Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

NGURI-URI KEBUDAYAAN JAWA PADA PAKET PERNIKAHAN ADAT JAWA Suharti, Suharti; Wibawa, Sutrisna; Widyastuti, Sri Harti
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.307 KB) | DOI: 10.21831/ino.v14i2.2289

Abstract

The purposes of this program are (1) to motivate student becoming entrepeneurs at the Javanesse wedding traditional ceremony package, (2) to increase the students' entrepeneurship knowledge at the Javanesse wedding traditional ceremony, (3) to create connection between higher education, especially Javanesse Study Program of the Yogyakarta State Universty, and business partners of the Javanesse wedding traditional ceremony package, and (4) to increase the students' and the lectures' capabilities, skills, and practical experiences at  conducting of the Javanesse wedding traditional ceremony package. This  program  has  carried  out  at  three  stages,  those  are  (1)  an upgrading of the development of Javanesse wedding tradisional ceremony package, including MC materials, Javanesse speakers, the Javanesse cultural knowlege, the experiences of conducting wedding package, discussion and practice  of  determining  of the  package  and  suplying  clothing,  and  the knowladge of the entrepreneurship and business operational, (2) conducting of the training at Griya Rias Wijayaningtyas, and (3) work shop of structuring the wedding business plan and simulation of wedding ceremony pakcage. The result of this program are (1) all of the participants have motivation  to  wrestle  with  the  entrepreneurs of the  Javanesse  wedding package ompletely or partial, and as an individually or agroup, (2) all of the participants have busness operational plans at the Javanesse wedding package, (3) there is a conection between higher education, especially Javanesse Study Program of Yogyakarta State  University,  and  business partners of the Javanesse wedding traditional ceremony package, and (4) the participants of the  students and  the  lectures have  improved their skills, especially in practical skill of the Javanesse wedding ceremony
PENGEMBANGAN BAHASA JAWA SEBAGAI BAHASA PENYULUHAN PEMBANGUNAN PADA ,TURI D PENERANG SE-DIY Wibawa, Sutrisna; Mulyani, Hesti; Suwardi, Suwardi; Suharti, Suharti; Widyastuti, Sri Harti
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v1i2.5111

Abstract

Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengembangkan dan menerapkan bahasa Jawa bahasa Jawa, idiom-idiom bahasa Jawa, dan seni budaya Jawa guna memenuhi kebutuhan penyuluhan pembangun para juru penerang di DIYOleh karena bentuk kegiatannya berupa pelatihan dan lokakarya keterampilan berbahasa, maka metode yang dig adalah ceramah, diskusi, laboratori, dan praktik lapangan.Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah khalayak sasaran telah meningkat kemampuan berbaha untuk komunikasi Iisan. Peserta telah dapat menyusun naskah penyuluhan pembangunan dalam bahasa Jawa. Peser dapat mengembangkandan menerapkanragam bahasa Jawa, yaitu ragam bahasa krama alus. Peserta telah dapat mengemb dan menerapkan idiom-idiom bahasa Jawa yang berfungsi sebagai penjelas, alat pendidikan, dan pengawas norma masyarakat agar selalu dipatuhi. Peserta telah dapat mengembangkan unsur seni dan budaya Jawa untuk men penyuluhan pembangunan, dengan menggunakan karya sastra dan budaya Jawa sebagai sumber nilai dan hiburan.
POCAPAN PRAADEGAN GARA-GARA WAYANG KULIT SEBAGAI WAHANA KRITIK SOSIAL: TINJAUAN LAKON “WAHYU KATENTREMAN” KI SIGIT MANGGOLO SEPUTRO Angga Bimo Satoto; Endraswara, Suwardi; Suwarna; Widyastuti, Sri Harti
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 13 No. 2 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v13i2.4412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penyampaian kritik sosial dan wujud kritik sosial dalam pocapan praadegan gara-gara wayang kulit lakon Wahyu Katentreman yang dibawakan Ki Sigit Manggolo Seputro. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data berupa naskah transkripsi pocapan praadegan gara-gara. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra karena pocapan termasuk wujud karya sastra lisan. Cara analisis data menggunakan teknik Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyampaian kritik sosial dalam pocapan tersebut menggunakan kiasan penggambaran rusaknya moral manusia yang hidup pada zaman Kaliyuga. Jenis wujud kritik sosial yang ditemukan dalam praadegan pocapan tersebut berjumlah tiga yaitu: kemiskinan, kejahatan dan pelanggaran norma. Wayang menjadi media yang bijak dalam menyampaikan kritik moral karena selalu mengedepankan etika dengan cara tidak langsung menyinggung pihak terkait.
MENIMBANG SASTRA ANAK Widyastuti, Sri Harti
Diksi Vol. 13 No. 1: DIKSI JANUARI 2006
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v13i1.6447

