Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Indonesia Medicus Veterinus

Penurunan Bobot Badan dan Jantung yang Tidak Diikuti Pembesaran Miosit Otot Jantung Ayam Pedaging yang Diberikan Tepung Belatung Hermetia illucens Ginting, Regina Bonifasia Br; Berata, I Ketut; Sumadi, I Ketut; Setiasih, Ni Luh Eka; Sulabda, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.690

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung belatung black soldier fly (Hermatia illucens) dalam pakan komersial terhadap bobot badan, kemudian dilihat hubungan bobot badan dan jantung, serta gambaran histologi jantung ayam pedaging. Penelitian menggunakan 24 Day Old Chicken (DOC) berjenis kelamin jantan yang dibagi ke dalam empat perlakuan masing-masing dengan enam ulangan. Perlakuan diberikan pada kontrol (P0) yaitu diberikan pakan komersial tanpa tambahan tepung belatung BSF, sedangkan kelompok P1, P2 dan P3 masing-masing diberi pakan komersial yang ditambah tepung belatung BSF 1%, 2% dan 3%. Pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Perlakuan dilakukan dari umur 14 sampai 35 hari, selanjutnya dilakukan penimbangan bobot badan. Kemudian dinekropsi untuk mengambil organ jantung. Jantung ditimbang dan selanjutnya diproses untuk pembuatan sediaan histopatologi. Pembuatan sediaan histopatologi dilakukan dengan teknik pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Peubah yang diukur adalah bobot badan dan jantung serta gambaran histopatologi jantung. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata bobot badan dan jantung masing-masing 2100,175 g dan 8,417. Hasil analisis data statistika menunjukkan bahwa penambahan tepung belatung BSF taraf 1%-3% pada pakan komersial berpengaruh nyata (P<0,05) dalam penurunan bobot badan ayam pedaging. Hubungan bobot badan dan bobot jantung diuji menggunakan regresi sederhana dengan nilai koefisiensi korelasi (R) sebesar 0,754 termasuk nilai korelasi kuat. Pemberian pakan tambahan tepung belatung taraf 1%, 2%, 3% maupun kontrol, tidak menyebabkan perubahan struktur histologi otot jantung ayam pedaging. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan tambahan tepung belatung pada ayam pedaging menyebabkan penurunan bobot badan dan tidak menyebabkan perubahan struktur histologi otot jantung. Terjadi korelasi kuat antara peningkatan bobot badan dengan bobot jantung ayam pedaging.
Persentase Jeroan dan Lemak Abdomen terhadap Bobot Potong Broiler yang Diberi Tepung Maggot Hermetia illucens Saputri, Meidhea Reforma; Siswanto, Siswanto; Sumadi, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.725

Abstract

Belatung black soldier fly mengandung protein kasar cukup tinggi (37,31%) sehingga banyak digunakan sebagai sumber protein alternatif pada pakan ternak. Penelitian-penelitian sebelumnya membuktikan bahwa belatung dapat meningkatkan pertumbuhan ternak termasuk ayam pedaging. Namun demikian, tidak sedikit penelitian yang menyatakan hasil negatif dari pemberian belatung. Tujuan dilakukannya penelitian mengenai penambahan maggot ke dalam ransum komersial adalah untuk mengetahui pengaruh murni maggot terhadap bobot potong, persentase jeroan, dan persentase lemak abdomen broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan enam ulangan, sehingga total sampel adalah 24 ekor. Tepung belatung diberikan pada ayam pedaging berumur 14-35 hari dengan dosis adalah 0% (P0), 1% (P1), 2% (P2), dan 3% (P3). Peubah yang diamati meliputi bobot potong, persentase jeroan (ampela, hati, empedu, usus), dan persentase lemak abdomen terhadap bobot potong. Rata-rata bobot potong pada P0 sebesar 2.280,12 g, P1 sebesar 2.109,65 g, P2 sebesar 1.943,13 g, dan P3 2.067,80 g. Rata-rata jeroan pada P0 sebesar 5,03%, P1 sebesar 4,94%, P2 sebesar 5,09%, dan P3 sebesar 4,76%. Persentase lemak abdomen pada P0 sebesar 1,24%, P1 sebesar 1,50%, P2 sebesar 1,07%, dan P3 sebesar 1,16%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa bobot potong ayam pedaging yang diberikan tepung belatung dengan dosis 1%-3% menurun secara nyata, sedangkan persentase lemak abdomen meningkat pada P1, serta tidak berpengaruh nyata terhadap persentase jeroan. Sehingga penambahan tepung belatung tanpa pemrosesan dalam pakan komersial ayam pedaging tidak disarankan.
Penambahan Tepung Belatung Lalat Black Soldier pada Pakan Meningkatkan Persentase Punggung dan Tidak untuk Karkas dan Recahan Karkas Ayam Pedaging Paraningtyas, Alya Diasti; Sulabda, I Nyoman; Sumadi, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.30

