Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Kepemimpinan serta Lingkungan Kerja sebagai Faktor Pembentuk Kinerja Karyawan Daily Worker Dewi, Kadek Nirmala; Parwati, Komang Shanty Muni; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i4.953

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak kepemimpinan serta lingkungan kerja akan kinerja karyawan daily worker di The Oberoi Beach Resort Bali. Sampel yang dambil untuk penelitian ini adalah 50 responden. Hasil penelitian memperlihatkan secara parsial kepemimpinan berdampak signifikan terhadap kinerja daily worker dengan signifikansi 0,016 tidak lebih dari 0,05. Lingkungan kerja berdampak signifikan terhadap kinerja daily worker dengan nilai signifikansi 0,000 tidak lebih dari 0.05. Serta secara simultan kepemimpinan serta lingkungan kerja berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan daily worker dengan nilai signifikansi 0,000 tidak lebih dari 0.05. kepemimpinan serta lingkungan kerja berperan sebesar 64,5% terhadap kinerja daily worker. The purpose of this study is to examine the impact of leadership and work environment on the performance of daily worker employees at The Oberoi Beach Resort Bali. The sample size for this study was 50 respondents. The research findings show that leadership has a significant partial impact on the performance of daily worker employees, with a significance value of 0.016, which is less than 0.05. The work environment has a significant impact on the performance of daily worker employees, with a significance value of 0.000, which is less than 0.05. Furthermore, leadership and work environment have a significant simultaneous impact on the performance of daily worker employees, with a significance value of 0.000, which is less than 0.05. Leadership and work environment account for 64.5% of the variation in daily worker performance.
Agro-Wellness Tourism As A Sustainable Rural Tourism Strategy: Opportunities And Challenges Komang Trigita Juliastari; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih; I Gusti Ayu Melistyari Dewi; Komang Shanty Muni Parwati; Firlie Lanovia Amir
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 9 No. 1 (2026): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v9i1.405

Abstract

Agro-wellness tourism has emerged as an innovative approach in sustainable rural tourism that integrates agricultural activities, wellness experiences, and local cultural values. This study aims to explore the potential and challenges of agro-wellness tourism development in rural Bali through a systematic literature review approach. Data were collected from reputable academic databases, including Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, and Garuda, using keywords related to agro-wellness tourism, rural tourism, and sustainable tourism development. A total of selected literature was analyzed using qualitative content analysis with thematic synthesis to identify key patterns and insights. The findings indicate that Bali has significant potential for developing agro-wellness tourism due to its unique agricultural landscape, particularly the Subak system, as well as its strong cultural and spiritual traditions. Agro-wellness tourism contributes to rural economic diversification, job creation, and the strengthening of local micro-enterprises, while also supporting environmental conservation and cultural preservation. However, several challenges remain, including limited infrastructure, inadequate human resource capacity, weak digital promotion, and insufficient stakeholder collaboration. In addition, there are potential risks related to cultural commodification and environmental degradation if development is not properly managed. This study contributes to the literature by positioning agro-wellness tourism as an integrated rural tourism model that connects agriculture, wellness, and cultural experiences within a sustainable development framework. The findings provide implications for policymakers and tourism stakeholders in designing more inclusive, innovative, and sustainable rural tourism strategies in Bali.
Potential And Challenges Of Organic Agrotourism In Sambangan Tourism Village Firman Sinaga; Komang Shanty Muni Parwati; Komang Trigita Juliastari
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 16 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v16i2.325

