p-Index From 2021 - 2026
2.863
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut MEDIA KONSERVASI Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Maspari Journal Bumi Lestari AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Jurnal Perikanan dan Kelautan AL KAUNIYAH Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Jurnal EduBio Tropika Maspari Journal Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) JURNAL BIOLOGI INDONESIA Omni-Akuatika MAJALAH ILMIAH GLOBE Jurnal Biologi Tropis Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Ilmu Kehutanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Manusia dan Lingkungan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

Status Trofik Ikan yang Berasosiasi dengan Lamun (Seagrass) di Tanjung Luar Lombok Timur Abdul Syukur, Yusli Wardiatno Ismudi Muchsin2) dan Mohammad Mukhlis Kamal
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 2 Desember 2014
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.477 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v14i2.143

Abstract

ABSTRAKLamun di lingkungan laut berperan penting dalam proses pembentukan rantai makanandetritus dan herbivora. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status trofik ikanberdasarkan jenis makanan. Contoh ikan diambil pada lima lokasi padang lamun yaitu: GiliKere, Gili Maringkik, Kampung Baru, Lungkak dan Poton Bakau dengan menggunakan minipure seine. Analisis status trofik ikan dilakukan berdasarkan jenis makanan yang ditemukanpada isi lambung. Status trofik dikelompokkan dalam status trofik herbivora, carnivora,planktivora dan omnivora. Status trofik ikan yang ditemukan pada semua lokasi penelitiandidominasi oleh ikan dengan status trofik carnivora sebesar 58,62 %, status trofik herbivorasebesar 17, 64 %, status trofik planktivora 17,64 % dan status trofik omnivora 5,88 %. Ikanyang berasosiasi dengan lamun pada lokasi penelitian sebagian besar untuk mencari makan.Namun demikian jenis ikan dari famili Apogonidae dengan spesies Archamia goni dan familiMonacanthidae dengan spesies Plectorhinchus falvomaculatus menggunakan lamun tidakhanya sebagai tempat mencari makan tetapi juga sebagai tempat untuk memijah, tinggalmassa juvenil dan massa dewasa. Kesimpulan dari penelitian adalah status trofik ikan danbentuk asosiasi ikan dengan lamun sebagai indikator fungsi ekologi lamun yang sangat vitaluntuk ikan dapat survive.Kata Kunci: Lamun, Status Trofik Ikan dan Asosiasi Ikan dengan Lamun.ABSTRACTSeagrass in the marine environment plays an important role in the process of detritus foodchain and herbivores. This study aims to determine the trophic status of fish based on the typeof food. Fish were taken on the five locations seagrass beds: Gili Kere, Gili Maringkik,Kampung Baru, Lungkak dan Poton Bakau by using pure mini seine. Analysis of trophicstatus of fish is done based on the type of food that is found in the stomach contents. Trophicstatus are grouped into trophic status of herbivores, carnivores, omnivores and planktivora.Trophic status of fish found in all study sites are dominated by carnivorous fish with trophicstatus of 58.62%, herbivore trophic status of 17, 64%, trophic status planktivora 17.64% and5.88% omnivorous trophic status. Fish associated with seagrass research sites mostly forforaging. However, the type of fish of the family Apogonidae with Archamia goni and familyMonacanthidae with Plectorhinchus falvomaculatus use seagrass not only as a feeding sitesbut also as a place to spawning, mass live juvenile and adult the mass. The conclusion of the study is the trophic status of fish and fish form of association with seagrass as an indicator ofthe ecological functions that are vital for the fish to survive.Key Words: Seagrass, Trophic Status of Fish and Fish with Seagrass Association.
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau M. Tahmid, Achmad Fahrudin dan Yusli Wardiatno
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 no.2 Desember 2015
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.937 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v15i2.158

