p-Index From 2021 - 2026
5.161
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Agama Jurnal YIN YANG Jurnal INSANIA Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains El Tarbawi Jurnal Pendidikan Usia Dini Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen AL-ATHFAAL : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI AL-ATHFAL : JURNAL PENDIDIKAN ANAK Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Jurnal Edukasi AUD Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini JAPRA (Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal) JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Journal of Education Research Solidaritas: Jurnal Pengabdian re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Jurnal Basicedu Jurnal Pendidikan Islam IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Smart Paud NGARSA: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Berbasis Information and Communication Technology pada Era Revolusi Industri 4.0 Kurniati, Titi; Wiyani, Novan Ardy
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.41411

Abstract

Keterbatasan sarana pendidikan ini menjadi masalah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh sebab itu, kehadiran IT di sekolah atau di institusi pendidikan merupakan keharusan. Pihak-pihak pengelola pendidikan sudah saatnya melakukan usaha dan upaya agar sekolah atau intitusi pendidikan yang dikelolanya dilengkapi dengan fasilitas IT ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi pembelajaran berbasis TIK di era revolusi industri 4.0, jenis aplikasi yang digunakan, manfaat, dan kendala yang dihadapi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar wawancara. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, menyajikan data, mereduksi data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah evaluasi pembelajaran berbasis TIK telah dilaksanakan, berbagai aplikasi yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran berbasis TIK adalah google form, quizziiz, SapKur, dan dalam mengolah nilai harian menggunakan Sapkur, dan e-report untuk memproses nilai hasil. Kajian akhir tahun atau rapor. Manfaat dari aplikasi berbasis TIK ini sangat membantu guru, wali kelas, dan sekolah dalam mengevaluasi pembelajaran meskipun ada kendala yang dihadapi oleh guru yang gagap teknologi, sehingga mengalami kesulitan dalam menggunakan beberapa aplikasi. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan bimbingan melalui pelatihan yang dilakukan oleh sekolah.
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Berbasis Information and Communication Technology Pamuji, Slamet; Wiyani, Novan Ardy
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.42726

Abstract

Saat ini dunia pendidikan Indonesia termasuk pendidikan dasar masih menghadapi berbagai persoalan yang sangat serius dan kompleks, mulai dari rendahnya alokasi anggaran dipandang dari sudut bantuan dana dari pemerintah, kurang memadainya penataran pelatihan dalam peningkatan kompetensi profesional guru yang disebabkan oleh masih kecilnya anggaran pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan pembiayaan di MIM Gandatapa, jenis aplikasi yang digunakan, manfaat dan kendala yang dihadapi. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar wawancara. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, menyajikan data, mereduksi data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan pendidikan atas biaya pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendidikan ke arah yang lebih baik. Diperlukan strategi pengelolaan karena dapat menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang akan dihadapi. Penjelasannya dalam pelaksanaan pembiayaan pendidikan cukup banyak kendala yang dihadapi kepala sekolah. Kebutuhan akan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu untuk menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan teknologi informasi dapat mengakibatkan adanya perubahan kebiasaan kerja.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BIMBINGAN PELATIHAN MEMBATIK DI PKBM MARSUDI KARYA BIDANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN [COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH BATIK TRAINING GUIDANCE AT PKBM MARSUDI KARYA FOR ENTREPRENEURSHIP DEVELOPMENT] Suryatini, Lilis; Wiyani, Novan Ardy
Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alihtiram.v2i2.434

Abstract

Community empowerment is one of the studies of non-formal education because it includes adult education practices such as training. Community empowerment can be used as a solution to eradicate unemployment. This has been implemented by many government and private programs. Empowerment, if seen as a process, is a stage of activity to strengthen community power which is still considered weak, whereas if seen from its objectives, empowerment is an activity to achieve a goal which includes social change and community independence. The method used is qualitative with a descriptive approach. Community empowerment through Banyumasan Batik production is implemented through stages in accordance with several existing theories. The conclusion of this research shows that implementing empowerment through the correct stages of empowerment will make it easier to achieve empowerment goals as planned so that empowerment can also be achieved from a socio-economic, political and psychological perspective. The existence of good cooperation between facilitators and beneficiaries will achieve empowerment goals easily, this can be used as advice for problems that exist in the empowerment process through the production of Banyumasan Batik in Patikraja Village.
Competence of Shadow Teacher in Building Confidence and Life Skills of Students with Special Needs Sahnan, Ahmad; Purwasih, Wahyu; Wiyani, Novan Ardy
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 15 No. 1 (2025): Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Departemen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v15i1.15827