Abstract

This study aims to identify the potential and challenges of developing organic farming-based agrotourism in Sambangan Tourism Village, Buleleng, Bali. This village has abundant natural resources, fertile agricultural land, and high local community support for sustainable agricultural practices. The main potential includes the existence of organic commodities such as rice, vegetables, and tropical fruits which can become educational tourist attractions while also supporting the local economy. However, this study also identified a number of challenges, including limited infrastructure, farmers' low knowledge of digital marketing, and the need for synergy between the government, communities, and the private sector. Through SWOT analysis, this study confirms that Sambangan Village is in a strategic position to develop organic agrotourism with a stable growth strategy. The results of this research are expected to be the basis for planning policies and programs for developing sustainable tourism villages.
PENINGKATAN KAPASITAS PENYANDANG DISABILITAS NETRA: KETERAMPILAN INTERPERSONAL UNTUK PARIWISATA INKLUSIF Komang Shanty Muni Parwati; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih; Firlie Lanovia Amir; Putu Suweca Nata Udayana
BINA CIPTA Vol 5 No 1 (2026): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v5i1.121

Abstract

Pengembangan pariwisata inklusif berkelanjutan memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas netra, sebagai pelaku dalam industri pariwisata. Namun, terapis spa penyandang disabilitas netra di Kabupaten Tabanan, Bali, masih menghadapi berbagai permasalahan dalam memberikan pelayanan kepada tamu, antara lain rendahnya rasa percaya diri, kesulitan membangun komunikasi dengan pelanggan, serta belum optimalnya penerapan sikap hospitalitas dalam interaksi pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan interpersonal terapis spa penyandang disabilitas netra sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata inklusif berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 30 Juni 2025 di Kabupaten Tabanan, Bali, dengan melibatkan 15 terapis spa penyandang disabilitas netra. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui tahapan survei awal dan pre-test, sosialisasi interaktif menggunakan metode ceramah, storytelling, diskusi, simulasi (role play), serta post-test dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai komunikasi interpersonal dan sikap hospitalitas, serta meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan tamu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan interpersonal dapat menjadi strategi pemberdayaan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas netra sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata inklusif dan berkelanjutan di Bali.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BAHASA INGGRIS DASAR PENGEMUDI WISATA DI NUSA PENIDA Lucky Mochamad Kharisma; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih; Firlie Lanovia Amir; Komang Shanty Muni Parwati; I Gusti Made Riko Hendrajana
BINA CIPTA Vol 5 No 1 (2026): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v5i1.126

Abstract

Pengemudi wisata di Nusa Penida memiliki peran penting dalam pelayanan pariwisata karena berinteraksi langsung dengan wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai tantangan, terutama keterbatasan kemampuan bahasa Inggris dasar seperti minimnya kosakata, kesulitan menyusun kalimat sederhana, rendahnya kepercayaan diri dalam berbicara, serta ketergantungan pada aplikasi penerjemah. Kondisi tersebut sering menyebabkan terjadinya miskomunikasi dalam penyampaian informasi rute, destinasi wisata, estimasi waktu perjalanan, dan instruksi keselamatan, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas pelayanan wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa Inggris dasar pengemudi wisata melalui pendekatan edukasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Desember 2025 di Nusa Penida, Klungkung, Bali, dengan melibatkan 27 pengemudi wisata sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, latihan praktik, diskusi partisipatif, sesi tanya jawab, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi efektif sebesar 86% dan penguasaan bahasa Inggris dasar sebesar 83,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik interaktif efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi dan kemampuan bahasa Inggris dasar pengemudi wisata. Kegiatan ini juga mendorong peserta untuk menerapkan komunikasi yang lebih ramah, jelas, dan profesional dalam pelayanan wisata.
Utilizing Digital Storytelling and Social Media to Expand The Reach of Tourism Village Promotion: Pengabdian Firlie Lanovia Amir; Firman Sinaga; Febianti; Komang Trigita Juliastari; Komang Shanty Muni Parwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7268

