p-Index From 2021 - 2026
13.382
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-'Adalah Al-Ulum Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam Inspiratif Pendidikan Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama Jurisprudentie Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Al-'Adl Journal Research and Multidisciplinary (JRM) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Andi Djemma I Jurnal Pendidikan Hukum Responsif : Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) JURNAL KEISLAMAN Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Kolaboratif Sains Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Indonesian Journal of Shariah and Justice Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu AL-SULTHANIYAH Jurnal Ilmiah Falsafah Socius: Social Sciences Research Journal Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Anayasa International Journal of Islamic Studies The Journal Of Socio Legal and Islam Law Mazalat: Jurnal Pemikiran Islam Multidisciplinary Indonesian Center Journal Ulil Albab Jurnal Ar-Risalah
Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Hukum Islam dalam Pembinaan Kesadaran Hukum Masyarakat Rondang Herlina; Misbahuddin Misbahuddin; Lomba Sultan
Jurnal Keislaman Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v6i2.3739

Abstract

Eksistensi hukum Islam yang berkembang di masyarakat sudah sejak lama dapat diterima dengan baik yang dipahami sebagai sebuah hukum. Al Qur’an dan as Sunnah menjadi sumbernya sebagai ajaran syariat Islam. Ajaran hukum Islam juga mempengaruhi tata hukum di Indonesia baik berupa hukum tertulis maupun hukum tidak tertulis. Hukum Islam mempunyai kedudukan yang penting dan strategis di tengah-tengah masyarakat Indonesia, yang mayoritasmemeluk agama Islam. Perjalanan sejarah hukum Islam telah mengangkar dalam masyarakat Indonesia baik dari zaman kerajaan, zaman kolonialisasi maupun zaman setelah kemerdekaan. Hukum Islam tidak dapat dipungkiri ikut memberikan andil dalam tatanan sistem hukum nasional di Indonesia dan tentunya berkontribusi dalam memberikan pembinaan hukum di masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif empiris. Pengumpulan data melalui cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dilakukan dengan reduksi data, verifikasi data dan analisis data. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan korelasi yang nyata bagi hukum Islam alam rangka pembinaan kesadaran hukum masyarakat Indonesia.
Teori-Teori Pemberlakuan Hukum Islam di Indonesia Nurjannah N; Lomba Sultan; Fatmawati F
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 11 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10370694

Abstract

Hukum Islam lebih bersifat teokratis, yaitu bahwa hukum itu datang dari tuhan, bukan datang dari kesadaran hukum masyarakat dan bukan pula datang dari kekuasaan, kewenangan, dan kedaulatan negara. Maka dari itu al-hukmu menurut ushul fiqh berarti kitabullah (Titah Allah) yang mengatur perbuatan manusia, baik yang berupa tuntunan untuk melakukan sesuatu perbuatan, maupun tuntunan untuk meninggalkan sesuatu perbuatan. Dengan begitu seseorang yang mengaku dirinya Islam adalah dengan mempraktekkan seluruh hukum Islam sebagai ajaran Islam. Untuk mengaktualkan dan memberlakukan hukum Islam secara kaffah bagi pemeluknya, maka para pemikir hukum Islam merumuskan teori berlakunya hukum Islam. Teori-teori ini dirumuskan dengan tujuan dapat menjadi acuan dan landasan berpikir tentang bagaimana mengaktualkan hukum Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dinamika Peradilan Islam Pada Masa Kerajaan Turki Khaerunnisa Karunia; Lomba Sultan; Fatmawati f
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 11 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10443658

Abstract

One of the studies in the field of law and justice is the historical aspect which experts usually call At-Tarikh T-Tasyri' al-Islami. In their study, the researchers selected the history of the development of Islamic law in certain periods. Islamic law during the Ottoman Empire belonged to the last six periods, namely the taqlid period. What is meant by the taqlid period is a period which, among other things, is marked by the tendency of the ulama to provide adequate coverage of the Islamic community to books inherited from previous periods.
Penerapan Prinsip Keadilan Dalam Hukum Islam: Analisis Konsep Ijtihad Khalifah Umar Bin Khattab Meilani M; Fatmawati F; Lomba Sultan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10171684