Abstract

ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecilyang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya penangkapan dankondisi ekosistem mangrove sebagai habitat utamanya. Produksi kepiting bakau di Teluk Bintanmenurun dan penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajiantentang biologi kepiting bakau di Teluk Bintan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji statuspopulasi kepiting bakau yang meliputi struktur ukuran, parameter pertumbuhan dan laju mortalitasdan eksploitasi. Pengambilan data kepiting bakau dilakukan dengan pendekatan yaitu fisher-basedsurvey. Hasil penelitian menunjukkan ukuran kepiting bakau yang tertangkap mulai dari lebar karapas(CW) 64-172 mm, ukuran fase muda kepiting jantan yang tertangkap mencapai 46,62% dan betinamencapai 48,06%, keduanya hampir setengah dari tangkapan total, ini menunjukkan bahwa alattangkap yang digunakan belum selektif. CW∞ jantan mencapai 176,93 mm lebih tinggi dari kepitingbetina sebesar 169,58 mm, namun sebaliknya nilai koefesien K jantan (0,360) lebih kecil dari betina(0,390), sehingga pertumbuhan kepiting bakau betina lebih cepat dari jantan. Perkiraan angkakematian alami (M) jantan = 0,5566 dan kematian akibat penangkapan (F) jantan = 0,6434 sedangkanM betina = 0,59 dan F betina = 0,41. Laju eksploitasi (E) kepiting jantan mencapai 53,62%, ini dapatdikatakan telah terjadi lebih tangkap atau over eksploitasi.Kata kunci: Scylla serrata, parameter pertumbuhan, struktur ukuran, mangrove and Teluk BintanABSTRACTMud crab (Scylla serrata) is one of the potential of small-scale fishery commodities that havehigh economic value. The abundance of the population is affected by the fishing effort and conditionsmangrove ecosystem as its main habitat. Mud crab production in the Gulf of Bintan declined and thecause is not known with certainty. Therefore, it is necessary to study on the biology of mud crab in theGulf of Bintan. This study aims to assess the status of mangrove crab population that includes the sizestructure, parameters of growth and the rate of mortality and exploitation. Data retrieval is done witha mangrove crab fisher-based survey. The results showed that the size of mud crab caught fromcarapace width (CW) 64-172 mm, the size of the young phase male crabs caught females reached46.62% and reached 48.06%, both are almost half of the total catch, it indicates that fishing gearused is not selective. CW∞ males reach 176.93 mm higher than the female crabs of 169.58 mm, butinstead value koefesien K males (0.360) is smaller than females (0.390), so that the growth of femalemud crabs faster than males. Estimated natural mortality rates (M) male = 0.5566 and deaths fromarrest (F) male = 0.6434 while M females female F = 0.59 and = 0.41. The rate of exploitation (E)male crabs reached 53.62%, can be said to have occurred over fishing or over-exploitation.Keywords: Scylla serrata, growth parameters, structure size, mangrove and bay Bintan
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau M. Tahmid, Achmad Fahrudin dan Yusli Wardiatno
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 no.2 Desember 2015
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.21 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v15i2.192

