Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : basastra

EKOKRITIK PADA NOVEL KEKAL KARYA KALU KANCANA SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Fatimah, Yenny; Waluyo, Herman J.; Waluyo, Budi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v9i2.53185

Abstract

Representasi kehidupan manusia yang tergambar di dalam karya sastra dapat hadir dalam berbagai macam bentuk, salah satunya berkenaan dengan lingkungan. Ekokritik merupakan teori kritis dalam pendekatan mutakhir untuk mengkritik sebuah wacana yang bertema lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ekokritik yang terkandung dalam novel Kekal karya Jalu Kancana; (2) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Kekal karya Jalu Kancana; dan (3) relevansi novel Kekal karya Jalu Kancana sebagai bahan ajar sastra di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan ekokritik. Sumber data berupa dokumen dalam bentuk novel dan informan yang terdiri dari peserta didik dan guru. Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model mengalir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema yang diangkat dalam novel adalah lingkungan serta banyak menyoroti ekokritik antropogenik meliputi: penjamahan cagar alam, perusakan dan pembukaan hutan, perusakan lingkungan, perdagangan karbon, dan ketidakpedulian terhadap hewan liar dan habitatnya; (2) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel meliputi religius, kerja keras, mandiri, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab; dan (3) novel Kekal relevan dijadikan materi pembelajaran jika dilihat dari keterkaitannya dengan tujuan instruksional yang harus dicapai, juga dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan ekokritik di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya memberikan pendidikan karakter terhadap peserta didik, utamanya mengenai peduli lingkungan.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA PADA TAJUK RENCANA HARIAN SUARA MERDEKA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR MENULIS TEKS EDITORIAL SISWA KELAS XII SMA Putri, Mutiah Ariska; Saddhono, Kundharu; Waluyo, Budi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v8i2.43055

Abstract

The purpose of this research are to describe and explain: (1) compliance with modesty and politeness infringement on editorial Suara Merdeka daily; (2) the function of politeness in Suara Merdeka daily editorials; (3) the relevance of politeness in Suara Merdeka daily editorial resource as text editorial writing class XII student in high school. This research is a qualitative descriptive by using content analysis method. The data used in this study of the document, namely Suara Merdeka daily editorial and informants. Technique intake of study subjects using purposive sampling. Data collection techniques used, namely the study of the content and interviews with informants. Test the validity of the data using triangulation theory and triangulation of data sources. Data were analyzed using flow model analysis techniques Miles and Huberman. The result show that (1) compliance politeness of the most prevalent is the sympathy maxim, while the least was found is the maxim of simplicity. On offense politeness most common is the maxim of the award, while the least was found is the maxim of agreement; (2) the function of politeness most common is the function stated, while that is not found at all is a function of apology; (3) analysis of politeness in Suara Merdeka daily editorial relevant if used as teaching material writing editorial texts for 12th grade students of senior high school.
ANALISIS TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Fitriana, Ari Rahma Nur; Rakhmawati, Ani; Waluyo, Budi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2020): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.84 KB) | DOI: 10.20961/basastra.v8i1.41939

