Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pupuk Npk dan Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Varietas Zatavy di Tanah Podsolik Merah Kuning Susilawati, Dwi Nur; Susana, Rini; Darussalam, Darussalam
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v15i2.81089

Abstract

Pemanfaatan tanah podsolik merah kuning (PMK) untuk budidaya mentimun berdampak pada kendala kesuburan tanah yang rendah, rendahnya bahan organik, serta struktur tanah yang pejal, penambahan pupuk NPK dan pupuk hayati diharapkan dapat memperbaiki kesuburannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk NPK dan konsentrasi pupuk hayati yang memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun terbaik pada tanah PMK. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan dari bulan Desember 2023 "“ Januari 2024 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, Faktor pertama dosis pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 100 kg/ha, 200 kg/ha dan 300 kg/ha dan faktor kedua konsentrasi pupuk Hayati ( P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 1ml/l, 2ml/l dan 3 ml/l. Variabel yang diamati meliputi: volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah per tanaman, rata-rata berat buah, diameter buah pertanaman dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK 100 kg/ha sudah cukup untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil mentimun yang baik.Kata Kunci : Mentimun,  NPK, Podsolik Merah Kuning, Pupuk Hayati .
Pengaruh Pupuk N dan Inokulasi Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau pada Tanah Gambut Rahmawati, Anisa; Susana, Rini; Darussalam, Darussalam
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol. 2 No. 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.100735

Abstract

Budidaya kacang hijau pada tanah gambut dihadapkan pada beberapa kendala, salah satunya yaitu rendahnya kandungan nitrogen, upaya meningkatkan kandungan nitrogen pada tanah gambut dapat dilakukan dengan pemberian pupuk N menggunakan pupuk urea, untuk meningkatkan efisiensi N maka dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penambatan nitrogen dengan inokulasi menggunakan Rhizobium yang sesuai dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk N dan inokulasi rhizobium yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dari bulan April hingga bulan Juni 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk N (N) dalam bentuk pupuk Urea yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu n1 = 25 kg/ha urea setara dengan 0,25 g/tanaman, n2 = 50 kg/ha urea setara dengan 0,5 g/tanaman, n3 = 75 kg/ha urea setara dengan 0,75 g/tanaman, n4 = 100 kg/ha urea setara dengan 1 g/tanaman dan faktor kedua yaitu inokulasi rhizobium (R) yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu r0 = Tanpa rhizobium dan r1 = Rhizobium. Terdapat 8 kombinasi perlakuan yaitu : n1r0, n1r1, n2r0, n2r1, n3r0, n3r1, n4r0 dan n4r1 yang terdiri dari 3 ulangan. Variabel yang di amati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, jumlah bintil akar total, jumlah bintil akar efektif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pupuk N dan inokulasi rhizobium terhadap variabel berat kering tanaman, perlakuan pupuk N 25 kg/ha tanpa rhizobium menghasilkan berat kering tanaman terbaik dengan rerata 25,38 g, akan tetapi pemberian pupuk N dan inokulasi rhizobium pada berbagai dosis secara tunggal tidak berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, 4 MST, 5 MST, umur berbunga, berat kering tanaman, bintil akar total, bintil akar efektif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, dan berat 100 butir biji kering.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KECIPIR TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KALIUM PADA TANAH GAMBUT sabarudin, Sabarudin; Susana, Rini; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.102397

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman tropis yang bernilai gizi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk hayati dan pupuk kalium serta interaksi keduanya yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman kecipir di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari 18 Februari sampai dengan 29 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hayati (H) dan faktor kedua pupuk kalium (K) masing-masing terdiri dari 3 taraf sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel penelitian yaitu berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, bobot polong dan panjang polong, serta variabel penunjang meliputi suhu udara, kelembaban udara dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kecipir pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati dan pupuk kalium dapat meningkatkan jumlah polong tanaman kecipir dengan kombinasi perlakuan 300 kg/ha pupuk hayati dan 250 kg/ha pupuk kalium.
APLIKASI PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN KALIUM DALAM MENINGKATKAN HASIL BAWANG MERAH Sabtia, Desi; Susana, Rini; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.103818

