p-Index From 2021 - 2026
6.804
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sistem Pembiayaan dan Pelayanan pada Klinik Fertilitas : Kajian Naratif Wijaya, Ody; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3747

Abstract

Klinik fertilitas harus menerapkan good clinical governance serta sistem pembiayaan yang terbaik untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembiayaan dan pelayanan klinik fertilitas di Indonesia. Kajian naratif dilakukan dengan pendekatan meta sintetis. Pencarian literatur dilakukan menggunakan Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Delapan artikel sampel penelitian dianalisis. Untuk meningkatkan pelayanan pasien diperlukan kolaborasi dan komunikasi yang efektif serta efisiensi dalam proses penagihan dan waktu tunggu pemeriksaan. Pembiayaan menggunakan asuransi dapat membantu pasien kesuburan untuk mendapatkan akses pelayanan dengan mudah. Integrasi kerja tim, lingkungan yang mendukung, dan memfasilitasi proses kolaboratif menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan pasien di klinik fertilitas. Pentingnya cakupan Medicaid dalam layanan kesuburan menekankan perlunya akses yang merata bagi semua golongan, serta dukungan untuk pendanaan publik dalam teknologi medis, seperti pembekuan sel telur, dapat mengurangi beban biaya pasien dan meningkatkan aksesibilitas.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA SATUAN MENGGUNAKAN SISTEM ACTIVITY BASED COST (ABC) DENGAN TARIF RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI INDONESIA Utami, Sintha; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.105 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.43

Abstract

Latar Belakang: Biaya satuan merupakan dasar penentuan kebijakan tarif pada beberapa rumah sakit (RS). Dengan mengetahui besarnya biaya satuan, dapat diketahui apakah tarif yang berlaku saat ini sesungguhnya merugi atau menguntungkan. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menganalisa jurnal yang memuat hasil penelitian yang melaporkan hasil perhitungan biaya satuan berdasarkan metode ABC dan membandingkannya dengan tarif RS yang berlaku saat ini. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa pada rawat inap kelas III, 19 RS (83%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 4 RS (17%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas II, 16 RS (76%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (24%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. kelas I, 10 RS (45%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 12 RS (55%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas Utama, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VIP, 4 RS (20%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 16 RS (80%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VVIP, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kesimpulan: Tarif RS yang berlaku saat ini pada kamar rawat inap kelas III dan kelas II lebih kecil dari hasil perhitungan biaya satuan metode ABC (merugi). Sedangkan tarif RS pada kamar rawat inap kelas I, Utama, VIP dan VVIP yang berlaku saat ini lebih besar dari perhitungan biaya satuan metode ABC (menguntungkan). Comparative Analysis of Unit Cost Using Activity Based Cost System with Hospital Inpatient Rates in Indonesia Abstract Background: Unit cost is the basis for determining tariff policies at several hospitals (RS). By understanding the unit cost, it can be identified whether the current tariff is really beneficial or detrimental/disadvantage. Methods: The method used is descriptive analysis which is done by analyzing journals that contain research results reporting the results of unit cost calculations based on the ABC method and compare them with the current hospital rates. Results: The analysis showed that in 3rd class hospitalization, 19 hospitals (83%) had rates below the unit cost calculation and 4 hospitals (17%) had rates above the unit cost calculation. 2nd Class, 16 hospitals (76%) have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (24%) have rates above the unit cost calculation. First class, 10 hospitals (45%) have rates below the unit cost calculation and 12 hospitals (55%) have rates above the unit cost calculation. First Class, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. VIP class, 4 hospitals (20%) have rates below the unit cost calculation and 16 hospitals (80%) have rates above the unit cost calculation. Class VVIP, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. Conclusion: The current hospital rates in 3rd class and 2nd class inpatients are smaller than the results of the ABC unit cost calculation (loss). Whereas the current hospital tariffs for first class, Utama, VIP and VVIP inpatient rooms are greater than the ABC unit cost calculation (profit). Keywords: Unit Cost, Activity Based Cost System, Hospital
Evaluasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Mahdur, Rika Risalam; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.015 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.55

