p-Index From 2021 - 2026
6.486
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN PUTAK (Notopterus notopterus, Pallas 1769) DI WADUK SEI GESEK KABUPATEN BINTAN Rianti, Ulfa; Susiana, Susiana; Kurniawan, Dedy
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 13, No 3 (2021): (DESEMBER) 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.13.3.2021.%p

Abstract

Kabupaten Bintan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki potensi besar akan sumberdaya perikanan. Terdapat Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Bintan yaitu Daerah Aliran Sungai Gesek. Waduk Sei Gesek pada awalnya merupakan sungai kecil yang menjadi tempat berbagai biota akuatik hidup. Salah satu jenis biota akuatik yang hidup di Waduk Sei Gesek ini yaitu ikan putak (Notopterus notopterus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan meristikikan belida (N. notopterus) di Waduk Sei Gesek Kabupaten Bintan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampling ikan belida (N. notopterus) dilakukan dalam waktu 3 bulan berdasarkan wilayah tangkapan nelayan. Analisis data untuk mengetahui karakteristik morfometrik menggunakan persamaan regresi linear yang menghasilkan nilai korelasi dan status pertumbuhan. Jumlah sampel yang sebanyak 30 ekor yaitu 16 ekor jantan dan 14 ekor betina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter morfometrik, ikan betina memiliki ukuran tubuh lebih besar dibanding ikan jantan. Sifat pertumbuhan dapat bersifat allometrik positif, allometrik negatif atau isometrik. Berdasarkan karakter meristik yang diamati (jumlah sisik dan jari-jari sirip) tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara ikan jantan dan ikan betina. Karakter meristik ini dimungkinkan akan berubah apabila jumlah sampel ikannya bertambah lebih dari 30 ekor.Bintan Regency is one of the regencies in the Riau Islands Province, which has excellent potential for fishery resources. There is a watershed in Bintan Regency, namely the Gesek Watershed. Sei Gesek Reservoir has initially been a small river where various aquatic biota lives. One aquatic biota that lives in the Sei Gesek Reservoir is belida fish (Notopterus notopterus). The purpose of this study was to determine the morphometric and meristic characteristics of belida fish (N. notopterus) in Sei Gesek Reservoir, Bintan Regency. This study uses a survey method. Based on the fishing area, a sampling of belida fish (N. notopterus) was carried out within 3 months. Data analysis to determine the morphometric characteristics using linear regression equation that produces correlation values and growth status. The number of samples as many as 30 tails, namely 16 males and 14 females. The results of this study indicate differences in morphometric characteristics. The female fish have a larger body size than the male fish. The body growth of belida may be allometric positive, allometric negative or isometric. The observed meristic characters (the scales and spines) show there are no significant differences between the male and female fish. If there are more fish samples, those meristic characters may be changed.
KEBIASAAN MAKANAN IKAN BARONANG (Siganus guttatus, Bloch 1787) DI PERAIRAN SEI CARANG KOTA TANJUNGPINANG Indriyani, Yuri; Susiana, Susiana; Apriadi, Tri
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.12.2.2020.51-60