Abstract

ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecil yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya penangkapan dan kondisi ekosistem mangrove sebagai habitat utamanya. Produksi kepiting bakau di Teluk Bintan menurun dan penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian tentang biologi kepiting bakau di Teluk Bintan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status populasi kepiting bakau yang meliputi struktur ukuran, parameter pertumbuhan dan laju mortalitas dan eksploitasi. Pengambilan data kepiting bakau dilakukan dengan pendekatan yaitu fisher-based survey. Hasil penelitian menunjukkan ukuran kepiting bakau yang tertangkap mulai dari lebar karapas (CW) 64-172 mm, ukuran fase muda kepiting jantan yang tertangkap mencapai 46,62% dan betina mencapai 48,06%, keduanya hampir setengah dari tangkapan total, ini menunjukkan bahwa alat tangkap yang digunakan belum selektif. CW∞ jantan mencapai 176,93 mm lebih tinggi dari kepiting betina sebesar 169,58 mm, namun sebaliknya nilai koefesien K jantan (0,360) lebih kecil dari betina (0,390), sehingga pertumbuhan kepiting bakau betina lebih cepat dari jantan. Perkiraan angka kematian alami (M) jantan = 0,5566 dan kematian akibat penangkapan (F) jantan = 0,6434 sedangkan M betina = 0,59 dan F betina = 0,41. Laju eksploitasi (E) kepiting jantan mencapai 53,62%, ini dapat dikatakan telah terjadi lebih tangkap atau over eksploitasi. Kata kunci: Scylla serrata, parameter pertumbuhan, struktur ukuran, mangrove and Teluk Bintan ABSTRACTMud crab (Scylla serrata) is one of the potential of small-scale fishery commodities that have high economic value. The abundance of the population is affected by the fishing effort and conditions mangrove ecosystem as its main habitat. Mud crab production in the Gulf of Bintan declined and the cause is not known with certainty. Therefore, it is necessary to study on the biology of mud crab in the Gulf of Bintan. This study aims to assess the status of mangrove crab population that includes the size structure, parameters of growth and the rate of mortality and exploitation. Data retrieval is done with a mangrove crab fisher-based survey. The results showed that the size of mud crab caught from carapace width (CW) 64-172 mm, the size of the young phase male crabs caught females reached 46.62% and reached 48.06%, both are almost half of the total catch, it indicates that fishing gear used is not selective. CW∞ males reach 176.93 mm higher than the female crabs of 169.58 mm, but instead value koefesien K males (0.360) is smaller than females (0.390), so that the growth of female mud crabs faster than males. Estimated natural mortality rates (M) male = 0.5566 and deaths from arrest (F) male = 0.6434 while M females female F = 0.59 and = 0.41. The rate of exploitation (E) male crabs reached 53.62%, can be said to have occurred over fishing or over-exploitation. Keywords: Scylla serrata, growth parameters, structure size, mangrove and bay Bintan
Kerusakan Lamun (Seagrass) dan Rumusan Konservasinya di Tanjung Luar Lombok Timur Abdul Syukur,Yusli Wardiatno, Ismudi Muchsin dan M. Mukhlis kamal
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.655 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i2.549

Abstract

Abstraks Lamun memiliki fungsi yang cukup vital di lingkungan laut. Fungsi vital lamun adalah habitat biota laut, produktivitas primer, mengatur tingkat trofik serta regulasi gas untuk keseimbangan gas CO2 dan O2 di atmosfir melalui mekanisme fotosintesis.  Disisi lain laju kerusakan lamun terus terjadi dan sulit diprediksi akibat over-ekploitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami implikasi ekologi dari over-ekploitasi terhadap degradasi biota yang bernilai ekonomi dan kerusakan akibat penggunaan alat yang tidak ramah lingkungan. Selanjutnya merumuskan indikator ekologi dari kedua parameter tersebut sebagai dasar konservasi  lamun. Metode pengambilan data melalui survei, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Survei untuk memahami karakter masyarakat yang dipilh sebagai responden dan observasi untuk penilaian jumlah biomassa lamun. Kuesioner untuk menilai kondisi biota yang bernilai ekonomi berdasarkan preperensi masyarakat dan dokumen adalah yang berkaitan dengan ikan hasil tangkapan nelayan, khususnya ikan baronang (Siganidae). Analisis data dilakukan secara diskriptif dan sintesis untuk merumuskan indikator ekologi sebagai dasar konservasi lamun. Hasil penelitian ini menunjukkan over-ekploitasi memiliki dampak yang cukup besar terhadap degradasi biota seperti ikan, moluska, kepiting, see-urchin dan tripang. Implikasi ekologinya dapat dilihat dari degradasi biota yang memiliki peran penting untuk menilai kualitas keanekaragaman hayati dan degradari populasi dari komponen penyususn tingkat trofik  yaitu pada level herbivora dari jenis Siganidae dan see-urchin. Selanjutnya nilai biomassa lamun yang hilang akibat penggunaan alat yang tidak ramah lingkungan. Dari parameter kerusakan lamun dan implikasi ekologi dari degradasi biota digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam rumusan konservasi lamun di lokasi studi.  Kata kunci: Over-ekploitasi, Kerusakan lamun dan Konservasi.
FLUKS GAS RUMAH KACA CO2, CH4 DAN N2O PADA LAHAN EKOSISTEM MANGROVE DI SUNGAI TALLO, MAKASSAR (Fluxes of greenhouse gases CO2, CH4 and N2O from mangrove soil in Tallo River, Makassar) Rahman Rahman; Yusli Wardiatno; Fredinan Yulianda; Hefni Effendi; Iman Rusmana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.688 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.755

Abstract

Studies on the fluxes of greenhouse gases in mangrove ecosystems especially during tides are relatively scarce. The research was conducted in Tallo River Makassar which is a mangrove ecosystem habitat. Gas sampling was done by utilising size 0,5x0,5x1 m3 chamber through a syringe during the tidal periods. Gas analysis was done using gas chromatography methods. The research shows that the flux of CO2 gasduring high tide was 204,84 mg m-2 hr-1 or 1,79 kg m-2 year-1  and 183,81 mg m-2 hr-1 or 1,61 kg m-2 year-1 during low tide, while the flux of CH4 gaswas 0,75 mg m-2 hr-1 or 0,007 kg m-2 year-1  during high tide and 0,62 mg m-2 hr-1 or 0,005 kg m-2 year-1 during low tide, and the flux of N2O gaswas 0,141 mg m-2 hr-1 or 0,0012 kg m-2 year-1  during high tide and 0,145 mg m-2 hr-1 or 0,0013 kg m-2 year-1  during low tide. Keywords : greenhouse gas flux, mangrove ecosystem, Tallo River
APLIKASI TEKNIK ENVIRONMENTAL DNA(eDNA) UNTUK DETEKSI SPESIES Cheraxquadricarinatus (VON MARTENS 1868) MENGGUNAKAN SAMPEL AIR Vella Nurazizah Djalil; Achmad Farajallah; Yusli Wardiatno
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.507 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.878

Abstract

Cherax quadricarinatus merupakan spesies introduksi yang berasal dari Australia. Siklus hidup yang cepat dan toleransi yang tinggi terhadap lingkungan mengakibatkan C. quadricarinatusmudah menginvasi ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik eDNA secara cepat untuk deteksi C.quadricarinatus. Teknik ekstraksi dilakukan dengan menggunakan teknik pengendapan. Validasi keberadaan C.quadricarinatusdilakukan dengan menggunakan metode pengembangan PCR dan desain primer spesifik. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan C.quadricarinatusterdeteksi sebanyak 60%dari keseluruhan badan perairan. Kombinasi protokol deteksi eDNA dan metode pengembangan PCR, serta primer spesifik yang didesain dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan C. quadricarinatus.Kata kunci :Cherax quadricarinatus, Environmental DNA, deteksi, keberadaan, PCR
KERAGAMAN SUMBERDAYA IKAN NON TARGET PERIKANAN RAJUNGAN DI PESISIR LAMPUNG TIMUR Zairion Zairion; Iya Purnama; Yusli Wardiatno
Jurnal Biologi Tropis Vol. 19 No. 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.348 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i1.942

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keragaman dan komposisi ikan non-target perikanan rajungan dengan alat tangkap jaring insang dasar. Sampel dikumpulkan dari bulan Juni hingga Oktober 2017 di Labuhan Maringgai dan Kuala Penet, Pesisir LampungTimur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa21 species ikan non-target yang diidentifikasi di Labuhan Maringgai dan Kuala Penet sertamemiliki kesamaan spesies. Di Labuhan Maringgai, 15 spesies (11,40%) ikan non-target tergolongretained speciesyang dimanfaatkan untuk konsumsi atau dijual dan enam spesies (0,89%) termasuk discarded speciesataudibuang. Sementara di Kuala Penet, 14 spesies (8,76%) tergolongretained dan tujuh spesies (1,28%) discarded species. Hasil penelitian ini membantu untuk mengklarifikasi keragaman ikan non-target yang ditemukan dari perikanan jaring insang dasar di Pesisir Lampung Timur. Kata kunci : jaring insang dasar, ikan, perikanan rajungan, species yang dimanfaatkan, spesies yang dibuang Abstract : The study was conducted with the aim to identifying non-target fish diversity and composition from blue swimming crab set gill-net fishery. Samples were collected from June to October 2017 at Labuhan Maringgai and Kuala Penet, Coastalarea of East Lampung. The results showed that 21 non-target fish species obtainedfromLabuhan Maringgai and Kuala Penet areas and it was similar in terms ofspecies diversity.In Labuhan Maringgai area, 15 species (11.40%) of non-target fish were retained either as fisher own consumption or marketing and six species (0.89%) were discarded. While in Kuala Penet area, 14 species (8.76%) were retained and seven species (1.28%) were discarded. The result of this study helps to clarify diversity of non-target fish found from bottom set gill-net fishery in coastalarea of East Lampung.Keywords : swimming crab fishery, bottom set gill-net, discarded species, fish, retained species
KARAKTERISTIK HABITAT UNDUR-UNDUR LAUT (FAMILI HIPPIDAE) DI PANTAI BERPASIR, KABUPATEN CILACAP Yusli Wardiatno; I Wayan Nurjana; Ali Mashar
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 1 Juni 2014
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v14i1.1947

