Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analysis of the Implementation of the Batumbang Apam Ritual in Malay Ethnic Weddings in Banjar Serasan Utami, Fadhira; Imran, Imran; Astari, Zuri; Sikwan, Agus
International Journal Ethnic, Racial and Cultural Heritage Vol 2, No 2 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ijerch.v2i2.86164

Abstract

The purpose of this research is to understand the implementation of the Batumbang Apam ritual in Malay ethnic weddings in Banjar Serasan Subdistrict, East Pontianak District, using a descriptive qualitative approach. The study involved three informants: one key informant and two supporting informants. The findings indicate that the Batumbang Apam ritual consists of three stages. The initial process includes preparing and cleaning coconut fronds and sugarcane stalks, preparing apam cakes and other complementary cakes, and arranging seven sheets of fabric for the bride and groom to sit on. The core process involves reciting the Yasin prayer and circling the coconut fronds seven times in succession. The final process consists of a collective prayer led by the ritual guide and communal dining with invited guests. The ritual serves several functions: socially, it strengthens family bonds through mutual assistance and togetherness; religiously, it reinforces faith in Allah, seeking His blessings for safety and smooth proceedings; and environmentally, it highlights the use of natural elements such as water, air, trees, and soil, with coconut fronds and sugarcane stalks symbolizing divine creation. Symbolically, the apam cake, with its sweetness, softness, and richness, represents the hope that these qualities will be present in the couple's married life, while the strong and resilient nature of coconut fronds symbolizes the wish for the couple to have endurance and longevity in their marriage.
Smoking Behavior as a Social Influence of Teenagers in Association in Sungai Beliung Urban Village Astari, Zuri
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 15, No 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v15i1.79645

Abstract

This research aims to find out how the social influence of teenagers in the social process influences the formation of smoking behavior in minors as a form of social influence in the Sungai Beliung District. Researchers tried to examine the smoking behavior orientation of minors which was determined to be the influence of teenage social interactions. This research is in the form of a case study and uses a qualitative approach with data collection techniques, namely interviews, observation and literature study. The results of the research show that smoking behavior by minors is starting to become more common nowadays. The widening influence of relationships and the environment makes teenagers follow this behavior. Initially, teenagers are influenced by their social friends and the community, especially those around their home environment, most of whom are smokers.
Analisis Peran Organisasi Remaja Mujahidin dalam Pembinaan Nilai Religius pada Remaja di Kota Pontianak Prathama, Iqbal; Imran, Imran; Astari, Zuri
Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jdn.v3i1.95529

Abstract

Penelitian ini mengkaji terkait peran yang dilakukan oleh Remaja Mujahidin Kalimantan Barat dalam pembinaan nilai-nilai religius pada anggotanya. Remaja Mujahidin adalah sebuah organisasi yang didirikan untuk membina dan mengembangkan potensi remaja islam di Pontianak. Remaja Mujahidin berperan dalam upaya pembinaan dan menginternalisasikan nilai religius pada remaja islam di kota Pontianak. Peran remaja mujahidin dalam membina nilai-nilai religius diklasifikasikan menjadi peran instrumental, peran normatif dan peran koersif yang memiliki fungsi dan perannya masing-masing dalam pembinaan anggota Remaja Mujahidin Kal-Bar. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berbasis wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran organisasi Remaja Mujahidin Kalimantan Barat dalam pembinaan nilai-nilai religius melalui tiga peran. Peran Intrumental yaitu dengan mengembangkan keterampilan anggota melalui kelas keterampilan bernama Seven C dan pembentukan kepanitian PANRAM dan PANHAM. Peran Normatif yaitu upaya internalisasi dan pembinaan nilai-nilai religious pada anggota melalui Pembinaan seperti Islamic Study Group ( ISG), Islamic Study Group Plus (ISG+) , Islamic Study Group Produktive (ISGP), Malam Bina Iman dan takwa , dan Kajian Rutin Mengaji Ilmu agama Bersama Remaja ( Kantin Mabar). Peran Koersif, yaitu upaya organisasi menjaga keteraturan dan harmoni social dari anggota yang berpeluang melakukan Tindakan menyimpang, peran ini dilaksanakan dengan penegakan nilai dan norma yang dijunjung oleh organisasi serta ditegaskan dengan sikap dan regulasi terhadap pelanggaran nilai religius dan organisasi
Implikasi Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Melalui Media Canva Pada Pembelajaran Sosiologi di Kelas XI Sosiologi 4 MAN 2 Pontianak Syafira, Alfia; Ramadhan, Iwan; Astari, Zuri
Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jdn.v3i1.88446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penerapan model pembelajaran project based learning melalui media canva pada pembelajaran sosiologi di kelas XI Sosiologi 4 MAN 2 Pontianak. Penelitian ini berfokus pada implikasi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer terdiri dari guru mata pelajaran sosiologi dan peserta didik kelas XI Sosiologi 4 MAN 2 Pontianak, serta data sekunder berupa dokumen di MAN 2 Pontianak, baik dari segi identitas sekolah, daftar nama-nama peserta didik, dan juga daftar nilai siswa berupa nilai kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Implikasi aspek kognitif terlihat dari hasil nilai pengethuan peserta didik terhadap materi yang disampaikan guru pada pembelajaran project based learning melalui media canva. Implikasi aspek afektif terlihat dari hasil sikap peserta didik terhadap mata pelajaran, guru, materi dari pokok-pokok bahasan, dan terhadap hubungan sosial peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Implikasi aspek psikomotorik terlihat dari hasil proyek yang dihasilkan peserta didik dalam pembelajaran project based learning melalui media canva yaitu berupa poster. Sehingga kesimpulannya, penerapan model pembelajaran project based learning melalui media canva memberikan peningkatan terhadap hasil belajar siswa baik itu dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Implikasi penelitian ini juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, keterlibatan peserta didik secara aktif dalam menghasilkan sebuah produk dan penguasaan terhadap teknologi yang inovatif dalam konteks pendidikan.
The Role of the Malay Cultural Customary Council (MABM) in Preserving the Saprahan Tradition in Singkawang City Alam, Fachrul; Sikwan, Agus; Astari, Zuri; Zatalini, Adhalia
International Journal Ethnic, Racial and Cultural Heritage Vol 3, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ijerch.v3i1.95285