Abstract

This study aims to describe the competencies of shadow teachers in developing the confidence and life skills of children with special needs at elementary school. The research method used is a qualitative descriptive research method with a phenomenological type. Data is collected through observation, interviews, and documentation. The study results show that shadow teachers have four competencies in building confidence and life skills. 1) Professional competence. Teachers improve professional competence by participating in training related to inclusion education online and offline; 2) Pedagogical competence. Teachers make individual learning programs based on the results of assessments carried out by psychologists, learning using a pullout system, children with special needs do the same learning as regular children, teachers always include children with special needs in school activities, three and social competence. Teachers include social relations with parents, social relations with experts (pediatricians and psychologists), social relations with children with special needs, social relations with regular children, and social relations between teachers; 4 and personal competence. The personal competencies of shadow teachers include being a special assistant teacher as a calling, patient and diligent, sincere, empathetic, fair, a spirit of learning, and having a high sense of affection
Kompetensi Manajerial Kepala TK dalam Penguatan Literasi Digital Pada Guru TK Siti Hajar Ulinafiah, Diyasika; Wiyani, Novan Ardy
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi manajerial kepala TK dalam penguatan literasi digital di TK Siti Hajar, Desa Kuta, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan kepala TK dan guru sebagai subjek utama. Literasi digital menjadi kebutuhan esensial di era modern, menuntut kepala sekolah tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan pembelajaran dan administrasi. Melalui pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling), kepala TK Siti Hajar berhasil memfasilitasi pelatihan literasi digital untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan aplikasi digital seperti Platform Merdeka Mengajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang modul dan bahan ajar yang kreatif berbasis teknologi, meskipun terdapat hambatan seperti ketidaksamaan kecepatan adaptasi antar guru. Keberhasilan program ini didukung oleh supervisi kepala sekolah, antusiasme guru, dan keterlibatan orang tua murid. Keterbatasan penelitian terletak pada masih terbatasnya akses guru terhadap teknologi tertentu, sehingga diperlukan strategi lanjutan seperti pelatihan intensif dan pemanfaatan teknologi yang lebih luas.
Information and Communication Technology Based Education Marketing Management Afifah, Isna Zahrotun; Wiyani, Novan Ardy
AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Vol 12 No 2 (2022): AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/alidarah.v12i2.12801

Abstract

This study aimed to describe information and communication (ICT)-based education marketing management in MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang Banyumas. This study employed qualitative approach by using interview, observation, and documentation for the data collection. The collected data were analyzed by Miles and Huberman model, consisted of data reduction, data presentation and data verification. The results of the study shows that education marketing management in MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang Banyumas utilized information and communication technology (ICT), especially in its education marketing. In this study, the education marketing was done by George R. Terry’s theory in management function analysis which were planning, organization, implementation, and evaluation. ICT-based education marketing management in MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang Banyumas was done through ICT-based planning of education marketing management, ICT-based organization of education marketing management, ICT-based implementation of education marketing management, and ICT-based evaluation of education marketing management.  
Agroforesty Curriculum Management at Tunas Rimba I Kindergarten Purwokerto Pujiati, Isti; Wiyani, Novan Ardy; Purwanti, Elly
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2023): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202361759600

Abstract

This research aims to describe the management of the agroforestry curriculum at Tunas Rimba I Kindergarten, Purwokerto. This research is qualitative. Data was collected using interview, observation, and documentation techniques. The data that has been collected is then analyzed through the data reduction, data presentation, and verification stages. The research results show four activities carried out in the agroforestry curriculum management at Tunas Rimba I Kindergarten, Purwokerto. These four activities include planning the agroforestry curriculum. These planning activities prepared an agroforestry learning schedule and a Daily Learning Implementation Plan (RPPH). Second, organizing the agroforestry curriculum. In this organization, teaching tasks are distributed, the academic calendar is prepared, the curriculum structure is prepared, and the study group is determined. Third, implementing the agroforestry curriculum, where in implementing the curriculum, agroforestry learning activities are held through intracurricular and extracurricular activities so that young children can achieve the agroforestry learning objectives set out in the RPPH. Fourth, an evaluation of the agroforestry curriculum is aimed at determining the success of teachers in implementing the agroforestry curriculum.
Layanan Konseling dalam Mendeteksi dan Mengembangkan Kecerdasan Anak melalui Kegiatan Parenting di Taman Kanak-Kanak Wiyani, Novan Ardy
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 5 No. 1 (2025): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v5i1.461

