Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI MATERIAL HASIL LANDFILL MINING DI TPA CIKUNDUL, KOTA SUKABUMI Tuffahati Widad; Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3535

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dari material hasil penambangan zona yang akan direhabilitasi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Cikundul. Perkiraan volume galian diperoleh dari data luas zona dan tinggi zona yang berasal dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kota Sukabumi, kemudian untuk berat hasil komponen material penambangan diperoleh berdasarkan data komposisi sampah dan timbulan sampah. Hasil penambangan terdiri dari material halus, material kasar, dan residu. Material halus dan material kasar dapat dimanfaatkan kembali sedangkan residu ditimbun kembali di TPA. Volume material halus yang dapat dimanfaatkan sebagai tanah penutup dan material konstruksi sebesar 166.643,55 m3, sedangkan untuk total volume material kasar yang masih dapat dimanfaat untuk didaur ulang seperti plastik, logam, dan kaca sebesar  73.563,01 ton. Perkiraan total penjualan material halus sebesar Rp8.332.177.527,38, sedangkan perkiraan total penjualan material kasar sebesar Rp125.396.493.774,32. Material penambangan dari komposisi organik berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tanah urug konstruksi dan tanah penutup harian TPA. Material hasil penambangan seperti logam, plastik, dan kaca berpotensi untuk didaur ulang. Material yang tidak dapat dimanfaatkan kembali maka menjadi residu dan diurug kembali ke TPA. 
PENGARUH KOMPOSISI SAMPAH PASAR TERHADAP KUALITAS KOMPOS ORGANIK DENGAN METODE LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) Wita Nirmala; Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6807

Abstract

Tingginya kepadatan penduduk dan keragaman aktivitas manusia mengakibatkan munculnya persoalan pada pelayanan dan prasarana perkotaan, salah satunya adalah permasalahan sampah. Sampah pasar menjadi salah satu penyumbang sampah organik di perkotaan, sehingga diperlukannya pengolahan sampah organik untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos organik dengan metode larva BSF. Larva BSF digunakan sebagai pendegradasi sampah pasar. Media yang dipakai adalah sampah pasar berupa sayuran dan buah-buahan yang dicacah dengan variasi komposisi sampah 100% sayuran, 100% buah-buahan, dan 80% sayuran 20% buah-buahan. Reaktor penelitian yang digunakan yaitu ember plastik. Berdasarkan hasil analisis, setiap sampel sampah pasar setelah didegradasi oleh larva BSF memiliki kandungan C-Organik dengan rentang 39,08-47,46%, N dengan rentang 2,297-3,744%, P dengan rentang 1,156-3,387% dan K dengan rentang 5,090-9,744% sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan SNI 19-7030-2004.
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR, KABUPATEN KARAWANG Annisa Fitriani; Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6816

Abstract

Kecamatan Telukjambe Timur memiliki jumlah penduduk sebesar 113065 jiwa, dengan sistem pengelolaan sampah yang belum memadai dan masih banyak masyarakat yang memilih membuang sampah dipinggir jalan ataupun di bantaran sungai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sumber, komposisi dan laju timbulan sampah, serta untuk mengevaluasi kondisi eksisting aspek teknis pengelolaan sampah. Data timbulan sampah diperoleh dengan menggunakan metode SNI 19-3964-1994 mengenai Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi. Selain itu melakukan observasi secara langsung, wawancara kepada masyarakat dan studi literatur untuk mendapatkan kondisi eksisting pengelolaan sampah di Kecamatan Telukjambe Timur. Hasil penelitian diketahui laju timbulan sampah sesabar 2,25(l/o/h) terdapat 2 pola  pengumpulan dan pengangkutan sampah yang diterapkan 1) pola individual langsung, sampah dari sumber langsung dikumpulkan dan diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan alat angkut berupa dumptruck berkapasitas 6 m3, 2) pola individual tidak langsung, sampah dari sumber dikumpulan menggunakan gerobak sampah berkapasitas 1 m3 dan 2 m3 ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk selanjutnya dipindahkan ke alat angkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Laju Timbulan Sampah Kecamatan Telukjambe Timur sebesar 2,25 (l/orang/hari) dengan komposisi sampah organik 59,86% dan sampah non organik 40,14%. Terdapat 2 jenis pewadahan yaitu 1) Pewadahan Individual, disediakan secara mandiri oleh masyarakat di masing-masing rumah, untuk daerah pemukiman teratur dengan wadah seperti bin & bak beton, 2) Pewadahan Komunal, tempat penampungan sementara yang digunakan secara bersama-sama yang terdapat pada daerah pemukiman tak teratur dengan wadah bak container kapasitas 6 m3.
TINGKAT KEBISINGAN LINGKUNGAN SIANG MALAM (LSM) DI KAWASAN TERMINAL BUS BARANANGSIANG, KOTA BOGOR Trisna Maulana Nugraha; Pramiati Purwaningrum; Hernani Yulinawati
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6817

