Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK MENINGKATKAN PENEMPATAN SUKU CADANG YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA CENTRAL OF WAREHOUSE PT. XYZ KAPRI, MITTRA ABDI; Bhirawa, Waspada Tedja; suhanto, suhanto; Arianto, Basuki
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tata letak pada area Gudang Utama (Central Of Warehouse). diharapkan dapat menyelesaikan masalah tempat peletakkan suku cadang dan jarak perpindahan komponen - komponen yang saat ini masih belum memadai. Mengingat posisi layout yang dirancang harus sangat diperhatikan caranya guna untuk membuat layout yang efisien dan efektif, maka diperlukannya metode untuk menerapkan cara bagaimana merancang tata letak, maka dari itu penulis ingin mencoba metode systematic layout planning agar dapat menyelesaikan masalah tata letak di area Gudang Utama (Central Of Warehouse). Systematic Layout Planning (SLP) banyak diaplikasikan untuk berbagai macam persoalan meliputi antara lain problem produksi, transportasi, pergudangan, suporting services dan aktifitasaktifitas yang dijumpai dalam perkantoran. Systematic layout planning merupakan salah satu cara untuk menghasilkan aliran barang yang efisien melalui perancangan produk. Metode ini mencoba merancang layout fasilitas dengan memperhatikan urutan proses serta derajat kedekatan antar unit pelayanan yang terdapat pada fasilitas yang akan dirancang. Perancangan tata letak area Gudang Utama (Central Of Warehouse) pada perusahaan PT.XYZ dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning dapat merubah tata letak Gudang Utama menjadi lebih efektif dan efisien, hal ini dapat dibuktikan dengan jarak perpindahan suku cadang menjadi lebih pendek dan kapasitas rak untuk penempatan suku cadang menjadi lebih optimal. Jarak perpindahan suku cadang pada Gudang Utama (Center Of Warehouse) semakin pendek dengan memindahkan ruangan suku cadang yang bersifat fast moving ke ruangan yang dekat dengan pintu Input dan Output. Pada penelitian ini penulis mengasumsikan adanya material handling yang dapat digunakan, menambahkan Chain Hoist yang bergerak secara vertikal sesuai dengan keadaan Gudang Utama yang berlantai empat.
PERANCANGAN RAK TEMPE YANG ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESMENT) Hamdi, Najmi; Bhirawa, Waspada Tedja; Arianto, Basuki; SUPRIYANTO, ERLIAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang rak tempe dari rak tempe sebelumnya yang ada di pabrik tempe di UMKM. Rak tempe ini sering digunakan para karyawan untuk menyimpan tempe. Rak tempe yang diketauhi masih kurang ergonomis, sehingga para karyawan yang melakukan aktivitas tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pekerja yang mengharuskan untuk membungkukkan badan pada saat mengambil tempe didalam rak. Alat ini dirancang untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada karyawan saat mengambilataupun menyimpan tempe di rak. . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran postur kerja dengan menentukan penilaian level ketidaknyamanan postur tubuh. Gambaran postur kerja pada karyawan di UMKM pada saat sedang menyimpan tempe menggunakan REBA. Rak tempe juga menggunakan metode antropometri dimanadata yang dihasilkan dalam penelitian ini dilakukan dengan penggukuran dari 30sampel mahasiswa yang terdiri dari ukuran tinggi badan (tb), tinggi bahu berdiritegak (ttbt), tinggi siku berdiri tegak (tsbt), tinggi pinggul (tp), lentang tangan samping (lts), Panjang siku (ps). setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan anthropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data, persentil yang digunakan dalam perancangan raktempe yaitu P5, P50, P95. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja tubuh karyawan pada saat mengambil dan menyimpan tempe berada pada postur kerja tidak ergonomis seperti jangkauantangan ke rak masih terlalu tinggi atau pendek sehingga posisibadan mengharuskan untuk membungkuk. Level ketidaknyamanan penilaian padasaat meletakkan tempe berada pada level ketidaknyamanan tinggi (high). Pengukuran data antropometri untuk penggunaan rak tempe dilakukan untuk membuat para karyawan pada saat melakukan aktivitas tersebut memiliki posisi yang nyaman.. Ukuran dimensi rak tempe yang di ukur sebagai berikut : Tinggi rak tempe rak pertama 166,77 cm, tinggi rak kedua 140,43 cm, tinggi rak ketiga 112,3 cm, Panjang rak 172,06 cm, lebar rak 50,2 cm. Kata Kunci : Perancangan, Rak Industri Tempe, Antropometri, REBA
PERANCANGAN ULANG PLUG DOOR DALAM PESAWAT CRJ-200 Iskandar, Iskandar; Bhirawa, Waspada Tedja; indramawan, indramawan; Moektiwibowo, Hari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan plug door pesawat bagi penumpang yang menggunakan nya dalam proses naik dan turun pesawat. agar dapat menggunakan alat tersebut dengan tingkat resiko kecelakaan yang rendah. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data antropometri agar mendapatkan ukuran yang sesuai dengan rata-rata penumpang pesawat di indonesia, sehingga dapat lebih efisien dan nyaman dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan agar plug door pesawat lebih dapat dikendalikan oleh para teknisi, karena pada saat ini penggunaan haidrolik sudah menjadi salah satu alat yang dibutuhkan oleh setiap pekerjaan, oleh karena itu diciptakan dan dirancang bentuk alat yang lebih ergonomis agar pengguna lebih merasa aman dan nyaman saat menggunakannya. Penelitian ini dilakukan untuk membantu penumpang pada proses naik dan turun pesawat. Hidrolik menjadi alat yang menarik untuk dikembangkan dan diinonvasikan karena alat bantu kerja ini memiliki banyak fungsi dan kegunaaan pada bidang proses produksi sehingga banyak orang bahkan perusahaan bekerja berkaitan dengan Haidrolik.
Peningkatan Kualitas Proses Pekerjaan untuk Mengurangi Penyebab Cacat Produk pada Produksi Crankcase Sepeda Motor Automatic pada PT. XYZ Bhirawa, Waspada Tedja; Supriadi, Eddy; Multi, Abdul; Harfi, Razul
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.017

