Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KAJIAN INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA (ISPU) KARBON MONOKSIDA (CO) TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA PADANG Ridia Wahyu; Sanny Edinov; Mistia Sari; Dertha Mukhtar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4194

Abstract

Abstract: This study aims to examine the Carbon Monoxide (CO) Air Pollutant Standard Index (ISPU) and its impact on public health in Padang City. With the increasing number of motorized vehicles and industrial activity, air quality in Padang City has declined, potentially endangering public health. The CO ISPU data was obtained from the Air Quality Monitoring System (AQMS) installed in Padang City during 2024. The results showed that the average CO concentration was in the "Good" category (0-50 ppm) from January to November, with December recording an increase to 54 ppm, which falls into the "Moderate" category (51-100 ppm). Although air quality was generally considered good, community interviews revealed mild health symptoms such as fever, cough, headache, and nausea, which may be related to exposure to CO and other pollutants. This study concluded that although the CO ISPU indicates relatively safe air quality, mild health impacts are still felt by the community, especially vulnerable groups. Therefore, it is recommended that the government increase air quality monitoring and outreach regarding the impacts of air pollution to protect public health. Keyword: Air Pollutant Standard Index, Carbon Monoxide, Air Quality, Public Health, Padang City. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Karbon Monoksida (CO) dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di Kota Padang. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan aktivitas industri, kualitas udara di Kota Padang mengalami penurunan, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Data ISPU CO diperoleh dari alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terpasang di Kota Padang selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi CO berada dalam kategori "Baik" (0-50 ppm) dari bulan Januari hingga November, dengan bulan Desember mencatatkan peningkatan menjadi 54 ppm, yang masuk dalam kategori "Sedang" (51-100 ppm). Meskipun kualitas udara secara umum tergolong baik, wawancara dengan masyarakat mengungkapkan adanya gejala kesehatan ringan seperti demam, batuk, sakit kepala, dan mual, yang mungkin terkait dengan paparan CO dan polutan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ISPU CO menunjukkan kualitas udara yang relatif aman, dampak kesehatan ringan masih dirasakan oleh masyarakat, terutama pada kelompok rentan. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah meningkatkan pemantauan kualitas udara dan sosialisasi mengenai dampak polusi udara untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kata kunci: Indeks Standar Pencemar Udara, Karbon Monoksida, Kualitas Udara, Kesehatan Masyarakat, Kota Padang.
DAMPAK PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN WILAYAH JALAN HIU KELURAHAN ULAK KARANG SELATAN Aisyiah Nasution; Sanny Edinov; Mistia Sari; Dertha Mukhtar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4219

Abstract

Abstract: This study aims to describe the habit of using single-use plastics, analyze its environmental impacts, and explore public perceptions and awareness levels in Jalan Hiu, Ulak Karang Selatan Village. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving 10 purposively selected informants. The findings reveal that the use of single-use plastics remains high, driven by practicality, abundant availability, and the lack of eco-friendly alternatives. The resulting impacts include clogged drainage channels, air pollution from burning plastic waste, and a decline in environmental aesthetics. Although some community members understand the negative impacts of single-use plastics, such awareness has not been fully translated into behavioral change. Constraining factors include insufficient waste management facilities, weak enforcement of regulations, and a culture of instant consumption. This study concludes that education-based interventions, the provision of alternative packaging, and stronger policy enforcement are needed to reduce the community’s dependence on single-use plastics. Keyword: single-use plastic; habit; environmental impact; public awareness; Padang Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan, serta menggali persepsi dan tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Jalan Hiu, Kelurahan Ulak Karang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, didorong oleh faktor kepraktisan, ketersediaan yang melimpah, dan minimnya alternatif ramah lingkungan. Dampak yang ditimbulkan meliputi penyumbatan saluran drainase, pencemaran udara akibat pembakaran sampah plastik, serta menurunnya estetika lingkungan. Meskipun sebagian masyarakat memahami dampak negatif plastik sekali pakai, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan perilaku. Faktor penghambat mencakup kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, lemahnya penerapan regulasi, dan budaya konsumsi instan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis edukasi, penyediaan alternatif kemasan, dan penguatan kebijakan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai. Kata kunci: dampak, kelurahan, lingkungan, perkotaan, plastik
ANALISIS UNSUR HARA KOMPOS BERBAHAN DASAR KOTORAN SAPI DAN KAMBING DENGAN SAYUR-SAYURAN SEBAGAI STARTER ALAMI Andra Ramadhan; Leila Muhelni; Mistia Sari; Dertha Mukhtar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6741

Abstract

Abstract: The increasing amount of organic waste and livestock manure has become an environmental problem requiring proper management. This study aimed to analyze the nutrient content of compost made from cow manure and goat manure using vegetable waste as a natural starter and to evaluate its conformity with Indonesian National Standard SNI 19-7030-2004. The study used an experimental method consisting of three treatments: cow manure compost, goat manure compost, and mixed manure compost. Parameters analyzed included temperature, pH, moisture content, nitrogen, phosphorus, potassium, and organic carbon. The results showed that all samples met the standard requirements for N, P, and K contents. The highest nitrogen content was found in goat manure compost at 3.22%. The highest phosphorus content was 21.81%, while potassium reached 14.56%. Organic carbon ranged from 42.64% to 44.16%. Moisture content remained above the SNI standard. Goat manure compost exhibited better nutrient quality than cow manure compost. Keyword: compost, cow manure, goat manure, vegetable waste, nutrient content. Abstrak: Peningkatan jumlah sampah organik dan limbah peternakan menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara kompos berbahan dasar kotoran sapi dan kotoran kambing dengan sampah sayuran sebagai starter alami serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap SNI 19-7030-2004. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu kompos kotoran sapi, kompos kotoran kambing, dan campuran kotoran sapi dan kambing. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, pH, kadar air, nitrogen, fosfor, kalium, dan karbon organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memenuhi standar unsur hara N, P, dan K. Kandungan nitrogen tertinggi terdapat pada kompos kotoran kambing sebesar 3,22%. Kandungan fosfor tertinggi sebesar 21,81%, sedangkan kandungan kalium tertinggi sebesar 14,56%. Kandungan C-organik berkisar antara 42,64%–44,16%. Kadar air kompos masih berada di atas standar SNI. Kompos berbahan dasar kotoran kambing menunjukkan kualitas unsur hara yang lebih baik dibandingkan kompos kotoran sapi. Kata kunci: kompos, kotoran sapi, kotoran kambing, sampah sayuran, unsur hara.