi Wahyudi; Aguansyah Maulana Siregar; Muhammad Sahputra; Natasya Putri Lika; Sri Wahdina Tanjung; Tengku Armita Chairiyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3813

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu cara mengobati suatu penyakit ataupun gejala yang dikenal dan diketahui sendiri tanpa adanya bantuan tenaga kesehatan. Masyarakat kota yang biasanya memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang berada di desa, dapat membuat perilaku dan sikap mereka berbeda dalam menghadapi suatu masalah. Perilaku masyarakat yang sering melakukan swamedikasi dengan pengetahuan dan obat obatan yang rendah dapat menyebabkan masalah yang lebih serius dalam mengatasi penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pola swamedikasi masyarakat yang ada di perkotaan dengan masyarakat yang berada di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap responden. Dengan responden berjumlah 120 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Kota Medan Marelan tergolong baik yaitu sebesar 82,9% dan upaya swamedikasi masyarakat Kota Medan Marelan tergolong baik yaitu sebesar 59.4%. Sedangkan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik yaitu sebesar 66.0% dan upaya swamedikasi masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik yaitu sebesar 74.0%. Penelitian juga menunjukan bahwa bentuk obat yang disukai oleh masyarakat Kota Medan Marelan dan Desa Pantai Labu saat melakukan swamedikasi adalah obat berbentuk tablet. Dan obat yang biasa disimpan di rumah oleh masyarakat Kota Medan Marelan dan Desa Pantai Labu adalah obat demam/flu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan terhadap masyarakat kota tergolong baik 82.9%, dan memiliki upaya swamedikasi tergolong baik 59.4%. Sedangkan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik 66.0%, dan upaya swamedikasi juga tergolong baik 74.0%.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN DI KOTA MEDAN Wahyudi Wahyudi; Aisa Maharani Hasibuan; Regita Cahyani; Sri Rezky Gantina; Tia Munika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15539

Abstract

Swamedikasi (pengobatan sendiri) adalah praktik seseorang untuk memilih dan menggunakan obat untuk mengatasi suatu penyakit atau gejala yang dilakukan tanpa pengawasan dokter. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan pola Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan di Kota Medan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode survei melalui Google Forms untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi dari ketiga Universitas Kesehatan di Kota Medan menunjukkan kategori baik, yaitu sebesar 61% untuk Universitas A, 72% Universitas B, dan 67% Universitas C. Selanjutnya presentase dalam kategori sangat baik, yaitu sebesar 11% untuk Universitas A, 13% Universitas B, dan 12% Universitas C. Kemudian kategori kurang baik meliputi sebesar 26% untuk Universitas A, 15% universitas B, dan 16% universitas C. Kemudian mengenai upaya swamedikasi Mahasiswa dari masing-masing Universitas termasuk dalam kategori baik, yaitu sebesar 56% untuk Universitas A, 56% Universitas B, dan 63% Universitas C. Selanjutnya presentase dalam kategori sangat baik, yaitu sebesar 4% untuk Universitas A, 14% universitas B, dan 5% Universitas C. Kemudian kategori kurang baik meliputi sebesar 36% untuk Universitas A, 24% universitas B, dan 26% universitas C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Universitas yang memiliki tingkat pengetahuan dan upaya swamedikasi yang paling baik yaitu Universitas B.
GAMBARAN SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA MAHASISWA DI KOTA MEDAN Wahyudi Wahyudi; Alya Najwa; Amelia Putri Amanda Nasution; Jihan Nabila Ritonga; Muhammad Jidan Al-Khoir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21550

