Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pemberdayaan Kader PKK dalam Pengolahan Tanaman Toga di Desa Celuk Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit; Luh Gde Evayanti; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Sagung Putri Permana Lestari Murdhana Putere; I Wayan Sudiarta; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.33-38

Abstract

Processing of toga plants or traditional medicinal plants is an important part of human cultural heritage. Toga plants are rich in active compounds that have pharmacological effects and health benefits. Interest in the use of the toga plant as an alternative treatment is increasing. Toga plant processing involves various stages, from planting to extracting active compounds, with the important role of technology and innovation. The importance of the toga plant processing industry involves economic aspects, biodiversity conservation, and preservation of cultural traditions. The development of this industry requires a holistic approach involving various parties, from farmers to consumers, to ensure sustainability and welfare of the communities involved in this process. The partners in this service are the PKK Cadres of Celuk Sukawati Gianyar Village, totaling 8 people and coordinated by the PKK Cadre Chair. There are problems that have been identified by partners, namely economic and health problems. The economic problem is the decreasing economic capacity of partners, while the health problem is the lack of cadre skills regarding the use of family medicinal plants in health. The solution for partners to these two problems is to provide education regarding the use of toga plants and training regarding processing of toga plants. Partners are given tools and materials to assist partners in processing toga plants. Outcomes include increasing the knowledge of ≥ 80% of partner members regarding the use of toga plants and ≥ 80% of partner members receiving training in processing toga plants to increase family income.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Desa Bayung Gede Sebagai Kader Bebas Stunting Sri Ratna Dewi; Ni Wayan Erly Sintya Dewi; A.A.G. Budhitresna; I Wayan Sudiarta
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.200-204

Abstract

Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrisi selama seribu hari pertama kehidupan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, penurunan kecerdasan, dan masalah kesehatan lainnya. Berdasarkan data Riskesdas, masih dijumpai angka stunting yang cukup tinggi di Bangli, salah satunya di Desa Bayung Gede Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya asupan gizi dan kurangnya keterampilan pembuatan MPASI bergizi. Puskesmas Kintamani VI telah melakukan berbagai upaya, namun karena sifat masalah yang kompleks, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa turut berperan dalam program pendampingan keluarga. Sasaran dari program ini adalah keluarga balita stunting dan berisiko stunting. Solusi yang diberikan berupa penyuluhan mengenai MPASI yang bergizi, pelatihan pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, dan pemberian paket gizi (susu tinggi protein) serta alat dan bahan dalam pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dan sosialisasi, penyuluhan menganai MPASI bergizi, pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, serta penyerahan paket gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebanyak 80,8%. Selain itu terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan MPASI. Program ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan dan pemahaman keluarga dalam upaya pengentasan stunting.
Program Kemitraan Masyarakat “Olahan Jagung Manis” I Wayan Sudiarta; A.A. Made Semariyani; N.M.A. Suardani, S
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.1.1.2018.15-19

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan teknologi pengelolaan hasil pertanian di Kelurahan Sumerta yaitu jagung manis menjadi produk olahan jagung manis seperti susu jagung manis, puding jagung manis, dodol jagung manis dan mie jagung manis dan juga untuk memberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi tepat guna pengolahan produk jagung manis, proses produksi serta sanitasi dan higiene pengolahan, penyuluhan kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengenai pembuatan empat produk olahan tersebut, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk membuat produk secara mandiri. Ketiga, difasilitasi untuk mendapatkan ijin P- IRT dari produk yang diproduksi dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar sehingga jangkauan pemasaran produk bisa lebih luas dan dijamin keamanannya. Keempat, dilakukan monitoring dan memotivasi kelompok dan anggota kelompok yang baru mulai merintis usaha pengolahan pangan yang berbasis jagung manis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya; 2) pelatihan untuk pembuatan produk berupa susu jagung manis, pudding jagung manis, dodol dan mie jagung manis dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu membuat produk tersebut dengan baik. Kesimpulannya, kegiatan dalam pengelolaan jagung manis ini berhasil dilakukan.
Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan di Desa Sulangai A.A. Made Semariyani; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra; I Gede Pasek Mangku; Luh Suriati; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.23-28

Abstract

Kegiatan PKM Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan dilaksanakan di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pelatihan diberikan pada Ibu-ibu PKK Desa Sulangai. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk memberikan teknologi pengemasan dan strategi pemasaran produk pangan yang telah diproduksi oleh ibu-ibu PKK desa Sulangai (jamu kunyit, jamu sirih, Virgin Coconut Oil (VCO), manisan tomat, minyak tandusan, jajanan tradisional dan lain-lain). Pada saat pelatihan diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: Pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi pengemasan produk pangan, dan penyuluhan Kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengemas hasil olahan pangan khususnya VCO, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk mengemas produk dan memasarkan produk secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) Peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya. 2) Pelatihan untuk pengemasan dan pemasaran produk pangan dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu mengemas dan memasarkan produk tersebut dengan baik. 3) Target luaran dari kegiatan PKM Pelatihan Pengemasan dan pemasaran produk pangan ini telah diberikan kepada peserta didik.
PKM Pengolahan Sampah Organik dan Perilaku Bersih dan Sehat Kelompok Tani Wana Sari Di Desa Batur Utara, Kecamatan Kintamani, Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; I Wayan Sudiarta
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.1.2024.78-87

Abstract

The Wana Sari farmer group is a farmer group that carries out agricultural activities in North Batur Village, Kintamani District, Bangli. The agricultural activities carried out focus on plantation activities, especially fruit and vegetables. In carrying out farming activities, partners face daily problems in the health and agricultural sectors that require solutions and become the focus of PKM activities carried out by the service team. In the health sector, partner representatives said that the use of adequate personal protective equipment is still not uniform. Apart from that, partners also do not understand how to use drugs in everyday life, especially the aspect of careful movement using drugs (careful echo). In the agricultural aspect, partners produce quite a lot of organic agricultural waste, for example fruit and vegetable waste. So far, agricultural waste has not been processed into compost products because partners do not know how to make it. Partners also want to learn how to hatch BSF fruit fly larvae for further use as an effort to deal with organic waste and BSF maggots can be used as an alternative high-protein animal feed for chickens or fish. The implementation of PKM has been carried out with the service team providing outreach about careful monitoring and the importance of using PPE in farming activities. The service team also provides training on how to make compost from everyday plantation waste. Partners also received an explanation about maggot cultivation to be bred and used in daily life. In this activity, partners also received facilitation from the service team for each farmer member totaling 22 people in the form of a set of PPE, boots, medicine box and complete medicine, 10 grams of maggot larvae, maggot cultivation book, household scale composting bag along with biofad starter, bioactivator and gloves. Facilitation to farmer groups was also provided in the form of pressure measuring devices, waste chopping machines and molasses and biomi starters for large compost making. Comparison of pre and post-test shows an increase in partner scores of 30 points, which indicates an increase in partner understanding of the training provided. Monitoring and evaluation results show that partners are able to make compost independently, hatch BSF larvae to process organic waste, use PPE to carry out PHBS in farming activities.
Penyuluhan Kesehatan Mengeni Pengaruh Pemakaian Earphone Terhadap Fungsi Pendengaran Pada RemajaTelinga dan Penyuluhan Mengenai Pentingnya Merawat Kebun Sekolah Ketut Wahyudiana Sudana; Gita Ratnasari; I Wayan Sudiarta
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.147-151

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Manggis, Karangasem, Bali, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pengaruh pemakaian earphone terhadap fungsi pendengaran. Mitra adalah sekitar 25 siswa pengurus OSIS dan ekstrakurikuler yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan earphone pada berbagai aktivitas belajar maupun non-akademik, Kegiatan berupa penyuluhan tatap muka tentang kesehatan pendengaran dan cara pemakaian earphone yang aman, dan di akhir sesi dilakukan penyuluhan pentingnya merawat tanaman dan kebun sekolah, mengingat agar siswa selain menjaga kesehatan juga penting untuk menjaga tanaman di area sekolah untuk menjaga kenyamanan belajar di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian poster dan leaflet, sesi kuis interaktif sebelum–sesudah materi, serta diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik pada akhir sesi, dan lebih dari 90% menyatakan puas terhadap kegiatan. Tindak lanjut dari sekolah menunjukkan berkurangnya kebiasaan menggunakan earphone saat istirahat dan meningkatnya keterlibatan siswa dalam merawat kebun melalui jadwal piket. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan memicu perubahan perilaku awal terkait penggunaan earphone dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Penyuluhan dan Skrining Skabies bagi Ibu dan Anak serta Edukasi Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Menjadi Minuman Herbal Putu Gde Hari Wangsa; Ni Wayan Sri Ekayanti; I Wayan Sudiarta
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.165-170

