Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PERBANDINGAN BIAYA SATUAN MENGGUNAKAN SISTEM ACTIVITY BASED COST (ABC) DENGAN TARIF RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI INDONESIA Utami, Sintha; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.105 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.43

Abstract

Latar Belakang: Biaya satuan merupakan dasar penentuan kebijakan tarif pada beberapa rumah sakit (RS). Dengan mengetahui besarnya biaya satuan, dapat diketahui apakah tarif yang berlaku saat ini sesungguhnya merugi atau menguntungkan. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menganalisa jurnal yang memuat hasil penelitian yang melaporkan hasil perhitungan biaya satuan berdasarkan metode ABC dan membandingkannya dengan tarif RS yang berlaku saat ini. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa pada rawat inap kelas III, 19 RS (83%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 4 RS (17%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas II, 16 RS (76%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (24%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. kelas I, 10 RS (45%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 12 RS (55%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas Utama, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VIP, 4 RS (20%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 16 RS (80%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VVIP, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kesimpulan: Tarif RS yang berlaku saat ini pada kamar rawat inap kelas III dan kelas II lebih kecil dari hasil perhitungan biaya satuan metode ABC (merugi). Sedangkan tarif RS pada kamar rawat inap kelas I, Utama, VIP dan VVIP yang berlaku saat ini lebih besar dari perhitungan biaya satuan metode ABC (menguntungkan). Comparative Analysis of Unit Cost Using Activity Based Cost System with Hospital Inpatient Rates in Indonesia Abstract Background: Unit cost is the basis for determining tariff policies at several hospitals (RS). By understanding the unit cost, it can be identified whether the current tariff is really beneficial or detrimental/disadvantage. Methods: The method used is descriptive analysis which is done by analyzing journals that contain research results reporting the results of unit cost calculations based on the ABC method and compare them with the current hospital rates. Results: The analysis showed that in 3rd class hospitalization, 19 hospitals (83%) had rates below the unit cost calculation and 4 hospitals (17%) had rates above the unit cost calculation. 2nd Class, 16 hospitals (76%) have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (24%) have rates above the unit cost calculation. First class, 10 hospitals (45%) have rates below the unit cost calculation and 12 hospitals (55%) have rates above the unit cost calculation. First Class, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. VIP class, 4 hospitals (20%) have rates below the unit cost calculation and 16 hospitals (80%) have rates above the unit cost calculation. Class VVIP, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. Conclusion: The current hospital rates in 3rd class and 2nd class inpatients are smaller than the results of the ABC unit cost calculation (loss). Whereas the current hospital tariffs for first class, Utama, VIP and VVIP inpatient rooms are greater than the ABC unit cost calculation (profit). Keywords: Unit Cost, Activity Based Cost System, Hospital
Evaluasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Mahdur, Rika Risalam; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.015 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.55

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan Indonesia adalah beban ganda penyakit, dimana masih banyaknya penyakit infeksi yang harus ditangani dan semakin meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). Untuk mengendalikan PTM, sistem pengelolaan program-program kesehatan yang ada perlu dievaluasi. Salah satu program kesehatan yang erat kaitannya dengan upaya pengendalian PTM adalah program posbindu PTM yang dikembangkan oleh Kemenkes RI. Metode: penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan database google cendikia. Hasil: Hasil penelitian terhadap evaluasi program posbindu PTM di berbagai daerah tersebut dibagi menjadi evaluasi input, proses, dan output dan disetiap indikator evaluasinya masih ditemukan masalah dalam pelaksanaannya. Kesimpulan: hasil evaluasi ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan untuk perencanaan program posbindu PTM yang lebih baik lagi, bisa diterapkan sesuai dengan kemampuan masyarakat serta adanya kolaborasi antar lintas sektoral. Kata Kunci: Evaluasi program, Penyakit tidak menular, Posbindu PTM Evaluation Of Posbindu PTM Abstract Background: One of the problems currently facing in Indonesia’s health development is a burden double disease where there are many infection diseases which should be handled and the increasing non-communicable disease (NCD). To control NCD, health programs management systems should be evaluated. One of the programs health that were closely related with the effort to control NCD is Posbindu PTM developed by the ministry of health of the Republic of Indonesia. Methods: The method used is literature review using google scholar database. Result: The outcome of research on evaluating the posbindu PTM in various areas were split into input , process, and output indicators and on their evaluations there were problems in its implementation. Conclusion: The evaluation was expected to be consideration for planning for posbindu PTM better, workable according to the ability of the community, and also The collaborative sectors. Keywords: Evaluation, Noncommunicable Disease, Posbindu PTM
Pengaruh Brand Image Rumah Sakit Terhadap Niat Kunjungan Ulang Pasien: Literature Review Fairiska, Nindy; Sulistiadi, Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15970