Abstract

Tepung belatung/maggot telah banyak digunakan sebagai bahan substitusi pakan ternak, karena dapat menggantikan tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung belatung/maggot black soldier fly pada pakan komersial terhadap persentase karkas dan recahan karkas pada ayam pedaging. Sebanyak 24 ekor ayam pedaging berumur satu hari atau day old chick/DOC dibagi empat perlakuan, masing-masing mendapat perlakuan P0 (tanpa tepung belatung/maggot), P1 (1% tepung belatung/maggot), P2 (2% tepung belatung/maggot), dan P3 (3% tepung belatung/maggot). Pakan perlakuan diberikan mulai hari ke-14 sampai hari ke-35. Hasil menunjukkan bahwa persentase karkas 75,43% sampai 77,78%, persentase dada 35,69% sampai 37,45%, persentase paha 30,73% sampai 32,02%, persentase sayap 10,41% sampai 10,74%, dan persentase punggung 17,44% sampai 19,44%. Uji statistika menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antar perlakuan. Disimpulkan bahwa penambahan tepung belatung/maggot ke dalam ransum komersial tidak berpengaruh terhadap persentase bobot karkas, bobot dada, bobot paha, dan bobot sayap kecuali persentase bobot punggung.
Co-Authors A. W. Puger Abasana, I Gusti Ketut Adi Wirawan, I Made Akhyar Sutaryono Anak Agung Putu Putra Wibawa Ariana, Tirta Ashari Astawa I P.A. B. R. T. Putri Baiq Rani Dewi Wulandani BRD. Wulandani Budarsa, I Gde Ketut Sri Budi Indarsih Budiadnyana I G. Bulkaini (Bulkaini) Bulkaini , Bulkaini Bulkaini Bulkaini CANDRADIARTA I P. M. Candradiarta IP.M Darminta, IK Dewi Anggreni, AAM Dioksa I M. R. Djoko Kiswolro Djoko Kisworo Djoko Kisworo Djoko Kisworo Djokowoerjo Sastradipradja Emiliana Mariyah Fahrullah Fahrullah Febrianti N. G.A.M.K Dewi Galang K. I P. Ginting, Regina Bonifasia Br HARYANTO I Gede Mahardika I Gede Suwindia I Gusti Lanang Oka I Gusti Nyoman Gde Bidura I Kadek Yoga Kertiyasa I Ketut Berata I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Sukada I Komang Budaarsa I M. Mudita I M. Suasta I Made Darma Oka I Made Nuriyasa I Made Sajayasa I N. T. ARIANA I Nengah Alit Nuriawan I Nengah Sunaya I Nyoman Kutha Ratna I Nyoman Sulabda I Nyoman Sumerta Miwada I NYOMAN SUTARPA SUTAMA I P. A. Astawa I Putu Ari Astawa I W. Wijana I Wayan Ardika I WAYAN WIRAWAN Ida Ayu Okarini Lewis I K. L. Luh Putu Wrasiati Maskur Maskur Mastur Miwada Sumirtha N. L. G. Sumardani N. S., Yosua Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Sriyani Ni Nyoman Sulastri Ni Wayan Tatik Inggriati Novizar Nazir NUGRAHA I K. P. P.A. Astawa Paraningtyas, Alya Diasti Permana K. P. Putra, I Putu Aditya Prawira Putri R.O.E. Putu Widya Darmayanti S Siswanto Sajayasa, IM Sangka, I Gde Nyoman Sangka, I Nyoman Gde Sangka, IGN Saputri, Meidhea Reforma Sri Budarsa, I Gde Ketut Sri Budarsa, IGK Suasta I M. Sugara Yasa, I Wayan Sukabawa, I Wayan Sukarne, Sukarne Sunaya, IN Suputra Widharma, I Gede Suranjaya I .Gd Sutama Sutama Sutaryono, Yusuf Sutaryono, Yusuf Ahkyar Syamsuhaidi, Syamsuhaidi Twen O. Dami Dato Utama I A.P.P Utama I P.S.Y Wahid Yulianto Wulandani, Baiq Rani Dewi Yuliyanti N. N.