Claim Missing Document
Check
Articles

Calgary family intervention model enhances dietary compliance and knowledge in T2DM patient Muhtar Muhtar; Aniharyati Aniharyati; Julhana Julhana; Fadlurahmi Fadlurahmi; Muhammad Arifki Zainaro; Martiningsih Martiningsih
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 1: March 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i1.26901

Abstract

The urgency was in developing a more holistic and sustainable approach to supporting type 2 diabetes mellitus (T2DM) patients. This study evaluated the effectiveness of the Calgary Family Intervention Model (CFIM) in improving dietary adherence and knowledge in patients with T2DM. This study used a quantitative method with a quasi-experimental design, involving 280 patients with type 2 diabetes mellitus at the Bolo Community Health Center from January to October 2025. The sample was divided into two groups: intervention (CFIM education) and control (booklet). Data were collected using a valid and reliable questionnaire to measure knowledge and dietary adherence. Data analysis was performed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The analysis showed significant results, with the mean knowledge score in the intervention group increasing from 4.84±1.235 to 8.98±2.851 (p < 0.05), while in the control group, it increased from 4.64±1.120 to 7.06±1.219. For dietary adherence, the intervention group showed an increase from 27.00±6.518 to 61.38±7.171 (p = 0.000), compared to the control group, which increased from 27.28±5.592 to 49.44±10.194(p < 0.05). The implications of these results have the potential to strengthen the family-based health intervention model and improve the overall well-being of T2DM patients. This study contributes significantly to family nursing practice by demonstrating the efficacy of the CFIM in enhancing dietary adherence and knowledge among patients with T2DM.
ANALISIS GAMBARAN KEPUASAN PASIEN PADA LIMA DIMENSI SERVQUAL DI PUSKESMAS BERNUNG KABUPATEN PESAWARAN Susan Hestina; Sudjarwo Sudjarwo; Samino Samino; M. Arifki Zainaro; Torry Duet Irianto
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.14042

Abstract

ABSTRACT Healthcare service quality is a key determinant of patient satisfaction. The gap between patients’ expectations and perceptions of healthcare services remains a challenge in primary healthcare facilities. This study aimed to analyze the relationship between the five dimensions of Service Quality (SERVQUAL)—tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—and patient satisfaction at Bernung Community Health Center, Pesawaran Regency, and to identify the most dominant factor influencing patient satisfaction. This quantitative study employed a cross-sectional design involving 196 outpatients selected through accidental sampling. Data were collected using the SERVQUAL questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results showed that most respondents rated the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, and assurance as good, whereas empathy was still perceived as inadequate. Overall, 65.8% of respondents reported dissatisfaction with the healthcare services received. All SERVQUAL dimensions were significantly associated with patient satisfaction (p<0.05), with the tangibles dimension identified as the most dominant factor affecting patient satisfaction (OR=5.111; 95% CI=2.309–11.317). The study concludes that improving healthcare service quality across all SERVQUAL dimensions, particularly the tangibles aspect, should become a priority to enhance patient satisfaction at Bernung Community Health Center, Pesawaran Regency. ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kepuasan pasien. Kesenjangan antara harapan dan persepsi pasien terhadap pelayanan yang diterima masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lima dimensi Service Quality (SERVQUAL), yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati), dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran serta mengidentifikasi dimensi yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 196 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian baik pada dimensi bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, dan jaminan, sedangkan dimensi empati masih dinilai kurang baik. Secara keseluruhan, sebanyak 65,8% responden menyatakan tidak puas terhadap pelayanan yang diterima. Seluruh dimensi SERVQUAL terbukti memiliki hubungan yang bermakna dengan kepuasan pasien (p<0,05), dengan dimensi bukti fisik sebagai faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien (OR=5,111; 95%CI=2,309–11,317). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan pada seluruh dimensi SERVQUAL, terutama aspek bukti fisik, perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran.
Pelatihan Manajemen Waktu Pada Mahasiswa Asri Mutiara Putri; Prida Harkina; Dewi Lutfianawati; Octa Reni Setiawati; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Satria Wijaya; Afdilah Mianda Putri; Dwi Oktaviyani; Ghina Aliya Mufidah; Larasati Eka Setia; Qori Anisa Putri; Indah Rohmafresha Berly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23465

