Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementation of the Punggur Smart House Program Shaping the Religious Character of School Children in Punggur Kecil Village Nunung, Nunung; Imran, Imran; Astari, Zuri; Bistari, Bistari; Utami, Tri
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 3 (2025): Special Issue 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i3.100402

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Punggur Cerdas Smart House program in shaping the religious character of school-age children in Punggur Kecil Village. The background of this study is based on the importance of religious character education as the foundation for shaping noble character in the younger generation amid the moral challenges of modern society. Rumah Pintar Punggur Cerdas, as a non-formal educational institution, has various programs such as the Al-Qur'an Education Park (TPA) for memorizing the Al-Qur'an, studies, Kampung Ramadhan Ceria Annajihin, and religious studies that play a role in shaping the religious character of children. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data was obtained through observation, interviews, and documentation involving administrators and school-age children (7"“15 years old) at Rumah Pintar Punggur Cerdas. The results of this study are expected to describe the planning, implementation, and results of these non-formal education programs in shaping children's religious character, while also providing theoretical and practical contributions to the development of character education in non-formal institutions.
Workshop Media Pembelajaran Berbasis Digital di Smk Negeri 7 Pontianak Warneri Warneri; Witarsa Witarsa; Muhammad Basri; Haris Firmansyah; Shilmy Purnama; Zuri Astari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1217

Abstract

Pelatihan ini dirancang untuk mengatasi rendahnya literasi digital di kalangan guru SMK yang menghambat penggunaan media pembelajaran interaktif di kelas. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, program ini memperkenalkan dua media digital, Padlet dan Lumio, yang sebelumnya belum digunakan oleh guru-guru di sekolah mitra. Tujuan kegiatan adalah (1) meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital, dan (2) meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi interaktif. Kegiatan melibatkan 56 guru dari SMK Negeri 7 Pontianak dan dilaksanakan melalui penyampaian materi, pendampingan, serta praktik langsung dalam dua sesi: pemaparan urgensi media digital, dan pelatihan teknis penggunaan Padlet dan Lumio. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi digital, dengan partisipasi aktif dan antusiasme yang tinggi selama workshop. Kegiatan ini menguji efektivitas pelatihan singkat berbasis praktik langsung dalam mendorong transformasi keterampilan digital guru serta menegaskan pentingnya strategi pelatihan aplikatif dalam literatur pengabdian masyarakat, khususnya pada konteks adopsi teknologi pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS X A SMA NEGERI 1 KUALA BEHE Morisca, Gabriella; Ramadhan, Iwan; Astari, Zuri; Imran, Imran; Utami, Patrisia Rahayu
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di jenjang pendidikan menengah, dengan fokus pada siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Kuala Behe, Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya motivasi belajar siswa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain transisi dari jenjang SMP ke SMA, keterbatasan dalam memilih sekolah, serta tantangan sosial ekonomi yang dihadapi keluarga. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta penerapan triangulasi untuk menjamin validitas dan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang bersifat multidimensional, yaitu sebagai pendidik, motivator, dan pembimbing. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga melibatkan siswa melalui pendekatan personal, penguatan motivasi, serta penerapan metode pembelajaran aktif seperti strategi talking stick yang mendorong partisipasi dan kolaborasi di kelas. Selain itu, guru memberikan inspirasi melalui cerita dan contoh kehidupan nyata, serta berperan sebagai fasilitatomotivasional dan sosial-emosional sebagai prioritas dalam praktik serta kebijakan pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Sosiologi di konteks negara berkembang.
APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Zuri Astari
SOSPENDIS : Sosiologi Pendidikan dan Pendidikan IPS Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan dan Pendidikan IPS (SOSPENDIS)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industrial revolution 4.0 has brought significant changes to education in Indonesia. Advances in technology are causing changes in the methods and strategies used by teachers in teaching and learning activities in the classroom. The age when the teacher was the source of learning in general, but is now replaced by information that can be obtained from anywhere through fast internet access. Teachers who were initiators are now facilitators who have to constantly develop learning methods and strategies, especially to respond to the changing times. Currently there are many applications available that can be used in the learning phase. One of them is developed as a suggested test/quiz that can be used to find out how well students understand the material taught. From the various educational applications based on quizzes available, one of the learning media that has different and advantages ways to support learning is the Quizizz application. Quizizz is an educational application, which makes the learning process in the classroom more interactive and fun so that it can increase students' motivation to learn
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN DAN KESETARAAN GENDER BAGI PESERTA DIDIK DI SMAN 1 RASAU JAYA Imran Imran; Zuri Astari; Adhalia Zatalini; Muhammad Nur Imanulyaqin; Fauziah Sri Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43863

