Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Batik Semarang on Cultural Ecology Perspective: Characteristic of Visual Expression Intan, Noor Tiara Habib Aisyah; Sugiarto, Eko; Wibawanto, Wandah
Catharsis Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v12i2.76364

Abstract

Batik is a traditional textile work of art which was designated by UNESCO on 2 October 2009 as an intangible cultural heritage (representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). This research aims to analyze the characteristics of Semarang batik based on cultural ecology, especially the Semarang icon category, the case study of this research is at IKM Batik Semarang 16. This research is qualitative research, in this research uses several theoretical approaches, namely a visual analysis approach with color theory and design principles for analyzing the visual elements in batik motifs. Apart from using a visual analysis approach with color theory and design principles, a cultural ecology approach will also be discussed to discuss the cultural ecological aspects found in batik motifs, especially in the Lawang Sewu Ngawang, Mberok Bridge, Tugu Muda Kekiteran Sulur, and Blekok Srondol motifs. The cultural ecology approach is used to understand the complex relationship between humans, culture and the environment in the context of batik production and use in the city of Semarang, Central Java. The results of this research show that the characteristics of batik work from IKM Batik Semarang 16 of the five motifs have bright, dominant colors. line elements, decorations do not experience too much composition, either distortion or stylization. The cultural ecology aspect of batik by IKM Batik Semarang 16 refers to certain themes and categories and represents Semarang from a natural, physical and socio-cultural perspective.
Introduction to Environmentally Friendly Educational Tourism at Universitas Negeri Semarang for Elementary School Karsinah; Rahayuningsih, Margareta; Wibawanto, Wandah; Wicaksono, Dimas
Indonesian Journal of Devotion and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/mw4c3y33

Abstract

Educational tourism or edutourism is a tourism activity that aims to provide learning experiences and skills development. Universitas Negeri Semarang (UNNES) has developed edutourism activities with various themes, but this edutourism is still less well-known to the public. Therefore, the environmentally friendly concept is applied as a characteristic of UNNES edutourism. This activity aimed to increase knowledge, understanding, and skills in developing environmentally friendly edutourism for students. This environmentally friendly edutourism service activity was carried out through three stages, 1) introducing environmentally friendly edutourism, 2) introducing environmentally friendly energy, and 3) activity evaluation. The series of edutourims activities carried out on Wednesday, June 19, 2024, involved elementary school students (SD) who particpated in various activities, including colouring gypsum animal characters to increase creativity and introducing environmeltal conservation, as well as a tour of the Innovation House to understand environmentally friendly energy products. In addition, participants also toured the campus using electric cars that introduced renewable energy applications. The activity results showed that all participants were enthusiastic, understood the environmentally friendly concept, and were interested in participating in similar activities in the future.
Ekonomi Kreatif Diversifikasi Produk Ecoprint Kelompok Batik Puspandari Desa Ngesrepbalong Rahayuningsih, Margareta; Widowati, Widowati; Wibawanto, Wandah; Cahyati, Widya Hary; Husodo, Martanto Setyo
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/71vrm234

Abstract

Desa Ngesrepbalong merupakan salah satu desa di Kabupaten Kendal yang telah mencanangkan sebagai desa wisata. Sebagai desa wisata diperlukan pengembangan ekonomi kreatif khususnya produk berbasis potensi lokal dan kekhasan desa yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian masyarakat di Desa Ngesrepbalong. Salah satu produk yang telah dikembangkan Kelompok Batik Puspandari adalah kerajinan Ecoprint dengan teknik steam. Berdasarkan wawancara dan kajian sebelumnya kepada kelompok Batik Puspandari, diperoleh informasi bahwa anggota kelompok batik Puspandari menginginkan diversifikasi produk ecoprint supaya pangsa pasar dapat terjangkau di semua kalangan. Selama ini kain ecoprint yang dihasilkan cukup bagus dengan nilai jual cukup tinggi yaitu sekitar Rp. 350-500 ribu/lembar kain, sehingga pangsa pasar hanya pada kalangan menengah ke atas. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat UNNES (Universitas Neger Semarang) program DPIK (Difusi Produk Inovasi Kemitraan) LPDP mengembangkan ekonomi kreatif melalui kegiatan pelatihan diversifikasi produk ecoprint pada kelompok Batik Puspandari Desa Ngesrepbalong. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Januari-Mei 2024, dimulai dari melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan kelompok Batik Puspandari, pelatihan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan adalah 1) pelatihan ecoprint dengan menggunakan resep dark mode, 2) diversifikasi hasil kain ecoprint reep dark mode menjadi beberapa produk, yaitu sarung bantal, tempat tissue, berbagai pouch, tas, dan phasmina 3) mengikuti pameran produk di berbagai even, dan  4) mengikuti pelatihan manajemen keuangan. Disamping itu,  berbagai produk diversifikasi yang dibuat juga telah terjual ke beberapa konsumen. 
THE DESIGN OF MATHEMATICS INTERACTIVE LEARNING MEDIA THEME HOUR AND TIME UNIT FOR 3TH GRADE at SDN 1 GUNTUNG MANGGIS Setyaningrum, Larasati; Wibawanto, Wandah
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v11i1.57356

Abstract

Gangguan masif yang disebabkan era disrupsi berdampak besar pada pesatnya perkembangan teknologi terutama sejak masuknya Pandemik COVID-19. Mobilitas dan aktivitas yang dibatasi memicu berkembangnya disrupsi teknologi, tak terkecuali pada sektor pendidikan dasar. Tidak maksimalnya implementasi pembelajaran berbasis teknologi pada materi matematika di dalam tematik, seperti pada materi Satuan Jam dan Waktu menyebabkan komunikasi hanya terjalin dengan satu arah, sehingga siswa sulit untuk menangkap inti materi yang dipelajari. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengemas materi Satuan Jam dan Waktu dengan memanfaatkan pembelajaran berbasis teknologi ke dalam konsep yang lebih menarik. Proyek studi ini bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran sebagai media penunjang pembelajaran terhadap materi Satuan Jam dan Waktu. Proyek studi ini melalui empat tahapan berkarya, yaitu: 1) design treatment; 2) visual development; 3) programming phase; 4) testing phase. Proyek studi ini menghasilkan karya media pembelajaran interaktif. Diharapkan melalui karya media pembelajaran interaktif tersebut dapat membantu meningkatkan motivasi siswa terhadap materi Satuan Jam dan Waktu.
CENTRAL JAVANESE FOLKLORE THE LEGEND OF GOA KREO IN 3D SHORT ANIMATION. STUDY PROJECT. DEPARTEMENT OF FINE ARTS, FACULTY OF LANGUAGES AND ARTS, SEMARANG STATE UNIVERSITY. Wibawanto, Wandah; Febriyanto, Krisno
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 12 No 3 (2023): Regular
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v12i03.75692

Abstract

Indonesia memiliki ragam kekayaan budaya,salah satu wujud dari kebudayaan di Indonesia adalahlegenda cerita rakyat.Banyak sekali cerita rakyat yang ada di indonesia, dan salah satu contoh legendacerita rakyat yang ada di Indonesia adalah kisah legenda asal-usul Goa Kreo.Legenda ini berawal darikisah tentang seorang Sunan Kalijaga yang sedang dalam perjalanan mencari kayu jati untuk dijadikansebagai soko guru Masjid Agung Demak.Namun sangat disayangkan masih banyaknya generasi mudayang belum mengenali cerita rakyat tersebut sedangkan dalam cerita ini memiliki nilai sentimentaltinggi yang dapat diteladani.Maka perlu adanya suatu media yang dapat membatu mengenalkan,menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam cerita rakyat Legenda Goa Kreo. Proyek studi inibertujuan untuk Menghasilkan rancangan film animasi 3 dimensi Legenda Asal-Usul Goa Kreo yangmengangkat tema kebudayaan daerah dengan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamya dan jugamempromosikan wisata Goa Kreo melalui film animasi pendek 3 dimensi agar lebih dikenal luas olehMasyarakat. Animasi 3 dimensi dipilih karena 3 dimensi adalah jenis animasi yang paling banyakdiminati pada saat ini.
Branding Produk Kelompok Tani Hutan Cagar Alam Biosfer Merapi Merbabu Wibawanto, Wandah; Prameswari, Nadia Sigi; Athian, Rahman
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 12 No 1 (2023): Regular Issue
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan cagar biosfer merupakan pengelolaan kawasan yang memadukan kepentingan konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan sosial ekonomi masyarakat, dan dukungan logistik untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam. Kawasan biosfer Magelang merupakan bagian dari Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh yang di dalamnya terdapat Kelompok Tani Hutan (KTH) yang mengelola hasil alam, salah satu di antaranya adalah "Gubug Lanceng" yang berfokus pada produksi madu lebah Trigona Sp dan Tetragonula biroi. Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan tentang visual branding yang meliputi identitas visual, desain kemasan dan pemasaran produk. KTH yang terlibat memiliki beberapa produk olahan hasil alam yang belum memiliki brand, sehingga harga jual produk menjadi rendah dan jangkauan pemasaran yang terbatas. Metode pelaksanaan kegiatan branding produk selanjutnya dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu: 1) Preliminary design; 2) Design development; dan 3) Aplikasi desain pada media branding. Proses branding diintegrasikan dengan kegiatan Dinas Kehutanan wilayah 9 Magelang dan dilakukan secara bertahap dalam 3 kegiatan terstruktur serta menghasilkan branding produk KTH yang memiliki daya jual yang lebih tinggi, hak cipta atas desain identitas visual dan desain kemasan produk KTH.
KAJIAN INTERDISIPLIN: TELAAH SENI RUPA DAN TARI MELALUI TEORI AKULTURASI DAN TEORI MOTIVASI PADA TARI RONGGENG WARAK KARYA TARI SEKAR KEMUNING Puspita, Sovie Kresnadayanti; Wadiyo, Wadiyo; Wibawanto, Wandah
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 1, No 2: October 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ronggeng Warak merupakan salah satu karya tari dengan penggambaran kolaborasi kebudayaan dan kesenian Kota Semarang yang multikultural. Oleh sebab itu penelitan ini bertujuan untuk mengetahui tanda akulturasi dan motivasi pembuatan karya Tari Ronggeng Warak. Kajian motivasi menggunakan teori ERG Clayton Paul Aldefer yang menyederhanakan teori kebutuhan Abraham Maslow.Penelitian menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Uji keabsahan data menggunakan peningkatan ketekunan dan triangulasi, serta Teknik analisis data melalui cara mengurutkan data secara sistematis yang berawal dari pengumpulan data, reduksi data, penjajian data dan verivikasi.Hasil yang ditemukan dalam Tari Ronggeng Warak adalah penandaan akultursi dari icon Tradisi Dugderan dan Kesenian Gambang Semarang. Warak sebagai ide pembuatan karya merupakan bentuk akulturasi dari ragam etnis, seperti Jawa, Cina, dan Arab secara visualisasinya terlihat pada kostum dan properti tari. Warak dijadikan icon hawa nafsu pada Tradisi Dugderan. Gaya tari Semarangan (salah satu jenis seni dalam Gambang Semarang) dibuat sebagai pijakan pembuatan karya yaitu pada bentuk, iringan, tata rias dan kostum serta properti tari.Motivasi pembuatan karya Tari Ronggeng Warak masuk diantara kebutuhan untuk berhubungan  dan berkembang dalam teori ERG, dan masuk pada Esteem Needs dalam teori kebutuhan Maslow.
Topeng Banjet Abah Pendul: Kajian Seni Pertunjukan Tradisi Karawang Hartono, Rudi; Cahyono, Agus; Wibawanto, Wandah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3628

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk dan penyajian seni pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul, kelompok Sinar Pusaka Warna, yang berkembang di Kabupaten Karawang. Sebagai salah satu seni tradisi lokal, Topeng Banjet memiliki fungsi tidak hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media ekspresi budaya, kritik sosial, serta identitas kultural masyarakat Karawang. Fokus penelitian ini diarahkan pada aspek bentuk pertunjukan, yang meliputi struktur dramatik, pola penyajian lakon, penggunaan musik pengiring, gerak tari, dan peran tokoh; serta aspek penyajian yang mencerminkan gaya khas Abah Pendul dalam menjaga keotentikan tradisi sekaligus menyesuaikan dengan konteks penonton masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan etnografi seni. Data diperoleh melalui observasi langsung pertunjukan, wawancara mendalam dengan seniman dan penonton, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menekankan pada interaksi antara elemen estetika dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap penyajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul menampilkan struktur naratif yang sederhana namun kaya makna simbolis. Penyajiannya mengedepankan improvisasi dialog, humor lokal, dan kritik sosial yang aktual, sehingga tetap relevan bagi masyarakat Karawang. Estetika pertunjukan dibangun melalui perpaduan musik tradisi, karakterisasi tokoh, dan dinamika interaksi dengan penonton. Temuan ini menegaskan bahwa Topeng Banjet tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai representasi ekologi budaya lokal yang terus hidup melalui kepemimpinan artistik kelompok Sinar Pusaka Warna Abah Pendul.
Bantengan Art and Ideology: The Independent Banteng Dance as a Spirit of Freedom Belinda Dewi Regina; Suharto Suharto; Wandah Wibawanto
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.37483