Abstract

ABSTRAK Individu pada masa dewasa awal menghadapi berbagai tuntutan perkembangan seperti kemandirian emosional, sosial, dan finansial yang memerlukan kemampuan manajemen waktu yang baik. Namun, banyak individu pada tahap ini mengalami kecenderungan prokrastinasi yang berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan manajemen waktu dalam meningkatkan keterampilan mengatur waktu pada mahasiswa usia 18–21 tahun. Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif dan experiential learning yang terdiri atas lima sesi: pengantar, penetapan tujuan, teknik manajemen waktu, kontrol diri, dan penutup. Peserta berjumlah 15 mahasiswa semester 1–3 Universitas Malahayati. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner manajemen waktu sebanyak 33 pernyataan melalui pre-test dan post-test. Hasil paired samples statistics menunjukkan adanya peningkatan rerata skor dari 97,92 menjadi 99,54, meskipun tidak signifikan secara statistik (t = -0,586; p = 0,569 0,05). Korelasi antara skor pre dan post-test cukup kuat (r = 0,668; p = 0,012). Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan, kesadaran diri, dan kemampuan penerapan strategi pengelolaan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan manajemen waktu pada mahasiswa dewasa awal, serta berpotensi mengurangi perilaku prokrastinasi melalui penguatan regulasi diri. Kata Kunci: Manajemen Waktu, Prokrastinasi, Efikasi Diri, Dewasa Awal, Mahasiswa.  ABSTRACT Individuals in early adulthood face various developmental demands, including emotional, social, and financial independence, which require effective time management skills. However, many at this stage tend to procrastinate, negatively affecting their productivity and psychological well-being. This study aims to examine the effectiveness of time management training in improving students’ ability to manage time effectively. The training employed a participatory and experiential learning approach consisting of five sessions: introduction, goal setting, time management techniques, self-control, and closing. Participants included 15 undergraduate students aged 18–21 from Malahayati University. Data were collected using a 33-item time management questionnaire administered in pre-test and post-test sessions. The paired samples analysis showed an increase in mean scores from 97.92 to 99.54, although the improvement was not statistically significant (t = -0.586; p = 0.569 0.05). The correlation between pre- and post-test scores was moderately strong (r = 0.668; p = 0.012). Qualitative findings revealed increased engagement, self-awareness, and practical application of time management strategies in daily life. Therefore, the program was effective in enhancing time management awareness and skills among early adults, potentially reducing procrastination through strengthened self-regulation. Keywords: Time Management, Procrastination, Self-Efficacy, Early Adulthood, University Students.
Edukasi Faktor Lingkungan Rumah yang Mempengaruhi Penyakit Asma pada Pasien dan Keluarga yang Terkena Penyakit Asma Mukayin Asisifa; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15981

Abstract

ABSTRAK Sebanyak 235 juta orang di dunia hidup dengan asma. Negara dengan penghasilan rendah dan menengah ke bawah prevalensi kematian akibat asma mencapai lebih dari 80%. Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Dengan manajemen asma yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderitanya. Asma adalah salah satu kondisi kronis yang paling umum terjadi dengan tingkat prevalensi tertinggi di kalangan masyarakat. Hal ini terkait dengan morbiditas yang signifikan, pemanfaatan layanan kesehatan dan hilangnya produktivitas . Meskipun ada kemajuan dalam terapi asma dan perluasan asuransi kesehatan ; lingkungan biologis, fisik dan psikososial masih dapat mempengaruhi aktivitas penyakit asma . Memahami faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan biologis, fisik, dan psikososial, penderita asma merupakan bagian integral dalam penanganan asma. Kata Kunci: Edukasi Asma, Pengaruh Lingkungan Penyakit Asma, Asma.  ABSTRACT As many as 235 million people in the world live with asthma. In countries with low and lower middle income, the prevalence of deaths due to asthma reaches more than 80%. Asthma is an incurable disease, so far no cure has been found. With good asthma management, sufferers can improve the quality of life.Asthma is one of the most common chronic conditions with the highest prevalence rate among the population. It is associated with significant morbidity, healthcare utilization and loss of productivity . Despite advances in asthma therapy and expansion of health insurance ; the biological, physical and psychosocial environment can still influence asthma disease activity . Understanding the influencing factors in the biological, physical and psychosocial environment of asthma sufferers is an integral part of treating asthma. Keywords: Asthma Education, Environmental Influences on Asthma, Asthma.
Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Hipertensi Menggunakan Pemberian Air Rebusan Daun Alpukat di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus Uswatun Hasanah; M. Arifki Zainaro; Umi Romayati Keswara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26472