Abstract

Maag adalah penyakit gangguan pencernaan yang dianggap sebagai salah satu jenis penyakit ringan dan dapat ditangani dengan swamedikasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran swamedikasi maag dikalangan mahasiswa universitas negeri Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada 106 responden dari tiga jurusan berbeda menggunakan google form yang selanjutnya, data tersebut dianalisis untuk menggambarkan hasil penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi mahasiswa di Kota Medan termasuk dalam kategori kurang baik, di mana 51,9% mahasiswa belum familiar dengan istilah swamedikasi, hal ini berbanding terbalik dengan upaya swamedikasi maag yang dikategorikan baik dimana 69,8% mahasiswa mengetauhi bahwa antasida termasuk obat maag yang bisa dibeli tanpa preskripsi medis. Langkah swamedikasi oleh mahasiswa di Kota Medan dikategorikan sebagai cukup baik karena 58,5% mahasiswa membeli obat ke apotek sesuai keluhan jika mengalami sakit ringan seperti maag, 67% mahasiswa menentukan merek obat yang digunakan berdasarkan saran dari apoteker atau asisten apoteker dan 22,6% mahasiswa mengetauhi dari kemasan obat yang sering digunakan. Kesimpulan dari studi ini tingkat pengetahuan swamedikasi maag mahasiswa di Kota Medan secara keseluruhan termasuk kategori sangat baik (46,6%), baik (41,5%), cukup baik (12,2%) dan upaya swamedikasi maag termasuk kategori sangat baik (48,1%), baik (29,2%), cukup baik (16%). Bentuk obat yang paling banyak disukai adalah tablet (50%) dan sirup (35,8%).
GAMBARAN SWAMEDIKASI DIARE PADA MAHASISWA BERBAGAI UNIVERSITAS DI SUMATERA Wahyudi Wahyudi; Ade Risma; Ana Firda A'Qila; Kemala Sari Damanaik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21589

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah istilah yang mengacu pada perilaku mengonsumsi obat sendiri berdasarkan gejala yang ditunjukkan oleh penyakit tersebut dan salah satu penyakit yang dapat di swamedikasi adalah diare yaitu kondisi seseorang dalam sehari lebih dari tiga kali terjadi buang air besar yang disertai dengan banyak cairan. Studi ini dilaksanakan untuk melihat gambaran pengetahuan swamedikasi diare pada Mahasiswa berbagai Univeristas yang berada di Sumatera. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara survei via Google Forms. Hasil yang didaptkan dari studi ini yaitu Mahasiswa berbagai Universitas yang ada di Sumatera memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik mengenai swamedikasi diare yaitu  sebeasr 63% pada Universitas C, sebresar 60,7% pada Universitas B,  sebesar 44,4% pada Universitas A dan sebesar 42,3% pada Universitas D. Kemudian untuk pola upaya swamedikasi diare Mahasiswa di Sumatera juga memiliki tingat yang sangat baik yaitu sebesar 66,5% untuk Universitas A, sebesar  64,3% untuk Universitas B, sebesar 66,6% untuk Universitas C dan terakhir sebesar 50% untuk Universitas D. Mayoritas Mahasiswa yang berada di Sumatera mendapatkan informasi swamedikasi melalui Apoteker dan lebih menyukai obat dalam bentuk tablet. Kesimpulan pada studi ini yaitu tingkat pengetahuan dan upaya swamedikasi diare Mahasiswa yang berada di Sumatera  paling tinggi adalah Universitas C.
POLA SWAMEDIKASI INFLUENZA PADA MAHASISWA/I DI SUMATERA UTARA Wahyudi Wahyudi; Feby A Putri; Nur Ashilah S Rkt; Septiani Rizka; Karfita Adha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21614

Abstract

Influenza adalah infeksi virus atau peradangan yang berhubungan dengan selaput lendir hidung, selaput lendir yang mengeluarkan banyak lendir akan membesar dan menyumbat hidung. Biasanya virus ini menyerang individu dari segala usia dan jenis kelamin namun dapat disembuhkan dengan sendirinya salah satunya dengan cara swamedikasi. Swamedikasi adalah Pengobatan sendiri untuk mengatasi gejala hingga penyakit sebelum mengambil keputusan untuk menemui penyedia layanan  kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa/i terkait upaya swamedikasi influenza pada empat perguruan tinggi di Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey, sampling dan jumlah sampel pada 4 Universitas di Sumatera Utara. Survey yang dilakukan menggunakan kuesioner via google form yang selanjutnya dianalisis untuk dapat mendeskripsikan hasil penelitian. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan cara Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan serta perilaku swamedikasi dengan persentasi yang sangat baik di Universitas C Prodi Kebidanan dengan nilai 85% yang tergolong pada kategori sangat baik dibandingkan 3 Universitas yang lainnya. Sementara itu untuk Universitas A, B, dan D masih tergolong kurang baik sehingga membutuhkan lebih banyak edukasi mengenai swamedikasi agar tidak menimbulkan permasalahan kesehatan yang dapat menurunkan tingkat derajat kesehatan dunia. Dapat diartikan bahwa terdapat keterkaitan adanya tingkat pengetahuan dengan perilaku serta gambaran mengenai  swamedikasi influenza pada 4 Universitas di Sumatera Utara.
Studi Literatur : Rimpang Sebagai Tanaman Indonesia Dengan Efektivitas Antidiabetes Wahyudi; Pivit Rahayu; Rini Handayani; Syaira Alfauza; Windi Zahrani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1845