Abstract

Umar bin Khattab was the second caliph of Khulafa' al-Rosyidin after Abu Bakr al-Shiddiq. He was known as an honest, firm and brave caliph. He not only showed his courage on the battlefield through several expansions he carried out to several regions such as Persia, Syria, Africa and several other cities. However, he also dared to make ijtihad in deciding a legal case which was often considered by the ulama to be contrary to the concepts of the Koran and Hadith. The thoughts or results of Umar bin Khattab's ijtihad are also identical to his progressive law. Ijtihad 'Umar ibn al-Khaṭṭāb and Progressive law have several characteristics in common, namely that they both state that law exists for the good of humans, require legal reform, and recognize the role of human behavior. in the law. However, the two have differences in terms of understanding and determining benefits. The concept of justice adopted by Umar bin Khattab as one of the leading caliphs in Islamic history, still has relevance in the modern context. Although Umar bn Khattab's concept of justice can be applied in a modern context, it is important to understand that historical and cultural contexts change over time, and their interpretation and application may vary.
Evolusi Metode Penetapan Hukum Islam: Analisis Kontribusi Sahabat Nabi Muhammad Saw Muhammad Imam Maghudi; Lomba Sultan; Fatmawati F
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 11 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10205557

Abstract

This article starts the time of the Companions when he replaced the position of the Prophet Muhammad as leader of the people and head of state, not in a prophetic position. Among them, they were later elected as leaders with the title of caliph. During this time, there were major changes in people's lives, because the area of Islam had expanded and the lives of the people had become increasingly complex. This period was a very interesting period, because the development of Islamic law became dynamic. The reason for the dynamism is nash it no longer goes down, while problems in human life always arise and require legal answers. To find this answer, a legal determination method is needed.
Perspectives from Islamic Law on the Muhammadiyah Central Leadership's Tarjih Council and Its Significance for Religious Moderation Umar, Marzuki; Sultan, Lomba; L, Sudirman; Ridwan, Muhammad Saleh; Syamsuddin, Darussalam; Idrus, Achmad Musyahid
Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Том 2 № 01 (2024): Journal of Modern Islamic Studies and Civilization
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jmisc.v2i01.517

Abstract

The research aims to explain and analyse the views of the Muhammadiyah central leadership assembly and its relevance to religious moderation. The method used in this research is a literature study that examines legal products produced by the Tarjih Council and in-depth interviews with Muhammadiyah's central and regional leaders regarding their views on religious moderation. This research shows that the Muhammadiyah central leadership tarjih council has provided moderate and flexible legal thinking. The legal products produced by the tarjih assembly have provided much knowledge to the public about how to act pretty, not easily blame others for differing opinions, be open to giving input, live side by side, be non-violent and prioritise the power of reason in looking at problems. This research concludes that the Muhammadiyah Tarjih Council's views align with the concept of moderation currently being developed by the Ministry of Religion.
TRADISI NIPANRASAI TERHADAP KASUS SILARIANG PERSPEKTIF ‘URF DI DESA SAMATARING, KECAMATAN KELARA, KABUPATEN JENEPONTO Desemriany, Siti Sharah; Sultan, Lomba
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, No. 3, September 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v1i3.15463

