Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

KAPASITAS TEKAN KOLOM TERSUSUN LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON Guznan, Mahendra; Basuki, Achmad; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.511 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37228

Abstract

Penebangan pohon terus menerus yang dilakukan untuk mendapatkan kayu dengan kualitas yang baik mengakibatkan kurangnya ketersediaan kayu tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Laminated Veneer Lumber (LVL) kayu sengon karena kayu sengon merupakan salah satu kayu yang cepat tumbuh sehingga dapat terjamin ketersediannya. Beban desak berlebihan yang terjadi pada kolom suatu struktur bangunan dapat mengakibatkan kegagalan kolom dalam melawan beban desak yang disebut dengan tekuk. Tekuk yang terjadi dapat menimbulkan ketidakseimbangan pada suatu sistem struktur sehingga struktur tersebut akan mengalami kegagalan dalam menahan beban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dan analisis. Penelitian ini dilakukan dengan menguji tekan benda uji berupa kolom tersusun LVL kayu sengon. Jumlah benda uji yang digunakan 9 buah yang terdiri dari 3 variasi dan masing-masing variasi terdapat 3 buah benda uji. Dari hasil pengujian tekan kolom tersusun LVL kayu sengon diperoleh kapasitas tekan untuk variasi LVL A, LVL B, dan LVL C berturut-turut adalah 68733,3 N, 74100 N, dan 16800 N. Beban maksimum hasil pengujian tekan kolom tersusun LVL kayu sengon lebih kecil daripada beban maksimum hasil perhitungan teoritis.
PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT ANTARA SISTEM GANDA DENGAN DINDING GESER DAN SISTEM GANDA DENGAN BRESING (STUDI KASUS : BANGUNAN APARTEMEN DI YOGYAKARTA) Prasetyo, Faishal Shiddiq; Purwanto, Edy; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.15 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37127

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu gaya yang diperhitungkan dalam merancang suatu gedung bertingkat. Sistem struktur gedung bertingkat yang biasa digunakan untuk menahan gaya horizontal dari gempa bumi yaitu sistem ganda dengan dinding geser, tetapi sistem ganda dengan bresing juga merupakan salah satu solusi untuk menahan gaya gempa horizontal. Dibutuhkan pengetahuan sistem mana yang lebih efektif antara sistem ganda dengan dinding geser dan sistem ganda dengan bresing dalam menahan gaya horizontal dari gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja gedung bertingkat yang memiliki sistem ganda dengan dinding geser dan sistem ganda dengan bresing ketika menerima gaya horizontal gempa. Kinerja gedung diperoleh dengan menganalisis kurva spektra kapasitas yang didapat dari analisis statik nonliniar pushover dengan program SAP2000. Pada penelitian ini, gedung bertingkat yang memiliki sistem ganda dengan dinding geser diwakili oleh gedung existing apartemen di Yogyakarta. Gedung bertingkat yang memiliki sistem struktur ganda dengan bresing dibuat dengan menggantikan elemen dinding geser pada gedung existing dengan 2 alternatif bresing. Gedung Alternatif A-1 memiliki sistem struktur ganda dengan bresing diagonal. Gedung Alternatif A-2 memiliki sistem struktur ganda dengan bresing X. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya geser dasar seismik pada gedung Alternatif A-1 lebih besar 1.9 % daripada gaya geser dasar seismik pada gedung existing. Gaya geser dasar seismik pada gedung Alternatif A-2 lebih kecil 4.41 % daripada gaya geser dasar seismik pada gedung existing. Dengan acuan dari SNI 1726:2012, nilai simpangan antar lantai baik gedung existing maupun gedung Alternatif memiliki nilai simpangan antar lantai yang memenuhi batas syarat simpangan. Dengan acuan dari ATC-40, berdasarkan nilai Total Drift, maka nilai level kinerja gedung existing maupun gedung Alternatif termasuk dalam Immediate Occupancy
SAMBUNGAN BATANG TEKAN DAN MOMEN LENTUR LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) DENGAN ALAT PENGENCANG BAUT Pamungkas, Bagus Adi; Basuki, Achmad; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.27 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37309

Abstract

Laminated Veneer Lumber (LVL) kayu sengon merupakan kayu yang diproduksi dari kayu yang masa tumbuhnya singkat sehingga terjamin ketersediaannya dan tidak mengganggu hutan alam.Karena keterbatasan panjang kayu, konstruksi kayu diperlukan sambungan dalam pengerjaannya yang bertujuan untuk memperpanjang batang kayu sesuai yang diinginkan.Pada perencanaan struktur kayu tersebut, baut seringkali digunakan sebagai alat sambungnya.Penelitian ini dilakukan untuk menghitung kapasitas sambungan batang tekan dan momen lentur sambungan Laminated Veneer Lumber (LVL) kayu sengon dengan alat sambung baut.Penelitian ini menggunakan diameter baut yang seragam, yaitu 8 mm. Jumlah keseluruhan benda uji yang digunakan 18 benda uji.Pada pengujian sambungan tekan digunakan variasi penggunaan jumlah baut, yaitu 2; 3; dan 4 baut. Alat yang digunakan untuk pengujian ini ialah UTM (Universal Testing Machine). Hasil pengujian sambungan tekan diperoleh kapasitas sambungan untuk jumlah baut 2, 3, dan 4 yaitu berturut-turut sebesar 6136,667 N; 8790,00N; dan 11623,333 N. Hasil pengujian sambungan momen lentur diperoleh kapasitas sambungan sebesar 261510,667 Nmm. Kata Kunci :Laminated Veneer Lumber, Baut, Sambungan
ANALISIS DINAMIK RIWAYAT WAKTU NONLINIER SKEW BRIDGE Abidin, Zainal; Sangadji, Senot; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.696 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36579

Abstract

Skew bridge adalah jembatan yang memiliki sudut miring yang terbentuk antara garis tengah jembatan dan garis tengah penumpu abutment atau pier. Potensi munculnya gempa bumi yang besar di Indonesia menyebabkan skew bridge juga harus memiliki ketahanan yang baik terhadap gempa. Saat terjadi gempa besar, sebagian material struktur telah  mengalami plastifikasi yang menyebabkan struktur berperilaku nonlinier, dengan begitu analisis dinamik nonlinier dilakukan pada penelitian ini. Skew bridge yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada 2 bentang utama jembatan jalan tol Solo Kertosono sta 108+666 di kota Madiun. Pada penelitian ini 3 rekaman gempa digunakan dalam analisis, dengan keseluruhan rekaman gempa disesuaikan dengan spektrum gempa daerah jembatan. Analisis nonlinier dilakukan dengan menganalisis nilai kekakuan dan kondisi struktur pilar jembatan pada setiap siklus pembebanan berdasarkan hasil kurva respon histeretik. Hasil analisis respon struktur menunjukkan semua rekaman gempa menghasilkan nilai drift ratio kurang dari 0,5%. Hasil analisis nonlinier menunjukkan terjadinya nonlinieritas semua rekaman gempa pada siklus ke-2 dan penyebabnya adalah cracking pada beton.
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN KOLOM BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL 10 LANTAI DI SEMARANG) Nugraha, Lanjar Aji; Supardi, Supardi; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.754 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36717