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi dan interaksi erat antar individu, termasuk lingkungan rumah asuh. SOS Children Village Bali merupakan komunitas yang menaungi anak-anak dan ibu asuh yang memiliki risiko terjadinya penularan skabies akibat aktivitas sehari-hari yang melibatkan kontak erat. Selain itu, hasil observasi awal menunjukkan bahwa pengetahuan ibu asuh mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai minuman herbal kesehatan masih terbatas. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai skabies, melaksanakan skrining dini penyakit kulit, serta memberikan edukasi pengolahan TOGA menjadi minuman herbal kesehatan berbasis rumah tangga. Pemecahan masalah dilakukan melalui pendekatan edukatif dan preventif yang meliputi survei awal, koordinasi dengan mitra, penyuluhan kesehatan mengenai skabies, skrining dan pemeriksaan kulit oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, edukasi pengolahan TOGA, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan di SOS Children Village Bali dengan sasaran ibu asuh dan anak-anak usia 5–15 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai skabies dan pemanfaatan TOGA berdasarkan hasil posttest dibandingkan pretest. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung serta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan skrining turut meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini penyakit kulit pada anak-anak. Kegiatan PKM ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai skabies dan pemanfaatan TOGA serta mendorong peningkatan kesadaran kesehatan kulit dan perilaku hidup sehat pada ibu asuh dan anak-anak di SOS Children Village Bali.
Pembinaan Perkembangan Batita dan Pemanfataan Tanaman Lahan Sempit pada Keluarga Binaan Come Luh Gde Evayanti; I Wayan Sudiarta; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Ni Putu Diah Witari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v5i1.5535

Abstract

Periode emas dalam perkembangan otak manusia adalah 1000 hari pertama kehidupan (HAK). Perkembangan otak ini menunjangan perkembangan kognitif, motorik, dan berbahasa pada batita. Mitra pengabdian ini adalah keluarga binaan Community Oriented Medical Education (COME) 1000 HAK. Sebelumnya telah dilakukan wawancara dan pengamatan terkait perkembangan batita di keluarga tersebut. Sebanyak 10 keluarga binaan yang dilibatkan sebagai mitra. Kurangnya perhatian keluarga binaan terhadap pentingnya stimulasi perkembangan pada 1000 HAK bagi bayi akan berdampak pada penyimpangan perkembangan. Selain itu halaman rumah keluarga binaan tidak terdapat tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan keluarga binaan terkait pentingnya stimulasi perkembangan bagi batita dan pemanfaatan tanaman pekaranan rumah (lahan sempit). Metode yang digunakan adalah berdiskusi, praktek langsung, dan pemutaran video-video edukasi, serta penyediaan alat-alat stimulasi perkembangan dan hibah tanaman. Selanjutnya dilakukan follow up dan evaluasi kepada keluarga binaan. Kegiatan dilaksanakan dengan melalui kunjungan untuk melakukan survey kesehatan batita dan memberikan edukasi terkait perkembangan yang perlu dikuasai sesuai usia batita. Selanjutnya diberikan edukasi dan praktek yang melibatkan keluarga untuk memanfaatkan lahan sempit dengan menanam tanaman sayur-sayuran. Kegiatan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan follow up dan data analisis dari pre-test maupun post-test didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga binaan setelah mengikuti kegiatan.
Improvement of Processing and Marketing of Innovative Coconut and Nut-Based Products at the Sari Nadhi Business Study Group, Carangsari Village, Badung I Wayan Sudiarta; A. A. Made Semariyani; Ni Made Putri Pradnya Paramita Dewi; Ni Made Rustini; Ni Made Putri Pradnya Paramita Dewi; Putu Ananda Icaka Putri; Setianingsih Ni Luh Putu Putri
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i1.525