Abstract

This study explores the role of the Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) of Singkawang City in preserving the Saprahan tradition, which constitutes an essential element of Malay Sambas cultural identity. MABM Singkawang, established as a traditional institution in 2007, is dedicated to safeguarding and revitalizing Malay customs, values, and cultural expressions in the midst of modernization and multicultural dynamics in Singkawang. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving seven informants representing key cultural stakeholders. Data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing to provide a holistic understanding. Findings reveal that MABM carries out three major roles: providing understanding, supervising, and fostering preservation of Saprahan. The role of providing understanding is realized through educational seminars, cultural festivals, and community outreach programs that raise awareness about the values embedded in Saprahan, such as togetherness, mutual respect, and cooperation. The supervisory role is conducted through regular meetings, participation in community events, and direct monitoring to ensure that Saprahan remains aligned with its original cultural values. Meanwhile, fostering efforts are implemented through guidance programs in schools, cultural competitions like Besurong Saprah, and youth engagement activities aimed at transmitting cultural pride to younger generations. These strategies demonstrate MABM"™s commitment to ensuring the sustainability of Saprahan not only as a ritual of communal dining but also as a living tradition that strengthens social bonds, reinforces cultural identity, and contributes to the resilience of Malay heritage in Singkawang. This study highlights the importance of customary institutions as mediators of cultural continuity and provides insights into how traditional practices can be adapted and preserved in a rapidly changing social context.
Sosialisasi Penguatan Rasa Nasionalisme melalui Pendekatan Eksplorasi pada Peserta Didik di SMAN 1 Sajingan Perbatasan Indonesia Malaysia Astari, Zuri; Imran, Imran; Ramadhan, Iwan; Zatalini, Adhalia; Daniel, Daniel
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.952

Abstract

Pengaruh budaya dan sosial dari negara tetangga melemahkan rasa nasionalisme kalangan peserta didik. Tanpa adanya upaya efektif dalam penguatan rasa nasionalisme, ada risiko generasi muda ini akan kehilangan identitas nasionalnya dan kurang memahami pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Pentingnya sosialisasi penguatan rasa nasionalisme di daerah perbatasan. Tujuan utama sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran nasional, menanamkan kebanggaan terhadap identitas nasional serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan negara di kalangan peserta didik SMAN 1 Sajingan. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan materi  melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab. Melalui diskusi  peserta didik dapat menggali lebih dalam mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga identitas nasional serta memperkuat rasa nasionalisme. Pelaksanaan sosialisasi ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta didik di SMAN 1 Sajingan memiliki kesadaran yang kuat tentang pentingnya nasionalisme. Capaian hasil pengabdian dari survei menunjukkan 66,7% peserta didik  kategori sangat setuju dan 26,7%  kategori setuju jika penguatan rasa nasionalisme penting dan sekolah memiliki program mendukung peningkatan nasionalisme. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan pengabdian ini meningkatkan pemahaman nasionalisme peserta didik di kawasan perbatasan. Selain itu terdapat kesadaran  dampak negatif pengaruh budaya asing. Melalui sosialisasi ini diharapkan peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berkomitmen menjaga dan memperjuangkan kedaulatan bangsa di masa depan.
Analisis Faktor Penyebab Perilaku Terlambat Siswa ke Sekolah (Studi Kasus di SMA Swasta Mujahidin Pontianak) Astari, Zuri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11676