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan Indonesia adalah beban ganda penyakit, dimana masih banyaknya penyakit infeksi yang harus ditangani dan semakin meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). Untuk mengendalikan PTM, sistem pengelolaan program-program kesehatan yang ada perlu dievaluasi. Salah satu program kesehatan yang erat kaitannya dengan upaya pengendalian PTM adalah program posbindu PTM yang dikembangkan oleh Kemenkes RI. Metode: penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan database google cendikia. Hasil: Hasil penelitian terhadap evaluasi program posbindu PTM di berbagai daerah tersebut dibagi menjadi evaluasi input, proses, dan output dan disetiap indikator evaluasinya masih ditemukan masalah dalam pelaksanaannya. Kesimpulan: hasil evaluasi ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan untuk perencanaan program posbindu PTM yang lebih baik lagi, bisa diterapkan sesuai dengan kemampuan masyarakat serta adanya kolaborasi antar lintas sektoral. Kata Kunci: Evaluasi program, Penyakit tidak menular, Posbindu PTM Evaluation Of Posbindu PTM Abstract Background: One of the problems currently facing in Indonesia’s health development is a burden double disease where there are many infection diseases which should be handled and the increasing non-communicable disease (NCD). To control NCD, health programs management systems should be evaluated. One of the programs health that were closely related with the effort to control NCD is Posbindu PTM developed by the ministry of health of the Republic of Indonesia. Methods: The method used is literature review using google scholar database. Result: The outcome of research on evaluating the posbindu PTM in various areas were split into input , process, and output indicators and on their evaluations there were problems in its implementation. Conclusion: The evaluation was expected to be consideration for planning for posbindu PTM better, workable according to the ability of the community, and also The collaborative sectors. Keywords: Evaluation, Noncommunicable Disease, Posbindu PTM
Analysis of Kembangan Regional Hospital Marketing Strategies Thomas, Parulian; Sulistiadi, Wahyu; Oktamianti, Puput
Journal of Social Research Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i1.1684

Abstract

The primary objective of this research is to develop a comprehensive marketing strategy for Kembangan Regional Hospital through a thorough SWOT analysis. The study aims to determine effective segmentation, targeting, and positioning strategies for the hospital, coupled with an examination of the current marketing mix. By employing Operational Research within a qualitative methodological framework, the research seeks to derive valuable insights for optimizing strategic alternatives in the realm of healthcare services. Data collection involved a survey of 40 outpatients at the hospital and utilized Focus Group Discussions (FGD) with various sources and observational methods. The purposive sampling method was employed to select informants for a more targeted and insightful analysis. FGD results revealed a robust internal situation for Kembangan Hospital and identified numerous external opportunities, outweighing potential threats. In terms of service products, the hospital has demonstrated innovation by enhancing existing services, including prompt Medical Check-Up (MCU) services, specialized treatment options for TB-RO and MDR patients, and dedicated services for HIV patients. The shift from conventional to digital promotional media has been recognized, with the utilization of social media and other digital platforms to enhance outreach and engagement. This research sets the stage for formulating optimal marketing strategies that align with the strengths and opportunities identified, fostering the continued growth and success of Kembangan Regional Hospital in the competitive healthcare landscape.
Pengaruh Brand Image Rumah Sakit Terhadap Niat Kunjungan Ulang Pasien: Literature Review Fairiska, Nindy; Sulistiadi, Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15970

Abstract

Rumah Sakit telah berkembang sangat pesat sehingga sebuah Rumah Sakit harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang cepat dengan membuat analisis, pertimbangan, dan strategi untuk mendorong masyarakat dalam penggunaan dan pemanfaatan jasa pelayanan kembali. Salah satu aspek penting yakni Brand Image yang diharapkan dapat meningkatkan niat kunjungan ulang pasien ke rumah sakit. Tujuan studi adalah untuk mengkaji brand image suatu rumah sakit dalam mempengaruhi niat kunjungan ulang pasien. Metode penelitian yang digunakaan adalah studi sistematis menggunakan metode PRISMA mengkaji artikel yang diterbitkan tahun 2019 - 2023. Dengan menggunakan kata kunci “brand image” digabungkan dengan kata kunci “hospital”, “hospital image” atau “hospital brand image” dan “revisit" atau “patient revisit” dan menggunakan database pencarian Google Scholar, Scopus, dan Proquest, sumber artikel studi mengenai brand image suatu rumah sakit dalam mempengaruhi niat kunjungan ulang pasien. Judul dan abstrak serta identifikasi dan penghapusan artikel duplikat, disusun dan dievaluasi menggunakan Mendeley. Empat artikel dipilih untuk studi sistematis pada hasil penelitian ini yang kemudian diklasifikasikan dan dilaporkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif dari brand image suatu rumah sakit terhadap kunjungan ulang pasien. Penelitian ini menunjukkan bahwa citra rumah sakit juga dikenal sebagai brand image berpengaruh terhadap minat kembali pasien. Oleh karena itu, rumah sakit harus mempertahankan brand image mereka, mengevaluasi manajemen dan staf kesehatan mereka serta meningkatkan dan menambah fasilitas.
Penetapan Tarif Ambulans Untuk Evakuasi Medis Berbasis Unit Cost (Penelitian di AGD Dinas Kesehatan DKI Jakarta) Riupassa, Kelvin E; Nova, Narizma; Lestari, Endah; Azis, Sri Juniarti; Sulistiadi, Wahyu
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.1186