Abstract

Sepeda Motor Automatic pada PT XYZ, dengan menggunakan metode seven tools dan six sigma.Seven tools dan six sigma sebagai salah satu alternatif dalam prinsip-prinsip pengendalian kualitas, dengan metode six sigma memungkinkan perusahaan melakukan peningkatan luar biasa dengan terobosan yang aktual. Berdasarkan diagram pareto, ditemukan penyebab kecatatan ada 5, yaitu gompal, misrun, reta, blister dan flowline. Cacat yang paling besar yaitu gompal  dengan persentase dari total kecacatan adalah 78%. Penyebab lainnya yaitu misrun, blister, retak dan flowline dengan persentase masing-masing 4%, 3%, 2%,5% dan 2%. Penyebab Utama adalah faktor manusia, perbaikan yang dilakukan adalah, supervisor mengawasi secara berkala pekerjaan operator untuk pemotongan sprue dan gate, juga dilakukan penyegaran pelatihan kembali. Setelah dilakukan perbaikan, tingkat cacat pada produk crankcase sebelum dan sesudah perbaikan pada dasarnya berbeda. Jumlah kerugian pada bulan Januari 2020 COPQ   = Rp 94.860.000,- dan Februari  2020 COPQ   = Rp 99.165.000,- setelah diadakan perbaikan dengan menggunakan seven tools  kerugian dapat diturunkan. Jumlah kerugian pada bulan Maret 2020 COPQ   = Rp 37.275.000,-.       Upaya Perbaikan dari penyebab utama faktor manusia adalah dengan menempatkan supervisor mengawasi secara berkala pekerjaan operator untuk pemotongan sprue dan gate, juga dilakukan penyegaran pelatihan kembali. Pada saat terjadi overtime atau lembur, harus dipastikan untuk para pekerja mendapatkan pengawasan yang cukup ketat, mengingat akan terjadi kelelahan dan ini akan mengakibatkan ketidak telitian dalam bekerja. Dan memastikan peralatan yang digunakan masih berfungsi dengan baik, misalnya palu dan pemotong sprue dari hasil cetakan.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) Fitry Rizki Luthfiyah Kurniawan; Waspada Tedja Bhirawa; Darmawan Yulianto; Sanusi, Sungkono
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 14 No 2 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v14i2.1670

