Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMUNIKASI PEMASARAN SEBAGAI UPAYA MENCAPAI TUJUAN PEMASARAN RUMAH SAKIT: LITERATUR REVIEW Hadi , Putri Halley Sari; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1652

Abstract

Strategi pemasaran menjadi salah satu cara yang efektif dalam memenangkan persaingan yang terjadi antar rumah sakit. Komunikasi pemasaran menjadi salah satu strategi pemasaran yang dapat digunakan rumah sakit dalam mempromosikan, memperkenalkan, dan menyampaikan informasi terkait rumah sakit pada masyarakat. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk menganalisis terkait komunikasi pemasaran sebagai upaya mencapai tujuan pemasaran rumah sakit. Penulisan ini dilakukan secara literature review dari database Google Scholar, Pro Quoest, dan Garuda. Artikel diskrining sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 6 artikel disaring dari 56 artikel dan kemudian dilakukan kajian literatur yang membahas komunikasi pemasaran sebagai upaya dalam mencapai tujuan pemasaran rumah sakit. Diketahui bahwa tiap rumah sakit memiliki cara sendiri dalam melaksanakan komunikasi pemasaran namun dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi sekitar. Selain itu diketahui bahwa komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap tujuan pemasaran. Rumah sakit perlu untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap kommunikasi pemasaran yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pemasaran.
Analisis Sistem Pembiayaan dan Pelayanan pada Klinik Fertilitas : Kajian Naratif Wijaya, Ody; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3747

Abstract

Klinik fertilitas harus menerapkan good clinical governance serta sistem pembiayaan yang terbaik untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembiayaan dan pelayanan klinik fertilitas di Indonesia. Kajian naratif dilakukan dengan pendekatan meta sintetis. Pencarian literatur dilakukan menggunakan Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Delapan artikel sampel penelitian dianalisis. Untuk meningkatkan pelayanan pasien diperlukan kolaborasi dan komunikasi yang efektif serta efisiensi dalam proses penagihan dan waktu tunggu pemeriksaan. Pembiayaan menggunakan asuransi dapat membantu pasien kesuburan untuk mendapatkan akses pelayanan dengan mudah. Integrasi kerja tim, lingkungan yang mendukung, dan memfasilitasi proses kolaboratif menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan pasien di klinik fertilitas. Pentingnya cakupan Medicaid dalam layanan kesuburan menekankan perlunya akses yang merata bagi semua golongan, serta dukungan untuk pendanaan publik dalam teknologi medis, seperti pembekuan sel telur, dapat mengurangi beban biaya pasien dan meningkatkan aksesibilitas.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA SATUAN MENGGUNAKAN SISTEM ACTIVITY BASED COST (ABC) DENGAN TARIF RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI INDONESIA Utami, Sintha; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.105 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.43

Abstract

Latar Belakang: Biaya satuan merupakan dasar penentuan kebijakan tarif pada beberapa rumah sakit (RS). Dengan mengetahui besarnya biaya satuan, dapat diketahui apakah tarif yang berlaku saat ini sesungguhnya merugi atau menguntungkan. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menganalisa jurnal yang memuat hasil penelitian yang melaporkan hasil perhitungan biaya satuan berdasarkan metode ABC dan membandingkannya dengan tarif RS yang berlaku saat ini. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa pada rawat inap kelas III, 19 RS (83%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 4 RS (17%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas II, 16 RS (76%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (24%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. kelas I, 10 RS (45%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 12 RS (55%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas Utama, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VIP, 4 RS (20%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 16 RS (80%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VVIP, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kesimpulan: Tarif RS yang berlaku saat ini pada kamar rawat inap kelas III dan kelas II lebih kecil dari hasil perhitungan biaya satuan metode ABC (merugi). Sedangkan tarif RS pada kamar rawat inap kelas I, Utama, VIP dan VVIP yang berlaku saat ini lebih besar dari perhitungan biaya satuan metode ABC (menguntungkan). Comparative Analysis of Unit Cost Using Activity Based Cost System with Hospital Inpatient Rates in Indonesia Abstract Background: Unit cost is the basis for determining tariff policies at several hospitals (RS). By understanding the unit cost, it can be identified whether the current tariff is really beneficial or detrimental/disadvantage. Methods: The method used is descriptive analysis which is done by analyzing journals that contain research results reporting the results of unit cost calculations based on the ABC method and compare them with the current hospital rates. Results: The analysis showed that in 3rd class hospitalization, 19 hospitals (83%) had rates below the unit cost calculation and 4 hospitals (17%) had rates above the unit cost calculation. 2nd Class, 16 hospitals (76%) have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (24%) have rates above the unit cost calculation. First class, 10 hospitals (45%) have rates below the unit cost calculation and 12 hospitals (55%) have rates above the unit cost calculation. First Class, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. VIP class, 4 hospitals (20%) have rates below the unit cost calculation and 16 hospitals (80%) have rates above the unit cost calculation. Class VVIP, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. Conclusion: The current hospital rates in 3rd class and 2nd class inpatients are smaller than the results of the ABC unit cost calculation (loss). Whereas the current hospital tariffs for first class, Utama, VIP and VVIP inpatient rooms are greater than the ABC unit cost calculation (profit). Keywords: Unit Cost, Activity Based Cost System, Hospital
Evaluasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Mahdur, Rika Risalam; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.015 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.55