Abstract

Bahan baku obat tradisional adalah tanaman herbal yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada 30.000 spesies tanaman di hutan tropis Indonesia. Rimpang adalah jenis rempah-rempah yang berbentuk batang dan tumbuh di bawah permukaan tanah. Rimpang dari berbagai jenis tanaman telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes, seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak (curcuma zanthorrhiza). Indonesia menempati urutan ke-7 di dunia dalam hal jumlah penderita diabetes mellitus (DM) dengan 8,5 juta orang. Studi literatur ini bertujuan untuk membuat ka Bahan baku obat tradisional adalah tanaman herbal yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada 30.000 spesies tanaman di hutan tropis Indonesia. Rimpang adalah jenis rempah-rempah yang berbentuk batang dan tumbuh di bawah permukaan tanah. Rimpang dari berbagai jenis tanaman telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes, seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak (curcuma zanthorrhiza). Indonesia menempati urutan ke-7 di dunia dalam hal jumlah penderita diabetes mellitus (DM) dengan 8,5 juta orang. Studi literatur ini bertujuan untuk membuat kajian literatur efektivitas berbagai rimpang indonesia sebagai antidiabetes. Metode dalam studi literatur ini dengan cara mengumpulkan artikel penelitian yang berkaitan dengan rimpang indonesia sebagai antidiabetes yang telah dipublikasi pada tahun 2019-2024. Pengumpulan artikel dilakukan dengan cara mengakses google scholar dengan kata kunci yang relevan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa rimpang(rhizoma) seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak(curcuma zanthorrhiza) mempunyai efektivitas yang signifikan dalam pengobatan antidiabetes. Rimpang indonesia berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, dan obat antidiabetes. jian literatur efektivitas berbagai rimpang indonesia sebagai antidiabetes. Metode dalam studi literatur ini dengan cara mengumpulkan artikel penelitian yang berkaitan dengan rimpang indonesia sebagai antidiabetes yang telah dipublikasi pada tahun 2019-2024. Pengumpulan artikel dilakukan dengan cara mengakses google scholar dengan kata kunci yang relevan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa rimpang(rhizoma) seperti jahe (zingiber officinale), kunyit (curcuma longa), dan temulawak(curcuma zanthorrhiza) mempunyai efektivitas yang signifikan dalam pengobatan antidiabetes. Rimpang indonesia berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, dan obat antidiabetes.
Pharmacological Potential Of Vernonia Amygdalina With Various Bioactive Compounds: A Review Wahyudi, Wahyudi; Alya Alfianti Balqis; Delfi Yunita Lubis; Laila Sari; Risca Muril Khairani; Syifana Nadia Raisya
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, as a megadiverse country has a wealth of tropical plants which are used in traditional medicine, including Vernonia amygdalina Del. or African leaves, which are known to have various pharmacological properties. This plant contains bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, and saponins, which have the potential to be used as an effective alternative herbal treatment. The aim of this literature study is to explore the pharmacological potential of Vernonia amygdalina Del. (African leaves) as a medicinal plant rich in bioactive compounds. This research method was carried out using a Systematic Literature Review (SLR). The result of researchs related to Vernonia amygdalina pharmacological potential and its bioactive compound was extracted from research article that published in Indonesia on 2018-2024. Based on research on previous studies, it was found that the pharmacological effects of African leaves (Vernonia amygdalina) include antioxidants which show moderate antioxidant activity with an IC50 value of 107,839 ppm, antibacterial containing flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids which have antibacterial activity, antihyperlipidemia which has been proven to be effective in increases HDL levels in mice and reduces free cholesterol, especially at high doses comparable to simvastatin, anticancer which has anticancer potential with strong cytotoxic activity against WiDr cells, and anti-diabetic which can increase pancreatic cell regeneration and reduce blood glucose levels. Based on a literature review, it can be concluded that African Leaf extract (Vernonia amygdalina) contains various bioactive compounds that have potential as antioxidant, antibacterial, anti-cholesterol, anticancer, and anti-diabetic agents.
Studi Komparatif : Swamedikasi Haid Siswi Sekolah Menengah Pertama dengan Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Sembiring, Andini; Wahyudi, Wahyudi; Salsabilla, Anggina Zahra; Azizah, Najwa; Dawamah, Nurazizah; Cantika, Shafira Putri
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v11i3.21013

Abstract

Menstruasi merupakan suatu proses alami yang terjadi pada wanita, pada kisaran umur siswi dan mahasiswi perlu diukur pengetahuan dan perilaku swamedikasi haid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan swamedikasi haid siswi Sekolah Menengah Pertama dengan mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dengan menggunakan metode survei, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Survei Google Formulir yang telah disetujui oleh para ahli digunakan untuk mengumpulkan data. Sebanyak 87 responden diantaranya 43 siswa smp dari Yayasan Pendidikan Sholihin Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dan 44 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara. Semua hasil penelitian menunjukkan bahwa 89% dari mahasiswi sikap/perilaku, termasuk kategorinya, sangat baik untuk mahasiswi, sedangkan 86% dari siswi smp. Tingkat pengetahuan kategori tingkat baik sekitar 52% untuk mahasiswi dan kurang baik 40% untuk siswi smp. Sebanyak 51% mahasiswi mengalami nyeri haid kategori sedang, sedangkan siswi 41%. Pada gambaran swamedikasi haid tentang mengatasi haid mahasiswi memilih dengan tidak mengonsumsi obat 70% sedangkan pada siswi smp 60% dan pada 68% mahasiswi mengalami haid pertama kalinya pada jenjang SMP sedangkan 48% siswi smp mengalami haid pertama kalinya pada jenjang SD, dan pada 44% mahasiswi mengurangi nyeri haid dengan minum air hangat sedangkan 41% siswi smp dengan beristirahat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa karena mahasiswi memiliki tingkat pengetahuan dan kemahiran yang lebih tinggi dalam swamedikasi, maka perlu diberikan pendidikan haid swamedikasi bagi siswa SMP.
COMPARISON OF DIABETES MELLITUS KNOWLEDGE AND SUGAR CONSUMPTION AMONG HEALTH AND NON-HEALTH STUDENTS IN MEDAN CITY. Wahyudi, Wahyudi; Damanik, Nazwa Ayudhia Ghani; Manurung, Jahrani; Adelia, Nelsih
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v11i3.20958

Abstract

 Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Secara umum, peningkatan pemahaman tentang diabetes melitus dan pola konsumsi gula pada mahasiswa sangat penting untuk mencegah penyakit ini di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus dan pola konsumsi gula pada mahasiswa kesehatan dan nonkesehatan di Kota Medan. Penelitian deskriptif ini dilakukan di empat perguruan tinggi yang berbeda, dengan populasi mahasiswa program studi kesehatan dan nonkesehatan yang bersedia menjadi responden dan tidak sedang cuti. Sebanyak 101 mahasiswa direkrut sebagai responden penelitian yang mewakili keempat perguruan tinggi tersebut. Data dikumpulkan melalui Google Form pada bulan Oktober 2024, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kesehatan memiliki tingkat pengetahuan DM yang baik (49,0%) dan sebagian besar mahasiswa nonkesehatan memiliki tingkat pengetahuan DM yang buruk (46%) dan sebagian besar responden paling sering mengonsumsi es krim (43,6%) dan teh (37,6%). Kesimpulan penelitian ini adalah mahasiswa kesehatan mempunyai tingkat pengetahuan DM lebih baik dibandingkan mahasiswa non kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan Hipertensi Melalui Penyuluhan Pada Lansia Di Pekan Kuala Wahyudi, Wahyudi; Ode, Anggun Nabila; Nasution, Aldi Syahputra; Sahilla, Rizka; Sirait, Salshabila Azzahra; Tanjung, Sri Wahdina
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.345