Abstract

Revitalisasi Terminal Bus Baranangsiang Bogor sejak 2019 berdasarkan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek 2018–2029 dengan kebijakan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Kebisingan adalah masalah lingkungan yang belum diperhatikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat kebisingan di Terminal Baranangsiang terhadap baku tingkat kebisingan 70dB(A) dan memetakannya untuk menggambarkan rona awal terminal. Metode pengukuran bising dan pengolahan data menggunakan KepMenLH 48/1996. Pengukurang kebisingan dengan Sound Level Meter di 6 titik sampling: Gerbang Masuk Terminal, Halte Penumpang, Gerbang Keluar Terminal Pos Polisi, Gerbang Keluar Terminal Utama, Menara Pengawas, dan Kios Zona C. Sampling dilakukan 6–19 September 2019 (2 minggu) untuk memperoleh kebisingan siang malam (LSM) terdiri 7 segmen waktu: 4 segmen LS (06.00–22.00) dan 3 segmen LM (22.00–06.00). Analisis kebisingan secara visual basic dan pemetaan kebisingan dengan Surfer-11. Penelitian menyimpulkan LSM berkisar 66,9–79,2dB(A), terendah di Titik 6 (Kios Zona C) dan tertinggi di Titik 4 (Gerbang Keluar Terminal Utama) yang cenderung melebihi 70dB(A). LSM pada hari libur (Sabtu–Minggu) cenderung lebih tinggi dibandingkan hari kerja (Senin–Jumat). Secara visual tingkat kebisingan terlihat melebihi 70dB(A). Pola sebaran kebisingan dipengaruhi arah angin dominan terkonsentrasi di Titik 4. Dampak kebisingan adalah ketidaknyamanan, gangguan pendengaran, dan psikologis. Upaya pengendalian kebisingan yaitu dengan memasang peredam bising.
POTENSI PEMANFATAN SAMPAH DI PASAR LEUWILIANG, CIGUDEG DAN JASINGA KABUPATEN BOGOR MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU Ratnaningsih Ratnaningsih; Pramiati Purwaningrum; Fajriani Widya Haryanti
INFOMATEK Vol 19 No 2 (2017): Volume 19 No. 2 Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.76 KB) | DOI: 10.23969/infomatek.v19i2.628