Abstract

Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) atau ultisol memiliki kendala utama berupa kejenuhan basa yang rendah serta kandungan hara dan bahan organik yang rendah sehingga berpengaruh terhadap produksi bawang merah. Upaya perbaikan sifat tanah PMK sebagai media budidaya bawang merah dapat dilakukan melalui pemberian pupuk kandang burung puyuh dan kalium. Pupuk kandang burung puyuh berperan dalam meningkatkan bahan organik dan aktivitas mikroorganisme tanah, sedangkan pupuk kalium berfungsi dalam menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi pupuk kandang burung puyuh dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada bulan Mei–Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu pupuk kandang burung puyuh (30, 40, dan 50 ton/ha) dan pupuk kalium (150, 200, dan 250 kg/ha), masing-masing diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata terhadap tinggi tanaman umur 2–4 MST, jumlah daun 4 MST, dan berat segar tanaman. Interaksi dosis pupuk kandang burung puyuh 50 ton/ha dan pupuk kalium 150 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK
PENGARUH TAILING BAUKSIT DAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU VAR. VIMA-4 PADA TANAH GAMBUT Ma'ruf, Rizky Mardiansyah; Susana, Rini; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105114

Abstract

Lahan gambut dalam budidaya kacang hijau memiliki beberapa kendala diantaranya pH yang rendah dan porositas yang tinggi sehingga dapat menghambat pertumbuhan kacang hijau. Upaya untuk mengatasi kendala tanah gambut tersebut dapat dilakukan dengan pemberian tailing bauksit dan biochar tongkol jagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik antara tailing bauksit dan biochar tongkol jagung terhadap pertumbuhan kacang hijau var. Vima-4 pada tanah gambut. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan tailing bauksit (t) yang terdiri dari 3 taraf  perlakuan (t1 = 10 ton/ha), (t2 = 15 ton/ha), (t3 = 20 ton/ha) dan biochar tongkol jagung (b) dengan 3 taraf perlakuan (b1 = 7,5 ton/ha), (b2 = 15 ton/ha), (b3 = 22,5 ton/ha), masing-masing diulang tiga kali dengan empat sampel tanaman per unit. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara tailing bauksit dan biochar tongkol jagung terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah gambut. Namun, didapatkan dosis tailing bauksit dan biochar tongkol jagung  secara tunggal yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah gambut yaitu, 10 ton/ha tailing bauksit dan 7,5 ton/ha biochar tongkol jagung.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME TERHADAP PEMBERIAN ABU TERBANG DAN PUPUK GRAND K PADA TANAH PMK Purnama, Zulfian; Rianto, Fadjar; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105709

Abstract

Tanah Podsolik Merah Kuning merupakan tanah masam dengan kendala kimia dan fisika yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga diperlukan pembenah tanah dan pemupukan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu terbang dan pupuk Grand K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame pada tanah Podsolik Merah Kuning dan menentukan kombinasi terbaik pemberian abu terbang dan Pupuk Grand K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame di tanah PMK. Percobaan dilaksanakan di kecamatan Pontianak Barat selama 3 bulan menggunakan rancangan kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor abu terbang 0 dan 84 ton/ha dan Pupuk Grand K 184, 276, dan 368 kg/ha, masing-masing diulang empat kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur bunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong, jumlah polong isi, presentase polong hampa, danberat polong segar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tidak terjadiinteraksi antaran pemberian abu terbang dan pupuk Grand K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame pada tanah PMK. Namun, perlakukan tanpa abu terbang dan dosis pupuk Grand K 276 kg/ha memberikan hasil terbaik. Meskipuk terdapat interaksi antara kedua faktor, kombinasi perlakukan tanpa abu terbang + pupuk Grand K 276 kg/ha memberikan respon paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah PMK.
APLIKASI DOLOMIT DAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU VARIETAS VIMA 4 PADA TANAH GAMBUT Tarumpu, Kristoforus Sarabu Sarang; Susana, Rini; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105963