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan Indonesia adalah beban ganda penyakit, dimana masih banyaknya penyakit infeksi yang harus ditangani dan semakin meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). Untuk mengendalikan PTM, sistem pengelolaan program-program kesehatan yang ada perlu dievaluasi. Salah satu program kesehatan yang erat kaitannya dengan upaya pengendalian PTM adalah program posbindu PTM yang dikembangkan oleh Kemenkes RI. Metode: penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan database google cendikia. Hasil: Hasil penelitian terhadap evaluasi program posbindu PTM di berbagai daerah tersebut dibagi menjadi evaluasi input, proses, dan output dan disetiap indikator evaluasinya masih ditemukan masalah dalam pelaksanaannya. Kesimpulan: hasil evaluasi ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan untuk perencanaan program posbindu PTM yang lebih baik lagi, bisa diterapkan sesuai dengan kemampuan masyarakat serta adanya kolaborasi antar lintas sektoral. Kata Kunci: Evaluasi program, Penyakit tidak menular, Posbindu PTM Evaluation Of Posbindu PTM Abstract Background: One of the problems currently facing in Indonesia’s health development is a burden double disease where there are many infection diseases which should be handled and the increasing non-communicable disease (NCD). To control NCD, health programs management systems should be evaluated. One of the programs health that were closely related with the effort to control NCD is Posbindu PTM developed by the ministry of health of the Republic of Indonesia. Methods: The method used is literature review using google scholar database. Result: The outcome of research on evaluating the posbindu PTM in various areas were split into input , process, and output indicators and on their evaluations there were problems in its implementation. Conclusion: The evaluation was expected to be consideration for planning for posbindu PTM better, workable according to the ability of the community, and also The collaborative sectors. Keywords: Evaluation, Noncommunicable Disease, Posbindu PTM
Analysis of Kembangan Regional Hospital Marketing Strategies Thomas, Parulian; Sulistiadi, Wahyu; Oktamianti, Puput
Journal of Social Research Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i1.1684

Abstract

The primary objective of this research is to develop a comprehensive marketing strategy for Kembangan Regional Hospital through a thorough SWOT analysis. The study aims to determine effective segmentation, targeting, and positioning strategies for the hospital, coupled with an examination of the current marketing mix. By employing Operational Research within a qualitative methodological framework, the research seeks to derive valuable insights for optimizing strategic alternatives in the realm of healthcare services. Data collection involved a survey of 40 outpatients at the hospital and utilized Focus Group Discussions (FGD) with various sources and observational methods. The purposive sampling method was employed to select informants for a more targeted and insightful analysis. FGD results revealed a robust internal situation for Kembangan Hospital and identified numerous external opportunities, outweighing potential threats. In terms of service products, the hospital has demonstrated innovation by enhancing existing services, including prompt Medical Check-Up (MCU) services, specialized treatment options for TB-RO and MDR patients, and dedicated services for HIV patients. The shift from conventional to digital promotional media has been recognized, with the utilization of social media and other digital platforms to enhance outreach and engagement. This research sets the stage for formulating optimal marketing strategies that align with the strengths and opportunities identified, fostering the continued growth and success of Kembangan Regional Hospital in the competitive healthcare landscape.
Pengaruh Brand Image Rumah Sakit Terhadap Niat Kunjungan Ulang Pasien: Literature Review Fairiska, Nindy; Sulistiadi, Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15970

