p-Index From 2021 - 2026
6.551
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) SAINSMAT Jurnal S2 Pendidikan Sains Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat El Tarbawi Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Jurnal Civicus MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Share : Social Work Journal JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Education Action Research JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Public Health Perspective Journal International Journal of Demos PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan Indonesian Journal of Global Health research Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal ABM Mengabdi Procedia of Social Sciences and Humanities SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Mitrawarga Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Jurnal Pendidikan Kristen dan Ilmu Teologi Marturia Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo @-Publik: Jurnal Administrasi Publik Adpebi International Journal of Multidisciplinary Sciences JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Jurnal Green House Jurnal Wicara Desa Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

PEMENUHAN HAK PARTISIPASI ANAK MELALUI FORUM ANAK DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA BANDUNG Rizki, Devi Ayu; Sulastri, Sri; Irfan, Maulana
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.31 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13085

Abstract

Anak adalah harapan setiap orang tua dan keluarga. Dalam cakupan luas, anakadalah harapan bangsa dan negara bahkan dunia di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, menjadi hal yang krusial dan komitmen bersama untuk memenuhi hak-hak anak sebagai manusia serta mewujudkan dunia yang layak bagi mereka.Pada tahun 1989, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Konvensitentang Hak-hak Anak (KHA) dan menetapkan kewajiban bagi pemerintah yang meratifikasi untuk membuat langkah-langkah implementasi. Secara garis besar, Konvensi Hak-hak Anak (KHA) tersebut mengelompokkan hak-hak anak ke dalam 4(empat) kelompok hak dasar, yaitu hak untuk bertahan hidup (survival rights), hak untuk tumbuh dan berkembang (development rights), hak atas perlindungan (protection rights), dan hak untuk berpartisipasi (participation rights).Pemerintah Republik Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut pada tahun1990 melalui Keppres Nomor 36 tahun 1990 kemudian mengesahkan Undang-undangPerlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002. Dengan meratifikasi KHA, Indonesiamenyepakati bahwa seluruh hak anak adalah hak asasi manusia seorang anak yang setara pentingnya dan bahwa Indonesia akan melakukan segala upaya untuk memastikan seluruh hak tersebut dihormati, dilindungi, dan dipenuhi.Sejak diratifikasi Konvensi Hak Anak, pemerintah mulai menyusun berbagaistrategi untuk membuat kebijakan maupun program yang betujuan untuk mewujudkanhak-hak anak. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2011 Tentang KebijakanPengembangan Kota Layak Anak. Terdapat 40 kabupaten dan 34 kota di Indonesia yang telah dicanangkan sebagai salah satu kabupaten/kota menuju layak anak.Bandung adalah kota yang pertama kali memiliki inisiatif untuk mengembangkanKota Ramah Anak pada tahun 2004. Pada tahun 2006 Kota Bandung telah mendapatkan dua penghargaan sebagai pemerintahan yang memiliki komitmen kuatdalam upaya perlindungan anak sehingga telah dicanangkan sebagai Kota Layak Anak.Dalam kebijakan ini, salah satu prinsipnya adalah partisipasi anak dalam pembangunan lingkungan yang juga sebagai salah satu hak dari 31 hak anak. MenurutPeraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2011 Pasal 1 Ayat 2, “Partisipasi Anak adalah keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya dan dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman serta kemauan bersama sehingga anak dapat menikmati hasil atau mendapatkan manfaat darikeputusan tersebut. Anak perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, termasukdalam pengambilan keputusan rencana pembangunan daerah untuk mewujudkankota yang layak bagi mereka.Hal di atas menunjukkan bahwa partisipasi anak sesungguhnya merupakan dasar dan batu pijakan yang menjamin bahwa anak-anak merupakan subyek darihak asasi manusia yang sama sehingga tidak selalu menjadi objek dari suatu prosespembangunan. Saat ini, pemerintah telah membentuk dan membina wadah partisipasianak yang disebut Forum Anak, yang didalamnya beranggotakan seluruh anak danpengurusnya terdiri dari perwakilan kelompok-kelompok anak. Forum anak ini dibentuk dengan tujuan untuk menjembatani kepentingan anak-anak dan kepentinganorang dewasa. Forum anak merupakan media, wadah atau pranata untuk memenuhihak partisipasi anak tersebut, untuk secara khusus menegaskan pasal 10 Undang undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebagai bentuk komitmen dalam merespon kesepahaman atas pentingnya hak partisipasi anak untukmewujudkan Dunia yang layak bagi anak, Pemerintah Kota Bandung juga membentukdan membina wadah partisipasi anak (forum anak) yang bernama Forum Komunikasi Anak Bandung (FOKAB).Akan tetapi, hal ini agaknya juga masih sulit diimplementasikan. Anak sampai saat ini masih berada dilatarbelakang saja dalam proses pembangunan. Kesejahteraananak diasumsikan akan terjadi bila pembangunan berjalan dengan baik. Jadi anak hanya ada dalam anggapan dan tidak pernah dikedepankan secara sadar dan sengaja sebagai wawasan pembangunan dan bukan subyek pembangunan. Mereka hanya menjadi indikator pembangunan, seperti angka kematian bayi, angka kematian balita dan anak, derajat partisipasi dalam pendidikan, dan sebagainya.Konsep anak sendiri juga masih bias. Anak dipandang sebagai orang dewasa yangbelum ‘jadi’, atau tengah dalam proses ‘menjadi’, sehingga tidak perlu diperhitungkan. Padahal anak adalah warga negara yang penuh akal, yang mampu membantu pembangunan masa depan lebih baik bagi semua orang.Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui sejauh mana pemenuhan hak partisipasi anak melalui forum anak dalam implementasi kebijakan kota layak anak.
UPAYA LEMBAGA PELAYANAN SOSIAL DALAM MENGHAPUS STIGMA TERHADAP ODHIV/ODHA: STUDI KASUS DI RUMAH CEMARA Faijah, Anisa Safaátul; Sulastri, Sri
Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i2.46248

