Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS PARAGRAF DESKRIPTIF DENGAN TEKNIK OUTLINING Moh. Hanafi; Ayu Rizki Septiana
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 9 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan laporan akhir dari penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana teknik outlining bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Peneliti memutuskan untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam empat tahap, perencanaan, pengimplementasian, observasi dan refleksi. Kriteria sukses yang ditetapkan adalah 75% dari seluruh siswa melampaui KKM 75. Pada siklus pertama, hasil tes menunjukkan bahwa hanya 50% dari siswa yang melampaui KKM 75. Sedangkan hasil observasi menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menggunakan teknik outlining. Oleh karena itu, siklus kedua perlu untuk dilaksanakan. Pada siklus kedua, hasil tes menunjukkan bahwa siswa yang melampaui KKM 75 ada 75% dari keseluruhan siswa. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa siswa aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Mereka cenderung lebih antusias dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kriteria sukses sudah tercapai. Dengan kata lain, teknik outlining terbukti bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif.
Efforts to enhance the achievement motivation of amputee football athletes using the goal-setting module Eka Kurnia Darisman; Mulyono Mulyono; Moh Hanafi; Gatot Margisal Utomo; Agatha Candrika; Wahyu Indar Pramuji; Salsabila Maghfira
Sriwijaya Journal of Sport Vol. 4 No. 2 (2025): Sriwijaya Journal of Sport
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/sjs.v4i2.11

Abstract

Research Problems: Goal setting is a psychological technique designed to help individuals establish specific, measurable, attainable, relevant, and time-bound (SMART) goals. Research Objectives: Implementing the goal-setting module for athletes with special needs is expected to enhance their focus, discipline, and drive to excel. Methods: This study employs an experimental design. In this design, a group of athletes is given treatment by using a goal-setting module. The population and sample of this study consist of 12 special needs football athletes from the PERSAS (Persatuan Sepakbola Amputasi Surabaya) club. Results: Overall, the athletes’ ability to set short-term goals showed a positive response. By the end of the period, 6 athletes (50%) were able to set more than five short-term goals, 3 athletes (25%) set 3-4 goals, 2 athletes (16%) set two goals, and 1 athlete (9%) managed to set only one short-term goal. The data indicate that athletes with more experience in terms of achievements and age tend to have a greater ability to determine multiple goals they wish to achieve. Conclusion: This study concludes that guiding the goal-setting process significantly improves the ego and task orientation, as well as the goal-setting strategies, of PERSAS Surabaya amputee football athletes. This ability to set goals positively impacts their persistence, motivation, and self-confidence.
Pengembangan Awal Aplikasi AKTIF dalam Pembelajaran PJOK Muhammad Muhyi; Moh Hanafi; Harwanto
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7538

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), dapat dipraktikkan dengan optimal apabila diawali dengan desain pembelajaran yang tepat. Tujuang dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian awal dan penerapan pada pengembangan awal aplikasi AKTIF dalam pembelajran PJOK.Metode penelitian menggunakan model penelitian pengembangan model ADDIE, pada tahapan awal ini penelitian dilakukan pada tahap Analisis, Desain Awal, dan Pengembangan Awal, belum sampai pada tahap Implementasi dan Evaluasi. Analisis hasil masukan literatur dan wawancara pada Guru PJOKdi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, Desain dilakukan berbasis hasil analisis dan kajian teori, dan Pengembangan dengan cara validasi dari ahli dan guru PJOK sebagai praktisi atau pengguna yang mengajar di PJOK di Suranbaya, Gresik dan Sidoarjo.Teknik analisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitaif dalam bentuk persentase. Kesimpulan bahwa .pada pengembangan awal aplikasi menunjukkan tahap analisis aplikasi sangat dibutuhkan guru PJOK, tahap desain sudah dikembangkan desain awal aplikasi, tahap validasi ahli isi dinilai 86% layak, valdiasi desain 90% layak, dan Praktisi 92% layak, sehingga pengembangan awal Aplikasi dinyatakan layak untuk ditindaklanjuti.
Pengembangan Model Latihan Sepak Takraw Adaptif untuk Meningkatkan Keterampilan Servis pada Atlet Disabilitas Fisik Moh Hanafi; Muhammad Muhyi; I Gede Dharma Utamayasa
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 12 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v12i1.6014