Abstract

Bantengan art, as part of East Javanese traditional culture, not only functions as entertainment, but also as a medium for social and ideological expression that is full of symbolic meaning. This research aims to analyze the relationship between Bantengan art and the ideology of freedom, with a focus on the Merdeka Banteng Dance as a representation of the spirit of freedom. The Merdeka Bantengan. Dance, one of the important elements in this art, is often associated with the spirit of resistance and freedom. This research uses a qualitative approach. Data was collected through participant observation, in-depth interviews with artists and cultural figures, as well as studying related literature. The analysis was carried out using thematic analysis and semiology methods to understand the symbolism contained in dance movements, costumes and music. The research results show that the Merdeka Bantengan Dance reflects the ideology of freedom through the use of the Bantengan symbol as a representation of strength and resistance to oppression. Through cultural and ideological meaning, the Merdeka Banteng Dance becomes a means of communication and expression of the spirit of freedom that is rooted in Bantengan art. This research provides new insight into how traditional art can function as a mirror of ideology and become a means of social expression in society.   Kesenian Bantengan, sebagai bagian dari budaya tradisional Jawa Timur, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi sosial dan ideologis yang sarat makna simbolis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesenian Bantengan dengan ideologi kebebasan, dengan fokus pada Tari Banteng Merdeka sebagai representasi spirit kebebasan. Tari Banteng Merdeka, salah satu elemen penting dalam kesenian ini, sering diasosiasikan dengan semangat perlawanan dan kebebasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para pelaku kesenian dan budayawan, serta studi literatur terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisis tematik dan semiologi untuk memahami simbolisme yang terkandung dalam gerakan tari, kostum, dan musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Banteng Merdeka merefleksikan ideologi kebebasan melalui penggunaan simbol banteng sebagai representasi kekuatan dan perlawanan terhadap penindasan. Melalui pemaknaan budaya dan ideologis, Tari Banteng Merdeka menjadi sarana komunikasi dan ekspresi dari semangat kebebasan yang mengakar dalam kesenian Bantengan. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana seni tradisional dapat berfungsi sebagai cermin ideologi dan menjadi alat ekspresi sosial dalam masyarakat.
Pemanfaatan Gamelan Digital Berbasis Aplikasi Gawai dalam Pembelajaran Karawitan Jawa pada Kelas VIII SMP Negeri 1 Cepu Kabupaten Blora Gunawan Gunawan; Muhammad Jazuli; Wandah Wibawanto
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.4698

Abstract

The research problem in this study is: How is the application of mobile device-based digital gamelan implemented in the learning process of Javanese Gamelan in class VIII students at SMP Negeri 1 Cepu, Blora Regency? The purpose of this study is to describe the implementation of mobile device-based digital gamelan in Javanese Gamelan learning in class VIII at SMP Negeri 1 Cepu, including the stages of planning, implementation, and evaluation. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques include direct observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis is carried out through three main stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the tests conducted to evaluate the learning process using mobile device-based digital gamelan show that the observed assessment aspects—namely cohesion, timing accuracy, and pitch accuracy—show positive results. Of the 28 students sampled, 6 students were categorized as "Very Good," 14 students were categorized as "Good," and 8 students were categorized as "Satisfactory." Based on the evaluation results, the implementation of mobile device-based digital gamelan in Javanese Gamelan learning in class VIII at SMP Negeri 1 Cepu can be categorized as good, with the majority of students receiving a "Good" rating, and a small number of students receiving "Very Good" and "Satisfactory" ratings.