Abstract

Stigma merupakan atribut yang diberikan oleh lingkungan sosial terhadap individu yang belum tentu kebenarannya. Stigma memiliki konotasi yang negatif dan memiliki dampak yang luar biasa merugikan bagi mereka kelompok yang terstigma. Pada orang dengan HIV/AIDS, stigma seperti pembawa penyakit, orang yang terkutuk, pelaku seks bebas, dan pengguna narkoba membuat mereka sering kali mendapatkan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, upaya untuk menghilangkan stigma menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini melihat bagaimana upaya-upaya menghilangkan stigma dilakukan oleh Rumah Cemara selaku Lembaga pelayanan sosial yang bergerak di bidang HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara kepada manager program, staff program, dan koordinator lapangan,  Rumah Cemara serta masyarakat umum sebagai target sasaran dari upaya yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyebaran informasi mengenai HIV/AIDS dalam rangka menghilangkan stigma terhadap ODHIV/ODHA di Rumah Cemara dilakukan dengan berbagai cara meliputi; kasus per kasus; melalui olahraga; melalui foodcourt; melalui media sosial; dan melalui advokasi. Upaya yang dilakukan oleh Rumah Cemara telah berkontribusi dalam penghapusan stigma terhadap ODHIV/ODHA jika dilihat dari perubahan dalam sikap dan pengetahuan masyarakat yang menjadi target sasaran, meskipun belum terdapat pengukuran yang pasti untuk mengukur efektifitas upaya yang telah mereka lakukan, namun upaya-upaya tersebut patut untuk dihargai kehadirannya. Suatu upaya akan lebih bisa dikembangkan dari waktu ke waktu apabila terdapat alat untuk mengukur efektifitas dari upaya tersebut, maka akan lebih baik apabila upaya yang dilakukan Rumah Cemara memiliki indikator pengukuran tertentu. Stigma is an attribute from outside the individual whose truth is not certain. Stigma has a negative connotation and has a tremendous detrimental impact on those groups who are stigmatized. For people with HIV/AIDS, stigma such as carriers of the disease, people who are condemned, free sex offenders, and drug users make them often discriminated against in society. Therefore, efforts to eliminate stigma are important to do. This research will look at how efforts to eliminate stigma are carried out by Rumah Cemara. This study uses a qualitative approach by conducting interviews with members of Rumah Cemara as a social service institution working in the field of HIV/AIDS. The results showed that efforts to disseminate information about HIV/AIDS in order to eliminate the stigma against PLHIV/ODHA at Rumah Cemara were carried out in various ways including; case by case; through sports; through food courts; via social media; and through advocacy. The efforts made by