Abstract

terlampir
The Distribution Pattern of Mollusks Has Economic Value Concerning Substrate Characteristics in Lake Maninjau Muhamad Suhaemi Syawal; Yusli Wardiatno; Sigid Hariyadi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v20i3.2263

Abstract

Lake Maninjau is one of the tectovulcanic type lakes in West Sumatra Province which is used as a food source in the presence of fauna groups such as mollusks. The main purpose of this study is to determine the distribution of mollusks concerning the substrate in Lake Maninjau. This research was conducted three times from March-September 2015 at seven points of the river estuary around Lake Maninjau. The result of the study shows that Corbicula moltkiana was mostly found at Pandan station, while Melanoides tuberculata and Anodonta woodiana were mostly found at Muko-Muko station. The distribution pattern of Corbicula moltkiana and Melanoides tuberculata shows a tendency to live in groups. The waters of the estuary around Lake Maninjau are dominated by sand with TN and TP concentrations ranged from 0.093 - 0.610 mg kg-1 and 0.427 - 2.137 mg kg-1, respectively.
Comparison of Morphological Characters of Freshwater Crayfish (Cherax quadricarinatus) from Different Ecosystems in Indonesia Bambang Widigdo; Agus Alim Hakim; Ali Mashar; Iya Purnama Sari; Yusli Wardiatno
Jurnal Biologi Tropis Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v20i3.2310