Abstract

The quality of human resources is fundamentally shaped by early childhood education. However, efforts to detect and develop children's intelligence are often hindered by teachers’ limitations and parents’ lack of understanding regarding multiple intelligences. This community service program aimed to provide counseling-based parenting sessions for parents at TK Ar-Rohman in Brebes, with the goal of enhancing their knowledge and skills in identifying and optimizing their children's cognitive potential. The method employed was service learning, comprising three phases: investigation, implementation, and reflection. The core activity involved a parenting session attended by 46 parents, which included presentations on brain development in early childhood, the theory of multiple intelligences, detection strategies using nativist and empiricist approaches, interactive discussions, and individual counseling services. The results revealed a significant improvement in parents’ understanding, high enthusiasm during discussions, and increased motivation to seek further consultation. This program not only strengthened science-based parenting literacy but also offered accessible counseling alternatives within early childhood institutions. Therefore, parenting programs integrated with counseling services are proven to be effective in empowering parents and reinforcing collaborative synergy between teachers and parents to support children's optimal development. Keywords: Parenting, Counseling Services, Intelligence Detection, Early Childhood Education, Teacher–Parent Collaboration Kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh pendidikan sejak usia dini. Namun, deteksi dan pengembangan kecerdasan anak seringkali terkendala oleh keterbatasan guru serta rendahnya pemahaman orang tua terhadap ragam kecerdasan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan layanan konseling melalui program parenting bagi wali murid di TK Ar-Rohman, Brebes, guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mendeteksi serta mengoptimalkan kecerdasan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah service learning yang melibatkan tiga tahap: investigasi, pelaksanaan, dan refleksi. Kegiatan utama berupa parenting session yang diikuti oleh 46 orang tua, meliputi penyampaian materi tentang perkembangan otak anak, teori kecerdasan majemuk, strategi deteksi berbasis nativisme dan empirisme, diskusi interaktif, serta layanan konseling individu. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua, antusiasme tinggi dalam sesi diskusi, dan munculnya inisiatif untuk berkonsultasi lebih lanjut secara personal. Program ini tidak hanya memperkuat literasi pengasuhan berbasis sains, tetapi juga menyediakan alternatif layanan konseling yang mudah diakses di tingkat PAUD. Dengan demikian, parenting berbasis konseling terbukti menjadi sarana efektif dalam memberdayakan orang tua serta memperkuat sinergi guru–orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kata kunci: Parenting, Layanan Konseling, Deteksi Kecerdasan Anak, PAUD, Sinergi Orang Tua–Guru
PRAKTEK PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA TEMA BINATANG DI RA DIPONEGORO 153 AJIBARANG KULON KABUPATEN BANYUMAS Windiarsih, Windiarsih; Wiyani, Novan Ardy; Sahnan, Ahmad
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2021): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v4i2.4356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktek pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik di Raudlatul Athfal Muslimat Nahdlatul Ulama Diponegoro 153 Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Deskripsi praktek pendekatan saintifik meliputi deskripsi tentang tahapan saintifik yang terdiri dari 5M yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan, baik yang dilakukan oleh guru maupun oleh anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu guru kelas B1 dan 29 siswa di kelas B1. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan silabus yang telah disamakan, hanya saja kegiatan dalam RPPH disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing RA. Komponen RPPH yang disusun guru sudah lengkap. Guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik pada tema binatang sudah menerapkan kelima keterampilan ilmiah sesuai panduan Kemendikbud. Proses pembelajaran dimulai dari kegiatan pendahuluan dilanjutkan kegiatan inti yaitu mempraktekkan keterampilan ilmiah yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengolah informasi, dan mengkomunikasikan, serta diakhiri dengan kegiatan penutup. Siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan bimbingan guru. Adapun kendala yang dihadapi yakni keterbatasan waktu, keterbatasan biaya, minimnya sarana dan prasarana yang dapat disiasati dengan memanfaatkan lingkungan sekitar RA sehingga kegiatan saintifik tetap dapat dilaksanakan selama proses pembelajaran.
Pendidikan Agama Islam Berbasis Anti Terorisme di SMA Wiyani, