Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT CONTROL (HIRARC) PADA WEDDING VENUE RUMAH KAMPUNG DECORATION ROSULUDDIN, ADHE ALVIN; Bhirawa, Waspada Tedja; Moektiwibowo, Hari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri jasa, sebuah prosedur K3 dibutuhkan agar setiap pekerja lapangan dapat aman dalam menjalankan pekerjaannya. Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia saat ini masih menjadi perhatian khusus untuk berbagai instansi terkait, terutama mengingat peningkatan jumlah kecelakaan kerja setiap tahunnya. Nyatanya masih terdapat pekerja yang tidak menerapkan prosedur K3 di lapangan. Oleh sebab itu maka perlunya dilakukan identifikasi potensi bahaya yang ada dan pengendalian risiko untuk meminimalkan kejadian kecelakaan kerja Venue Rumah Kampung Decoration. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya, kemudian metode Job Safety Analysis yang untuk mencari solusi perbaikannya. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat 15 potensi bahaya yang teridentifikasi dan dikategorikan ke dalam 3 rating risiko yaitu 15 potensi bahaya yaitu extreme risk, high risk, dan moderate risk. Diketahui bahwa rating extreme risk sebanyak 4 (27%), rating high risk sebanyak 3 (20%), dan rating moderate risk sebanyak 8 (53%). Kemudian untuk tahap Job Safety Analysis diperoleh beberapa bentuk rekomendasi untuk pengendalian risiko guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang terjadi dengan mempertimbangkan hierarki pengendalian risiko seperti safety induction dan crosscheck sebelum melakukan pekerjaan, dan menyediakan worksheet penggunaan APD agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman, serta adanya SOP keselamatan kerja bagi karyawanKata Kunci: HIRARC, K3, Bahaya, Pengendalian Risiko, Wedding Venue Decoration
2. Perancangan Dan Penempatan Hidran Pada Hanggar Pesawat Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Manik, Anjoe; Tedja bhirawa, Waspada; Arianto, Basuki
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 4 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i4.34

Abstract

Obyek penelitian dilakukan pada Skadron Udara Hanggar Pesawat 31 Lanud HalimPerdanakusuma yang belum memiliki sistem pemadam kebakaran menggunakan hidran. Hidranadalah sistem proteksi kebakaran aktif yang disediakan di sebagian besar wilayah perkotaan,pinggiran kota dan pedesaan yang memiliki pasokan air yang cukup untuk memungkinkanpetugas pemadam kebakaran menggunakan pasokan air untuk memadamkan api. Sumberairhidran berasal dari tempat penampungan air terpisah atau saluran air lainnya yang dialirkanmelalui pompa dan disalurkan menggunakan pipa.Metode yang digunakan dalam menentukan panjang pipa yang paling optimal adalah AlgoritmaFloyd Warshal. Metode adalah algoritma yang mengambil jarak minimum dari satu titik ke titiklainnya. Pada algoritma ini menerapkan algoritma dinamis yang menyebabkan akan mengambiljarak jalur terpendek dengan benar. Algoritma Floyd Warsall juga bisa diterapkan pada aplikasipencari rute terdekat dari satu area ke area lain dengan metode ini hasil yang didapat bisa lebihoptimal.Berdasarkan hasil perhitungan beberapa alternatif pilihan maka ditentukan penempatan 8 hydrantuntuk mengatasi bahaya kebakaran dengan jumlah material pipa dengan saluran pipa padausulan a yaitu dengan rumah pompa dan tangki air diatas pos jaga, a Dibutuhkan pipa sepanjang335 meter, sedangkan pada proposal b yaitu dengan rumah pompa dan tangki air antara ruangRajawali dan ruang kesehatan dibutuhkan pipa sepanjang 305 meter, maka dari perhitunganini proposal desain yang paling optimal adalah proposal desain b, hanya menggunakan pipasepanjang 305 meter.
8. SCHEDULE MAINTENANCE PENGGANTIAN KOMPONEN BLEED AIR REGULATOR PADA PESAWAT BOEING 737-400/500 SKADRON UDARA 17 BERDASARKAN PERHITUNGAN RELIABILITY Adi Wibowo, Sunar; Bhirawa, WT.; Arianto, Basuki
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 1 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i1.58