Abstract

Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) as an invasive species has high capability to adapt in most waters in Indonesia. The extant distribution of this species in Indonesia causes observation of morphological characters  is important to be established. This study purpose is to compare the morphological characters of Cherax quadricarinatus from several locations in Indonesia waters, such as the river in Bintan Island, Toba Lake, and Lido Lake. The total of morphological characters was measured in twenty-two characters. The result of the Kruskal-Wallis test represented nine different characters between Toba, Bintan, and Lido. Cluster analysis illustrated the highest level of similarities between Toba and Lido. The growth rate of the dactyls, and carapace width, and ocular carapace length between Toba and Lido were similar, meanwhile between Toba and Bintan were different. C. quadricarinatus originating from river waters in Bintan Island has a different morphological character from Lake Lido and Lake Toba. The differences in morphological characters between locations are caused by differences in habitat characteristics in rivers and lakes.
Co-Authors . Ahyar . Erwyansyah Abd Saddam Mujib Abdul Hamid Abukena, Safrudin La Abukena, Safrudin La Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin ACHMAD FARAJALLAH Aditya Herry Emawan Adrian Damora Agus A Hakim Agus Alim Hakim Agus Priyono Agustinus M Samosir Ahmad Muhtadi Ahmad, Aditiyawan Akhmad Solihin Akrom Muflih Ali Mahsar Ali Mashar Ali Sarong Aliati Iswantari Alpinina Yunitha Ananingtyas S Darmarini Anggoro Prihutomo Anna Rejeki Simbolon Anna Rejeki Simbolon Arie Prabawa Ario Damar AS Aku, AS Asep Sahidin Asep Sahidin Athifah Nurulhafidzah Audra Ligafinza Audra Nur Ayu Annisa Kumalah Ayu, Inna Puspa Bambang Sumartono Beginer Subhan Belade, Jimmy Beni Beni Borbee, Erin Ceanturi, Ardan Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Chikarista Irfangi Claritha Madonsa Dafit Ariyanto Dafiuddin Salim Daniel Djoko Setiyanto Daniel Djoko Setiyanto, Daniel Djoko Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA Dedy Eka Syaputra Dicky Rachmanzah Diding Sudira Efendi Dietriech Geoffrey Bengen Diini Fitriani Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Dyah Muji Rahayu Erin R Nurulhayati Estri Octora Farmelia Etty Riani F Farlina Fifi Widjaja Fitriana Nazar Fitriani, Diini Fitrina Nazar Forcep Rio Indaryanto Forcep Rio Indaryanto Fredinan Yulianda Frijona Fabiola Lokollo Gatot Yulianto Gelis, Ester R. E. Gilang Rusrita Aida Gladys Peuru Gunawan Pratama Yoga Hadi Supardi Hadi Suryanto Hamdani Rachman Handayani, Luluk D Harpasis S. Sanusi Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hawis H Madduppa Hefni Effendi Hendrik Sombo Heriansyah Herman Yulianto Herry Purnomo Hestirianoto, Totok Hulopi, Mahriyana I Wayan Nurjana I Wayan Nurjaya Ida Bagus Jelantik Swasta Iman Rusmana Indradewa, Rhian Inka Destiana Sapitri Irianda, Nadya Jeny Irma Minarti Harahap Irza Arnita nur Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Ismudi Muchsin Ita Sualia Iya Purnama Sari Jeane Siswitasari Mulyana Jojok Sudarso Jojok Sudarso, Jojok Joko Santoso Kadarwan Soewardi Katarina Hesty Rombe Khouw, Abraham S Khouw, Abraham S Lane, Christopher Luisa Febrina Amalo Luky Adrianto Luluk Dwi Wulan Handayani Lusi Lastria Lusita Meilana Lydia Safriyani Marpaung M Mukhlis Kamal M. Tahmid Made Ayu Pratiwi Majariana Krisanti Makoto Tsuchiya Mardiansyah Mardiansyah, Mardiansyah Marfian Dwidima Putra Martin Ali Iqbal Maulid Wahid Yusuf Mennofatria Boer Mintje Wawo Mintje Wawo Mohammad Mukhlis Kamal Muhamad Radifa Muhamad Suhaemi Syawal Muhammad Aly Muhammad Eidman Muhammad Nur Arkham Muhammad Rifqi MUNTI YUHANA Naila K Aini NAILA KHURIL AINI Nandy Kosmaryandi Nefi Islamiati Neviaty P Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Niken T.M Pratiwi, Niken T.M Niken Tunjung Murti Pratiwi Nina Nurmalia Dewi Noar Muda Satyawan Novia Indah Kintani Nurhaya Afifah Nurlisa Alias Butet Partono, Tri Peter Funch Poppy Yulianti Putri, Vinna Windy Qadar Hasani Rachmad Caesario Rahadiati, Ati Rahayu, Endah Sri Rahman Rahman Rahmat Kurnia Raimundus Nggajo Raimundus Nggajo Rani Nuraisah Richardus F. Kaswadji Risa Tiuria Riska Febriana Riskiana, Refa Rudi Alek Wahyudin Rudi Alek Wahyudin Sambas Basuni Samosir, Agustinus Mangaratua Sani, L. Mukhsin Iqbal Setyo Handayani Shelly Tutupoho Sigid Hariyadi Siti Anindita Farhani Soewardi, Kadarwan Sutaman, Sutaman Sutrisno, Dewayany Syarviddint Alustco Taryono Taryono Kodiran Taslim Arifin Tri Prartono Tridoyo Kusumastanto Tyas Dita Pramesthy Vella Nurazizah Djalil Wahyu Muzammil Widayati, Kanthi Woro Anggraitoningsih Woro Anggraitoningsih, Woro Yoga, Gunawan Pratama Yona A. Lewerissa Yonvitner - Yoyok Sudarso Yudi Wahyudin Yuni Puji Hastuti Yunita Magrima Anzani Yuyun Qonita Yuyun Sri Wahyuni Zainuri, M Zairion ZETH PARINDING Zeth Parinding Zuhri, Muhammad Isnan Zulfikar ,