Abstract

Pasar traditional mempunyai kontribusi yang besar sebagai penghasil sampah, demikian juga Pasar Leuwiliang (luas 21.714 m2), Cigudeg (luas 11.000 m2) dan Jasinga (luas 18 m2) yang berada di Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi sampah untuk dimanfaatkan kembali dan merancang pengelolaan sampah terpadu sesuai dengan karakteristik dan komposisi sampahnya. Metode pengambilan sampel sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994. Hasil penelitian diperoleh timbulan sampah Pasar Leuwiliang sebesar 46,36 m3/hari, Pasar Cigudeg 57,73 m3/hari dan Pasar Jasinga 120,65 m3/hari. Laju timbulan sampah Pasar Leuwiliang sebesar 184,08 liter/m2/hari, Pasar Cigudeg sebesar 262,79 liter/m2/hari dan Pasar Jasinga sebesar 311,118 liter/m2/hari. Rata-rata komposisi sampah organik ketiga pasar tersebut sebesar 71% dan 29% non oganik. Perencanaan teknis pengelolaan sampah terdiri dari pemilahan, pewadahan, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Alat pengumpul direncanakan berupa gerobak dengan kapasitas 1 m3 sedangkan alat angkut direncanakan berupa dump truck dengan kapasitas 10 m3. Lokasi TPST direncanakan di Pasar Leuwiliang seluas 826 m2, dengan kapasitas ± 100 m3/hari yang akan melayani sampah dari Pasar Leuwiliang, Pasar Cigudeg dan Pasar Jasinga. TPST tersebut direncanakan akan memiliki 6 bak pengomposan. Sampah organik yang akan diolah di TPST sekitar 70% dari total timbulan sampah sedangkan sisanya akan dipilah menjadi dua bagian yaitu sampah non organik yang akan dijual ke lapak dan residu akan diangkut ke TPA Galuga Bogor. Potensi sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dari ketiga pasar tersebut mencapai 88,94%-99,44%. Total kompos yang dihasilkan sebesar 1047,62 kg/hari dan total sampah non organik yang akan dijual ke pelapak sampah non organik adalah sebesar 708,95 kg/kg. Perencanaan TPST diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah persampahan dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat pasar maupun masyarakat sekitar pasar
ANALISIS KAPASITAS BEBAN POLUTAN RUAS HILIR SUNGAI CITARUM MENGGUNAKAN QUAL2KW Ayu Widya Utami; Pramiati Purwaningrum; Diana Irvindiaty Hendrawan
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 26 No. 2 (2020)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.tl.2020.26.2.3

Abstract

Abstract. The downstream segment of Citarum River flows from Bendung Curug, Karawang Regency and ends at Muara Gembong, Bekasi Regency. The pollution of downstream segment of Citarum River is caused by settlement, agriculture, farm, and industrial activities that dump their waste into river bodies. This causes a decrease in water quality and reduce the carrying capacity of the downstream segment of Citarum River pollutant. The purpose of this research was to analyze the pollutant load capacity (PLC) in downstream segment of Citarum River using QUAL2Kw model. This research was carried out downstream of Citarum River from segments 16 to 20 which were divided into 9 sections with 11 locations monitoring water quality. Sampling was carried out for 3 periods of observation that the sampling is done twice at each location using grab sampling method. Water quality parameters being modeled are BOD, COD, nitrate, and phosphate. The results of the simulation model of PLC for BOD was 14556.67 kg/day-23456.84 kg/day, COD was 24261.12 kg/day-39094.73 kg/day, nitrate was 24261.12 kg/day-39094.73 kg/day, and phosphate was 485.22 kg/day-781.89 kg/day. Overload of BOD was 0%-26%, COD was 61%-68%, phosphate was 78%-7%. Meanwhile, nitrate load in the Citarum River downstream segment doesn't exceed its pollutant load capacity. Keywords: Pollution Load Capacity, carrying capacity, Citarum River, Qual2Kw, water quality
Pendampingan Penerapan Teknik Sanitasi Tepat Guna di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat Hernani Yulinawati; Pramiati Purwaningrum; Winarni Winarni; Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.371 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1255