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial aspect in creating a safe and productive environment. Occupational Health and Safety (OHS) issues have traditionally focused on the industrial sector, yet schools, as venues for educational processes, also pose potential hazards that can threaten the health and safety of students. This study aims to analyze potential hazards in elementary schools using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) method. The study was conducted at MI Tazkirunnas, East Jakarta, using a quantitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation of school activities and facilities. The analysis showed that 56% of areas/activities were categorized as medium risk, 25% as high risk, and 19% as low risk. The most common hazards included poorly maintained electrical installations, slippery floors, unsafe sports facilities, and the lack of emergency evacuation routes. Recommendations for control include improving physical facilities, implementing OHS SOPs, providing safety signs, and training teachers and students. These findings demonstrate the importance of implementing OHS early in schools to build a safety culture and prevent accidents.
6. PROPOSED DESIGN OF AN ACTIVE FIRE PROTECTION SYSTEM BASED ON K3 USING ALARM DETECTORS AND SPRINKLERS IN THE WORKING AREA OF AIR SQUADRON 17, HALIM PERDANAKUSUMA AIR BASE Waspada Tedja Bhirawa; Irwana Syariadi; Basuki Arianto; Suroso; Nur Priyanto; Dwikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 5 No 2 (2026): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v5i2.212

Abstract

This research aims to develop a design proposal for an alarm detector andsprinkler system in the workspace of Air Squadron 17 at Halim Perdanakusuma Air ForceBase. Aircraft hangars are work facilities with a high fire risk due to aircraft maintenanceactivities, the use of technical equipment, the storage of chemicals, and the presence offlammable materials. From an Industrial Engineering perspective, these conditions require thedesign of a safe, reliable, and sustainable work system through the application ofOccupational Safety and Health (OHS) principles. One effective fire risk control measure isthe implementation of an active fire protection system in the form of automatic alarm detectorsand sprinklers. The research methods used included identifying potential fire hazards,analyzing fire protection system requirements, calculating the number and placement of alarmdetectors and sprinklers based on applicable standards, as well as designing pipelines andsummarizing material requirements. References used in the design included the NFPA 13standard and national regulations related to OHS and fire protection. The results of the studyindicate that the proposed alarm detector and sprinkler system design is capable of providingoptimal fire protection throughout the hangar workspace. This design is expected to improvepersonnel safety, protect strategic assets, and support the operational continuity of AirSquadron 17. Furthermore, the results of this study can serve as a technical reference indesigning fire protection systems in similar work facilities.
Socialization of Organic Waste Processing Using Composter Drum at SMAN 67 Jakarta Sungkono Sungkono; W. Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Hari Moektiwibowo; Ersha Mayori
International Journal of Social Science and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Proaksara Global Transeduka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70865/ijsscs.v3i2.69