Abstract

Hasil tangkapan nelayan di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau yaitu ikan baronang (S. guttatus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio panjang usus relatif (RLG), jenis serta komposisi makanan ikan baronang (S. guttatus) di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampling ikan baronang (S. guttatus) dilakukan dalam waktu 2 bulan sebanyak 1 kali dalam seminggu, sehingga total sampling ikan sebanyak 8 kali. Analisis data untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan baronang (S. guttatus) menggunakan indeks bagian terbesar/index of preponderance (IP). Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah ikan yang didapatkan sebanyak 43 ekor. Jumlah ikan berdasarkan jenis kelamin didapatkan sebanyak 18 ekor ikan baronang (S. guttatus) jantan dan 25 ekor ikan baronang (S. guttatus) betina. RLG ikan baronang (S. guttatus) betina dan jantan berturut-turut adalah 2,4 dan 2,2. Berdasarkan nilai RLG tersebut, ikan baronang (S. guttatus) tergolong ikan omnivor. Kelompok makanan ikan baronang (S. guttatus) terdiri dari mikroalga, makroalga, protozoa, detritus, dan crustacea. Hasil indeks bagian terbesar/IP diketahui bahwa makanan utama ikan baronang (S. guttatus) di Perairan Sei Carang adalah mikroalga berdasarkan jenis kelamin, bulan penangkapan, dan kelompok ukuran panjang tubuh.The catches of fishermen in Sei Carang Tanjungpinang City, Riau Islands are baronang fish (S. guttatus). The objective of this study was to determine the Relative length of the gut (RLG), type and food composition of baronang fish (S. guttatus, Bloch 1787) in Sei Carang, Tanjungpinang City, Riau Islands. The method used in this research was survey method. Sampling of baronang fish (S. guttatus) was taken once a week in two months, so that the total of the sampling was eight times. The index of preponderance (IP) was used in this research to analyze the data in determining baronang fish (S. guttatus) food habits. The result showed that total fish caught were 43, there were 18 male and 25 female. Relative length of the gut or RLGs female and male baronang fish (S. guttatus) were 2.4 and 2.2 respectively. Based on the RLG value, baronang fish (S. guttatus) was classified as omnivore. Furthermore, the food types of baronang fish (S. guttatus) were a microalgae, macroalgae, protozoa, detritus, and crustaceans. Index of preponderance showed that the main food of baronang fish (S. guttatus) in Sei Carang was microalgae based on sex, month of capture, and body length measurement.
Co-Authors - Nurfiana AA Sudharmawan, AA Ade Susanti Aditya Hikmat Nugraha Ahmad Zahid Ahmad, Faisal Ali Al Hujjah Asianingrum Al Zawari, Rafikal Alya Rizkia Maharani Amran, Muh. Anshar Amran, Muhammad Anshar Andi Niartiningsih Anshari, Farhan Aprilia, Rofi’ah Nur Arif Rahman Ariyantiningsih, Febri Auliya, Yuka Amarasri Azijah, Izattul Basri Basri Billa, Nur Salsa Chandra, Melissa Darmanto Darmanto Darwin Darwin Dedy Kurniawan Depitra, Depitra Desri, Syuryatman Dialam, Pangga Kurnia Entis Sutisna Faizal, Kgs. M Febrianti Lestari Firmansyah, Dandy Fitri, Nurwijaya Ginting, Sindi Rahmadhani Graha, Fager Van Guntur Kusuma Wardana Hafel, Muhlis Hertanto, Ari Suksmono Husen, Sjamsiar Imelyannari, Arum Rizki Indriyani, Yuri Iqbal Anshory, Muhammad Jusu, La Karyawati, Karyawati Khakhim, Ibnu Sabilu khusnul khotimah Kurniawan, Anggi Dwi Lubis, Latif Lukman Lukman Mahfudh, Ahmad Mahuris, Aziz MARIA BINTANG Marlina, Winny Alna Meithyra Melviana Simatupang Meriyan, Meriyan Monica, Oey Jaya Angel Muhammad Riza Hafizi Muslimin Muslimin N, Erizal Ngantori Nikmat, Atun Nur Hasan, Rezkiani Nurmiyatin, Mila Oktary, Qory Prayoga, Abednego Banny Purbodiningrat, Movta Rahindra Purbodiningrat, RM. Movta Rahendra Puspitasari, Nur Azizah Ayu Rahmawati, Herlina Sheli Asofita Rapita, Rapita Rianti, Ulfa RINI RINI Rochmady Rosniati, Veronika Rukayah, Nur Rumapea, Rahul Sagala, Yuri Sahilla, Dilla Salsabila, Chindy Sanawati, Ciptia Khoirulina Saragih, Anggi Nur Ananda Sartika, Melliani Setiawan, Abednego Yongki Simanjuntak, Natalia Anggriani Sinaga, Dina Sinaga, Henna Canlaris Siti Samsiyah Sitio, Thesalonica Situmorang, Audrey Sri Buwono . Suhardi Suhardi Sukmana, Hardiyanti Sulandari, Siti Susanti, Neneng Desi Tri Apriadi Wa Ode Husniah Wahyu Muzammil Wahyudi, Aris Agung Warneri . Wesley, Jhon Widodo, Sulistyo Widura, Widura Wiradinata, Hardi Wiyarsih Wiyarsih, Wiyarsih Yani, Fatma Chairda Yanti, Mira Yendra Yeshara, Yedu Yindrizal, Yindrizal Zahra, Melkia