Abstract

Kelurahan Kota Bambu Selatan (KBS) merupakan kawasan yang sangat padat penduduknya dengan lahan terbatas/sempit untuk pembangunan infrastruktur lingkungan, terutama bidang sanitasi. Tujuan PkM di Kelurahan KBS untuk mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-6 Air Bersih dan Sanitasi Layak dan SDG ke-11 Kota dan Pemukiman Berkelanjutan melalui pendampingan program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Biopori, dan Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu (KPST) yang merupakan bagian dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pendampingan dilakukan dengan pendekatan metode pemicuan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dalam memilih teknologi sanitasi. Masyarakat diharapkan berpartisipasi langsung dalam proses STBM dari tingkatan diajak berunding dan membuat keputusan bersama. PkM berlangsung tahun 2019-2021, beberapa kegiatan bekerja sama dengan PLN Peduli (CSR). Pada awal PkM dilakukan penyuluhan tentang sanitasi tepat guna secara umum agar masyarakat dapat memahami definisi dan unsur-unsur dalam sanitasi. Kegiatan pertama tahun 2019 adalah pelatihan pemilahan sampah rumah tangga organik dan anorganik yang mendukung Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah yang diluncurkan KLHK 15 September 2019. Kegiatan kedua tahun 2020 adalah pelatihan pembuatan lubang biopori yang mendukung Gerakan 10 Juta Lubang Biopori di Jakarta. Kegiatan ketiga tahun 2021 adalah pelatihan pemilihan sanitasi sistem setempat sesuai PerGub DKI Jakarta No. 9 Tahun 2020 tentang Revitalisasi Tangki Septik Rumah Tangga untuk mendukung kelurahan bebas BABS. Ketiga kegiatan tersebut saling mendukung dan terus berlanjut untuk pencapaian SDG 6 dan 11 di tingkat lokal. Meskipun pandemi COVID-19 mengakibatkan penundaan pelaksanaan agar kegiatan berkelanjutan, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam pemulihan masyarakat karena pandemi COVID-19.
Kajian Timbulan, Komposisi dan Nilai Recovery Factor Sampah di TPS 3R Kampung Injeuman, Desa Cibodas Nada Noer Halimah; Pramiati Purwaningrum; Lailatus Siami
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4777

Abstract

Waste management in Kampung Injeuman Cibodas Village, Pasirjambu District, Bandung Regency still applies the conventional concept (collect-transport-dispose). This management approach does not support the vision of Desa Cibodas towards Eco-Village. In order to realize the vision of Cibodas Village through waste management at TPS 3R Kampung Injeuman, it is necessary to study the generation, composition and value recovery factor at TPS 3R Kampung Injeuman. The method of measuring data directly at the research site includes the generation of waste entering the 3R TPS, waste density, and waste composition using the load count analysis method based on SNI 19-3964-1994. Waste generation at TPS 3R Kampung Injeuman is 1,015,445 kg/day consisting of organic waste of 704,755 kg/day and non-organic waste of 310,7 kg/day. Then, from the composition data, it is known that waste that can still be reused is represented in percent of the recovery factor for organic waste of 91,81%; plastic waste by 46,69%; paper waste by 80.942%; metal waste by 100%; glass waste by 70%; and cloth waste by 58,67%.
The Study of Waste Management and Its Usefulness in the Old City Area, Jakarta Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati; Tasya Oemar; Grace Celine Simatupang
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i3.4508

Abstract

The Old City is an area with high economic value because they have different tourist centers, businesses, services, and trades. However, the residents' settlements and other activities in this area failed to be equipped with adequate sanitation facilities. In DKI Jakarta, rapid population growth directly and indirectly affects waste volume generation because waste management needs to be properly performed in line with existing regulations. This situation makes it necessary for people to discover the recyclable and processing organic waste. The results showed that the waste generation rate in Taman Sari Sub-District was 2.75 liters/person/day. It also indicated that organic, plastic, and paper waste are 29.24%, 35.09%, and 27.13% respectively. Therefore, organic waste processing needs to be performed by composting using the Black Soldier Fly larvae media such as magot.
POTENSI PEMANFAATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KELURAHAN KOTA BAMBU SELATAN, PALMERAH, JAKARTA BARAT Pramiati Purwaningrum; Winarni Winarni; Hernani Yulinawati; Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 2, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.228 KB) | DOI: 10.25105/juara.v2i1.8727