Abstract

AbstrakPendidikan sebagai unsur penting dalam pembangunan karakter dan kesejahteraan siswa tidak dapat dipisahkan dari kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang perilaku menyimpang siswa yang terlambat datang di Kelas 11 IPS 3 SMA Mujahidin Pontianak pada tahun 2023, khususnya dalam kaitannya dengan aspek kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan siswa, guru, dan teman yang bersangkutan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku terlambat datang dapat menjadi gejala masalah kesehatan mental, terutama terkait dengan tekanan akademik, masalah pribadi, masalah ekonomi, dan kurangnya dukungan sosial. Dampak perilaku ini tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental siswa, termasuk stres, kecemasan, dan penurunan motivasi. Pentingnya memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental siswa dalam konteks pendidikan diakui sebagai langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan holistik. Kata Kunci: Mental, Pendidikan, Terlambat
PELATIHAN MENULIS KARYA ILMIAH UNTUK MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN DI INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS Eliyah; Asyruni Multahada; Hasanah, Mauizatul; Astari, Zuri; Parni; Yuliantini, Sera; Patriana; Astaman; Effiyadi
Belalek Vol. 1 No. 2 (2023): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/belalek.v1i2.2292

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan Meningkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa Semester VI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Program ini meggunakan metode Service Learning. Tim pengabdi memberikan pelatihan Penulisan dan Implementasi penulisan pada mahasiswa semester VI. Kegiatan ini diikuti oleh 122 peserta yang terdiri dari Mahasiswa PAUD berjumlah 6 orang, Mahasiswa PGMI berjumlah 68 orang, Mahasiswa PAI berjumlah 31 orang, dan Mahasiswa TBI berjumlah 17 orang. Setelah dilakukan pelatihan kepada mahasiswa semester VI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas maka kondisinya adalah: 1) Seluruh mahasiswa PGMI semester VI dan PAI semester dapat menulis karya ilmah dengan baik dan benar; 2) Tulisan mahasiswa sesuai dengan standar fakultas yang diharapkan; 3) Karyatulis ilmiah mahasiswa sesuai dengan gaya selingkung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; dan 3) Mahasiswa dapat menulis proposal karya ilmiah dan laporan karya ilmiah dengan benar.
INCREASE TEACHER CREATIVITY AND COMPETENCE WITH INTERACTIVE LEARNING MEDIA THROUGH THE WORDWALL APPLICATION AT SD NEGERI 1 SEGEDONG Imran, Imran; Ramadhan, Iwan; Prancisca, Stella; Zatalini, Adhalia; Astari, Zuri
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2295

Abstract

This research aims to increase teacher creativity and competence through interactive learning media using the Wordwall application at SD Negeri 1 Segedong. The background of this research is the importance of the role of teachers in delivering quality learning to achieve educational progress. Analysis of the situation shows that technological developments affect learning methods that must be adapted to the needs of the times. The problem faced is the lack of creativity in the learning process which can affect students' interest in learning. The proposed solution is training in the use of the Wordwall application to create interactive and engaging learning. The results showed that the use of the Wordwall application can increase teacher creativity and student learning interest. In conclusion, the implementation of interactive learning media through Wordwall can make a positive contribution to improving the quality of learning in schools.
WORKSHOP ON STRENGTHENING MERDEKA CURRICULUM INSTRUCTIONAL MODULES AT SMA NEGERI 1 SAJINGAN Ramadhan, Iwan; Imran, Imran; Prancisca, Stella; Astari, Zuri; Zatalini, Adhalia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i3.2444

Abstract

The Workshop on Strengthening Merdeka Curriculum Instructional Modules at SMA Negeri 1 Sajingan aims to enhance teachers' ability to develop instructional modules in line with the principles of the Merdeka Curriculum. This workshop is expected to improve the quality of teaching, strengthen teachers' competencies, and support educational development at SMA Negeri 1 Sajingan. Located in the Sajingan Besar district of Sambas, West Kalimantan, SMA Negeri 1 Sajingan is uniquely positioned near the Indonesia-Malaysia border. Through this workshop, the PKM team intends to provide valuable experience, share knowledge, and strengthen teachers' understanding of the Merdeka Curriculum instructional modules. The workshop is conducted using both individual and classical approaches. The classical approach is used for delivering theoretical content on instructional modules, while the individual approach is applied during hands-on module creation exercises. Preparation and authorization for this workshop took place in April 2024 at SMA Negeri 1 Sajingan, with the participants being the school's teachers. In the context of the Merdeka Curriculum, developing high-quality instructional modules is crucial for enhancing teacher professionalism, improving teaching skills, and boosting the overall quality of education. Well-designed instructional modules can aid teachers in creating lessons that meet students' needs and adhere to the Merdeka Curriculum principles. Therefore, this workshop is expected to positively contribute to improving educational quality at SMA Negeri 1 Sajingan and support the effective implementation of the Merdeka Curriculum.