Abstract

Resensi BukuJudul Buku : Sastra Anak, Pengantar Pemahaman Dunia AnakPengarang : Burhan NurgiantoroPenerbit : Gadjah Mada University PressTahun terbit : September, 2005Tebal : 451 halaman (termasuk indeks istilah)
PENGARANG, KARYA DAN TEKS Widyastuti, Sri Harti
Diksi Vol. 2 No. 1: DIKSI MEI 1993
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11156.516 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v2i1.7041

Abstract

ALASAN MENOLAK LAMARAN : KAJIAN HISTORISISME TERHADAP CERITA RAKYAT “PUTRI TUJUH” Susanti, Triana; Suri, Dian Ratna; Widyastuti, Sri Harti; Wiyatmi, Wiyatmi
Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jpbsi.2025.6.1.14019

Abstract

Folklore is a form of literature that lives orally, namely literature that is spread in unwritten form, transmitted orally from generation to generation. The research aims to look further at how past societies formed and conveyed social values ​​through folklore, especially in the folklore of Putri Seven. This folklore is analyzed using a historicism approach. In this research, we provide an overview of the traditional traditions that regulate the order of marriage and the importance of the role of parents in determining their child's mate, both male and female, illustrating how strong the relationship between customs is in the life of Malay society, as well as understanding the reasons for Ratu Cik Sima's proposal to the Prince. Empang Kuala for his youngest daughter, Putri Mayang Sari. The story of Putri Tujuh describes the conflict resulting from traditional marriage rules, namely approval of the proposal because it is traditional for the eldest daughter to get married first. This shows the important impact of tradition in influencing social practices and maintaining cultural identity. With the study of historicism in folklore, it makes a new contribution to literature. Keyword: historicism, putri tujuh, folklore, Riau malay culture
KRITIK SOSIAL PADA WAYANG CAKRUK Prastowo, Galang; Widayat, Afendy; Widyastuti, Sri Harti; Purwadi, Purwadi
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.61390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik-konflik sosial yang dikemukakan dalam wayang Cakruk, mendeskripsikan wujud kritik sosial yang disampaikan oleh wayang Cakruk, dan menguak pesan yang disampaikan dari konflik-konflik sosial dalam wayang Cakruk. Wayang Cakruk adalah wayang berbahasa Jawa, atau bahasa Jawa campuran, yang disajikan oleh dalang, dan sering menyertakan bintang tamu. Wayang Cakruk menyajikan cerita keseharian yang terdapat di sekitar masyarakat Jawa dewasa ini, sehingga berisi kritik sosial bagimasyarakat Jawa.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, karena data yang diolah merupakan data kualitatif yang berbentuk kata-kata, yakni kata-kata dalam cerita yang ada pada wayang Cakruk. Data penelitian ini didapatkan dari hasil transkripsi dari ucapan dalang wayang Cakruk atau ucapan bintang tamu yang menyertai pementasannya. Data yang didapat  berupa berbagai deskripsi yang menyangkut konflik sosial yang terdapat dalam wayang Cakruk, wujud kritik sosial dalam wayang Cakruk dan pesan yang disampaikan dari konflik sosial dalam wayang Cakruk. Data dianalisa dengan menggunakan penafsiran hermeneutic Gadamer, terutama penafsiran yang menempatkan penafsir pada horizon dalang sekaligus penonton, yakni kemungkinan makna yang dimaksudkan oleh dalang dengan meleburkan penafsiran oleh peneliti.Hasil penelitian ini ditemukan beberapa kritik sosial yang disampaikan dalang atupun bintang tamu. Kritik sosial yang ditemukan ada yang diambil dari lingkungan keluarga, bermasyarakat hingga menyangkut instansi pemerintahan daerah, yakni menyangkut masalah etika remaja, sikap tuan rumah yang meremehkan tamu, KDRT, penyalah-gunaan wewenang, kolusi dan korupsi, dan kejahatan narkoba.
Pendidikan karakter dalam perspektif keyogyakartaan Widyastuti, Sri Harti; Hartanto, Doni Dwi
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i1.64369