Abstract

Waste is a form of problem that needs to be managed and carried out in an integrated manner from upstream to downstream so as not to cause environmental pollution. As part of the AdiwiyataSchool, SMAN 67 Jakarta has several working groups (pokja) including the Wast e Pokja, CompostPokja, and Hydroponic Pokja. However, the available solid compost fertilizer production facilities have not been optimally utilized and the working groups that are run have not run according totheir goals. The aim of this PKM activity is to educate students on the significance of converting waste into useful products, enhance the skills of teachers and students in making compost fertilizers, and support the Adiwiyata School program at SMAN 67 Jakarta. The target of thisactivity is the teachers and students of SMAN 67 Jakarta, especially those who are members of theCompost Pokja. The PKM implementation method consists of four stages: (1) Survey and analysis of partner needs, (2) Lecture-based material delivery, (3) Hands-on practice in processing organic waste into solid and liquid compost fertilizers, and (4) Evaluation based on participants' understanding of the material. The results of this PKM activity are as follows: (1) Participants' knowledge of waste processing into higher-value derivative products improved, as evidenced by an increase in pre-test and post-test scores from 79.45 to 85.04; (2) Participants developed skills in producing solid and liquid compost fertilizer for integration into the work program; (3) A composter drum was donated to SMAN 67 Jakarta to support its Adiwiyata School program.
PERANCANGAN DASHBOARD MONITORING KINERJA OPERASIONAL BERBASIS SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) PADA KEDAI KOPI HALAMAN PERTAMA Yeremia Batistuta; Waspada Tedja Bhirawa; Indramawan Indramawan; Darmawan Yulianto
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.1986

Abstract

This study aims to design an operational efficiency monitoring dashboard based on the Supply Chain Operations Reference framework at Kedai Kopi Halaman Pertama. The research uses operational data from July to December 2025, which were processed and visualized using Power BI. The results show that the dashboard is able to present operational performance information in a structured manner and assist the business owner in monitoring cost efficiency and service time. The proposed dashboard can be utilized as a data-driven monitoring tool to support more systematic and measurable operational decision- making in small and medium enterprises.
Analisis Persediaan Bahan Oil Smoke Trail Untuk Pesawat Jupiter Aerobatic Team Di Lanud Adi Sucipto Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Ripdho Utomo; Sungkono Sanusi; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Erwin Wijayanto
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.1997

Abstract

Penelitian ini menganalisis manajemen persediaan bahan Oil Smoke Trail yang digunakan oleh Jupiter Aerobatic Team (JAT) di Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Oil Smoke Trail merupakan bahan habis pakai yang berperan penting dalam memperkuat manuver udara dan memperjelas formasi saat pertunjukan maupun latihan. Karena pola konsumsi yang fluktuatif, diperlukan pengelolaan persediaan yang efisien untuk menghindari kekurangan stok menjelang event penting maupun kelebihan stok yang meningkatkan biaya penyimpanan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) digunakan untuk menghitung jumlah pemesanan optimal, frekuensi pengadaan, safety stock, dan titik pemesanan ulang (ROP). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal menghasilkan stok awal sebesar 559 unit (Q + S = 239 + 320), dengan frekuensi pemesanan dilakukan dua kali dalam setahun. Titik pemesanan ulang (Reorder Point) ditetapkan pada 283 unit, dengan mempertimbangkan kebutuhan harian, lead time selama 90 hari, serta safety stock sebesar 320 unit. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan EOQ dapat menekan total biaya persediaan dengan menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sekaligus menjamin kesiapan operasional JAT. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar EOQ diterapkan secara konsisten, dilakukan monitoring kebutuhan secara berkala, serta dikembangkan sistem informasi logistik terintegrasi untuk mendukung pengelolaan stok yang efisien..
ANALISIS MANAJAMEN SAFETY PEMELIHARAAN TINGKAT SEDANG DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DI SKADRON TEKNIK 021 Albinus Prima Indradi; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Afrizal Hendra; Sipon Al Munir
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.2003