Abstract

Di lapangan masih banyak pelatih yang belum memiliki pedoman latihan adaptif yang terstruktur dan berbasis riset, khususnya pada olahraga Sepak Takraw. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan model latihan Sepak Takraw adaptif dalam meningkatkan keterampilan servis pada atlet disabilitas fisik. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih diterapkannya latihan Sepak Takraw konvensional yang kurang mempertimbangkan keterbatasan fisik atlet disabilitas, sehingga berdampak pada rendahnya kualitas teknik servis, motivasi latihan, dan partisipasi atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 10 atlet Sepak Takraw disabilitas fisik yang berada di bawah binaan National Paralympic Committee (NPC) Jawa Timur. Produk yang dikembangkan berupa model latihan Sepak Takraw adaptif, panduan pelaksanaan latihan, serta rubrik penilaian keterampilan servis yang mencakup aspek kontrol bola, akurasi, kecepatan, dan konsistensi. Validasi produk dilakukan oleh ahli olahraga disabilitas, ahli Sepak Takraw, dan ahli pendidikan jasmani. Uji coba terbatas dilaksanakan melalui empat sesi latihan untuk menilai efektivitas dan keterterapan model di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan servis, angket respons atlet, dan wawancara pelatih, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan Sepak Takraw adaptif yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dan mampu meningkatkan keterampilan servis atlet disabilitas fisik secara nyata. Selain peningkatan aspek teknis, model ini juga berdampak positif terhadap motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif atlet selama latihan. Dengan demikian, model latihan Sepak Takraw adaptif ini dinilai efektif, aplikatif, dan berpotensi menjadi rujukan pembinaan olahraga disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan.
ANALISIS NILAI CBR SEBAGAI PARAMETER KRITIS UNTUK PERENCANAAN JALAN RAYA Sofya Marinda Putri Wilis; Andri Dwi Cahyono; Moh. Ilham Farihi; Moh. Abdul Aziz Hanafi; Hanifatus Cintya; Malik Ibrahim; Mia Setiyo Asih
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v7i2.85903

Abstract

Infrastructure development is one indicator of a country's progress that cannot be ignored. Road infrastructure is an important part of the transportation system that connects different locations, facilitates human mobility, and transports goods. In the construction and maintenance of road infrastructure, soil plays a crucial role, so the condition and strength of the soil must be considered. Soil plays a significant role in construction as it serves as the foundation or base for building structures. Soil that has sufficient strength to support road loads will facilitate road construction. This study was conducted to determine the California Bearing Ratio (CBR) value, so that appropriate actions can be taken to construct roads based on local soil conditions. The CBR method is commonly used in soil geotechnical testing for road planning. This method involves laboratory testing of soil samples to determine the California Bearing Ratio (CBR). The results show a CBR value of 22.5%, which falls under the category of very good. This indicates that there is no need for improvement efforts in the construction of the Jl. Panglima Besar Sudirman, Dsn. Bolawen Ds. Tiron Kec. Banyakan Kab. Kediri highway, allowing resources to be allocated to other areas in need of road infrastructure improvements to enhance accessibility and overall regional development.
Pengembangan Program Kebugaran dan Olahraga untuk Meningkatkan Produktifitas Shandy Pieter Pelamonia; Bayu Akbar Harmono; Achmad Nuryadi; Moh. Hanafi; Eka Kurnia Darisman
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v3i3.971

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran. Secara khusus, program ini dirancang untuk: (1) Meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya kebugaran; (2) Membantu meningkatkan kesehatan dan menjauhkan diri dari penyakit melalui aktifitas fisik dan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, sehingga meningkatkan produktivitas. pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa tahapan yang sistematis. Tahapan Metode pertama adalah analisis kebutuhan, dilakukan survei dan wawancara dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengidentifikasi tingkat pemahaman tentang hubungan kebugaran dan olahraga dengan produktifitas kerja. Selanjutnya, dilaksanakan Metode pelatihan workshop yang mencakup teori dan praktik tentang jenis aktivitas gerak beserta dosis latihannya. Metode Evaluasi dan pendampingan pasca pelatihan juga menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program. hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai pola makan yang mendukung, pentingnya aktifitas fisik, dan pola istirahat yang mendukung produktifitas kerja.
Analisis Persepsi Guru PJOK terhadap Literasi Fisik dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Suharti; Moh. Hanafi; Muhammad Wahyono; Ismawandi Bripandika Putra; Yandika Fefrian Rosmi; Gatot Margisal Utomo
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v4i2.1372

Abstract

Literasi fisik merupakan salah satu konsep penting dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang berorientasi pada pengembangan motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan, dan kebiasaan hidup aktif peserta didik. Namun, implementasi literasi fisik di sekolah masih menghadapi tantangan karena pemahaman guru terhadap konsep tersebut belum merata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru PJOK mengenai literasi fisik sekaligus menganalisis persepsi guru setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 74 guru PJOK Sekolah Dasar anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Mojokerto melalui tahapan persiapan, pelatihan, diskusi dan refleksi, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan angket persepsi dengan fokus pada dimensi pemahaman literasi fisik dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan IBM SPSS Statistics 26. Hasil menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh kategori sangat tinggi, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,57 dan persentase capaian 91,35%. Indikator tertinggi adalah pemahaman bahwa literasi fisik merupakan tujuan penting dalam pembelajaran PJOK (mean = 4,61), sedangkan indikator terendah adalah pemahaman konsep literasi fisik (mean = 4,50), meskipun tetap berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil membangun persepsi positif dan meningkatkan pemahaman guru terhadap literasi fisik. Program pendampingan lanjutan diperlukan agar pemahaman konseptual tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PJOK di sekolah dasar.