Abstract

Tanah gambut memiliki kendala pH rendah dan tingkat porositas tinggi. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan dan hasil kacang hijau, diperlukan upaya untuk memperbaiki kondisi tanah gambut. Pemberian dolomit dapat meningkatkan pH lahan gambut yang rendah dan pemberian biochar tongkol jagung dapat menurunkan porositas yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik antara dolomit dan biochar tongkol jagung terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau var. Vima-4 pada tanah gambut. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dolomit (d) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (d1 = 15,6 ton/ha), (d2 = 21,1 ton/ha), (d3 = 26,7 ton/ha) dan biochar tongkol jagung (b) dengan 3 taraf perlakuan (b1 = 7,5 ton/ha), (b2 = 15 ton/ha), (b3 = 22,5 ton/ha), diulang tiga kali dengan empat sampel tanaman per unit. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dolomit dan biochar tongkol jagung. Namun, didapatkan dosis dolomit dan biochar tongkol jagung secara tunggal yang efektif yaitu, 15,6 ton/ha dolomit dan 7,5 ton/ha biochar tongkol jagung.
APLIKASI TAILING BAUKSIT DAN BIOCHAR SEKAM PADI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU VARIETAS VIMIL 1 DI TANAH GAMBUT Insani, Sa'diyyah Nur; Susana, Rini; Ashari, Asri Mulya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.106051

Abstract

Kacang hijau merupakan jenis tanaman kacang-kacangan yang banyak dibutuhkan masyarakat karena memiliki beragam manfaat, sehingga diperlukan pengembangan kacang hijau melalui peningkatan produksi dan produktivitasnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi tailing bauksit dan biochar sekam padi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas Vimil 1 di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, dan berlangsung selama 4 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah tailing bauksit, yaitu t1=10ton/ha, t2=15ton/ha, t3=20ton/ha. Faktor kedua adalah biochar sekam padi, yaitu b1=10ton/ha, b2=20ton/ha, b3=30ton/ha. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tailing bauksit dan biochar sekam padi secara tunggal menunjukkan respon, namun interaksi antara tailing bauksit dan biochar sekam padi tidak menunjukkan adanya respon interaktif pada seluruh variabel pengamatan. Tailing bauksit memberikan peningkatan terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan berat biji per tanaman, dengan dosis terbaik yaitu 20ton/ha. Biochar sekam padi memberikan peningkatan terhadap tinggi tanaman, volume akar, dan berat kering tanaman, dengan dosis terbaik yaitu 30ton/ha.
Co-Authors Adzani, M. Ardies Rama agus ruliyansyah Agustina Listiawati ahmad mulyadi sirojul munir, ahmad mulyadi Ali Djamhuri Anisa Rahmawati aponius aponius, aponius Apriani, Resti Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Ayu Puspita Azhari Azhari Basuni, Basuni Benget Tambunan, Benget Credo, Owen Saputra Michael Darussalam Darussalam, Darussalam Delvi, Ainun Demero, Alexander Frengky Denah Suswati Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Eka Wardhana, Muhammad Khafidzan Eko Eko, Eko Fadjar Rianto Fenandra, Adara Fendi Fendi Fitria Sari Fitrianto, Bimo Satrio Godefridus Delanova Panthera Boy Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hariyanti, Agus Indri Hendarti Insani, Sa'diyyah Nur Iwan Sasli Jayanti, Meylani Dwi Josmara Juwita Juwita, Juwita Lestari, Lisa Listri Listiawti, Agustina Ma'ruf, Rizky Mardiansyah Magdalena Magdalena Maulidi Maulidi Muhammad Huda Mustawa Mulyadi Safwan Nadia Nadia Nurjani odotian, angelo Patriani Patriani, Patriani Prayoga, Egie Purnama, Zulfian Purwaningsih - Rahayu, Lidia Negata Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Reski, Silvanus Rita Hayati Rita Kurnia Apindiati Riten, Arif Rahman Robertus Suryadinata, Robertus Sabarudin Sabarudin Sabtia, Desi Saeri Sagiman, Saeri Sagita, Devia Rahma Saputra, Rio SAPUTRA, ROLIS Setia Budi Shelda, Priscila Shelda Siti Hadijah Subekti, Bagus Cahyo Sukardi, Viktor Surachman Surachman Susilawati, Dwi Nur Tantri Palupi Tarumpu, Kristoforus Sarabu Sarang Tatang Abdurrahman, Tatang Tera Maritha, Tera thristianty suci marata, thristianty suci TRIS HARIS RAMADHAN Warganda Warganda Wasian Syafiuddin, Wasian Wasi’an, Wasi’an Wijaya, Indra WINDRA, WINDRA Yenni Yenni Yuniarti, Fitria