Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SANITARY LANDFILL STUDI KASUS : ZONA 4 TPA JATIWARINGIN, KABUPATEN TANGERANG Astono, Widyo; Purwaningrum, Pramiati; Wahyudyanti, Rima
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan kemajuan tingkat perekonomian di suatu kota mempengaruhi peningkatan jumlah sampah. Peningkatan jumlah sampah akan menimbulkan permasalahan pada lingkungan, proses akhir dari pengelolaan sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia berada di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah). TPA Jatiwaringin adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang aktif di Kabupaten Tangerang, metode yang digunakan saat ini adalah Open Dumping dengan luas wilayah ±14 Ha dan terbagi menjadi 4 zona penimbunan sampah dengan fasilitas penunjangnya. Kabupaten Tangerang dengan luas wilayah 959,61 Ha, memiliki jumlah penduduk sebesar 3.165.146 jiwa pada tahun 2013 dan laju rata-rata pertumbuhan penduduk sebesar 4,42%. Berdasarkan kepada Undang-Undang No 18 Tahun 2008, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  No 3 Tahun 2013,Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2005, dan Peraturan  Menteri  Pekerjaan  Umum No 21 Tahun 2006, dinyatakan bahwa TPA di kota besar dan metropolitan harus direncanakan sesuai metode lahan urug saniter (sanitary landfill).  Oleh karena itu pada Zona 4 TPA Jatiwaringin dilakukan perencanaan menggunakan metode sanitary landfill untuk sampah tercampur (organik dan anorganik). Berdasarkan perhitungan kelayakan lokasi TPA menggunakan Penilaian Indeks Risiko Lingkungan seperti yang terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 3 Tahun 2013 yang berjumlah 530,75, hal ini berarti TPA diteruskan dan direhabilitasi menjadi lahan urug terkendali secara bertahap. Zona 4 TPA Jatiwaringin memiliki luas lahan ± 5 Ha, dengan umur pakai 745 hari atau 2 tahun 15 hari. Jenis tanah zona 4 TPA Jatiwaringin memiliki tekstur terbesar pada tekstur liat sebesar 52,69% dan tekstur lanau sebesar 26,77%, dengan angka kelulusan tanah rata-rata sebesar 2,18 x 10-6 cm/detik. Pemasangan pipa leachate menggunakan metode tulang ikan dengan diameter pipa utama 30 cm dan pipa cabang 10 cm. Pengendalian gas secara vertikal dilakukan dengan pemasangan pipa gas vertikal sebagai ventilasi gas, dengan diameter 10 cm sedangkan pengendalian gas secara horizontal digabungkan dengan pipa leachate. .  Kata Kunci : TPA, Sampah, Sanitary Landfill, Kabupaten Tangerang 
UPAYA MENGURANGI TIMBULAN SAMPAH PLASTIK DI LINGKUNGAN Purwaningrum, Pramiati
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di Indonesia masih merupakan permasalahan yang belum dapat ditangani dengan baik. Kegiatan pengurangan sampah baik di masyarakat sebagai penghasil sampah maupun di tingkat kawasan masih sekitar 5% sehingga sampah tersebut dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sementara lahan TPA tersebut sangat terbatas. Komposisi sampah terbesar di TPA selain sampah organik (70%) terdapat sampah non organik yaitu sampah plastik (14%). Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton dan hasil penelitian Jeena Jambeck 2015 menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan pengurangan sampah plastik lebih dari 1,9 juta ton hingga tahun 2019. Penanganan sampah plastik yang sudah banyak diterapkan adalah dengan Konsep 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) dan alternatif lain yang sudah banyak diteliti adalah daur ulang sampah plastik dijadikan bahan bakar minyak. Kata kunci: sampah plastik, daur ulang, bahan bakar minyak,
Design Pengembangan Landfill Zona 3, Studi KasusLandfill Manggar Balikpapan Purwaningrum, Pramiati; Pratama, Iin; Handoko, Widhi
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pembangunan satu zona khusus untuk sampah nonorganik di wilayah sanitary landfill TPA Manggar yang luasnya 25 Ha mengacu pada Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2008. Berdasarkan perhitungan dan metode LeGrand lokasi TPA telah sesuai SK SNI T-11-1991-03 [1]. Jumlah penduduk kota Balikpapan pada tahun 2009 mencapai 538.525 jiwa dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 1,44%. Total sampah yang masuk ke TPA per Januari tahun2009 sebesar 330.01 ton/hari [3]. Konsep perencanaan untuk landfill zona 3 (tiga) di TPA Manggar dikhususkan hanya untuk sampah anorganik. Namun pada perencanaan ini juga akan dibuat dua alternatif perhitungan 1 dengan sistem terpisah (khusus anorganik) dan alternatif 2 dengan sistem tercampur. Untuk sistem terpisah dengan komposisi sampah organik sebesar 66% dan sampah anorganik sebesar 34% [3]. Densitas sampah organik sebesar 290 kg/m3 dengan proyeksi timbulan sampah organik pada tahun 2014 sebesar 289,54 m3/hari. Densitas sampah anorganik sebesar 240 kg/m3 dengan proyeksi timbulan sampah anorganik pada tahun 2014 sebesar 235,51 m3/hari [3]. Hasil perhitungan didapatkan masa pakai zona 3 untuk alternatif 1 adalah 2 tahun 5 bulan. Untuk alternatif 2 hasil perhitungan timbulan sampah campuran yang telah dikurangi dari sampah pasar (perumahan, pertokoan, dan perkantoran) dengan densita sampah 290 kg/m3 maka timbulan sampah tahun 2014 sebesar 438 m3/hari didapatkan masa pakai dengan sistem tercampur selama 385 hari.Keywords: Sanitary Landfill, Inorganic, Feasibility Location
PERENCANAAN TEKNIS PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN CAKUNG, JAKARTA TIMUR Indrawati, Dwi; Purwaningrum, Pramiati; Laily Megawarni, Andi
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah perkotaan saat ini adalah timbulan sampah hasil dari berbagai macam aktivitas terus meningkat, sehingga dibutuhkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Kecamatan Cakung terletak di Jakarta Timur dengan luas 42,47 Km 2 dan jumlah penduduk pada awal tahun 2009 ± 248.327 jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem pengelolaan sampah serta merencanakan pengumpulan dan pengangkutan sampah yang lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan untuk memproyeksikan timbulan sampah pada tahun mendatang yaitu diperkirakan sesuai dengan kecenderungan tingkat aktivitas dan produktivitas industri serta income per kapita penduduk. total timbulan sampah di Kecamatan Cakung awal tahun 2009 sebesar 816 m 3 /hari dan yang terangkut sebesar 715 m 3 /hari, sehingga tingkat pelayanan di Kecamatan Cakung sebesar 87,62%. Periode perencanaan direncanakan untuk 10 tahun mendatang yang dibagi dalam 3 (tiga) tahap. Direncanakan tingkat pelayanan naik sebesar 5% setiap 3 tahun. Pemilahan direncanakan dilakukan di sumber. Pola pengumpulan sampah yang diterapkan adalah pola individual langsung, dan pola individual tidak langsung, pola komunal tidak langsung. Sampah yang terkumpul dari pola individual tidak langsung dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pulogebang. Kata kunci: sampah, kota, pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan
ANALISIS KARAKTERISTIK SAMPAH PLASTIK DI PERMUKIMAN KECAMATAN TEBET DAN ALTERNATIF PENGOLAHANNYA Widiyatmoko, H.; Purwaningrum, Pramiati; Putri Arum P, Febrina
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk meneliti sampah plastik di Kecamatan Tebet berdasarkan pilot project fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang pernah dimiliki oleh kecamatan ini. Sampah plastik termasuk sampah non organik yang tidak mudah terurai secara alami. Saat ini total timbulan sampah plastik di indonesia mencapai 5,4 ton per tahun yakni 14% dari total jumlah sampah rumah tangga. Menurut data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Darah (BPLHD), pada tahun 2014 sampah plastik di Jakarta mencapai 13% dari total sampah 6000 ton per hari. Sampah di Kecamatan Tebet terdiri dari 89.71% sisa makanan, dan sampah plastik sebanyak 5.50%. Sampah Plastik pada rumah permanen adalah 5,17%, rumah semi pemanen 5,89 %, dan non permanen 5,45%. Sampah plastik tersebut terdiri dari 21% PET, 32% PP, dan 30 % Other. Pengolahan sampah plastik sesuai jenisnya atau kode dapat mengurangi timbulan sampah secara signifikan. Jumlah sampah plastik yang dapat diolah menjadi bahan bakar mencapai 89%, pellet 100%, dan kerajinan tangan 92%. Ini berarti, bahwa pengolahan sampah plastik dapat mengurangi timbulan sampah di Kecamatan Tebet hingga 90%. Kata kunci: organik, non organik, sampah, pengolahan