Abstract

Yogyakarta adalah kota pendidikan dan budaya yang terkenal di dunia internasional. Disampimg itu Yogyakarta merupakan daerah istimewa dengan keraton kasultanan  yang sampai saat ini masih hidup dan berkembang.  Sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan maka sarana prasarana serta sistem kemasyarakatannya sangat lekat dengan budaya Jawa. Namun demikian ikon budaya yang tergambar dalam karakter budaya  belum tampak secara spesifik  nyata dalam kehidupan di Yogyakarta.  Tujuan penulisan makalah ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter Islam dengan perspektif  keyogyakartaan, strategi implementasi sebagai penguatan pendidikan karakter. Makalah ini ditulis berdasarkan hasil penelitian berjudul Pendidikan Karakter Keyogyakartaan. Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teori filologi modern dan pembacaan teks model heuristik serta hermeneutik. Metode yang digunakan adalah metode filologi modern dan penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah manuskrip Babad Ngayogyakarta, Selanjutnya nilai-nilai khas karakter dengan perspektif  keyogyakartaan mencakup indikator nilai ketakwaan dan memahami tentang sangkan paraning dumadi.  Karakter wirasa  terdiri atas indikator nilai menghormati, tidak adigang adigung adiguna, ramah, asih, berfikir sebelum melakukan, dan ikhlas. Karakter wiraga terdiri dari indikator nilai tenang, sopan santun, dan berwibawa. Karakter wirama terdiri atas indikator nilai menghargai budaya dan menghargai proses. Selanjutnya adalah karakter mikul dhuwur mendhem jero; hamangku, hamengku, hamengkoni. Karakter sengguh terdiri atas indikator  nilai percaya diri dan mengutamakan kepentingan bersama. Karakter ora mingkuh terdiri atas indikator nilai  disiplin, tanggung jawab, berani melakukan demi menunjukkan kebenaran, berani mengalah, tegas dan setia. Karakter momot mengandung indikator nilai akomodatif, wani ngalah dhuwur wekasane dan peduli. Karakter  prasaja mengandung indikator nilai rendah hati dan apa adanya . Adapun strategi implementasi nilai-nilai pendidikan karakter Islam dalam bperspektif  keyogyakartaan di lingkungan sekolah adalah melalui jalur formal dan non formal. Jalur formal adalah melalui menitipkan dalam pembelajaran formal pada kurikulum muatan lokal wajib, sedangkan jalur non formal melalui pembiasaan. 
PEMBERDAYAAN WANITA TANI : PENGOLAHAN MINUMAN HERBAL TRADISIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GUWOSARI, BANTUL Widyastuti, Sri Harti; Meilawati, Avi; Atibrata, Tyas Gita; Herda, Rozanah Katrina; Rahmawati, Fitri; Juniastuti, Eni
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1430

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Guwosari, Bantul, melalui pengolahan minuman herbal tradisional berbasis kearifan lokal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengolah empon-empon menjadi produk minuman tradisional herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi di pasar. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 100 orang anggota KWT di Guwosari, Bantul. Dengan mengembangkan keterampilan ini, diharapkan para wanita tani dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur mereka. Melalui pelatihan yang intensif, peserta belajar cara mengolah bahan-bahan alami menjadi produk yang bernilai ekonomis dan memiliki potensi untuk berniaga. Hasil dari program ini terlihat dari respon peserta yang positif dan merasa bahwa bahwa materi yang dibahas sangat relevan dengan kebutuhan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan keterampilan atau pengetahuan.
The Reconstruction of Javanese Tradition: A Literary Anthropological Study of Serat Prabangkara Iqbal, Mochamad Syahrul; Endraswara, Suwardi; Widyastuti, Sri Harti
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 9, No 1 (2025): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.9.1.54-70

Abstract

The Prabangkara Manuscript or Serat Prabangkara by Ki Padmasusastra is one of the notable Javanese literary works that captures the social and cultural transformations during Indonesia’s colonial transition. Serat Prabangkara is one of the Javanese literatures works steeped in local representations of tradition. This paper explores how text portrays royal court life, marriage arrangement, and the use of occult practices, as well as reconstructing traditions of harmony trough thematized of love, social hierarchy, gender relations, and nature symbolism. A literary anthropological approach is utilized to examine the text within the Javanese cultural context. Within the framework of literary anthropology, the study of Serat Prabangkara serves as a medium to comprehend how Javanese tradition is reconstructed and preserved through literary narrative. This theory frames literary works as a cultural representation, which enables in-depth analysis of the traditional aspects embodied in it. The study result revealed that Serat Prabangkara serves as a medium for tradition preservation as well as cultural value adaptation in a modern context. The symbolism in text reflects universal values of balance, love, and harmony that remain relevant across different periods.