Abstract

Frekuensi penggantian komponen Bleed Air Regulator pada pesawat Boeing 737-400/500 Skadron Udara 17 masih tinggi. Kerusakan komponen tersebut menimbulkan terhentinyakegiatan operasional pesawat (Aircraft On Ground). Komponen Bleed Air Regulator bersifat hardtime dan harus dilakukan penggantian jika telah mencapai 5.000 jam. Oleh karena itu perludiketahui tingkat reliability komponen Bleed Air Regulator yang telah terpasang sebelumnyasehingga dapat dilakukan penjadwalan penggantian (schedule maintenance) komponen BleedAir Regulator berdasarkan analisis pemeliharaan. Data yang diperoleh dari hasil pengamatankemudian dilakukan perhitungan reliability dengan menggunakan failure rate, Mean Time BetweenFailure (MTBF), Mean Time Between Maintenance (MTBM) dan perhitungan nilai kehandalan. Setelahdiketahui nilai kehandalan komponen Bleed Air Regulator selanjutnya dilakukan analisis sebagaibahan pertimbangan penjadwalan penggantian komponen Bleed Air Regulator tersebut.Hasil perhitungan reliability menunjukkan bahwa (MTBUR) 5.000 jam sesuai dengan reko- mendasimanufaktur sudah sangat rendah yaitu sebesar 21,96 %. Hal tersebut tidaklah efektif jika dilakukanpenggantian disetiap 5.000 jam. Nilai kehandalan dengan target reliability di atas 60 % yaitu padaMean Time Between Unschedule Removal (MTBUR) 1000 dan 1500 jam. Analisis pemeliharaansebagai bahan pertimbangan penentuan penjadwalan penggantian komponen Bleed Air Regulatorberdasarkan hasil perhitungan nilai kehandalan dan analisis pemeliharaan, shedule maintenancepenggantian komponen Bleed Air Regulator yang dapat diterapkan yaitu pada Mean Time BetweenUnschedule Removal (MTBUR) 1500 jam dengan survival/reliability function yang dapat diterapkanyaitu 63,46 % dengan kemungkinan kerusakan (possibility to failure) sebesar 36,54 %.
6. ANALISIS RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) KOMPONEN HYDRAULIC PUMP PN MPEV3-011-8UK2B PESAWAT CN 235 100M/220M/MPA MELALUI PROGRAM PERAWATAN DI SKADRON UDARA 27 PAPUA Yoga Bimantara, Anrianus; Bhirawa, W. Tedja; Mandagie, Karel L.
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 2 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i2.65

Abstract

In realizing the optimization of the maintenance capability of the CN 235 100M/220M/MPA Air Squadron 27, it is necessary to take steps to overcome the existing problems, namely carryingout preflight checks before carrying out flight crew missions, in this case the crew carries out checks onall aircraft systems and one of them is hydraulic system. Therefore, analytical measures are needed todetermine the reliability of this PN: MPEV3-011-8UK2B hydraulic pump. The theory used in analyzingthis problem is the theory of maintenance, the theory of Reliability Centered Maintenance (RCM), thetheory of reliability, the concept of willingness, Component Replacement Interval with Total MinimumDowntime and Paretto Diagram. The results of this study are from the time interval data required tocarry out maintenance or maintenance on the Hydraulic Pump PN component: MPEV3-011-8UK2Bon the CN 235 100M/220M/MPA aircraft is 30 (thirty) days, it has shown that the reliability of thiscomponent is also depending on the flight hours of the aircraft and the operation of the HydraulicSystem that is not excessive. The replacement schedule is carried out by prioritizing components whosereliability values are predicted to experience an extreme decline and have also been diagnosed aseligible to be replaced. The condition of the Hydraulic Pump Components on the CN 235 100M/220M/MPA Aircraft which has been influenced by several factors that cause an extreme decrease in reliabilityvalues, the appropriate method used is component replacement.
2. USULAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA TRANSFER CONVEYOR STEEL CORD Bahrinudin; W Tedja Bhirawa; Karel L Mandagie; Dikatama T
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 3 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v3i3.107