PERENCANAAN PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN TANGERANG, KOTA TANGERANG ., Ratnaningsih; Purwaningrum, Pramiati; Pusparani, Amelia
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 6 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tangerang mempunyai luas wilayah sekitar 1.578,5 Ha, dengan jumlah penduduk sebesar 148.771 jiwa, Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang, total timbulan sampah di Kecamatan Tangerang pada tahun 2010 sebesar 333,25 m 3 /hari dan yang terangkut sebesar 239,94 m 3 /hari, sehingga tingkat pelayanan di Kecamatan Tangerang sebesar 72%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan suatu sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah yang lebih efektif dan efisien dengan mencari alternatif dari sistem pengelolaan sampah. Terdapat 2 alternatif yang direncanakan untuk pengelolaan sampah. Alternatif I, yaitu dengan menghitung dump truck sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Sedangkan, alternatif II dengan perubahan jalur angkut dan pembangunan TPST. Periode perencanaan direncanakan untuk 10 tahun mendatang hingga tahun 2020 yang dibagi dalam 2 (dua) tahap, yaitu Tahap I (Tahun 2014) tingkat pelayanan 76% dan Tahap II (Tahun 2019) tingkat pelayanan menjadi 83%. Pemilahan direncanakan dilakukan di sumber dengan membedakan sampah organik dan anorganik. Pola pengumpulan sampah untuk permukiman dengan rumah permanen kategori A menggunakan pola individual langsung dan pola individual tidak langsung. Untuk permukiman dengan rumah permanen kategori B dan permanen kategori C menggunakan pola komunal tidak langsung dan pola individual tidak langsung. Untuk non permukiman menggunakan pola individual langsung. Pengangkutan sampah berdasarkan jalur jalan armada yang sudah ditentukan. Sampah yang telah terkumpul dari pola individual langsung maupun pola individual tidak langsung dibawa ke TPA Rawa Kucing. Pada perencanaan ini direncanakan pembangunan TPST untuk pengolahan sampah. Pembangunan TPST tersebut berlokasi di Kelurahan Cikokol, dikarenakan masih adanya lahan kosong untuk tempat pengolahan. Sampah yang akan diolah di TPST sebesar 40% dari total timbulan sampah. Tujuan Pembangunan TPST ini juga berupaya mengurangi sampah yang dibuang ke TPA Rawa Kucing di Kecamatan Tangerang.Keywords:  waste, collection, transportation, TPST
PENERAPAN KONSEP 3R MELALUI BANK SAMPAH DALAM MENUNJANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN RAWAJATI, JAKARTA SELATAN Revani, Brigitta; Purwaningrum, Pramiati; Indrawati, Dwi
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah persampahan yang menumpuk dan belum terpilah di Kota Jakarta melatar belakangi penelitian ini. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah penduduk yang berdampak kepada jumlah sampah yang terkumpul. Peningkatan tersebut tidak dibarengi oleh kepedulian masyarakat tentang pengelolaan sampah. Program Bank Sampah merupakan salah satu cara pengelolaan sampah yang dilaksanakan untuk mengurangi permasalahan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja program Bank Sampah, mengetahui manfaat Bank Sampah dan potensi daur ulang sampah yang dihasilkan serta merencanakan pengembangan Bank Sampah di Kelurahan Rawajati. Metode yang digunakan untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah yaitu dengan SNI 19-3964-1994, Selain itu data penelitian diperoleh dengan melakukan pengamatan serta wawancara langsung di lapangan, selanjutnya dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata laju timbulan sampah di Kelurahan Rawajati sebesar 0,3 kg/org/hari. Komposisi sampah di Kelurahan Rawajati paling tinggi adalah sampaah organik yaitu 76%, sedangkan sampah non organik 24% dimana yang paling tinggi adalah sampah lain-lain. Kelurahan Rawajati memiliki Bank Sampah yang sudah berjalan selama 5 tahun dengan jumlah nasabah sebanyak 17% dari total penduduk. Saat ini, Bank Sampah di Kelurahan Rawajati mampu mengurangi sampah non organik sebanyak 4,19%. Manfaat dari adanya Bank Sampah antara lain dalam bidang pengelolaan sampah, dalam segi ekonomi dan segi sosial. Potensi daur ulang sampah yang didapat sebanyak 9,69% dari 24% total sampah non organik. Untuk perencanaan 10 tahun kedepan yaitu pada tahun 2016-2025 Bank Sampah akan berkembang dengan penambahan jumlah nasabah, perluasan wilayah pelayanan dan penambahan jenis sampah yang diterima. Target yang ingin dicapai pada akhir tahun perencanaan adalah jumlah nasabah mencapai 80% dari total penduduk , sehingga mampu mengurangi sampah sebesar 20,11%. Selain penambahan jumlah nasabah, juga direncanakan untuk menambah jenis sampah seperti plastik PS, plastik kresek, kayu dan kain. Penambahan ini akan meningkatkan potensi daur ulang sampah dan memperbesar persentase pengurangan sampah.   Keywords: waste management, non-organic waste, Waste generation, Waste Bank, Potential Recycling
ALTERNATIF PEMANFAATAN PENUTUPAN TPA GALUGA BERDASARKAN PENILAIAN RESTORATION PROBLEMS Cut Febie Idilia; Hilarion Widyatmoko; Pramiati Purwaningrum
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3374

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang akan ditutup harus sudah memiliki rencana alternatif untuk dimanfaatkan kembali yang bertujuan untuk memberikan lahan yang aman setelah TPA tersebut ditutup. Alternatif pemanfaatan ini di dapat berdasarkan perbandingan yang dapat menjadi permasalahan pada TPA setelah ditutup. Kebanyakan alternatif yang direncanakan untuk TPA yang telah ditutup adalah mengubah lahan tersebut menjadi hutan atau taman rekreasi. TPA Galuga dapat diubah menjadi Hutan atau taman rekreasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN PEKERJA, DI PT. SEMEN PADANG, SUMATERA BARAT Muchamad Irvan Zulmi; Melati Ferianita Fachrul; Pramiati Purwaningrum
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3455

Abstract

Proses produksi di PT Semen Padang terdiri dari beberapa area kerja yaitu area Cement Mill, area Preheater, area Silo Cement, area Coal Mill, area Pregrinder, area Boiler, area Conveyor Klinker, area Silo Klinker, dan area Conveyor. Dimana semua area tersebut menggunakan mesin yang dapat menimbulkan bising. Area penelitian dibagi atas 15 titik sampling. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 minggu menggunakan Sound Level Meter (dBA). Nilai Ambang Batas mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No 13/Men/X/2011 yaitu sebesar 85 dBA. Hasil penelitian tingkat kebisingan yang melebihi NAB terdapat 9 titik pengukuran yaitu Cement Mill titik 1 sebesar 86,0 dBA, Preheater titik 2 sebesar 89,2 dBA, Cement Mill titik 3 sebesar 88,4 dBA, Preheater titik 4 sebesar 89,5 dBA, Silo Cement titik 5 sebesar 88,7 dBA, Pregrinder titik 7 sebesar 89,7 dBA, Boiler titik 8 sebesar 87,3 dBA, Silo Cement titik 11 sebesar 88,8 dBA, dan Cement Mill titik 15 sebesar 88,8 dBA. Pada analisis hubungan paparan bising terhadap pekerja dari kusioner dengan jumlah 82 respondendidapati hasil paparan kebisingan terhadap gangguan mudah stress 39,0%, gangguan pendengaran 36,6%, gangguan sakit kepala 26,8%, dan peningkatan tekanan darah 14,6%. Saran yang diberikan adalah melakukan rotasi kerja sesuai PerMenaker No 13 Tahun 2011. 