Rumah Cemara have contributed to eliminating the stigma against PLHIV/ODHA, although there is no definite measure to measure the effectiveness of the efforts they have made, their presence deserves to be appreciated. An effort will be more developed from time to time if there are tools to measure the effectiveness of these efforts, so it will be better if the efforts made by Rumah Cemara have certain measurement indicators.
Co-Authors Abidin, Muhammad Zaihafiz Zainal Agus Sukarno Ahmad Sarbini, Ahmad Akbar, M. Taufik Alfan, Muhammad Anam, Rif’at Shafwatul Anisa Zairina Aprianti, Nisa Aprilia, Marwah Dwita Arida, Arida Arif Rahman Hakim Asmarita, Asmarita Asteriniah, Femi Astuti, Nerry Yudi Bagas Anggara Bambang Suprianto, Bambang Suprianto BASAR, GIGIN G. KAMIL Baskoro Adi Prayitno Benoto, Krisna Budi M. Taftazani Budi Taftazani, Muhammad Budiman Tampubolon Chika Nur Pebriani, Chika Nur Danny Dwi Septianto, Danny Dwi Darwis, Rudi S. Depriadi, Depriadi Desi Ariyati Dessy Hasanah Siti Asiah Devi Ayu Rizki, Devi Ayu Didik Suprayitno Diena Widyastuti Dwi yuliani EDWAR Ekawarni, Riniarti Dian Faijah, Anisa Safaatul Fanesa, Mawar Farhan Febrianza, Muhammad Ferdian, Muh. Agus Fevi Wira Citra Firman Firman Gigin Ginanjar Kamil Basar Gofarana Wilar Halfian, Wa Ode Harahap, Aprilia Sintha Hartoyo Hartoyo Herdiana, Dedi Hetty Krisnani, Hetty Hidayat, Raden Aldi I Made Sudana Irfansyah Irfansyah Iriani, Atrika Iskandar, Aulia Pratiwi Ismail, R. Moh. Jaya, Asrul Khofiffah, Fanesha Kurniasih, Fonny Kurniawan, Ahmad Kurdi Kurniawan, Muh Idham Kusumawati, Ni Nyoman Andrani Lenny Meilany, Lenny Lia Natalia, Lia Lusianai, Wa Ode M. Chothibul Umam Assa’ady Malau, Endang R. Mardianto Mardianto Marfuah, Luk-luk Atin Maridi Maridi Masrul Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso Moulina, Widia Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Mulawarman, Logi Nainggolan, Lastri Nandang Mulyana, Nandang Novan Ardy Wiyani NURHAQIM, SONI AKHMAD Nurliana Cipta Apsari Nurul Qalbiah, Nurul Ola , Yohanes Maria Vianey Perdana, Randiki Gusti Pradini Nur’amalia Arliani, Pradini Nur’amalia Pratama, Yudhistira Anugerah Pudiyanto, S. Putra, Angganata Rona Syah Putri, Risya Ananda Ramadhani, Inas Wulan RAMADHANI, WIDYA SUCI Rendy H Pratama, Rendy H Roko Patria Jati, Roko Patria Rosadi, Elda Mnemonica Rudi Saprudin Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Ruliansyah, Muhammad Sahadi Humaedi Sakir, Icuk M. Sandy, Amiruddin Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Saswita, Saswita Silaban, Nurmintan Soeprijadi, Liliek Soni Akhmad Nulhaqim Sopiyani, Nuzula Sunaiyah, Sunaiyah Surya Gutama, Arie Suryani . Susilo Talidobel Sutinah Sutinah Widayati Widya Hary Cahyati Willya Achmad Wulandari, Arinda Putri Zuber, Konar