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dan mengukur OverallEqipment Effectiveness (OEE) mesin Transfer Conveyor Steel Cord, mengidentifikasi danmemverifikasi faktor-faktor kerugian dominan bagi perusahaan berdasarkan six big lossesdengan melakukan Root Cause Analysis serta mengukur total efektivitas performansi darimesin-Transfer Conveyor Steel Cord. (4)Membuat usulan kepada perusahaan untukmeningkatkan produktivitas dan efektivitas dimasa yang akan datang. Penelitian dilaksanakandi PLTU Bukit Asam Sumatera Selatan dengan menggunakan Transfer Conveyor Steel Cord.Pada penelitian ini untuk dapat meningkatkan OEE mesin pada Transfer Conveyor Steel Cord,maka rancangan sistem perawatan yang dibuat dengan menggunakan metode TPM.penerapan TPM yang diperoleh setelah melakukan pengolahan data. Analisis yang dilakukanmeliputi analisis jadwal perawatan, analisis six big losses, analisis nilai OEE, dan analisisrancangan penerapan TPM. Pengukuran tingkat efektivitas Transfer Conveyor Steel Corddengan menggunakan metode OEE diperoleh nilai OEE sebesar 81,1 %. Langkah perbaikanyang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya breakdown adalah operator melakukanpengecekan mesin sebelum mesin tersebut dioperasikan, sehingga dapat meminimalkanpotensi kerusakan mesin. Memberikan pelatihan secara berkala kepada para operator danmaintenance untuk meningkatkan kemampuan mereka. Penelitian ini dapat dilanjutkandengan perancangan penjadwalan preventive maintenance dan optimalisasi autonomousmaintenance untuk meminimalkan breakdown yang terjadi. Beberapa tindakan PlannedMaintenance diantaranya adalah pemeriksaan alat secara menyeluruh, melakukanpembersihan, dan pelumasan dan penggantian komponen (spare part) dilakukan secaraberkala sesuai prosedur.
PERANCANGAN MEJA GAMBAR TEKNIK YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA DAN NORDIC BODY MAP DI LABORATORIUM. BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI; JANAMPA, MELINUS
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dari hari ke hari membuat tuntutan akan peningkatan dari setiap pekerjaan yang dilakukan manusia sehingga memerlukan alat bantu yang digunakan dalam melakukan pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Meja gambar dapat membantu kegiatan belajar mengajar yakni proses praktikum menggambar teknik untuk mempermudah mahasiswa dalam menggambar objek atau benda yang merupakan tugas-tugas dari praktikum menggambar teknik untuk mendapatkan hasil yang optimal. Alat bantu yang menunjang setiap pekerjaan harus bersifat ergonomis sehingga dapat mempermudah pekerjaan yang dilakukan juga memberikan kenyamanan dan meraih hasil yang optimal.Prosedur penelitian diawali dengan membagikan kuisioner keluhan dan keinginan mahasiswa yang dibagikan secara acak, membagikan kuisioner Nordic Body Map, melakukan identifikasi meja gambar teknik, dan pengumpulan data antropometri, yang kemudian diinterpretasikan menjadi keluhan pengguna. Setelah itu, tahapan berikutnya mengenai pengelohan data anthropometri, konsep perancangan berdasarkan kebutuhan, ide, keputusan dan tindakan, pembuatan prototype, uji coba prototype, perhitungan Teknik, pemilihan material dan estimasi biaya.hasil penelitian didapatkan perancangan meja gambar teknik yang memiliki kelebihan lebih praktis, lebih ringan dan terurama lebih nyaman digunakan dengan lebar meja gambar 91,5 mm dengan menggunakan P5, panjang meja gambar 126,5 mm dengan menggunakan P5, tinggi meja gambar 30 mm, Total biaya biaya yang di butuhkan Rp. 1.650.000,- Perancangan meja gambar teknik dapat mengurangi keluhan pengguna dengan rancangan ergonomic.Kata Kunci : Ergonomi, Antropometri, Nordic Body Map, Meja Gambar Teknik.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Software Google Skecthup Untuk Menggambar Teknik Bagi Siswa SMA Gutama Jakarta Timur W.Tedja Bhirawa; Nurwijawayanti K.N; Erwin Wijayanto; Darmawan Yulianto; Indramawan; Arie Rahmadi; M. A. Bintoro Dibyoseputro; Hari Moektiwibowo; basuki arianto; Sungkono; Agus Sugiharto
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/9rkks797

Abstract

 Penguasaan gambar teknik akan membantu mahasiswa dan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas gambar. Hal ini di awali dengan pembahasan mengenai pendahuluan atau dasar pemahaman untuk dapat memahami lebih jauh tentang gambar teknik yang memuat latar belakang dan tujuan gambar teknik selanjutnya membahas mengenai peralatan gambar teknik yang meliputi Peralatan gambar teknik kemudian pada standart gambar membahas menenai garis gambar, standar batas gambar atau margin, kepala gambar dan skala gambar, selanjutnya pada poyeksi gambar teknik membahas mengenai deskripsi proyeksi, jenis-jenis proyeksi, proyeksi eropa dan proyeksi amerika dan pada potongan dan arsir membahas tentang potongan pada gambar teknik, jenis- jenis potongan, deskripsi arsiran pada gambar teknik, Jenis-jenis arsiran kemudian pada toleransi gambar mengenai deskripsi toleransi gambar teknik, jenis toleransi gambar teknik, toleransi bentuk, toleransi posisi, selanjutnya pada pengenalan Google Sketchup, mengenal tool Google Sketchup dan pada menggambar Google Sketchup 3 dimensi mengenai dasar Google Sketchup  3D, toolbar pada Google Sketchup 3D dan membuat obyek 3d dari gambar 2D serta latihan membuat obyek 3D.Google Sketchup merupakan sebuah program komputer yang ditujukan untuk manajemen proyek, dimana pengoperasiaannya maupun tukar-menukar data dengan program office lain dapat dilakukan dengan mudah. Oleh karena itu, pada pelatihan ini, gambar berbentuk 2  dimensi atau 3 dimensi dilakukan dengan menggunakan program Google Sketchup. Hasil dari pelatihan ini dilakukan pengolahan data berdasarkan angket mengenai kepuasan terhdapa pelatihan cukup berpengaruh signifikan.
Usulan Perancangan Pemasangan Alarm Detector dan Sprinkler pada Kampus C Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarama Achmad Takbiriyantono; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Wardaya
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/21wpfx05