Abstract

Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dalam kegiatan pemeliharaan pesawat karena setiap aktivitas memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan personel maupun keberlangsungan operasi. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada aktivitas pemeliharaan tingkat sedang di Skadron Teknik 021. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan parameter Likelihood dan Severity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pemeriksaan avionik dan FOD pada engine intake memiliki tingkat risiko tinggi (R=12), sedangkan pengisian bahanbakar dan pekerjaan di ketinggian berada pada kategori High Risk (R=10–15). Risiko kategori Moderate ditemukan pada aktivitas pembersihan pesawat, ergonomi kerja, dan engine ground run (R=8–9). Pengendalian risiko direkomendasikan melalui engineering control, administrative control, serta penggunaan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan. Penerapan pengendalian risiko secara konsisten diharapkan mampu menurunkan tingkat kecelakaan kerja, mendukung keselamatan terbang dan kerja (Lambangja), serta memperkuat budaya keselamatan (Safety Culture) di Skadron Teknik 021.
Co-Authors Abdul Multi Achmad Takbiriyantono adi septian, jamal Afrizal Hendra AGUNG TRIWIBOWO Agus Sugiharto Al Munir, Sipon Albinus Prima Indradi ALDY ALFRIANSYAH Annisa Annisa Arie Rahmadi ARIZAL NURHIDAYAT AYUB SUDRAJAT AZAM CHAERUL Bahrinudin BASUKI ARIANTO BAYU SEKTI AJI Budi Sumartono BUDI SUMARTONO CHRISTOFEL, JHON KEVIN Cindy Fenora Cuk Hendradinata DANAR SAPUTRA Daniel Simanjuntak DARMAWAN YULIANTO Dea Hamdallah DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS Dikatama T DIMAS ARIEF BUDIANTO DIMAS SATRIO DONY DRAJAT PANGESTU DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA Dwikatama Eko Prasetiono Erfin Indrawan Ramadhan Erika Merdiana Armono ERVINI MELADIYANI FADEL MUHAMAD FIKRI FARAH KRISDIANA Fikri, Muhamad Azis FITRIA NURAUHATH Fitry Rizki Luthfiyah Kurniawan Gianina Mulia B. Sembiring Hamdi, Najmi Harfi, Razul HARI MOEKTIWIBOWO HENDRIKA YUNIARTO IKBAL NUGRAHA Indra Mawan Indramawan Indramawan, Indramawan Irwana Syariadi Iskandar Iskandar Jaenal Abidin JAMAL ADI SEPTIAN JANAMPA, MELINUS KAPRI, MITTRA ABDI KAREL L MANDAGIE KAREL L. MANDAGIE KAREL MANDAGIE Kerta Widana Lionil Radityo LUTHFAN DWI RAMDAN LUTHFI CHAERUL UMAMM M A Bintoro Dibyoseputro M. A. Bintoro Dibyoseputro Magai, Erna MANDAGIE, KAREL L. Manik, Anjoe Mayori, Ersha MUH FIKRY SONDENG MUHAMAD AJRUL KAMSIN MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH MUHAMMAD JAZWIR Muhammad Ridho MUHDHOR, FAHMA DIANA NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS NUR IMAN, DHAVA HAIQAL Nur Priyanto Nurjaman Nurjaman Nurwijayanti Kusumaningrum PRASETYO MARGIYANTO RAHAYU NINGRUM Randi Maulana RANGGA, MUHAMAD Riki Kurniadi Ripdho Utomo RIZAL RIANA RONY NAWE ROSULUDDIN, ADHE ALVIN SANUSI, SUNGKONO Sari, Debbie Kemala Septian, Jamal Adi SIANIPAR, MALINITIN Sitorus, Mido Ester Situngkir Obrin Suhanto, Suhanto Sungkono Sungkono Sanusi SUNGKONO SANUSI Sungkono Sungkono Supriadi, Eddy Suroso SURYANA, HILMAN Suryani Suryani Syamsunasir, Syamsunasir T. Dikatama Tia Dikatama Tsania Triono Triono Wardaya Wardaya WIJAYANTO, ERWIN YANI, LISDA FITRI Yeremia Batistuta Yoga Bimantara, Anrianus YUDI SOSIALISMAN