Abstract

The aims of this research are to describe and analyze: (1) the types of speech act between students and teachers dialogue in the Indonesian language learning situation at SMA Negeri 1 Karanganyar, and (2) the influence factors of speech act between students and teachers dialogue in Indonesian language learning at SMA Negeri 1 Karanganyar. This research is belong to a qualitative desciptive research which was conducted from June 2017 to December 2018. The primary data’s source in this research is the informan such as students and Indonesian language’s teachers, and also the speech act between them at Indonesian language’s learning . This research uses purposive sampling technique. Data validity uses a source’s and theori’s triangulation, while the data analysis using an interactive model that includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of data analysis, the speech act which often used is illocusion with 37,5 % of percentage, locusion 73 %, and perlocusion 27,5 %. The speech act’s factors between teachers and students in Indonesian learning are the participants, the aim of speech act, the situation, context, which path, media, and the event of speech act.
KONFLIK SOSIAL DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BUKU BESAR PEMINUM KOPI KARYA ANDREA HIRATA Riyaningrum, Latifah; Setiawan, Budhi; Waluyo, Budi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i2.70598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik sosial dan nilai pendidikan karakter dalam novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang berfokus  pada  konflik  sosial.  Data penelitian ini adalah bagian-bagian atau kutipan novel yang bermatan konflik sosial. Yang menjadi sumber data adalah novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata. Teknik  pengambilan  sampel  menggunakan  purposive  sampling. Teknik pengumpulan  data  yang digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  analisis  dokumen  dan wawancara mendalam. Teknik validasi data yang digunakan adalah triangulasi teori dan triangulasi sumber data. Analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata mengandung lima dari enam bentuk konflik sosial berdasarkan teori dari Georg Simmel, yaitu konflik pertandingan antagonistik, konflik mengenai prinsip-prinsip dasar (kepentingan), konflik antarpribadi, konflik dalam hubungan intim atau akrab, dan konflik untuk menghancurkan kelompok. Konflik sosial yang paling dominan adalah konflik pertandingan antagonistik, sedangkan konflik hukum tidak ditemukan dalam novel tersebut; dan (2) novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata mengandung sembilan pilar pendidikan karakter berdasarkan teori dari Suparlan, yaitu tanggung jawab, rasa hormat, keadilan, keberanian, kejujuran, kewarganegaraan, disiplin diri, peduli, dan ketekunan. Nilai pendidikan karakter yang paling dominan yaitu nilai keberanian dan tanggung jawab. Nilai tersebut ditunjukkan oleh para tokoh melalui ucapan maupun tindakan secara langsung.
KONFLIK SOSIAL DAN NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA BARABAH KARYA MOTINGGO BUSYE SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA DI SMA Wisudawan, Tino Widya; Anindyarini, Atikah; Waluyo, Budi; Supriyadi, Hamam
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.79149