Abstract

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma saat ini memanfaatkan Campus A, Campus B, dan Campus C yang baru dibangun. Penelitian ini berfokus pada Campus C, sebuah gedung bertiga lantai yang memerlukan langkah-langkah keselamatan kebakaran yang andal. Bahaya kebakaran di gedung ini meliputi instalasi listrik dan bahan bangunan yang mudah terbakar. Untuk mengatasi risiko ini, penelitian ini menggunakan diagram sebab-akibat (diagram Fishbone) untuk menganalisis faktor-faktor penyebab bahaya kebakaran, yang dikategorikan ke dalam Aspek Pekerja, Bahan Baku, Mesin, Metode, dan Lingkungan. Dengan menggunakan metode 5W+1H Quality, penelitian ini merekomendasikan pemasangan 132 alat pemadam kebakaran otomatis (sprinkler) dengan pipa ¾" dan saluran pipa sepanjang 460 meter. Kebutuhan pasokan air adalah 277 m³/menit, yang memerlukan sistem pompa dengan kapasitas 277 m³/menit. Tiga pompa dengan kapasitas masing-masing 100 m³/jam dan satu pompa cadangan direkomendasikan untuk kapasitas ini. Selain itu, diusulkan tangki penyimpanan air dengan kapasitas 300 m³ untuk 60 menit, dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan Prosedur Operasi Standar (SOP) K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan keselamatan dan manajemen bahaya kebakaran di Campus C. SOP ini mencakup perbaikan pada faktor manusia, bahan, mesin, metode, dan lingkungan di Campus C.   The building facilities currently used by Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) is Campus A and Campus B and the new Campus C. In this research examined campus C Unsurya, which is a three (3) floor building. The building must be equipped with reliable fire safety facilities. There are several functions of space that can trigger fires, namely electrical installations and flammable building materials. Based on the background above, adequate active protection means are needed in accordance with applicable regulations. Cause-and-effect diagrams / Fishbone diagrams are used to analyze the factors that cause fire hazards. The factors that influence and cause fire hazards can generally be classified as follows: Workers, Raw Materials, Machines, Methods, and Environment. 5W+1H Quality using to determine recommendation. Based on calculations, it was determined to place 132 sprinklers to overcome the danger of fire with a quantity of ¾" pipe material with a pipe line 460 meters long. Meanwhile, the water supply is 277 m3/minute. With the required water supply, a pump with a pump capacity capable of producing 277 m3/minute is needed. With this capacity, three pumps with a capacity of 100 m3 /hour and one spare pump can be used. A water storage tank is needed for 300 m3 for 60 minutes with a length of 4 meters, width of 5 meters and depth of 1.5 meters. It is proposed to use a Standard Operating Procedure (SOP) regarding K3 or safety and how to handle fire hazards in the Unsurya Campus C building which includes improvements to human factors, materials, machines, methods and the environment of the Campus C Unsurya.  
6. PERANCANGAN ALAT ANGKUT MESIN LAS GUNA MEMPERBAIKI POSTUR KERJA MENGGUNAKAN RULA DI WORKSHOP KAMPUS A UNSURYA Daniel Simanjuntak; W. Tedja Bhirawa; Indramawan; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat angkut sebagai alat bantu untukmahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) saat melakukanpemindahan dan penangkatan mesin las di workshop kampus A Unsurya. Dengan demikianpenulis mengambil judul menjadi “Perancangan Alat Angkut Mesin Las Guna MemperbaikiPostur Kerja Menggunakan RULA di Workshop Kampus A Unsurya”. Maksud dan tujuandibuatnya alat bantu dan dirancang berupa alat angkut berbentuk troli agar dapatmeminimalisir waktu pemindahan dan mencegah timbulnya rasa sakit saat pemindahanmesin las di workshop kampus A Unsurya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metodeNordic body map, Antropometri dan RULA, dimana data yang diperoleh dalam penelitianini dilakukan dengan penyebaran kusioner keluhan dan keinginan mahasiswa, pengukurandari 20 sampel mahasiswa Teknik Industri Unsurya, serta perancangan alat angkut mesinlas sebagai alat bantu dilakukan dengan menganalisis postur kerja dengan RULA. Setelahpengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai denganantropometeri pengguna. Data antropomonetri yang digunanakan dalam perancangan iniadalah Tinggi badan berdiri (Tbb), Tinggi siku berdiri (Tsb), Lebar bahu (Lb) dan DiameterLingkar Genggam (Dlg). Berdasarkan perhitungan data persentil yang digunakan dalamperancangan alat angkut mesin las yaitu P50, P95, P95. Hasil dari penelitian ini bertujuanagar penggunaan alat angkut mesin las yang lebih ergonomis, sehingga dapat membantumahasiswa saat melakukan aktivitas pemindahan dan pengangatan mesin las di workshopkampus A Unsurya. Berdasarkan hasil penyebaran kusioner keluhan dan keinginanmahasiswa diperoleh keluhan terbesaradalah sakit pada punggung 95% dan sakit padapinggang 75%. Hasil penelitian ini menemukan beberapa fakta bahwa perancangan alatangkut mesin las dapat memperbaiki postur kerja. Hasil skor RULA dengan menganalisispostur kerja diperoleh skor yaitu 6 artinya memiliki level resiko sedang dimana perludilakukan pemeriksaan dan perubahan segera dilakukan. Sedangkan dimensi ukuran alatangkut mesin las yang diikur sebagai berikut: tinggi alat angkut 112 cm, lebar alat angkut43,04 cm, panjang alat angkut 45 cm dan diameter pegangan 4,75 cm.
7. ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRARC PEMBANGUNAN JARINGAN GASKITA PADA PERUMAHAN TAMAN NAROGONG INDAH Lionil Radityo; Syamsunasir; W. Tedja Bhirawa; Darmawan Yulianto
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.122

