Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Professionals as Gatekeepers in Indonesia’s Anti–Money Laundering Regime: Balancing Reporting Duties and Professional Confidentiality Bahreisy, Budi; Nurmalawaty, Nurmalawaty; Saputra, Ferdy; Anggreini, Rini; Zhou, Weihuan
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18629440

Abstract

Money laundering increasingly relies on “gatekeepers”—professional intermediaries who enable the creation of legal and financial structures that may obscure illicit proceeds. In Indonesia, the anti–money laundering framework largely concentrates reporting obligations on financial service providers, while the regulatory position of legal professionals (including lawyers, notaries, and land deed officials/PPAT) remains contested due to professional confidentiality duties. This article employs doctrinal (normative) legal research by analyzing Indonesia’s anti–money laundering legislation and implementing regulations and situating them against international standards promoted by Financial Action Task Force and guidance from United Nations Office on Drugs and Crime. The analysis identifies a regulatory gap in clarifying when and how legal professionals should function as reporting parties, particularly for high-risk activities such as establishing legal entities, handling client funds, and conducting property transactions. The article further examines the tension between suspicious transaction reporting and professional secrecy, arguing for a calibrated, risk-based approach that defines reportable activities, provides legal certainty and safe-harbor protections, strengthens supervision and compliance mechanisms, and enhances coordination with PPATK. These measures are proposed to reinforce integrity in Indonesia’s financial system while safeguarding legitimate professional confidentiality.
Penyuluhan Hukum Bahaya Judi Online pada Silaturahmi Ramadhan Atlet Futsal Lhokseumawe Yusrizal Hasbi; Ferdy Saputra; Hadi Iskandar; Romi Asmara; Muhammad Fikry; Budi Bahreisy
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.26664

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran atlet futsal terhadap bahaya judi online, khususnya di kalangan generasi muda yang rentan terhadap pengaruh perkembangan teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian silaturahmi Ramadhan atlet futsal Pora Lhokseumawe pada tanggal 16 Maret 2026 di Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang yang terdiri atas atlet futsal, pengurus organisasi, pelatih, serta tokoh pemuda setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bentuk, dampak, serta risiko hukum dari praktik judi online. Tingkat antusiasme peserta yang tinggi tercermin dari keterlibatan aktif dalam diskusi, yang mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kondisi yang mereka hadapi. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kritis dan sikap preventif terhadap praktik judi online. Peserta juga diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarkan informasi serta membangun kesadaran di lingkungan sekitarnya. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan judi online di kalangan generasi muda melalui pendekatan edukatif yang partisipatif. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan lanjutan yang lebih sistematis dan berkelanjutan guna memperluas dampak serta meningkatkan efektivitas program pengabdian kepada masyarakat.