Abstract

Rumah Sakit telah berkembang sangat pesat sehingga sebuah Rumah Sakit harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang cepat dengan membuat analisis, pertimbangan, dan strategi untuk mendorong masyarakat dalam penggunaan dan pemanfaatan jasa pelayanan kembali. Salah satu aspek penting yakni Brand Image yang diharapkan dapat meningkatkan niat kunjungan ulang pasien ke rumah sakit. Tujuan studi adalah untuk mengkaji brand image suatu rumah sakit dalam mempengaruhi niat kunjungan ulang pasien. Metode penelitian yang digunakaan adalah studi sistematis menggunakan metode PRISMA mengkaji artikel yang diterbitkan tahun 2019 - 2023. Dengan menggunakan kata kunci “brand image” digabungkan dengan kata kunci “hospital”, “hospital image” atau “hospital brand image” dan “revisit" atau “patient revisit” dan menggunakan database pencarian Google Scholar, Scopus, dan Proquest, sumber artikel studi mengenai brand image suatu rumah sakit dalam mempengaruhi niat kunjungan ulang pasien. Judul dan abstrak serta identifikasi dan penghapusan artikel duplikat, disusun dan dievaluasi menggunakan Mendeley. Empat artikel dipilih untuk studi sistematis pada hasil penelitian ini yang kemudian diklasifikasikan dan dilaporkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif dari brand image suatu rumah sakit terhadap kunjungan ulang pasien. Penelitian ini menunjukkan bahwa citra rumah sakit juga dikenal sebagai brand image berpengaruh terhadap minat kembali pasien. Oleh karena itu, rumah sakit harus mempertahankan brand image mereka, mengevaluasi manajemen dan staf kesehatan mereka serta meningkatkan dan menambah fasilitas.
Optimalisasi Rekam Medis Elektronik Berbasis Artificial Intelligence Rinaldi, Ikhwan; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 12, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic medical records (EMRs) are essential to modern healthcare systems, yet their implementation continues to face challenges such as disruption of doctor–patient communication, administrative burden, and documentation structures misaligned with clinicians’ clinical reasoning processes. This narrative review aims to assess the limitations of conventional EMRs and examine the potential of artificial intelligence (AI) to improve documentation efficiency, accuracy, and overall clinical performance. The literature indicates that AI technologies, including machine learning, deep learning, and natural language processing, can automate documentation, streamline workflows, enhance decision support, and reduce physician burnout, thereby allowing clinicians to devote more attention to patient care. Nevertheless, the integration of AI into EMRs must address ethical concerns such as algorithmic bias, data privacy, and accountability for AI-assisted decisions. In conclusion, AI-driven EMR optimization has the potential to create a more human-centered, efficient, and data-driven documentation ecosystem when supported by strong regulatory and ethical frameworks.
Analisis Implementasi Pemasaran Digital di Rumah Sakit pada Pandemi COVID-19: Literatur Review: Analysis of Digital Marketing Implementation in Hospitals in the COVID-19 Pandemic: Literature Review Sembiluh, Dhini; Sulistiadi, Wahyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.217 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2135

Abstract

Pendahuluan: Industri kesehatan berada di bawah tekanan besar karena munculnya Pandemi COVID-19 dan telah mengakibatkan efek buruk pada ekonomi global yang mempengaruhi strategi pemasaran dan pengeluaran. Untuk rumah sakit terutama saat kondisi pandemi COVID-19, media digital dan platform teknologi baru memberikan kesempatan berekspansi ke pasar baru, menawarkan layanan baru, melamar teknik komunikasi online baru untuk bersaing kembali. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemasaran digital di rumah sakit pada kondisi pandemi COVID-19. Metode: Studi ini dilakukan secara deskriptif dengan literatur review. Penelusuran dilakukan pada artikel yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia melalui pencarian pada Proquest Googlescholar, dan Science Direct, dengan kata kunci pemasaran digital, analisis, rumah sakit, COVID-19. Hasil: Studi ini menunjukkan bahwa pemasaran digital di rumah sakit selama pandemi COVID-19 merupakan strategi pemasaran yang memiliki banyak manfaat. Pemilihan saluran pemasaran digital tergantung dari tujuan yang ingin dicapai rumah sakit. Setelah itu, RS menentukan pilihan saluran media digital apa saja yang akan digunakan, kemudian menentukan tujuan dan sasaran yang akan dicapai dari media yang dipilih, melakukan analisis situasi dan audiens, menentukan anggaran serta frekuensi pemasarannya. Selanjutnya untuk implementasinya perlu ditentukan siapa yang melakukan strategi pemasaran yang sudah dipilih, dan harus dilakukan monitoring dan evaluasi dari setiap strategi pemasaran digital yang telah diimplementasikan agar rumah sakit dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa pemasaran digital di rumah sakit selama pandemi ini merupakan strategi pemasaran yang memiliki banyak manfaat yaitu dapat menarik pasien baru, memperluas bisnis, meningkatkan kepercayaan pelanggan/pasien, memperkuat loyalitas pelanggan/pasien, meningkatkan brand awareness, mendorong pasien untuk menggunakan layanan rumah sakit dan mempromosikannya kepada kerabat dan keluarganya.
Analisis Peluang Pasar E-health Rumah Sakit Swasta di Indonesia pada Era Pandemi COVID-19 : Literature Review: The Analysis of Private Hospital E-health Market Opportunities in Indonesia in the COVID-19 Pandemic Era : Literature Review Nuryadi, Fitriana Mahawati; Wibowo, Adik; Sembiluh, Dhini Sari; Apriyanti, Hana; Putri, Kartika Qonita; Sulistiadi, Wahyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.406 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2147

Abstract

Latar Belakang: Pembatasan jumlah kunjungan pasien selama pandemi COVID-19 mengakibatkan perilaku pembelian konsumen beralih dengan pesat ke media digital. Frost & Sullivan menyatakan pendapatan digital health di Indonesia diperkirakan akan meningkat dari 85 juta USD pada tahun 2017 menjadi 973 juta USD pada tahun 2022 dengan tingkat CAGR lebih dari 60%. Rumah sakit perlu beradaptasi untuk menggunakan aplikasi e-health secara tepat dan cepat sesuai dengan permintaan pasar. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui strategi beberapa rumah sakit dalam menilai peluang pasar e-health. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan studi literatur terhadap 4 rumah sakit swasta yang terdiri dari 2 rumah sakit di posisi growth and build dan 2 rumah sakit di posisi hold and maintain. Hasil: Penilaian peluang pasar e-health rumah sakit perlu dilakukan dengan cara menganalisis situasi baik faktor internal maupun eksternal rumah sakit, menentukan posisi rumah sakit berdasarkan matriks EFE, IFE, dan IE yang nantinya akan berpengaruh pada strategi yang akan diambil dalam menghadapi pasar e-health. Studi ini mendapatkan bahwa posisi rumah sakit yang berbeda-beda tetap dapat menangkap peluang pasar e-health yang disesuaikan dengan kondisi internal masing-masing. Kesimpulan: Dalam menilai peluang pasar e-health rumah sakit perlu melakukan analisis situasi baik faktor internal maupun eksternal rumah sakit.
Inovasi Sosial Media dalam Pemasaran Rumah Sakit Pada Masa Pandemi COVID-19: Literature Review: Managing Social Media as Hospital Marketing Innovation During COVID-19 Pandemics: Literature Review Anggaratni G, Wayan; Sulistiadi, Wahyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2520