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi bahaya dan menilai risiko K3pada pembangunan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga GasKita dilingkungan PerumahanTaman Narogong Indah Bekasi. Proyek Pembangunan Jaringan Gas untuk RumahTangga Gas Kitayang berlokasi di Perumahan Taman Narogong Indah Bekasi, merupakansalah satu proyek yang bergerak dibidangkonstruksi, dimana pada proses pengerjaannyaterdapat berbagai potensial hazard yang berdampak pada kecelakaan kerja bahkanpenyakit akibat kerja (PAK). Oleh karena itu, dengan metode Hazard Identification, RiskAssessment And Risk Control (HIRARC) merupakan worksheet yang sesuai atau dapatditerapkan pada pembangunan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga GasKita PerumahanTaman Narogong Indah Bekasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatandeskriptif-observasional dan desain studi secara survei karena memberikan gambaranpotensi bahaya dan risiko pada pembangunan Jaringan GasKita dengan menggunakanmetode (HIRARC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pekerjaan galiantanah, teridentifikasi 9 potensial hazard, untuk kategori risiko terbanyak dan tertinggi yaituhigh risk (5). Pada pekerjaan penurunan pipa, teridentifikasi 3 potensial hazard,sedangkan kategori risiko terbanyak dan tertinggi yaitu high risk (1). Pada pekerjaan TieIn, teridentifikasi 10 potensial hazard, sedangkan kategori risiko terbanyak low risk (4) dankategori risiko tertinggi high risk (3). Pada pekerjaan Auger Boring, teridentifikasi 19potensial hazard, sedangkan kategori risiko terbanyak yaitu medium risk (10) dan kategoririsiko tertinggi yaitu ekstrim risk (1). Pada pekerjaan sandblasting,teridentifikasi 3 potensialhazard, sedangkan kategori risiko tertinggi yaitu high risk (1).
Co-Authors Abdul Multi Achmad Takbiriyantono adi septian, jamal Adi Wibowo, Sunar AGUNG TRIWIBOWO Agus Sugiharto ALDY ALFRIANSYAH Annisa Annisa ARIANTO, BASUKI Arie Rahmadi ARIZAL NURHIDAYAT AYUB SUDRAJAT AZAM CHAERUL Bahrinudin BASUKI ARIANTO BAYU SEKTI AJI Budi Sumartono BUDI SUMARTONO CHRISTOFEL, JHON KEVIN Cindy Fenora Cuk Hendradinata DANAR SAPUTRA Daniel Simanjuntak DARMAWAN YULIANTO Dea Hamdallah DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS Dikatama T DIMAS ARIEF BUDIANTO DIMAS SATRIO DONY DRAJAT PANGESTU DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA Dwikatama Eko Prasetiono Erfin Indrawan Ramadhan Erika Merdiana Armono ERVINI MELADIYANI ERWIN WIJAYANTO FADEL MUHAMAD FIKRI FARAH KRISDIANA Fikri, Muhamad Azis FITRIA NURAUHATH Fitry Rizki Luthfiyah Kurniawan Gianina Mulia B. Sembiring Hamdi, Najmi Harfi, Razul Hari Moekti Wibowo HARI MOEKTIWIBOWO HENDRIKA YUNIARTO IKBAL NUGRAHA Indra Mawan Indramawan INDRAMAWAN INDRAMAWAN Indramawan, Indramawan Iskandar Iskandar Jaenal Abidin JAMAL ADI SEPTIAN JANAMPA, MELINUS KAPRI, MITTRA ABDI KAREL L MANDAGIE KAREL L. MANDAGIE KAREL MANDAGIE Kerta Widana Lionil Radityo LUTHFAN DWI RAMDAN LUTHFI CHAERUL UMAMM M A Bintoro Dibyoseputro M. A. Bintoro Dibyoseputro Magai, Erna MANDAGIE, KAREL L. Manik, Anjoe Mayori, Ersha MOEKTIWIBOWO, HARI MUH FIKRY SONDENG MUHAMAD AJRUL KAMSIN MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH MUHAMMAD JAZWIR Muhammad Ridho MUHDHOR, FAHMA DIANA NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS NUR IMAN, DHAVA HAIQAL Nurjaman Nurjaman Nurwijayanti Nurwijayanti Kusumaningrum PRASETYO MARGIYANTO RAHAYU NINGRUM Randi Maulana RANGGA, MUHAMAD Riki Kurniadi RIZAL RIANA RONY NAWE ROSULUDDIN, ADHE ALVIN SANUSI, SUNGKONO Sari, Debbie Kemala Septian, Jamal Adi SIANIPAR, MALINITIN Sitorus, Mido Ester Situngkir Obrin Suhanto, Suhanto Sungkono SUNGKONO SANUSI Sungkono Sungkono Supriadi, Eddy Suroso SURYANA, HILMAN Suryani Suryani Syamsunasir T. Dikatama Tia Dikatama Tsania Triono Triono Wardaya WIJAYANTO, ERWIN YANI, LISDA FITRI Yoga Bimantara, Anrianus YUDI SOSIALISMAN