Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Karakteristik Ibu Nifas dalam Penggunaan Aplikasi Senam Ibu Postpartum (SIMPOR) Lubis, Astri Yulia Sari; Saputri, Nurul Aini Suria; Abilowo, Ashar
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20539

Abstract

Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas. 50%-60% karena kegagalan miometrium berkontraksi secara sempurna. Salah satu asuhan untuk memaksimalkan kontraksi uterus pada masa nifas dengan melaksanakan senam nifas, salah satunya guna mempercepat proses involusi uteri. Perkembangan teknologi sangat pesat saat ini, sehingga diperlukan aplikasi senam nifas berbasis android yang informatif, edukatif dan aplikatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu nifas yang menggunakan Aplikasi Senam Ibu Postpartum (SIMPOR) dalam melakukan latihan fisik selama postpartum dengan latihan rutin dan bertahap sesuai kemampuan fisik untuk mempercepat proses involusi uteri, yaitu usia, paritas, dan inisiasi menyusu dini. Desain penelitian ini deskriptif. Responden diberikan aplikasi senam ibu postpartum dan menggunakannya selama 2 minggu. Karakteristik responden berdasarkan usia, paritas dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu rata-rata usia responden adalah 28,90 tahun dengan standar deviasi 4,98. Rata-rata paritas adalah 1,90 dengan standar deviasi 1,02 dan semua melaksanakan IMD. Kesimpulan penelitian bahwa usia, paritas, dan IMD dapat berpengaruh terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum yang melakukan senam postpartum menggunakan Aplikasi SIMPOR. Senam nifas dengan menggunakan Aplikasi SIMPOR dapat diterapkan pada setiap ibu postpartum melalui kelas ibu yang dilaksanakan 1x sebulan sebagai upaya untuk mempercepat proses involusi uteri pada ibu nifas.
Laporan Kasus Asuhan Kebidanan Kehamilan pada Ny. S Umur 25 Tahun G1P0A0 dengan Implementasi Aromaterapi Peppermint pada Ibu Hamil dengan Keluham Emesis Gravidarum: (Puskesmas Melayu Kota Piring, Tanjungpinang, Tahun 2025) Mulyati Mulyati; Marella Marella; Melly Damayanti; Nurul Aini Suria Saputri
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebida
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i4.1884

Abstract

Emesis gravidarum experienced by pregnant women can affect both maternal and fetal health, particularly in terms of nutrition and quality of life. One non-pharmacological approach that can be applied is peppermint aromatherapy, which should be implemented through safe and comprehensive midwifery care tailored to the mother’s needs. This case report aims to evaluate the effectiveness of peppermint aromatherapy in reducing symptoms of emesis gravidarum. The subject is Mrs. S, a 25-year-old pregnant woman at 7–8 weeks of gestation who received care at Melayu Kota Piring Public Health Center, Tanjungpinang, from February to March 2025. Data were collected through interviews, observations, physical and laboratory examinations, and documentation using the SOAP format. The results showed that peppermint aromatherapy effectively reduced the frequency and severity of nausea and vomiting, helping the mother maintain better food intake. In conclusion, peppermint aromatherapy can serve as an effective non-pharmacological alternative for managing emesis gravidarum in primary healthcare settings.
Membangun Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Pendidikan, Kesehatan, Dan Pengembangan UMKM Pada Masa Pandemi Saputri, Nurul Aini Suria; Haddar, Gamar Al; Sinaga, Janes; Yulis, Dian Meiliani; Harahap, Muhammad Ade Kurnia; Yulianti, Siska Dwi; Riniati, Wa Ode
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 02 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i02.233

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada masa pandemi. Pandemi COVID-19 telah berdampak negatif pada berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Keterbatasan akses dan pemahaman terhadap pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pengembangan UMKM semakin terlihat pada masa pandemi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata pada bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pengembangan UMKM di Desa Ciengang dilakukan melalui 5 tahap, yaitu; Observasi, Wawancara, Dokumentasi, Penyusunan program kerja dan Sosialisasi. Hasil Observasi dan bentuk Realisasi dari program kerja pendidikan yang dilaksanakan di Desa Ciengang dalam memberikan bantuan pengajar secara langsung maupun datang ke rumah-rumah karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Dengan demikian, manusia dapat mencapai kemajuan di berbagai bidang yang pada akhirnya dapat menempatkan seseorang pada derajat yang lebih baik. Perlu diakui bahwa tidak semua manusia dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan dan diinginkannya. Pengetahuan masyarakat mengenai lokasi bisnis UMKM yang kurang, dan akses jalan yang sulit dilalui. Sehingga hal tersebut membuat banyak kekurangan dari hasil dokumentasi dan tidak terselesaikannya program kerja ini.
Implementasi Tele-Midwifery Berbasis Chatbot terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan Susanti, Susanti; Selvia, Selvia; Saputri, Nurul Aini Suria; Pratiwy D, Ulvy; Treasa, Adisty Dwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4569

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan kebidanan semakin berkembang seiring kebutuhan akan layanan yang mudah diakses dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang digunakan adalah Tele-Midwifery berbasis chatbot yang mampu memberikan edukasi kesehatan secara interaktif. Edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan keselamatan ibu serta janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Tele-Midwifery berbasis chatbot terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Kabupaten X. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Sampel penelitian berjumlah 80 ibu hamil yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 40 responden dan kelompok kontrol sebanyak 40 responden. Kelompok intervensi memperoleh edukasi melalui Tele-Midwifery berbasis chatbot, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan edukasi kesehatan secara konvensional. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tanda bahaya kehamilan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian edukasi berbasis chatbot dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan chatbot mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan secara efektif. Dapat disimpulkan bahwa implementasi Tele-Midwifery berbasis chatbot efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Oleh karena itu, penerapan layanan ini direkomendasikan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Innovation Project ''Masculine Aroma''(Rose and Cinnamon for Maternity) NURUL AINI SURIA SAPUTRI
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 1 (2024): MEI-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/pgxyv458

Abstract

Labor is the process of opening and thinning the cervix so that the fetus can descend into the birth canal. Labor is divided into four stages, namely labor in stage 1 (opening stage), stage II (fetal expulsion), stage III (uri stage), stage IV (monitoring stage).  The results of the study with the theory that rose flowers are anti-depressants so that they can make the soul calm. To reduce the intensity of pain during the active phase of normal labor primigravida is to give twenty minutes of rose effleurage aromatherapy. Rose aromatherapy is one method that can be used to reduce the cause of pain. The aroma that comes from aromatherapy works to influence a person's emotions with the limbic (through the olfactory system) and the emotional center of the brain.(Tatang, 2016)
PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK DI DESA TANGKIL WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTUL Nurul Aini Suria Saputri; Dewi Parwati; Yulfira Firdaus; Evis Ritawani Hasibuan; Lidia Fitri; Rahmat Pannyiwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49479

Abstract

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, dikenal sebagai fase emas yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup seseorang di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat mengakibatkan dampak jangka panjang seperti stunting, hambatan perkembangan otak, hingga menurunnya produktivitas di usia dewasa. Desa Tangkil, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sentul, merupakan salah satu daerah yang menghadapi masalah gizi anak dan prevalensi stunting yang memerlukan intervensi promotif-preventif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 HPK melalui kegiatan promosi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan MP-ASI dengan bahan pangan lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif, dan MP-ASI tepat waktu dari 40% menjadi 85%. Peserta juga menyatakan komitmen untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran pentingnya 1000 HPK, yang diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak di Desa Tangkil.