Penggunaan pestisida yang tidak aman dan sehat masih menjadi persoalan serius di sektor pertanian dan meningkatkan risiko kesehatan petani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis Transtheoretical Model (TTM) dalam mendorong perubahan perilaku penggunaan pestisida yang aman dan sehat pada petani hortikultura di Kabupaten Solok. Penelitian menggunakan desain one group pretest–posttest dengan 36 responden yang dipilih menggunakan quota sampling. Instrumen berupa kuesioner TTM yang memetakan lima tahap perilaku: pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Intervensi diberikan satu kali melalui penyuluhan menggunakan media berupa video edukasi, diskusi kelompok dan konseling individu, dan pelatihan penggunaan APD dan praktik dosis serta pencampuran pestisida yang tepat. Hasil menunjukkan pergeseran signifikan tahap perilaku, dengan mayoritas petani bergerak dari kontemplasi ke persiapan dan tindakan. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p≤0,05), menandakan adanya perbedaan bermakna antara pretest dan posttest. Sebanyak 72,2% petani mengalami perubahan perilaku ke arah positif. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi yang disesuaikan dengan tahapan kesiapan individu lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku, serta berpotensi menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan kesehatan kerja petani yang berkelanjutan.