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala hingga terjadi komplikasi. Menurut WHO tahun 2023, sekitar 1,28 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Salah satu upaya pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis adalah pemberian air rebusan daun alpukat (Persea americana Mill) yang mengandung flavonoid dan quersetin yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Diketahuiasuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi menggunakan pemberian air rebusan daun alpukat di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus. Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang hipertensi. Penerapan terapi air rebusan daun alpukat sesuai standar operating procedur (SOP) yang dilakukan yaitu diminum 1 kali sehari saat sore hari sebelum makan diberikan selama 7 hari. Terdapat penurunan tensi darah menggunakan terapi air rebusan daun alpukat pada pasienhipertensi di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus. Pengelolaan keperawatan dengan penerapan  tindakan  keperawatan terapi air rebusan daun alpukat yang  penulis  lakukan  selama  7 hari  pada pasien hipertensi, kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny  Z 130/80mmgHg dan Tn. B TD 120/80 mmgHg dan selama tindakan kedua klien koperatif. Kata Kunci: Hipertensi, Air Rebusan Daun Aplukat, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a noncommunicable disease known as the “silent killer” because it often causes no symptoms until complications arise. According to the WHO in 2023, approximately 1.28 billion people worldwide suffer from hypertension. One nonpharmacological approach to managing hypertension is the administration of avocado leaf (Persea americana Mill) decoction, which contains flavonoids and quercetin that have the potential to lower blood pressure. It is known that nursing care for the elderly with hypertension involves the administration of avocado leaf decoction in Pekon Kandang Besi, Tanggamus Regency. This final project report employs a descriptive research design with a case study approach. The subjects were 2 individuals with hypertension. The avocado leaf decoction therapy was administered according to standard operating procedures (SOP), specifically taken once daily in the afternoon before meals for 7 days. A decrease in blood pressure was observed in hypertensive patients in Pekon Kandang Besi, Tanggamus Regency, following treatment with avocado leaf decoction. The nursing management involving the application of avocado leaf decoction therapy, which the author administered for 7 days to hypertensive patients, both clients’ conditions were resolved, as evidenced by Ms. Z’s blood pressure of 130/80 mmHg and Mr. B’s blood pressure of 120/80 mmHg, and both clients were cooperative throughout the intervention. Keywords: Hypertension, Aplukat Leaf Decoction, Elderly.
Pembedayaan Masyarakat Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi di Perum Harmonia Estate Hajimena Natar Eka Sartika; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15978

Abstract

ABSTRAK Bencana merupakan suatu ancaman yang sifatnya tidak terduga, merugikan dan sulit dihindari. Pemberdayaan masyarakat dalam kesiapgiagaan bencana alam di perum harmonia estate hajimena natar perlu dilakukan, mengingat daerah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana terutama bencana banjir yang sudah melanda daerah ini beberapa bulan terakhir ini, dan tentunya gempa bumi tidak menutup kemungkinan terjadi karena lampung mempunyai gunung api yang aktif dan berpotensi. Peristiwa tersebut memicu kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai respon cepat dan efektif dalam upaya percepatan pemulihan situasi tanggap daruarat. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan banjir di perum harmonia estate hajimena natar. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu melalui (1) Survey melalui pengamatan, wawancara, (2) Kajian literatur, (3) Penyuluhan dan simulasi tanggap bencana, (4) Pre test and post test. Hasil dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana serta dapat melatih pengendalian diri dari rasa takut bencana untuk dapat mengurangi korban bencana, Program ini pun diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat informasi dan keterampilan dalam kesiapsiagaan terhadap bencana.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kesiapsiagaan Bencana.  ABSTRACT Disaster is a threat that is unexpected, detrimental and difficult to avoid. Community empowerment in natural disaster preparedness at perum harmonia estate hajimena natar needs to be done, considering that this area has a high level of vulnerability to disaster, especially floods which have hit this area in the last few months, and of course earthquakes do not rule out the possibility of them occurring because lampung has mountains active and potential fires. This incident triaggered community service activities, as a quick and effective response in an effort to accelerate recovery from the emergency response situation. The aim of community empowerment is to increase the community’s ability to face earthquake and flood disaster at perum harmonia estate hajimena natar. The method for implementing this service is through (1) Survery throught pbservation, interviews, (2) literature review, (3) Disaster response counseling and simulation, (4) Pre test dan post test. The result of this program is increasing people’s knowledge and skills regarding disaster preparedness and being able to train themselves to control themselves from fear of disasters in order to reduca disaster victims. This program is also ecpected to be able to facilitate the community’s information and skills in disaster preparedness.Keywords: Community Empowerment, Disater Preparedness.
Upaya Peningkatan Pengetahuan melalui Edukasi Penatalaksanaan Emergency pada Kejang Demam di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Sari Nida Nafisah; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Setiawati
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol. 14 No. 1 (2026): JKPBL Vol 14 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v14i1.408