Abstract

Latar belakang: Pandemi menimbulkan disrupsi layanan kesehatan yang ditandai dengan penurunan kunjungan rawat jalan di fasilitas kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mempertahankan kunjungan di era pandemi diperlukan suatu strategi marketing yang jitu dan adaptif terhadap kondisi yang ada. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai perubahan strategi marketing rumah sakit di era pandemi COVID-19 melalui metode penlusuran literature. Metode: Literature yang bersumber dari Google Scholar dipilah berdasarkan kesesuaian degan topic dan dikaji berdasarkan populasi, intervensi, comparation, dan outcome). Hasil: Berdasarkan hasil penelusuran literature, ditemukan faktor yang menghambat strategi marketing di era pandemi adalah hambatan dalam pelaksanaan kegiatan langsung dan hambatan akses pasien ke rumah sakit. Pemilihan platform media sosial dan pembuatan konten yang menarik dan edukatif dan sesuai dengan kebutuhan audiens seperti TikTok dapat menjadi strategi rumah sakit dalam membentuk kesan branding sekaligus memberikan edukasi kesehatan pada masyarakat. Kesimpulan: Kesan Branding rumah sakit dan meningkatkan loyalitas apabila diikuti pula dengan penguatan dimensi produk seperti kecepatan pelayanan, kemudahan proses administrasi dan kemudahan akses layanan kesehatan. Dalam mengelola media sosial dibutuhkan tim yang mampu memberikan informasi yang menarik secara teratur, dan berespon cepat (real time) terhadap aktivitas pengguna sosial media terhadap informasi rumah sakit.
Efektivitas Pertemuan Tim Multidisiplin dalam Meningkatkan Outcome Tata Laksana Kanker di Rumah Sakit: Literature Review Ganapati, Ngakan Putu Daksa; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal ARSI : Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol. 12, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimal cancer management requires a multidisciplinary approach to improve the quality of patient care. Multidisciplinary teams (MDTs) enable interprofessional collaboration in designing comprehensive, patient-centered care. However, the implementation of MDTs in Indonesia still faces various challenges, necessitating a systematic review to understand their effectiveness in improving cancer management outcomes. This systematic review employed the PRISMA method, searching articles from the ScienceDirect, Semantic Scholar, and PubMed databases, published between 2014 and 2024. Ten scientific articles were analyzed from 745 articles retrieved to understand the effectiveness of MDTs in improving cancer management outcomes. The results indicate that MDTs improve the quality of clinical decisions, expedite diagnosis, and increase adherence to treatment protocols. MDTs also reduce postoperative complications and improve patients' quality of life through a more holistic approach. However, limitations such as resource constraints, decision fatigue, and communication challenges can hinder their effectiveness. MDTs improve the quality of clinical decisions, expedite diagnosis, and optimize patient care plans by holistically considering medical, psychosocial, and nutritional needs. Therefore, the development and implementation of more effective MDTs are crucial to ensure equitable access and quality of cancer care.
Factors Associated with Healthcare Fraud and Fraud Prevention in Indonesia’s National Health Insurance Hospitals: A PRISMA-Guided Literature Review Mutmainnah, Susanna; Sulistiadi, Wahyu
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v20i1.4369