Abstract

Background: An ambulance is a vehicle designed to be able to handle emergency patients, provide first aid and carry out intensive care while on the way to a referral hospital. Ambulance operations require a large amount of funds obtained from APBD funds through tariffs that were passed through the DKI Jakarta Governor Regulation five years ago. For this reason, a new tariff is required to adjust to current conditions. Objectives: The purpose of this study is to calculate the unit cost of ambulance services in DKI Jakarta to be a consideration in the tariff setting policy in DKI Jakarta province. Research Metodes: This study uses a quantitative descriptive approach to obtain information about the unit cost of the Jakarta ambulance production unit. The method used is the calculation of real cost using the basis of the causes of costs. This research was conducted at the DKI Jakarta Emergency Ambulance using secondary data on investment costs, operational costs and maintenance costs in 2018. Results: The total cost of emergency ambulance in 2018 is known that the proportion of three cost components, namely operational costs, is 76%, followed by investment costs of 20% and maintenance costs of 3%. The calculation of the total cost of medical evacuation using the double distribution method is Rp. 98,915,016,805.00 divided by the number of medical evacuations in 2018 of 37,564 activities, the unit cost of medical evacuation for the AGD of DKI Jakarta Health Office is Rp. 2,633,215.00 without subsidies. APBD costs, while if the subsidy component is included in the calculation, the unit cost for one trip to the AGD of the Health Office is Rp. 604,071.00. This is still far above the current tariff of Rp. 450.00, so the cost recovery rate (CRR) is still below. 100%. Conclusion: From the three cost components consisting of investment, operational and maintenance costs,the largest proportion was operational costs at 76%. The Cost Recovery Rate has not reached 100% so that the existing rates have not covered the costs incurred.
Optimalisasi Rekam Medis Elektronik Berbasis Artificial Intelligence Rinaldi, Ikhwan; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic medical records (EMRs) are essential to modern healthcare systems, yet their implementation continues to face challenges such as disruption of doctor–patient communication, administrative burden, and documentation structures misaligned with clinicians’ clinical reasoning processes. This narrative review aims to assess the limitations of conventional EMRs and examine the potential of artificial intelligence (AI) to improve documentation efficiency, accuracy, and overall clinical performance. The literature indicates that AI technologies, including machine learning, deep learning, and natural language processing, can automate documentation, streamline workflows, enhance decision support, and reduce physician burnout, thereby allowing clinicians to devote more attention to patient care. Nevertheless, the integration of AI into EMRs must address ethical concerns such as algorithmic bias, data privacy, and accountability for AI-assisted decisions. In conclusion, AI-driven EMR optimization has the potential to create a more human-centered, efficient, and data-driven documentation ecosystem when supported by strong regulatory and ethical frameworks.
Analisis Implementasi Pemasaran Digital di Rumah Sakit pada Pandemi COVID-19: Literatur Review: Analysis of Digital Marketing Implementation in Hospitals in the COVID-19 Pandemic: Literature Review Sembiluh, Dhini; Sulistiadi, Wahyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.217 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2135