Abstract

Kekuatan suatu bangunan adalah ditinjau dari kemampuannya dalam menerima gaya-gaya dan beban-beban yang bekerja terhadapnya, termasuk salah satunya adalah beban gempa. Indonesia, daerah dengan tingkat resiko kegempaan tinggi mengharuskan sistem struktur yang ada memenuhi kaidah-kaidah bangunan tahan gempa yang diatur di dalam SNI 1726:2012. Kolom sebagai struktur utama bangunan memegang peranan yang sangat penting dalam bangunan tahan gempa. Adanya peraturan yang terus diperbarui mengharuskan evaluasi terhadap kekuatan dan detailing tulangan kolom bangunan yang ada perlu dilakukan sesuai dengan peraturan terbaru yaitu SNI 2847:2013. Evaluasi bangunan dilakukan menggunakan metode analisis statik ekuivalen dengan program ETABS. Berbagai macam kombinasi pembebanan gravitasi dan pembebanan gempa sesuai SNI 1726:2012 didistribusikan ke struktur bangunan. Berdasarkan hasil analisis ETABS kemudian dicari defleksi maksimum masing-masing lantai untuk mendapatkan nilai simpangan antar lantai dan didapatkan gaya dalam untuk masing-masing elemen struktur bangunan. Dari hasil tersebut dipilih kolom yang mewakili untuk dievaluasi kekuatan dan persyaratan detailing tulangannya berdasarkan SNI 2847:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 10 lantai di Semarang memenuhi persyaratan (?) < ?a/?. Kolom eksisting memenuhi persyaratan geometri struktur kolom. Hasil perhitungan kolom disajikan dalam bentuk diagram interaksi. Untuk kondisi kolom yang dievaluasi memenuhi persyaratan kekuatan kolom karena masuk area diagram interaksi dan konsep strong column-weak beam terpenuhi dengan ?Mnc ? ?1,2Mnb. Kekuatan geser nominal (Vn) pada kolom untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve < ? Vn. Persyaratan detailing tulangan memanjang kolom memenuhi syarat 0,01Ag < Ast < 0,06Ag. Persyaratan tulangan transversal yang terpasang pada lo dan di luar lo memenuhi persyaratan detailing sesuai SNI 2847:2013.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG DENGAN ANALISIS PUSOVER (STUDI KASUS: GEDUNG BEDAH SENTRAL TERPADU RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA) Masbudi, Masbudi; Purwanto, Edy; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.974 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37236

Abstract

Earthquake causes damage to buildings and casualties. Design of buildings against earthquake loads is very important so during an earthquake the building does not collapse and no casualties. Especially for important buildings like the Ingrated Central Sugrical Building (GBST) Bethesda Hospital Yogyakarta is expected to keep functioning and have not experienced significant damage after the earthquake. In performance based design, level of performance for hospital buildings is lmmediate Occupancy (IO). The purpose of this research is to know actually performance level of the structure GBST Bethesda Hospital in Yogyakarta. Evaluation method use is non-linear static analysis (Pushover). The lateral load determining by static equivalent analisys, the lateral load given monotonic in one direction step by step. Performance level determine in Capacity Spectrume Method according Applied Technologi Council (ATC 40,1996) the result is performance point and displacement targets method according Federal Emergency Management Agency (FEMA 356,2000). Structure performance level specified by drift ratio required by ATC 40 (1996). The result of evaluation according ATC 40 (1996) in the X direction obtained value of displacement at 0,174m, in the direction Y at 0,185m while the according FEMA 356 (2000) the displacement in direction X at 0,137m and Y direction at 0,179m. The value of drift ratio actual is less than 1% so the performance level for earthquake return period of 2500 years is the Immediate Occupancy.
ANALISIS TEGANGAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA SPILLWAY BENDUNGAN DENGAN PENGGANTIAN BENTUK MERCU Haslindar, Yoga Sabraina; Supriyadi, Agus; Muttaqien, Adi Yusuf
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37331

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Air melimpah pada musim penghujan dan sangat sedikit ketika kemarau. Sehingga dalam pada bendungan harus di disain sedemikian sehingga dapat menampung air untuk digunakan pada musim kemarau dan harus dapat mengalirkan air yang berlebihan ketika musim pennghujan. Penggantian bentuk mercu spillway adalah salah satu cara untuk meningkatkan debit aliran mercu pelimpah. Penelitian ini meneliti tegangan dalam struktur bangunan spillway dengan penggantian bentuk mercu spillwayogee dengan bentuk mercu trapesoid pada bendungan Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah. Dikarenakan bentuk mercu trapesoid yang tidak prismatis pada arah longitudinal sehingga analisis yang dilakukan dengan Metode Elemen Hingga, menggunakan elemen solid 3D. Dari hasil analisis Metode Element Hingga menggunakan program SAP2000 didapat peningkatan tegangan akibatpenggantian bentuk mercu spillway untuk tegangan normal arah S11 terjadi peningkatan pada kisaran 0% - 43366,93%, S22 pada kisaran 0% - 32767,74% dan pada arah S33 dalam kisaran 0 - 132349,32%, angka tersebut pada segmen dasar mercu spillway. Pada segmen badan spillway dan dasar spillway peningkatan tegangan normal pada semua arah akan semakin berkurang
UJI KUAT LENTUR PADA PANEL BETON BERAGREGAT KASAR LIMBAH PLASTIK PET DAN TULANGAN WIREMESH Ramadhani, Muhammad Fauzan; Basuki, Achmad; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37250