Abstract

Abstrak Artikel ini betujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi nipanrasai terhadap kasus silariang khususnya pada masyarakat Desa Samataring, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. Jenis atau metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif memiliki tiga kunci utama yaitu mengambil fakta berdasarkan pemahaman subjek, hasil pengamatan secara rinci dan berupaya menemukan hasil teoritis baru yang jauh dari teori yang telah ada. Penelitian kualitatif atau yang dikenal dengan penelitian lapangan, dimulai dari observasi, kemudian melakukan wawancara dengan masyarakat untuk memperoleh data atau informasi yang akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Samataring masih ada yang mempertahankan tradisi nipanrasai karena menganggap bahwa tradisi tersebut bertujuan untuk mendidik seseorang dengan diberi rasa jera jika melanggar adat yang berlaku. Ada tiga faktor penyebab terjadinya kasus silariang di Desa Samataring, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto yaitu faktor perjodohan, faktor ekonomi, dan faktor hamil luar nikah. Kemudian penerapan ‘urf dipandang melalui ‘urf shahih yang berarti kebiasaan yang sudah menjadi tradisi masyarakat dan tidak bertentangan dengan hukum islam walaupun adanya unsur kekerasan namun itu bertujuan untuk memberi rasa jera kepada pelanggarnya dan tidak dalam unsur emosional. Kata Kunci : Nipanrasai; Silariang; ‘Urf. Abstract This article aims to find out how the nipanrasai tradition is in the case of elopement, especially in the people of Samataring Village, Kelara District, Jeneponto Regency.. This type or research method is a qualitative research method. Qualitative research has three main keys, namely taking facts based on the understanding of the subject, the results of detailed observations and trying to find new theoretical results that are far from existing theories. Qualitative research or what is known as field research, starts with observation, then conducts interviews with the community to obtain accurate data or information.The results of this study indicate that the people of Samataring Village still maintain the nipanrasai tradition because they think that this tradition aims to educate someone by being given a sense of deterrence if they violate the prevailing customs. There are three factors that cause the case of elopement in Samataring Village, Kelara District, Jeneponto Regency, namely matchmaking factors, economic factors, and extramarital pregnancy factors. Then the application of 'urf is seen through' urf shahih, which means a habit that has become a community tradition and does not contradict Islamic law even though there is an element of violence but it aims to provide a sense of deterrence to the offender and not in an emotional element. Keywords: Nipanrasai, Eloping, ‘Urf 
Kedudukan Akal dan Wahyu dalam Islam dan Fungsinya sebagai Al-Syifa’ pada Gangguan Kejiwaan Pramono, Didik; Sultan, Lomba; Kurniati
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i1.2472

Abstract

This article discusses the struggle for the role of reason and revelation in the treatment of mental disorders. This article attempts to find points of contact and points of difference between revelation and reason in the treatment of crazy people. This research includes qualitative type of library research. The data comes from various relevant journal and book sources. Based on this study, it is concluded that reason is the standard for someone to be given a burden/taklif or a law. People whose minds are disturbed so that they are unable to differentiate between good and bad are called mentally disturbed people. Treatment and treatment of mental disorders and illnesses can include self-control, simplicity of life, staying away from bad morals, and making reason the essence of oneself. The revelation approach can also be taken by using the Al-Qur'an as medicine.
Analisis Rekomendasi Jilbab Quraish Shihab: Kewajiban atau Pilihan? Rezki Syafaat, Andi Airiza; Fatmawati; Lomba Sultan
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 2 (2023): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v4i2.251

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan Quraish Shihab tentang jilbab dalam konteks Al-Quran, hadis, dan perubahan sosial-budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis isi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Quraish Shihab menganggap jilbab sebagai rekomendasi, bukan kewajiban mutlak. Ia menggunakan pendekatan tafsir tematik dan menekankan pentingnya penyesuaian jilbab dengan konteks sosial dan budaya saat ini. Perbedaan pandangannya dengan mayoritas ulama menciptakan variasi dalam makna dan pemakaian jilbab dalam masyarakat kontemporer. Dampak pandangannya terlihat dalam perubahan makna, variasi model jilbab, serta penyesuaian dengan pergolakan wanita dan budaya saat ini.
Konsep Maslahat dalam Pandangan Imam Malik, Al Ghazali, dan Al Tufiy Sutikno, Sutikno; Kurniati, Kurniati; Sultan, Lomba
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 11 No 01 (2023): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v11i01.3908