Abstract

Angka kejadian hipertensi di Indonesia meningkat signifikan setiap tahun, khususnya pada lansia. Pengetahuan lansia mengenai hipertensi masih terbatas dan kepatuhan terhadap terapi obat rendah, berpotensi mengakibatkan komplikasi serius dan kematian. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai hipertensi sangat diperlukan, seperti yang dilakukan dalam penelitian ini di Pekan Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang hipertensi serta cara penanganannya melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil pretest menunjukkan bahwa 60% dari 50 lansia memiliki pengetahuan yang kurang tentang hipertensi, sedangkan post-test menunjukkan bahwa 70% responden memiliki pengetahuan yang baik, menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan.
Co-Authors Abdul Karim Batu Bara Ade Risma Adelia, Nelsih Adytio Setiawan Aguansyah Maulana Siregar Aisa Maharani Hasibuan Alya Alfianti Balqis Alya Najwa Amanda, Dea Amelia Putri Amanda Nasution Aminuyati Ana Firda A'Qila Andhani, Intan Angkat, Chairunissa T. D. E. Aryulika, Mawar Asghoriah, Azinatul Azizah, Najwa Azzahro, Rahmi Damayanti Azzura, Sabrina Febri Barus, Nency Utami Br Billa, Nurna Cantika, Shafira Putri Dalimunte, Syelsa Yustrina Damanik, Nazwa Ayudhia Ghani Dawamah, Nurazizah Dea Rosalina Ritonga Delfi Yunita Lubis Delisma Marsauli Simorangkir Dewi Safitri Ginting Dhea Rizky Fitri Saragi Dian Ika Perbina Meliala Dinda R. Aulia Dwi A. Putri Epidemiologi, Cut Mulyana Moely Fadilla, Alya FAHDI, FIRDAUS Fatima Fatima Fatima Fatima Fatimah Nayla Zaskia Siregar Feby A Putri Fransisca, Cintya Hanum Prahasti Hasanatun Laili health, Amelia Herviani Sari Herviani Sari Husnan Tengku, Najwa Azizah Iqbal Fathur Rifqy Jihan Nabila Ritonga Karfita Adha Kemala Sari Damanaik Khaira, Nuri Khairul Fikri Khairunnisa Khairunnisa Khairunsyah Khairunsyah Kiki Arulia Siregar Laila Sari Mami Azzahra Lubis Manurung, Jahrani Manurung, Revina Aulia Mawandri, Dwi Medina Elly Vanda Mega Rahmadani Siregar Muhammad Abdullah Syarif Muhammad Amada Muhammad Jidan Al-Khoir Muhammad Rafly Muhammad Ridwan Muhammad Sahputra Nabila Fatila Nabila, Nazua Nadia Syahputri Sinaga Najla Rifda Syahfitri Nasution, Aldi Syahputra Nasution, Mutiara Natasya Putri Lika Na’imi, Nadrah Nelva Nelva Nur Ashilah S Rkt Nurmaulia Nurmaulia Nurul Fauziah NURUL HIDAYAH Ode, Anggun Nabila Panggabean, Hikmah Tin Panjaitan, Muhammad Faiz Pivit Rahayu Pohan, Dhea Afriza Pratiwi, Atikah Puti Miratil Hayati Efri Raisya Rhadella Br Ginting Rambe, Siska Rahmadani Rangkuti, Azkyatul Arifah Rapotan Hasibuan Regita Cahyani Rini Handayani Risca Muril Khairani Riski Andriani Ritonga, Sela Rizqa Auliyah Shifah Sagala Sahilla, Rizka Salsabilla, Anggina Zahra Sa’adah, Naila Sembiring, Andini Sembiring, Andini Br Septiani Rizka Seri Rosidah Hasibuan Shalsabila, Nadia Siahaan, Nur Latipah Simatupang , Ahmad Shiddiq Sinaga, Haryanti Sirait, Salshabila Azzahra Siti Nurhaliza Sitio, Sri Sudewi Pratiwi Situmorang, Irsyad Baihaqi Sri Dayati Sri Rezky Gantina Sri Wahdina Tanjung Syafran Arrazy Syaira Alfauza Syaukani Syaukani Syifana Nadia Raisya Tanjung, Hazira Yulistia Tanjung, Putri Keza Hidayah Tanjung, Sri Wahdina Tengku Armita Chairiyah Tia Munika Utami, Dilla Fitri Vera Estefania Kaban Vina Noura Wahyuni , Raduwi Windi Zahrani Yasmin, Wan Yara Yulia Khairina Ashar Zahra Kayla Mazril Zahra, Fairuz Zico Riswansyah