ANALISIS POTENSI DAUR ULANG SAMPAH DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, PROVINSI SUMATERA BARAT Seska Fitria; Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati Indrawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3533

Abstract

Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki luas wilayah 3.354,30 km2.Permasalahan dalam penanganan sampah salah satunya adalah keterbatasan lahan yang digunakan sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Dengan mengurangi volume sampah yang dihasilkan bisa mengatasi permasalahan tersebut. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi sampah dengan melakukan daur ulang sampah. Berdasarkan hasil data yang didapat laju timbulan Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu 2,57 L/org/hr. Timbulan sampah yang dihasilkan 957,80 m3/hr pada tahun 2018 dengan jumlah penduduk 372.474 jiwa. Komposisi sampah yang diperoleh berdasarkan hasil sampling di Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu organik 81,52%; kertas 2,67%; plastik 6,53%; kayu 1,29%; kain 1,24%; karet 1,09%; logam 0,78%; kaca/gelas 1,42%; B3 0,47%. Jenis sampah yang berpotensi didaur ulang yaitu sampah organik, kertas, plastik, logam dan kaca. Sampah yang bisa didaur ulang mencapai 71,18% dan yang tidak dapat didaur ulang 27,49%.
Co-Authors Alfa Miranti Kuntaryo Amelia Pusparani Amelia Pusparani, Amelia Andi Laily Megawarni Andi Laily Megawarni, Andi Annisa Fitriani Ashardiono, Fitrio Asih Wijayanti, Asih Asri Triwandani Astari Minarti Astari Minarti Astari Minarti Ayu Widya Utami Brigitta Revani Brigitta Revani, Brigitta Cut Febie Idilia Diana Invindianty Hendrawan Dickals, Essafiora Pratama Dwi Indrawati Dwi Indrawati Dwi Indrawati Dwi Indrawati Indrawati Dwi Indrawati, Dwi Eskar, Yefy Etty Indrawati Fajriani Widya Haryanti Febrina Putri Arum P Febrina Putri Arum P, Febrina Firas Ammar Tafri Fitrio Ashardiono Fitrio Ashardiono Gita Handayani Tarigan Grace Celine Simatupang H. Widiyatmoko H. Widiyatmoko, H. Hendrawan, Diana Irvindiaty Hernani Yulinawati Hernani Yulinawati Hernani Yulinawati, Hernani Hilarion Widyatmoko Iin Pratama Iin Pratama, Iin Indrawati, Etty Jocelin, Yolanda Thasya Jodie, Himawan Kleden, Petrus Fritz Pito Kuntaryo, Alfa Miranti Lailatus Siami Lingkan Claudia Poluakan M.M. Sintorini Mayang Nuur Ervani Melati Ferianita Fachrul Minarti, Astari Muchamad Irvan Zulmi Nada Noer Halimah Nur Alifiani Ramadhanty Oemar, Tasya Olivia Seander Petrus Pito Fritz Kleden Poluakan, Lingkan Claudia Ramadhani Yanidar Ratnaningsih Ratnaningsih . Ratnaningsih . Ratnaningsih Ratnaningsih, Ratnaningsih Ratnaningsih Ruhiyat Ratnaningsih Ruhiyat Ratningsih Ruhiyat Rima Wahyudyanti Rima Wahyudyanti, Rima Rudy Pou, Rudy Ruhiyat, Ratnaningsih Ruhiyat, Ratningsih Seanders, Olivia Seska Fitria Sheilla Megagupita Putri Marendra Silia Yuslim Syamsul Arifin Tasya Oemar Tasya Oemar Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki, Tazkiaturrizki Tri Fatma Agustina Tuffahati Widad Viery Ardiansyah Wardianto, Feri Widhi Handoko Widhi Handoko, Widhi Widyo Astono Widyo Astono Winarni Winarni Winarni Winarni Wita Nirmala Yolanda Thasya Jocelin Yulinawat, Hernani Zahra, Annisa