Abstract

 Maṣlaḥat  adalah sebuah produk pemikiran dari para ulama yang menggambarkan tentang kemahaadilan Tuhan dalam menurunkan syari’at kepada mukallaf. Sedemikian pentingnya maṣlaḥat ini sehingga para ulama banyak berbicara tentang dalam konteks menyetujuinya dan sebagian lainnya masih mengkaji ulang eksistensinya dalam syari’at. Maṣlaḥat  bukanlah dalil yang qaṭ’iy dan ia juga bukan merupakan dalil yang ẓannīy.  Ia hanyalah dalil ijtihadi yang secara mendasar melingkupi aspek-aspek penetapan hukum (al-tasyri’) dan menjadi kajian intens ketika mukallaf  menuntut keadilan Tuhan dan  ketika mukallaf  itu dimintai keterangan dan pertanggungjawaban perbuatannya. Diskursus ulama seputar maṣlaḥat telah berkembang dan mengantar mereka pada tahapan berbeda pendapat.
Co-Authors A, Azman Abd Rahman Abd. Qadir Gassing abdi, ananda abdi Abdul Hafid Abdul Halim Talli Abdul Rahim Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Wahid Haddade Achmad Musyahid Idrus Achmad, Muhammad Thamrin Thamrin Ahimsah, Muhammad Syahril Ahmad Arief Ahmad Musyahid Ahmad Musyahid Ahmad Waliyuddin Hasanuddin Ahmad Zulkifli Affandi Al Wiah Alamsyah, Tahwin Aliah, Khairun Inayah Alis, Sulfi Amirullah -, Amirullah Amrullah, Salam Andi Herawati Andi Muhammad Akmal Andi Sartika jufri Andi Sumardin, Andi Andi Titah Niagara Unga Putri Ashar, Ashari ASNI Asriana, Ria Asriana Azisah, Nurul azman arsyad Azra, Asni Azra, Azni Bakence, Lutfi Bakri, Muammar Muhammad Bayu Teja Sukmana Darmi Darwis, Sulhah Desemriany, Siti Sharah Didik Pramono Didik Pramono, Didik Dwi Harjana Edi Ardiansa Elina Mirza esse, indo Fahrul Anggara Putra fatimah Fatimah Fatmawati Fatmawati - Fatmawati F Fatmawati f Fatmawati F Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fatthurohman Fatthurohman FIRMANSYAH, ANDI Fitrah, A. Nurhafidhah Fitri Ningsih, Fitri Fitriani Halik Hadi Daeng Mapuna Hammaihtada kafabillah Hamsir Hamsir Hamzah Hasan Hasim, Hasanuddin hasnia Heradani Heradani Heriana Heriana Heriana, Heriana Herlina Hijriah Mahrani Anwar Hindun Umiyati Husnul Maabi Ibnu Izzah Ikhsan, Muh Ikram, Muhammad Furqanul Ilfah Luthfiah Imam Makmun Indra Sultan Jasmin, Suriah Pebriyani Juhari, Andi Rezal Kadir, Muh.Awaluddin Khaerunnisa Karunia Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati Larissa, Dea M. Fadli M. Miswar Zarah M. Qahar Awaka Mahfud Mahfud Marilang Meilani M Misbahuddin Misbahuddin Misbahudin Misbahudin Misruki Misruki Muammar Bakry Mubarak, Muhammad Hilal Muh. Fadel As'ad Muh. Isra Syarif Muh. Jamal Jamil Muhammad Aswad Muhammad Fajri Muhammad Fajri Muhammad Imam Maghudi Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Shuhufi Muhammad Sukri Mulham Jaki Asti Munadi Mustaufiq, Mustaufiq Musyahid , Ahmad MUSYAHID, AHMAD Mutmainnah, Iin Noercholis Rafid. A Nur Hikmah Anugrah Ramadan Nur Saiful Nur Umniati Kalsum Nur, Irayanti Nurfaika Ishak Nurjannah Nurjannah N Nurlina Nurlina Nurman Said Nursalam Nursalam NURUL AZIZAH Pratiwi, Haerani Putra, Muh. Putri Rezky Ramadhani Putri Rezky Ramadhani Rahmad Kartono Rahman Syamsuddin Rahmaniar Rahmaniar, Rahmaniar Rahmatiah HL Rezki Syafaat, Andi Airiza Rian Hidayat Rifky Adji Sukmana Risnawati Risnawati Rohim, M. Yusuf Nur Rohman, Baitur Rondang Herlina S, Samsidar Saende, Zubair Rahman Said, Marwah Khumaerah Sardo Mangatur Pardamean Sibarani Sari, Muspita Sofyan Sohrah St Halimang Sudirman L, Sudirman Sudirman M Suhartati Supardin Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Syamsuddin, Darussalam Syamsul Ilmi Syarif, Muhammad Fazlurrahman Syatar, Abdul Taher, Muhammad Rafli HI Tsamratus Syifa' Kafrawi Umar, Marzuki Wahyuddin Nasir Wulandari, Ulfah Yunita Yusran Yusran Zarah, M. Miswar Zarul Arifin