Abstract

Naskah drama merupakan salah satu bentuk sastra yang mampu mencerminkan realitas sosial dan memperkuat pesan moral dalam sebuah narasi teater. Salah satu karya sastra Indonesia yang memadukan elemen-elemen tersebut adalah Barabah karya Motinggo Busye. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konflik sosial dan nilai moral yang terdapat dalam naskah drama "Barabah" serta mengevaluasi relevansinya sebagai materi ajar sastra di sekolah menengah atas (SMA). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan sosiologi sastra yang digunakan untuk mengkaji naskah drama “Barabah” yaitu konflik sosial dan nilai moral. Peneliti akan menganalisis beberapa macam konflik sosial yang terdapat dalam naskah drama Barabah karya Motinggo Busye mulai dari a) Konflik antarindividu, b) Konflik antarkelompok, c) Konflik antargenerasi, d) Konflik gender dan nilai moral yang terdapat pada penelitian ini adalah a) Nilai Empati, b) Nilai Hati Nurani, c) Nilai Kebaikan Hati, d) Nilai Rasa Hormat, e) Nilai Kontrol Diri, dan f) Nilai Keadilan, serta penelitian ini direlevansikan sebagai materi ajar sastra di SMA. 
Co-Authors -, Rahmat . Martinus, . Achmad Fuad, Erika Ade Burhanudin Aditya Kolakoti Agung Setyo Pambudi Ahmad Arif Ahmad Irfan Akbar, Ilham Malik Akmal Rijal Aldri Frinaldi Anantama, Herlang Ani Rakhmawati Anita Tri Utami, Anita Tri Answary, Ayub Aprillina, Arta Arif Nur Miftachul Arrohmatan, Arrohmatan arsyad, safnil Astiana Ajeng Rahadini Aswarliansyah Atikah Anindyarini Ayuani, Kusmira Dwi Baginda Pangidoan Tanjung Bagiyo Condro Purnomo Bakoko, Rahmah Balbeid, Merlya Bambang Pujiarto Bambang Septian Basri, Sairul Biantoro, Wahyu Budhi Setiawan Burhanudin, Ade Cahyono, Eko Sri Damar Isti Pratiwi Damayanti, Amelia Darmawan Rois Dewi, Endah Repsiana Dewi, Kartika Rahmat Sari Dhimas Cahyo Anindito Dimas Riki Romadhon Djoko Sulaksono Dwi Restianto Endriaswari, Ardhani Farhan Aulia Rahman, Muhammad Faronny, Danniary Ismail fatima, anisa nur Fatimah, Yenny Fitriana, Ari Rahma Nur Fitriyanti, Ira Flour Nadhif, Iftikar Fridasari, Anis Fungky Dyan Pertiwi Fungky Dyan Pertiwi Gitami, Fabiola Pasca Hamam Supriyadi Hamid Saifudin Harmen Burhanuddin, Harmen Heri Sulistiyono, Heri Husni Rakhmawan Fatoni Ilham Habibi Ilham Habibi, Ilham Irwandi Irwandi Islahuddin, Islahuddin Jerry Chih Tsong Su Kenfitria Diah Wijayanti Kharunia, Silvia Berlian Khoirul Fa’i Kirana, Indah Ratna Kirana, Yolanda Nira Kivevele, Thomas Kolakoti, Aditya Krismadinata Krismadinata Kundharu Saddhono Lalank Samudra Mukti Hidayat Lestari, Winda Dwi Lilik Budiyarto Makarim, Nabil Maradheta, Amartya Afra Mariana Ade Cahaya Marsela, Dian Masykuri, Hafid Insan Miftachul, Arif Nur Mufakhomah, Ani Nurul Muhammad Iqbal Al-Fikri Muhammad Latifur Rochman Muhammad Mauludin Kharim Muji Setiyo Noto Widodo Nuranisah, Puji Nuryulianto, Risky Pangestu, Hafidh Rian Pangestu, Zaelani Agung Panjaitan, Rido Parulian Perdana, Vaundra Yudha Pirouzfar, Vahid Pramesti, Amanda Pisan Prasasti Bayu Aji Pramono Prasetyo Adi, Dwi Prima Veronika Purnomo, Bagiyo Condro Purnomo Condro Purwanto, Wawan Puspita, Kezia Ayuni Putri, Agnesia Levirosa Putri, Mutiah Ariska Putri, Nanditya Vianti Putri, Restu Gista Raheni Suhita Rahmadhani, Fitria Suci Rahmat Rahmat Rahmat Raja, Thirunavukkarasu Ramadhan Tosepu Refaldy Pristiwantoro Ridlo, Mahmuddin Rifky Ismail Riyan Adhy Pratama Riyan Tri Aditya Pamungkas Riyaningrum, Latifah Rochhayati, Anwachidda Eni Rochiyati Murniningsih, Rochiyati Rochman, Muhamad Latifur Rosidah, Anik Nur Rosy Tristanti Rusdjijati, Retno Safira, Isna Said, Dewi Pangestu Saifudin Saifudin Saifudin Saifudin Saputra, Yusuf Surya Saraswati, Tea Haninda Septian, Bambang Setiani, Eka Novi Setyo Widiantoro Setyo, Muji SK Rizky Wibowo Sofyan Kurniawan Songkhai, Kritsadee Sugiri, Dani Suminar, Ratna Ayu Suroto Munahar Suryawan Murtiadi, Suryawan Susanti Susanti Susilo, Anggun Trisnanto Hari Susinggih Wijana Sutianingsih, Sutianingsih Syahfitri, Jayanti Syairofi, Ahmad Tama, Pasya Yauga Danial Eka Thirunavukkarasu Raja Thomas Kivevele TYA RESTA FITRIANA Utama, Sunu Setiawan Vahid Pirouzfar Wahyu Danu Romadlon Waluyo, Herman J. Widha Bagus Fahriansyah Wisudawan, Tino Widya Yant Mujiyanto Yun Arifatul Fatimah Yunus, Toni Yuspitasari, Ajeng Virdianeta