Abstract

The processing of agricultural products, especially coconuts into VCO, coconut oil, sounding, and tempeh, with several types of processed products for innovative snacks with soybean ingredients has been produced and marketed by partners in Carangsari Village and its surroundings, but with limited marketing, and the products still need to be improved in quality to be able to compete with similar products. The problems faced are that the product quality is inconsistent, the product packaging is still simple, and there is no knowledge of business management and bookkeeping, so there are obstacles in managing production and marketing. The solution to the problems faced is to improve processing technology and packaging technology; turnover increases; product quality and quantity increase Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 1: No PovertySDG 2: Zero HungerSDG 4: Quality EducationSDG 8: Decent Work and Economic GrowthSDG 9: Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 17: Partnerships for the Goals
Optimalisasi Potensi Ekowisata Melalui Edukasi Bahaya Mikroplastik dan Inovasi Wine Jeruk di Desa Pengejaran Desak Putu Oki Lestari; I Wayan Sudiarta; Ini Luh Putu Eka Kartika Sari; Desak Ketut Tristiana Sukmadewi
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i1.1270

Abstract

The Assisted Village Empowerment Program activities in Pengjaran Village, Kintamani, aim to optimize ecotourism through socializing the impact aof microplastics and innovation in processing oranges into wine. This village has enormous potential in the production of Siamese oranges but faces the challenges of overproduction and a lack of value-added processed products. This program involves training for Family Planning Program mothers regarding the dangers of microplastics and techniques for making orange wine, using outreach and hands-on methods. The results showed an increase in participants' knowledge about the impact of microplastics and their ability to produce orange wine. By reducing plastic use and promoting sustainable use of local resources, we hope to improve economic welfare and health in society. This program also supports the tourism industry by offering processed products that are attractive to tourists, thereby making a positive contribution to the local economy.
Co-Authors A.A. Made Semariyani Agata Viani Aida Firdaus Muhamad Nurul Azmi Aida Firdaus Muhammad Nurul Azmi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Diah Apriyanti Anak Agung Gede Budhitresna Anak Agung Sagung Manik Chindrawati Andriani, Anak Agung Sagung Putri Risa Ayu Suardani Desak Ayu Diah Prawerti Desak Ayu Diah Prawerti Desak Ayu Diah Prawerti Desak Ayu Diah Prawerti Desak Ayu Diah Prawerti Desak Putu Oki Lestari Dewa Gede Semara Edi, Dewa Gede Semara Fransiscus Fiano Anthony Kerans Gregoria S. S. Djarkasi Gusti Ngurah Oka Jiwantara Gusti Ngurah Oka Jiwantara Gusti Ngurah Oka Jiwantara I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih I Gede Pasek Mangku I Gede Wenda Wikan Adi I Kadek Somariana I Kadek Somariana I Kadek Somariana I Ketut Suwarmadi Putra I Ketut Suwarmadi Putra I Ketut Suwarmadi Putra I Nengah Muliarta, I Nengah I Putu Ajus Raditya Putra I Putu Candra Suta Adnyana I Wayan Wesna Astara Ida Kurniawati Indraningrat, Anak Agung Gede Ini Luh Putu Eka Kartika Sari Janurianti, Ni Made Defy Kadek Dinda Rahayu Darmawan Kadek Somariana Kadek Somariana Ketut Suwarmadi Putra Ketut Suwarmadi Putra Ketut Wahyudiana Sudana Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Suriati Made Dharmesti Wijaya Made Gita Ratnasari Murdhana Putere, Sagung Putri Permana Lestari N.M.A. Suardani, S Ni Kadek Karina Sari Dewi Ni Kadek Karina Saridewi Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Darmadi Ni Made Putri Pradnya Paramita Dewi Ni Made Putri Pradnya Paramita Dewi Ni Made Rustini, Ni Made Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Diana Ekayani Ni Wayan Erly Sintya Dewi Ni Wayan Sri Ekayanti Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pardita, Dewa Putu Yudi Putu Ananda Icaka Putri Putu Gde Hari Wangsa Raseetha Vani Siva Manikam Ratna Juwita Richard Randi Rudianta, I Nyoman Salensia Haryati Afons Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelantik Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelatik Selamet, I Ketut Sinta Purnamasari Sri Ratna Dewi Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana Trisna Sumadewi, Komang Yasniana Dalima Dalima Yulianus Jordi Ziku