Abstract

Pendahuluan: Industri kesehatan berada di bawah tekanan besar karena munculnya Pandemi COVID-19 dan telah mengakibatkan efek buruk pada ekonomi global yang mempengaruhi strategi pemasaran dan pengeluaran. Untuk rumah sakit terutama saat kondisi pandemi COVID-19, media digital dan platform teknologi baru memberikan kesempatan berekspansi ke pasar baru, menawarkan layanan baru, melamar teknik komunikasi online baru untuk bersaing kembali. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemasaran digital di rumah sakit pada kondisi pandemi COVID-19. Metode: Studi ini dilakukan secara deskriptif dengan literatur review. Penelusuran dilakukan pada artikel yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia melalui pencarian pada Proquest Googlescholar, dan Science Direct, dengan kata kunci pemasaran digital, analisis, rumah sakit, COVID-19. Hasil: Studi ini menunjukkan bahwa pemasaran digital di rumah sakit selama pandemi COVID-19 merupakan strategi pemasaran yang memiliki banyak manfaat. Pemilihan saluran pemasaran digital tergantung dari tujuan yang ingin dicapai rumah sakit. Setelah itu, RS menentukan pilihan saluran media digital apa saja yang akan digunakan, kemudian menentukan tujuan dan sasaran yang akan dicapai dari media yang dipilih, melakukan analisis situasi dan audiens, menentukan anggaran serta frekuensi pemasarannya. Selanjutnya untuk implementasinya perlu ditentukan siapa yang melakukan strategi pemasaran yang sudah dipilih, dan harus dilakukan monitoring dan evaluasi dari setiap strategi pemasaran digital yang telah diimplementasikan agar rumah sakit dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa pemasaran digital di rumah sakit selama pandemi ini merupakan strategi pemasaran yang memiliki banyak manfaat yaitu dapat menarik pasien baru, memperluas bisnis, meningkatkan kepercayaan pelanggan/pasien, memperkuat loyalitas pelanggan/pasien, meningkatkan brand awareness, mendorong pasien untuk menggunakan layanan rumah sakit dan mempromosikannya kepada kerabat dan keluarganya.
Analisis Peluang Pasar E-health Rumah Sakit Swasta di Indonesia pada Era Pandemi COVID-19 : Literature Review: The Analysis of Private Hospital E-health Market Opportunities in Indonesia in the COVID-19 Pandemic Era : Literature Review Nuryadi, Fitriana Mahawati; Wibowo, Adik; Sembiluh, Dhini Sari; Apriyanti, Hana; Putri, Kartika Qonita; Sulistiadi, Wahyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.406 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2147

Abstract

Latar Belakang: Pembatasan jumlah kunjungan pasien selama pandemi COVID-19 mengakibatkan perilaku pembelian konsumen beralih dengan pesat ke media digital. Frost & Sullivan menyatakan pendapatan digital health di Indonesia diperkirakan akan meningkat dari 85 juta USD pada tahun 2017 menjadi 973 juta USD pada tahun 2022 dengan tingkat CAGR lebih dari 60%. Rumah sakit perlu beradaptasi untuk menggunakan aplikasi e-health secara tepat dan cepat sesuai dengan permintaan pasar. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui strategi beberapa rumah sakit dalam menilai peluang pasar e-health. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan studi literatur terhadap 4 rumah sakit swasta yang terdiri dari 2 rumah sakit di posisi growth and build dan 2 rumah sakit di posisi hold and maintain. Hasil: Penilaian peluang pasar e-health rumah sakit perlu dilakukan dengan cara menganalisis situasi baik faktor internal maupun eksternal rumah sakit, menentukan posisi rumah sakit berdasarkan matriks EFE, IFE, dan IE yang nantinya akan berpengaruh pada strategi yang akan diambil dalam menghadapi pasar e-health. Studi ini mendapatkan bahwa posisi rumah sakit yang berbeda-beda tetap dapat menangkap peluang pasar e-health yang disesuaikan dengan kondisi internal masing-masing. Kesimpulan: Dalam menilai peluang pasar e-health rumah sakit perlu melakukan analisis situasi baik faktor internal maupun eksternal rumah sakit.
Inovasi Sosial Media dalam Pemasaran Rumah Sakit Pada Masa Pandemi COVID-19: Literature Review: Managing Social Media as Hospital Marketing Innovation During COVID-19 Pandemics: Literature Review Anggaratni G, Wayan; Sulistiadi, Wahyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2520