Abstract

Rumah Sakit telah berkembang sangat pesat sehingga sebuah Rumah Sakit harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang cepat dengan membuat analisis, pertimbangan, dan strategi untuk mendorong masyarakat dalam penggunaan dan pemanfaatan jasa pelayanan kembali. Salah satu aspek penting yakni Brand Image yang diharapkan dapat meningkatkan niat kunjungan ulang pasien ke rumah sakit. Tujuan studi adalah untuk mengkaji brand image suatu rumah sakit dalam mempengaruhi niat kunjungan ulang pasien. Metode penelitian yang digunakaan adalah studi sistematis menggunakan metode PRISMA mengkaji artikel yang diterbitkan tahun 2019 - 2023. Dengan menggunakan kata kunci “brand image” digabungkan dengan kata kunci “hospital”, “hospital image” atau “hospital brand image” dan “revisit" atau “patient revisit” dan menggunakan database pencarian Google Scholar, Scopus, dan Proquest, sumber artikel studi mengenai brand image suatu rumah sakit dalam mempengaruhi niat kunjungan ulang pasien. Judul dan abstrak serta identifikasi dan penghapusan artikel duplikat, disusun dan dievaluasi menggunakan Mendeley. Empat artikel dipilih untuk studi sistematis pada hasil penelitian ini yang kemudian diklasifikasikan dan dilaporkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif dari brand image suatu rumah sakit terhadap kunjungan ulang pasien. Penelitian ini menunjukkan bahwa citra rumah sakit juga dikenal sebagai brand image berpengaruh terhadap minat kembali pasien. Oleh karena itu, rumah sakit harus mempertahankan brand image mereka, mengevaluasi manajemen dan staf kesehatan mereka serta meningkatkan dan menambah fasilitas.
Co-Authors Abriani, Fanny Annisa Adang Bachtiar Al Asyary Arbitera, Cahya Ardiani, Revy Arismen Arismen Azhar, Rodiyah Azis, Sri Juniarti Badra Al Aufa Bajri, Ahmad Bantolo, Suryo Bawazier, Nisma Boy Muchlis Bachtiar Damanik, Regina Destrina Damput, Fransiska Satriani Dewajanti, Hanny Dumilah Ayuningtyas Eka Ginanjar ekasari, ferti dwi Embu, Yoseph Kea Endah Lestari Endang Winiati Bachtiar Evi Martha Fairiska, Nindy Fatimah, Sarah Fenilho, Yunita Gustik, Vellyana Gustina, Ira Hadi , Putri Halley Sari Hamzah, Aries Hardjanti, Amalia Ari Izzan Hurruzia, Muhammad Jati, Prasetyaning Junaidi, M. Andri Kamaluddin, Rachmat Karolina, Sinta Kirana, Irin Koire, Ibrahim Isa Leawaty, Leawaty Liusono, Justinus Lova, Lovia Lubis, Ivan Reynaldo Mahdur, Rika Risalam MALA HAYATI, MALA Mangoma, Joyce Manik, Irfan Rohot Uli Maranggi, Octavianus Mayansari, Addinda Intan Melissa, Hilda Mochamad Iqbal Nurmansyah Muannisa, Naila Falichatul Muchtar muchtar Muhammad Tsany Saadi Muhammadi, Muhammadi Mulyanti Mulyanti nabella, nabella Nanda, Esi Daktari Nanny Harmani Natalia, Tiara Edithia Nova, Narizma Novolino, Novalino Nugroho, Bagus Paramita, Bunga Listia Permanasari, Vetty Yulianty Pertiwi, Revita Anisa Primasari, Elsa Puput Oktamianti Putri, Rizkha Nadha Hasrizal Putrie Sesunan, Rheine Indira Rahmadini, Indah Mustika Rahmawati, Layli Ratna Ramadhani Refyan, Sarah Athiyyahmaulidya Rita Kumalasari Riupassa, Kelvin Safi’i, Akhmad Salimah, Nahda Sari, Noormaya Setyaningsih, Tyas Shameela, Alika Sjaaf, Amal Chalik SRI RAHAYU Suwandi, Indah Pratiwi Syiroj, Agung T R Taufik, Nadya Aviliyani Thomas, Parulian Tjen Dravinne Winata Utami, Sintha Veruswati, Meita Widyasanti, Nisrina Wijaya, Andreas Wijaya, Ody Yuliana S, Rina Zuhdi, Nadya Adina