Abstract

Biopore Infiltration Hole (LRB) is an alternative and simple technology for rainwater infiltration that can be useful as a processor for organic waste from households and can be applied in narrow urban residential areas such as in Kota Bambu Selatan (KBS) Sub-district. LRB technology in general is to reduce water inundation, increase groundwater reserves, and reduce the volume of organic waste. Therefore, the Community Service Program of the Environmental Engineering Study Program has the aim of providing counseling and training to PPSU officers (Public Facilities and Infrastructure Handling  Workers) of KBS Sub-district in implementing LRB in accordance with technical requirements without impacting groundwater pollution.  The method used was to provide LRB educational materials aimed at the community, especially PPSU officers through direct explanations, educational posters and brochures. The current condition is that KBS Sub-district already has LRB at several points in 2017, however it got some technical problems such as pipe size is too small, namely 7.5 cm (minimum pipe diameter requirement is 10 cm); there is dredging activity, there is no top cover so that small animals often enter, and in some locations there is often stagnant water.
Co-Authors Alfa Miranti Kuntaryo Amelia Pusparani Amelia Pusparani, Amelia Andi Laily Megawarni Andi Laily Megawarni, Andi Annisa Fitriani Ashardiono, Fitrio Asih Wijayanti, Asih Asri Triwandani Astari Minarti Astari Minarti Astari Minarti Ayu Widya Utami Brigitta Revani Brigitta Revani, Brigitta Cut Febie Idilia Diana Invindianty Hendrawan Dickals, Essafiora Pratama Dwi Indrawati Dwi Indrawati Dwi Indrawati Dwi Indrawati Indrawati Dwi Indrawati, Dwi Eskar, Yefy Etty Indrawati Fajriani Widya Haryanti Febrina Putri Arum P Febrina Putri Arum P, Febrina Firas Ammar Tafri Fitrio Ashardiono Fitrio Ashardiono Gita Handayani Tarigan Grace Celine Simatupang H. Widiyatmoko H. Widiyatmoko, H. Hendrawan, Diana Irvindiaty Hernani Yulinawati Hernani Yulinawati Hernani Yulinawati, Hernani Hilarion Widyatmoko Iin Pratama Iin Pratama, Iin Indrawati, Etty Jocelin, Yolanda Thasya Jodie, Himawan Kleden, Petrus Fritz Pito Kuntaryo, Alfa Miranti Lailatus Siami Lingkan Claudia Poluakan M.M. Sintorini Mayang Nuur Ervani Melati Ferianita Fachrul Minarti, Astari Muchamad Irvan Zulmi Nada Noer Halimah Nur Alifiani Ramadhanty Oemar, Tasya Olivia Seander Petrus Pito Fritz Kleden Poluakan, Lingkan Claudia Ramadhani Yanidar Ratnaningsih Ratnaningsih . Ratnaningsih . Ratnaningsih Ratnaningsih, Ratnaningsih Ratnaningsih Ruhiyat Ratnaningsih Ruhiyat Ratningsih Ruhiyat Rima Wahyudyanti Rima Wahyudyanti, Rima Rudy Pou, Rudy Ruhiyat, Ratnaningsih Ruhiyat, Ratningsih Seanders, Olivia Seska Fitria Sheilla Megagupita Putri Marendra Silia Yuslim Syamsul Arifin Tasya Oemar Tasya Oemar Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki, Tazkiaturrizki Tri Fatma Agustina Tuffahati Widad Viery Ardiansyah Wardianto, Feri Widhi Handoko Widhi Handoko, Widhi Widyo Astono Widyo Astono Winarni Winarni Winarni Winarni Wita Nirmala Yolanda Thasya Jocelin Yulinawat, Hernani Zahra, Annisa