Abstract

Febrile seizures are a serious problem in children aged 6 months to 5 years and can be dangerous if not handled properly, for example causing poisoning. When parents do not know the correct treatment steps, they often take the wrong action and disappoint their child's condition. Health education for parents is needed to improve understanding of the management of febrile seizures. This study assessed whether educational interventions improved parental knowledge about emergency management of febrile seizures in the Tanjung Sari Community Health Center area. This quantitative study used a quasi-experimental pretest-posttest single-group design. The sample consisted of 30 mothers with children aged 0–5 years selected through accidental sampling. Before receiving education in the form of videos and coercion, the average parental knowledge score was 14.30 (SD = 3.602). After education, the score increased to 17.23 (SD = 2.063). This difference was statistically significant (p = 0.001 <? = 0.05). In conclusion, education effectively improved parental knowledge about febrile seizures and their management procedures.
Perbedaan Edukasi Media Poster Dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Asma Di Wiliyah Kerja Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran Ajeng Dyah Kumala; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol. 14 No. 1 (2026): JKPBL Vol 14 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v14i1.427

Abstract

Asthma recurrence in the population of all ages in Lampung is relatively high. Based on the proportion of asthma recurrence in the population of all ages throughout the province, Lampung is in 4th position with a proportion of recurrence of 64.7%. This shows that asthma control in Lampung is relatively low. Based on data from the pre-survey interview results of home visits, on December 9, 2024 at the Kalirejo Health Centre there were 15 respondents, 10 respondents already knew family knowledge about asthma and 5 respondents did not know family knowledge about asthma, so there was a lack of knowledge and an increase in the occurrence of asthma from the previous year. To determine the effect of poster and leaflet media education on the knowledge of patient families about asthma in the Kalirejo Health Centre Work Area, Pesawaran Regency. Quantitative research type. The quasi-experimental design used was one group pretest-posttest. The sample was 30 respondents. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate using dependent t-test. The average knowledge of patient families about asthma before being given poster and leaflet media education with a mean of 11.60 after being given poster and leaflet media education with a mean of 15.80 p-value 0.000 <0.05. There is an effect of poster and leaflet media education on the knowledge of patient families about asthma in the Kalirejo Health Centre Work Area, Pesawaran Regency.
DIMENSI SERVQUAL DAN KEPUASAN PASIEN: STUDI PADA PELAYANAN RAWAT JALAN KLINIK BIDDOKKES POLDA LAMPUNG Lina Oktavia; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Dessy Hermawan; Arifki Zainaro
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.14264

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of healthcare services, particularly in primary healthcare facilities that serve as the entry point of the healthcare system. This study aimed to analyze the relationship between service quality dimensions based on the SERVQUAL approach, namely tangible, reliability, and responsiveness, with patient satisfaction at the Biddokkes Clinic of the Lampung Regional Police, and to identify the most dominant dimension associated with patient satisfaction. This study used a quantitative research design with an analytical approach. Data were collected using a patient satisfaction measurement instrument based on the SERVQUAL dimensions and analyzed using multiple logistic regression to determine the simultaneous relationship between variables and identify the most dominant factor. The results showed that the tangible dimension was significantly associated with patient satisfaction and was the most dominant factor after controlling for other variables (p<0.05; OR=[OR value]). The OR value indicated that patients who perceived better tangible service aspects had [OR value] times higher odds of being satisfied compared with patients who perceived lower service quality. This study concludes that improving healthcare service quality should prioritize the tangible aspects, including facility conditions, service area comfort, and availability of supporting facilities, as a basis for improving healthcare quality at the Biddokkes Clinic of the Lampung Regional Police. ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan primer yang berperan sebagai pintu masuk sistem kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dimensi mutu pelayanan berdasarkan pendekatan SERVQUAL, yaitu tangible, reliability, dan responsiveness, dengan kepuasan pasien di Klinik Biddokkes Polda Lampung serta mengidentifikasi dimensi yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik. Data dikumpulkan melalui instrumen pengukuran kepuasan pasien berdasarkan dimensi SERVQUAL dan dianalisis menggunakan regresi logistik berganda untuk mengetahui hubungan antarvariabel secara simultan serta menentukan faktor yang paling dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien dan menjadi faktor yang paling dominan setelah dikontrol oleh variabel lainnya (p<0,05; OR=[nilai OR]). Nilai OR tersebut menunjukkan bahwa pasien dengan penilaian lebih baik terhadap aspek tangible memiliki peluang sebesar [nilai OR] kali lebih tinggi untuk merasa puas dibandingkan pasien dengan penilaian yang lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan perlu diprioritaskan pada aspek tangible, seperti kondisi fasilitas, kenyamanan ruang pelayanan, dan ketersediaan sarana pendukung, sebagai dasar perbaikan kualitas layanan kesehatan di Klinik Biddokkes Polda Lampung.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Dalam Penerapan Sop Pasien Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Iwanda Saputra; Dewi Kusumaningsih; M. Arifki Zainaro; M. Ricko Gunawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1314