Abstract

Background: This PRISMA-guided literature review synthesizes available evidence on factors associated with fraud risk and fraud-prevention practices in hospitals participating in Indonesia’s National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN) program. Methods: Literature searches were conducted in Scopus, PubMed, and Google Scholar for studies published between 2020 and 2025. A total of six studies (n=6) met the inclusion criteria, consisting of qualitative, quantitative, and socio-legal research designs. Due to heterogeneity in study methods and outcomes, findings were integrated using a thematic literature review approach rather than statistical aggregation. Results: The reviewed studies suggest that fraud-related risks are associated with interacting individual, organizational, and systemic contexts, including financial pressures, coding practices, internal control environments, organizational commitment, information systems, and regulatory implementation factors. Several studies also indicate that strengthened governance mechanisms, such as internal controls and antifraud teams, may support fraud-prevention capacity, although most findings remain perception-based. Overall, the review highlights the need for future empirical research using administrative claims data, audits, and evaluated antifraud interventions to strengthen governance within Indonesia’s national health insurance system. Conclusion: Strengthening governance mechanisms such as internal controls, anti-fraud teams, and integrated claim monitoring systems may support fraud-prevention capacity in JKN hospitals. Nevertheless, the current evidence base remains limited, highlighting the need for future empirical studies using administrative claims data, audits, and evaluated antifraud interventions to improve accountability within Indonesia’s national health insurance system.
Harmonization and Ambiguity in Regulations for Physicians with Family Medicine Competence Post-Law No. 17 of 2023 Katon, Danar Wahyu Giwang; Ayuningtyas, Dumilah; Junadi, Purnawan; Sulistiadi, Wahyu; Pattiselanno, Roberth J.; Fitria, Fitria; Alfiani, Ika Fitri
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strengthening primary care services in Indonesia requires that community health centers, namely Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), involve medical personnel with family medicine competence. However, the fulfillment of physicians with this competence, especially Primary Care Family Medicine Specialists or Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (Sp.KKLP), still face significant obstacles. This qualitative research uses the integrated Easton's System Model and Buse's Policy Framework to analyze the dynamics of this policy. The findings reveal a gap between the strong legal foundation and weak implementation mechanisms on the ground. First, there is ambiguity in terminology and lack of harmonization among regulations, especially concerning the Sp.KKLP nomenclature, which creates confusion in terms of legal status and professional recognition. Second, an implementation gap (policy–practice gap) exists because the central government has not yet issued technical derivative regulations (technical guidelines, compensation mechanisms). Furthermore, the decentralization of authority and limited regional budgets impede the equitable placement of the Sp.KKLP. The success of the policy relies heavily on the synergy among the Ministry of Health, Health Council, Family Medicine Collegium, educational institutions such as Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) and Recognition of Prior Learning (RPL), and professional organizations such as Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Recommendations include the development of technical implementation regulations, clarification of the Sp.KKLP definition, and establishment of inclusive pathways for competence enhancement such as PPDS and RPL.
Co-Authors Abriani, Fanny Annisa Adang Bachtiar Adik Wibowo Al Asyary Alfiani, Ika Fitri Anggaratni G, Wayan Apriyanti, Hana Arbitera, Cahya Ardiani, Revy Arismen Arismen Azhar, Rodiyah Azis, Sri Juniarti Badra Al Aufa Bajri, Ahmad Bantolo, Suryo Bawazier, Nisma Boy Muchlis Bachtiar Damanik, Regina Destrina Damput, Fransiska Satriani Dewajanti, Hanny Dumilah Ayuningtyas Eka Ginanjar ekasari, ferti dwi Embu, Yoseph Kea Endah Lestari Endang Winiati Bachtiar Evi Martha Fairiska, Nindy Fatimah, Sarah Fenilho, Yunita Fitria Fitria Ganapati, Ngakan Putu Daksa Gustik, Vellyana Gustina, Ira Hadi , Putri Halley Sari Hamzah, Aries Hardjanti, Amalia Ari Ikhwan Rinaldi Izzan Hurruzia, Muhammad Jati, Prasetyaning Junaidi, M. Andri Kamaluddin, Rachmat Karolina, Sinta Katon, Danar Wahyu Giwang Kirana, Irin Koire, Ibrahim Isa Leawaty, Leawaty Liusono, Justinus Lova, Lovia Lubis, Ivan Reynaldo Mahdur, Rika Risalam MALA HAYATI, MALA Mangoma, Joyce Manik, Irfan Rohot Uli Maranggi, Octavianus Mayansari, Addinda Intan Melissa, Hilda Mochamad Iqbal Nurmansyah Muchtar muchtar Muhammad Tsany Saadi Muhammadi, Muhammadi Mulyanti Mulyanti Mutmainnah, Susanna nabella, nabella Nanda, Esi Daktari Nanny Harmani Natalia, Tiara Edithia Nova, Narizma Novolino, Novalino Nugroho, Bagus Nuryadi, Fitriana Mahawati Paramita, Bunga Listia Pattiselanno, Roberth J. Permanasari, Vetty Yulianty Pertiwi, Revita Anisa Primasari, Elsa Purnawan Junadi Putri, Kartika Qonita Putri, Rizkha Nadha Hasrizal Putrie Sesunan, Rheine Indira Rahmadini, Indah Mustika Rahmawati, Layli Ratna Ramadhani Refyan, Sarah Athiyyahmaulidya Rita Kumalasari Riupassa, Kelvin Riupassa, Kelvin E Safi’i, Akhmad Salimah, Nahda Sari, Noormaya Sembiluh, Dhini Sembiluh, Dhini Sari Setyaningsih, Tyas Shameela, Alika Sjaaf, Amal Chalik SRI RAHAYU Suwandi, Indah Pratiwi Syiroj, Agung T R Taufik, Nadya Aviliyani Tjen Dravinne Winata Utami, Sintha Veruswati, Meita Widyasanti, Nisrina Wijaya, Andreas Wijaya, Ody Yuliana S, Rina Zuhdi, Nadya Adina