Abstract

Limbah plastik PET (Polyethylene Terephthalate) dapat menjadi alternatif bahan pengganti agregat kasar pada beton ringan yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai kuat lentur panel beton beragregat kasar limbah plastik PET dengan penambahan silica fume dan serat baja yang diperkuat dengan wiremesh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental. Pengujian terhadap agregat halus, agregat kasar dan kawat wiremesh dilakukan sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui kelayakan material. Perencanaan rancang campur beton menggunakan metode Dreux-Corrise. Kawat wiremesh yang digunakan berdiameter 1,55 mm dengan spasi tulangan 2,5 cm. Presentase silica fume yang dipakai sebesar 10% dari berat semen dan serat baja yang digunakan adalah kawat bendrat. Benda uji berbentuk panel berukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm dan memilik variasi ketebalan 3 cm dan 5 cm yang masing-masing berjumlah 3 buah. Berdasarkan analisis perhitungan kuat lentur, nilai kuat lentur rata-rata dari panel beton dengan ketebalan beton 3 cm secara teoritis adalah 110.439 N.mm dan menurut hasil pengujian laboratorium adalah 376.667 N.mm. Nilai kuat lentur rata-rata dari panel beton dengan ketebalan beton 5 cm secara teoritis adalah secara teoritis adalah 316.178 N.mm dan menurut hasil pengujian laboratorium 573.330 Nmm.
Co-Authors Abdul Malik Abdul Muis Abdullah , Humaira DJ Abrianto, Heri Achmad Basuki Aditya, Sri Praba Agung Budi Muljono Agus Setiya Budi, Agus Setiya Aisyah, Nur Siti Amir, Rini Angga Rizky, Agus Anwar, Indry Widyasti Arfandi Arfandi, Arfandi Arifatunurrillah, Aldilla Astarina, Ivalaina Aswan Supriyadi Sunge Bagus Adi Pamungkas Cirella, Giuseppe T Corrina, Fatti Dian Indiyati Edy Purnomo Edy Purwanto Eka Darmana, Eka Eka Wahjuningsih Eriyanto, Eriyanto Guznan, Mahendra Habibatul Islamiyah, Ummi Hapsila, Angga Harjian, Muhammad Rivaldi Haslindar, Yoga Sabraina Hermanto Hermanto Herucahyo, Dwi Putra Hi Mumamad, Hujaefa Hidayanti, Fitria Hidayati, Titiek Rohanah Irmadiani, Nadia Jatnika, Ika Juwita, Melda R Kardi, Irmawati Kardiatun, Tutur Khotibul Umam Kusno Adi Sambowo La Ode Baytul Abidin Listyorini, Listyorini Magvirah Octasary Mahmud, Toni Anwar Marliana, Intan Maharani Dian Marwanto, Ary Masbudi, Masbudi Masbudi, Masbudi Mirati, R. Elly muchtar, ali masjono Muhammad Muttaqin Muhammad Nashirudin, Muhammad Muhammad Ramli Muttaqien, Adi Yusuf Nidya Dudija Nugraha, Lanjar Aji Nurnawati Hindra Hastuti Octaviyanto, Fauzi Ardi Parijo . Pradika, Jaka Prasetyo, Faishal Shiddiq Rachman, Nissa Zahra Ramadhani, Muhammad Fauzan Ramadhani, Muhammad Fauzan Remofa, Yudha Repi, Viktor Vekky Ronald Rizki, Annisa Safitri, Susi Salamet, R. Apit Rahmat Samsudin Hi Adam Sari, Fitria Wulan Sekar Arum, Sekar Senot Sangadji, Senot Sholeha, Maratus Sholeha, Mar’atus Sihabuddin, Sihabuddin Stefanus Adi Kristiawan Sumbayak, Klaudia Anggita Supardi Supardi Syaeful Karim, Syaeful Syaiful Anam Tapain, Sitinur Ajijah Tauda, Sulasti Tedi, Nanang Vidyasari, Rahmanita Wang, Tao Widiyowati, Estu Wulan Sari, Fitria Yanuardi Yanuardi Zainal Abidin Zainuddin .