Abstract

Latar Belakang: Kejadian pasien jatuh merupakan salah satu indikator keselamatan pasien di rumah sakit yang masih sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak serius. Kepatuhan perawat dalam menerapkan SOP pencegahan risiko jatuh menjadi faktor penting, yang salah satunya dipengaruhi oleh motivasi perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh di ruang rawat inap Rumah Sakit X Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 92 responden yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi dan lembar observasi kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki motivasi sedang/rendah 48 responden (52,2%) dan tingkat kepatuhan tidak patuh 47 responden (51,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh, di mana semakin tinggi motivasi perawat maka semakin tinggi tingkat kepatuhan.
Co-Authors A Muammar Khoddafi Ade Gunawati Sandi Afdilah Mianda Putri Agustina, Respa Ahmad Gunawan Aisyah Aisyah Ajeng Dyah Kumala Al Khairul Rizwan Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Aniharyati Aniharyati Apriyadi Apriyadi Aria Winara Perkasa Aryanti Wardiyah Asri Mutiara Putri Ayesha Norabela Azis, Jhon Bahren Nortajulu Chrisanto, Eka Yudha Dani, Kharisma Wulan Deny Eka Liasari Destiana Rosa Devy Annieza Zahra Dewi Kusumanignsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati Dherlirona Dherlirona Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Donna Caesarani Ananda Dwi Nopriyanto Dwi Oktaviyani Dwiky Dermawan Santari Eka Novita Sari Eka Sartika Eka Trismiyana Eka Yuli Hartati Elliya, Rahma Elpi Ulandari Erlina Wati Erna Listyaningsih Esti Handayani Fadlurahmi Fadlurahmi Fara Millinia Suwares Fatimah Az Zahra Fidela Ferisca Furqoni, Prima Dian Ghina Aliya Mufidah Giri Widakdo Gunawan, M. Ricko Hadi, Riswan Hafiffah Handayani Harkina, Prida Heki Febrianto Hermawan, Dessy Ibrahim, Idris Idawati Kn Indah Rohmafresha Berly Indah Wahyuninsih Indriana, Nova Ismanto Nasim Iwanda Saputra Joko Martono Julhana Julhana Karyanto Karyanto Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Kiramah Wati Larasati Eka Setia Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Ariyanti Lilis Marlia Lina Oktavia Linawati Novikasari Listiana Listiana M Kelvin Alvaredo M. Ricko Gunawan M. Ricko Gunawan M. Ricko Gunawan Mardani Mardani Martiningsih Martiningsih Meisya Adelina Dewanti Melia Novita Mentari Permatasari Muhamad Kurniawan Muhammad Nurhidayat Muhammad Zaiem Muhtar Muhtar Mukayin Asisifa Mutia Ade Dea Naryati Naryati Naziah Naziah Naziah Naziah Ni Luh Sumo Nida Nafisah Nova Indriana Novikasari, Linawati Nuraenah Nuraenah Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Octa Reni Setiawati Okva Hikma Kesumasari Parid Khoirudin Perkasa, Aria Winara Prima Dian Furqoni Qori Anisa Putri Rafel Apriansah Rahma, Reka Putri Rahmawati, Reka Putri Rama Rajasa Ferlanda Alam Reka Putri Rahma Reka Putri Rahmawati Respa Agustina Rian Maylina Sari Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rifaie, Mahda Rizka Faer Rika Yulendasari Rike Saputra Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rostika Januar Ryalita, Novindri Sadaukur Br Barus Samino Samino Sandi Esa Prayoga Sari, Eva Aprilia Satria Wijaya Sekardhyta Ayuning Tias Setiawati Sudjarwo Sudjarwo Suhartini Suhartini Susan Hestina Susanto Susanto Susi Anisia Laila Susmarini, Neta Teguh Pribadi Torry Duet Irianto Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy Uswatun Hasanah Utama, Putri Yolanda Utomo, Budi Setia Wahid Tri Wahyudi Wahyuninsih, Indah Wayan Aryawati Yeni Novita Yosi Adelta Yufia Lensi Yuliawati Yuliawati Zonet Dwi Lembayung