Abstract

Latar belakang: Pandemi menimbulkan disrupsi layanan kesehatan yang ditandai dengan penurunan kunjungan rawat jalan di fasilitas kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mempertahankan kunjungan di era pandemi diperlukan suatu strategi marketing yang jitu dan adaptif terhadap kondisi yang ada. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai perubahan strategi marketing rumah sakit di era pandemi COVID-19 melalui metode penlusuran literature. Metode: Literature yang bersumber dari Google Scholar dipilah berdasarkan kesesuaian degan topic dan dikaji berdasarkan populasi, intervensi, comparation, dan outcome). Hasil: Berdasarkan hasil penelusuran literature, ditemukan faktor yang menghambat strategi marketing di era pandemi adalah hambatan dalam pelaksanaan kegiatan langsung dan hambatan akses pasien ke rumah sakit. Pemilihan platform media sosial dan pembuatan konten yang menarik dan edukatif dan sesuai dengan kebutuhan audiens seperti TikTok dapat menjadi strategi rumah sakit dalam membentuk kesan branding sekaligus memberikan edukasi kesehatan pada masyarakat. Kesimpulan: Kesan Branding rumah sakit dan meningkatkan loyalitas apabila diikuti pula dengan penguatan dimensi produk seperti kecepatan pelayanan, kemudahan proses administrasi dan kemudahan akses layanan kesehatan. Dalam mengelola media sosial dibutuhkan tim yang mampu memberikan informasi yang menarik secara teratur, dan berespon cepat (real time) terhadap aktivitas pengguna sosial media terhadap informasi rumah sakit.
Co-Authors Abriani, Fanny Annisa Adang Bachtiar Adik Wibowo Al Asyary Anggaratni G, Wayan Apriyanti, Hana Arbitera, Cahya Ardiani, Revy Arismen Arismen Azhar, Rodiyah Azis, Sri Juniarti Badra Al Aufa Bajri, Ahmad Bantolo, Suryo Bawazier, Nisma Boy Muchlis Bachtiar Damanik, Regina Destrina Damput, Fransiska Satriani Dewajanti, Hanny Dumilah Ayuningtyas Eka Ginanjar ekasari, ferti dwi Embu, Yoseph Kea Endah Lestari Endang Winiati Bachtiar Evi Martha Fairiska, Nindy Fatimah, Sarah Fenilho, Yunita Ganapati, Ngakan Putu Daksa Gustik, Vellyana Gustina, Ira Hadi , Putri Halley Sari Hamzah, Aries Hardjanti, Amalia Ari Ikhwan Rinaldi Izzan Hurruzia, Muhammad Jati, Prasetyaning Junaidi, M. Andri Kamaluddin, Rachmat Karolina, Sinta Kirana, Irin Koire, Ibrahim Isa Leawaty, Leawaty Liusono, Justinus Lova, Lovia Lubis, Ivan Reynaldo Mahdur, Rika Risalam MALA HAYATI, MALA Mangoma, Joyce Manik, Irfan Rohot Uli Maranggi, Octavianus Mayansari, Addinda Intan Melissa, Hilda Mochamad Iqbal Nurmansyah Muchtar muchtar Muhammad Tsany Saadi Muhammadi, Muhammadi Mulyanti Mulyanti Mutmainnah, Susanna nabella, nabella Nanda, Esi Daktari Nanny Harmani Natalia, Tiara Edithia Nova, Narizma Novolino, Novalino Nugroho, Bagus Nuryadi, Fitriana Mahawati Paramita, Bunga Listia Permanasari, Vetty Yulianty Pertiwi, Revita Anisa Primasari, Elsa Puput Oktamianti Putri, Kartika Qonita Putri, Rizkha Nadha Hasrizal Putrie Sesunan, Rheine Indira Rahmadini, Indah Mustika Rahmawati, Layli Ratna Ramadhani Refyan, Sarah Athiyyahmaulidya Rita Kumalasari Riupassa, Kelvin Riupassa, Kelvin E Safi’i, Akhmad Salimah, Nahda Sari, Noormaya Sembiluh, Dhini Sembiluh, Dhini Sari Setyaningsih, Tyas Shameela, Alika Sjaaf, Amal Chalik SRI RAHAYU Suwandi, Indah Pratiwi Syiroj, Agung T R Taufik, Nadya Aviliyani Thomas, Parulian Tjen Dravinne Winata Utami, Sintha Veruswati, Meita Widyasanti, Nisrina Wijaya, Andreas Wijaya, Ody Yuliana S, Rina Zuhdi, Nadya Adina