Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Laporan Kasus Asuhan Kebidanan Kehamilan pada Ny. S Umur 25 Tahun G1P0A0 dengan Implementasi Aromaterapi Peppermint pada Ibu Hamil dengan Keluham Emesis Gravidarum: (Puskesmas Melayu Kota Piring, Tanjungpinang, Tahun 2025) Mulyati Mulyati; Marella Marella; Melly Damayanti; Nurul Aini Suria Saputri
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebida
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i4.1884

Abstract

Emesis gravidarum experienced by pregnant women can affect both maternal and fetal health, particularly in terms of nutrition and quality of life. One non-pharmacological approach that can be applied is peppermint aromatherapy, which should be implemented through safe and comprehensive midwifery care tailored to the mother’s needs. This case report aims to evaluate the effectiveness of peppermint aromatherapy in reducing symptoms of emesis gravidarum. The subject is Mrs. S, a 25-year-old pregnant woman at 7–8 weeks of gestation who received care at Melayu Kota Piring Public Health Center, Tanjungpinang, from February to March 2025. Data were collected through interviews, observations, physical and laboratory examinations, and documentation using the SOAP format. The results showed that peppermint aromatherapy effectively reduced the frequency and severity of nausea and vomiting, helping the mother maintain better food intake. In conclusion, peppermint aromatherapy can serve as an effective non-pharmacological alternative for managing emesis gravidarum in primary healthcare settings.
Membangun Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Pendidikan, Kesehatan, Dan Pengembangan UMKM Pada Masa Pandemi Saputri, Nurul Aini Suria; Haddar, Gamar Al; Sinaga, Janes; Yulis, Dian Meiliani; Harahap, Muhammad Ade Kurnia; Yulianti, Siska Dwi; Riniati, Wa Ode
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 02 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i02.233

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada masa pandemi. Pandemi COVID-19 telah berdampak negatif pada berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Keterbatasan akses dan pemahaman terhadap pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pengembangan UMKM semakin terlihat pada masa pandemi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata pada bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pengembangan UMKM di Desa Ciengang dilakukan melalui 5 tahap, yaitu; Observasi, Wawancara, Dokumentasi, Penyusunan program kerja dan Sosialisasi. Hasil Observasi dan bentuk Realisasi dari program kerja pendidikan yang dilaksanakan di Desa Ciengang dalam memberikan bantuan pengajar secara langsung maupun datang ke rumah-rumah karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Dengan demikian, manusia dapat mencapai kemajuan di berbagai bidang yang pada akhirnya dapat menempatkan seseorang pada derajat yang lebih baik. Perlu diakui bahwa tidak semua manusia dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan dan diinginkannya. Pengetahuan masyarakat mengenai lokasi bisnis UMKM yang kurang, dan akses jalan yang sulit dilalui. Sehingga hal tersebut membuat banyak kekurangan dari hasil dokumentasi dan tidak terselesaikannya program kerja ini.
Implementasi Tele-Midwifery Berbasis Chatbot terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan Susanti, Susanti; Selvia, Selvia; Saputri, Nurul Aini Suria; Pratiwy D, Ulvy; Treasa, Adisty Dwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4569

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan kebidanan semakin berkembang seiring kebutuhan akan layanan yang mudah diakses dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang digunakan adalah Tele-Midwifery berbasis chatbot yang mampu memberikan edukasi kesehatan secara interaktif. Edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan keselamatan ibu serta janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Tele-Midwifery berbasis chatbot terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Kabupaten X. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Sampel penelitian berjumlah 80 ibu hamil yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 40 responden dan kelompok kontrol sebanyak 40 responden. Kelompok intervensi memperoleh edukasi melalui Tele-Midwifery berbasis chatbot, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan edukasi kesehatan secara konvensional. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tanda bahaya kehamilan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian edukasi berbasis chatbot dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan chatbot mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan secara efektif. Dapat disimpulkan bahwa implementasi Tele-Midwifery berbasis chatbot efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Oleh karena itu, penerapan layanan ini direkomendasikan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Innovation Project ''Masculine Aroma''(Rose and Cinnamon for Maternity) NURUL AINI SURIA SAPUTRI
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 1 (2024): MEI-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/pgxyv458

Abstract

Labor is the process of opening and thinning the cervix so that the fetus can descend into the birth canal. Labor is divided into four stages, namely labor in stage 1 (opening stage), stage II (fetal expulsion), stage III (uri stage), stage IV (monitoring stage).  The results of the study with the theory that rose flowers are anti-depressants so that they can make the soul calm. To reduce the intensity of pain during the active phase of normal labor primigravida is to give twenty minutes of rose effleurage aromatherapy. Rose aromatherapy is one method that can be used to reduce the cause of pain. The aroma that comes from aromatherapy works to influence a person's emotions with the limbic (through the olfactory system) and the emotional center of the brain.(Tatang, 2016)
PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK DI DESA TANGKIL WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTUL Nurul Aini Suria Saputri; Dewi Parwati; Yulfira Firdaus; Evis Ritawani Hasibuan; Lidia Fitri; Rahmat Pannyiwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49479

Abstract

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, dikenal sebagai fase emas yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup seseorang di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat mengakibatkan dampak jangka panjang seperti stunting, hambatan perkembangan otak, hingga menurunnya produktivitas di usia dewasa. Desa Tangkil, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sentul, merupakan salah satu daerah yang menghadapi masalah gizi anak dan prevalensi stunting yang memerlukan intervensi promotif-preventif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 HPK melalui kegiatan promosi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan MP-ASI dengan bahan pangan lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif, dan MP-ASI tepat waktu dari 40% menjadi 85%. Peserta juga menyatakan komitmen untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran pentingnya 1000 HPK, yang diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak di Desa Tangkil.
Early Detection of Pregnant Women with Stunting Incidents Based on the Early Detection Information System, High Risk, Islands Maternal Referral System (SIDILAN)” Liana Devi Oktavia; Astri Yulia Sari Lubis; Susan Delilah; Darwitri Darwitri; Nurul Aini Suria Saputri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4573

Abstract

One of the nutritional issues that toddlers face in today's society is the prevalence of short toddlers, often known as stunting. South Asia accounted for the biggest percentage of Asia's 83.6 million stunted toddlers (58.7%), while Central Asia had the lowest percentage (0.9%). The urgency of this research is the high number of stunting cases in Indonesia, where various risk factors for stunting since pregnancy are one of the focus problems that need to be considered. This study aims to determine the risk of stunting early in pregnant women through the SIDILAN early detection application. FGD and preliminary research are the first steps in the process, after which an application feasibility test is conducted. small sample user trials, followed by a quasi-experiment (pre-test post-test approach) to conduct further study. Pregnant Women with Stunting Incidents: An Early Detection Application Based on the High-Risk Early Detection Information System for Pregnant Women Referral System for the Islands (SDILAN) is an effective early detection tool for stunting in pregnant women, as shown by the p value = 0.000 from table 3 above which is smaller. Application SDILAN is thought to be more successful for monitoring and planning pregnant women because it can be completed anywhere and offers direct guidance from medical professionals. In the area of maternity and child health technology, this is also consistent with the medium-term development goals, which place an emphasis on early identification to deliver high-quality services to lower morbidity and mortality.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Utami Dewi; Nurul Aini Suria Saputri; Rita Ridayani
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1303

Abstract

Peningkatan kasus kanker serviks dan kanker payudara di Indonesia menunjukkan perlunya upaya deteksi dini berbasis komunitas, terutama di tingkat posyandu sebagai layanan kesehatan terdekat dengan masyarakat. Rendahnya pengetahuan kader posyandu tentang skrining kanker merupakan hambatan utama yang berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan, demonstrasi, dan simulasi penyuluhan dengan menggunakan Modul SHANAYA. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelatihan intensif, simulasi penyuluhan, serta implementasi langsung pada tiga jadwal posyandu sebagai bentuk evaluasi praktik. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas kader berada pada kategori pengetahuan cukup, dan meningkat signifikan menjadi kategori baik pada post-test. Hasil kualitatif memperkuat temuan tersebut, di mana kader terlihat mampu menyampaikan edukasi dengan percaya diri, menggunakan media edukasi secara tepat, serta memotivasi masyarakat untuk mengikuti skrining. Implementasi lapangan menunjukkan respons masyarakat yang positif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam edukasi deteksi dini kanker serviks dan payudara. Hasil ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat peran kader dalam mendukung program deteksi dini di tingkat komunitas