Abstract

Sektor pariwisata berbasis desa (desa wisata) di Bali memiliki potensi budaya dan alam yang luar biasa, namun serin The village-based tourism sector (tourist villages) in Bali has extraordinary cultural and natural potential, but often faces obstacles in the effectiveness of promotion and market reach. This Community Service (PkM) aims to increase the capacity of tourism village managers in expanding promotional reach through the use of Digital Storytelling and social media. The use of digital narrative methods is considered to provide a stronger emotional value for potential tourists compared to conventional promotions. Partners in this activity are tourism awareness groups (Pokdarwis) and tourism village managers in Bali. The implementation method of the activity includes three main stages: (1) training in creating storytelling-based content, (2) technical assistance in optimizing social media (such as Instagram, TikTok, and YouTube), and (3) evaluation and monitoring of content sustainability. The results of this PkM activity show an 85% increase in partners' understanding in creating engaging digital narratives, as well as an increase in interaction (engagement rate) on tourism village social media after the program implementation. Through this activity, partner tourism villages are now able to independently produce authentic and creative promotional content, which in turn contributes to expanding market reach and increasing tourist visits. gkali menghadapi kendala dalam efektivitas promosi dan jangkauan pasar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam memperluas jangkauan promosi melalui penggunaan Digital Storytelling dan media sosial. Penggunaan metode narasi digital dianggap memberikan nilai emosional yang lebih kuat bagi calon wisatawan dibandingkan dengan promosi konvensional. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok penyadar pariwisata (Pokdarwis) dan pengelola desa wisata di Bali. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi tiga tahap utama: (1) pelatihan dalam membuat konten berbasis storytelling, (2) bantuan teknis dalam mengoptimalkan media sosial (seperti Instagram, TikTok, dan YouTube), dan (3) evaluasi dan pemantauan keberlanjutan konten. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan peningkatan pemahaman mitra sebesar 85% dalam menciptakan narasi digital yang menarik, serta peningkatan interaksi (tingkat keterlibatan) di media sosial desa wisata setelah pelaksanaan program. Melalui kegiatan ini, desa-desa wisata mitra kini mampu secara mandiri memproduksi konten promosi yang autentik dan kreatif, yang pada gilirannya berkontribusi pada perluasan jangkauan pasar dan peningkatan kunjungan wisatawan.
Cultural Tourism: A Strategy to Improve the Tourism Industry and Preserve Indonesian Culture Agus Sunatha Putra; Gusti Made Riko Hendrajana; Komang Shanty Muni Parwati; Komang Trigita Juliastari; Firlie Lanovia Amir
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1616

Abstract

Cultural tourism has become a strategic pillar in national economic development and a vital instrument in preserving Indonesia's cultural heritage. This study aims to analyze the effectiveness of cultural tourism as a dual strategy to strengthen the competitiveness of the tourism industry and ensure the sustainability of cultural heritage amidst globalization. Using a descriptive qualitative approach, this article examines the synergy between local wisdom-based destination promotion and traditional value conservation efforts. The analysis shows that cultural integration in the tourism industry not only increases the volume of international and domestic tourist visits but also creates a collective awareness of local communities' cultural identity. However, challenges such as cultural commodification and the destruction of physical artifacts require tourism management policies based on sustainability principles. This article concludes that synchronization between stakeholders, digital innovation, and local community involvement is key to achieving a balance between industry profitability and the protection of Indonesian culture.
Digital-Based Local Tourism Creativity Development Training to Increase Tourist Attraction: Pengabdian Febrianti; I Wayan Suadnyana; Komang Trigita Juliastari; Komang Shanty Muni Parwati; Firlie Lanovia Amir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4494

Abstract

Bali, a global tourism icon, faces significant challenges in distributing tourist visits to local destinations at the rural level due to the digital divide. This community service article aims to describe the implementation of digital-based tourism creativity development training for local destination managers in Bali to increase their attractiveness and competitiveness. The main problems identified among partners (Pokdarwis in Bali) were reliance on traditional marketing and the low quality of digital content capable of representing the uniqueness of local culture and nature. The community service method was carried out using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which included visual content creation workshops, cultural narrative-based copywriting training ( storytelling ), and social media algorithm optimization. The community service results showed a significant increase in participants' creative capacity in producing aesthetic and informative content, as well as increased interaction on partner destinations' social media channels. The conclusion of this activity emphasizes that the digitalization of local tourism in Bali must be rooted in the creative packaging of local wisdom, so as to attract quality tourist segments and support the sustainable recovery of the creative economy post-pandemic.