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan memperkuat pendidikan anti kekerasan dan kesetaraan gender bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Rasau Jaya. Kegiatan pelatihan ini akan meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu gender dan kekerasan yang masih ada di lingkungan sekolah, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial dan psikologis mereka. Dengan demikian, PKM dilakukan agar terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan inklusif, sekaligus menurunkan potensi kekerasan berbasis gender terhadap peserta didik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program meliputi pendekatan klasikal dan individu, dengan kegiatan berupa sesi pemaparan materi, diskusi kelompok kecil, serta praktik langsung. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif siswa dan meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep kesetaraan gender dan dampak kekerasan. Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya kesetaraan gender dan cara pencegahan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga aktif terlibat dalam diskusi yang mendorong mereka untuk berpikir kritis dan mengembangkan empati. Adanya perubahan sikap dan pemahaman siswa diharapkan dapat menjadikan mereka agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Simpulan kegiatan ini adalah program PKM ini efektif dalam memperkuat pendidikan anti kekerasan dan kesetaraan gender, serta dapat dijadikan model bagi sekolah lain dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Indikator keberhasilan adalah tingkat partisipasi aktif siswa dalam berbagai kegiatan, seperti diskusi dan praktik langsung, menunjukkan keterlibatan dalam proses pembelajaran
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Sosial, dan Pelestarian Lingkungan di Perbatasan Entikong, Indonesia-Malaysia Muhammad Nur Imanulyaqin; Imran Imran; Zuri Astari; Patrisia Rahayu Utami
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.101752

Abstract

This study examines community empowerment strategies based on local wisdom in the border area of Entikong, Sanggau Regency, West Kalimantan, Indonesia. The research focuses on three key dimensions—economic self-reliance, social resilience, and environmental sustainability. Using a qualitative and descriptive approach, data were gathered through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving village leaders, community institutions, and residents. The findings reveal that integrating local wisdom such as gotong royong (mutual cooperation), customary law, and traditional cultural practices strengthens social cohesion, enhances citizen participation, and promotes ecological balance. The Village Development Planning Forum (Musrenbang) functions as a participatory mechanism that aligns empowerment initiatives with community needs. However, challenges persist in product marketing and institutional capacity-building. The study concludes that local wisdom-based empowerment fosters sustainable community development when programs are socially and culturally adaptive. Theoretically, this research contributes to the discourse on culture-based empowerment within borderland studies, while practically, it offers a model for designing participatory and context-sensitive empowerment strategies applicable to other frontier regions.
Pelatihan Asesmen Digital bagi Guru SMP untuk Meningkatkan Kualitas Evaluasi Pembelajaran : Digital Assessment Training for Middle School Teachers to Improve the Quality of Learning Evaluation Husni Syahrudin; Junaidi H. Matsum; Nuraini Asriati; Heni Kuswanti; Syamsuri; Munawar Thoharudin; Dina Fitriana; Zuri Astari
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.405

Abstract

This community service program was implemented to improve the competency of teachers at SMP Negeri 3 Pontianak City in understanding and implementing digital assessment as part of strengthening professionalism in the era of technology-based learning. The activity was developed through five stages, including initial data collection, pre-test, material delivery, practice and direct mentoring, and post-test. Evaluation results showed a significant increase in all indicators of participant understanding, including understanding of learning assessment (23% to 100%), instrument validity (23% to 91%), question difficulty level (41% to 95%), and utilization of interactive assessment media (73% to 86%). In addition, skills in operating the digital assessment platform also increased from 63% to 100%. These findings indicate that the training was able to strengthen the conceptual foundation and technical skills of teachers in designing and implementing accurate, interactive, and data-driven digital assessments. This program has implications for increasing teacher readiness in developing adaptive and relevant evaluation practices to the demands of 21st-century education
Pelatihan Teknis Pendekatan Pembelajaran Deep Learning bagi Guru-Guru di Kecamatan Entikong, Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Stella Prancisca; Zuri Astari; Adhalia Zatalini; Fauziah Sri Wahyuni; Patrisia Rahayu Utami; Muhammad Nur Imanulyaqin
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6519

Abstract

Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia seperti Kecamatan Entikong menghadapi tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan akibat keterbatasan infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana serta pelatihan bagi guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kompetensi pedadogik mereka sebagai guru perbatasan. Mitra kegiatan adalah guru-guru yang tergabung dalam PGRI Kecamatan Entikong sebanyak 32 orang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan klasikal. Secara spesifik, pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Sementara teknik observasi, wawancara, dan penyebaran angket digunakan sebagai umpan balik. Hasil tes menunjukkan peningkatan signifikan: skor rata-rata pre-test sebesar 64,1 meningkat menjadi 86,9 pada post-test, dengan tingkat kelulusan meningkat dari 50% menjadi 100%. Selain itu, umpan balik peserta menunjukkan skor kepuasan rata-rata 3,8 dari skala 5 atau sebesar 76%, menunjukkan respon positif terhadap materi dan pelaksanaan pengabdian. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama pelaksanaan pengabdian berlangsung. Tantangan utama berupa keterbatasan waktu dan sarana pelatihan, namun dapat diatasi melalui strategi penyampaian materi yang aplikatif dan relevan. Dampak jangka panjang diharapkan mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih bermakna dan adaptif terhadap tantangan lokal. Kegiatan ini memperkuat kontribusi akademik dosen terhadap dunia pendidikan di wilayah 3T dan mendukung implementasi pendekatan Deep Learning.  
Sosialisasi Penguatan Rasa Nasionalisme melalui Pendekatan Eksplorasi pada Peserta Didik di SMAN 1 Sajingan Perbatasan Indonesia Malaysia Astari, Zuri; Imran, Imran; Ramadhan, Iwan; Zatalini, Adhalia; Daniel, Daniel
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.952

Abstract

Pengaruh budaya dan sosial dari negara tetangga melemahkan rasa nasionalisme kalangan peserta didik. Tanpa adanya upaya efektif dalam penguatan rasa nasionalisme, ada risiko generasi muda ini akan kehilangan identitas nasionalnya dan kurang memahami pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Pentingnya sosialisasi penguatan rasa nasionalisme di daerah perbatasan. Tujuan utama sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran nasional, menanamkan kebanggaan terhadap identitas nasional serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan negara di kalangan peserta didik SMAN 1 Sajingan. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan materi  melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab. Melalui diskusi  peserta didik dapat menggali lebih dalam mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga identitas nasional serta memperkuat rasa nasionalisme. Pelaksanaan sosialisasi ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta didik di SMAN 1 Sajingan memiliki kesadaran yang kuat tentang pentingnya nasionalisme. Capaian hasil pengabdian dari survei menunjukkan 66,7% peserta didik  kategori sangat setuju dan 26,7%  kategori setuju jika penguatan rasa nasionalisme penting dan sekolah memiliki program mendukung peningkatan nasionalisme. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan pengabdian ini meningkatkan pemahaman nasionalisme peserta didik di kawasan perbatasan. Selain itu terdapat kesadaran  dampak negatif pengaruh budaya asing. Melalui sosialisasi ini diharapkan peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berkomitmen menjaga dan memperjuangkan kedaulatan bangsa di masa depan.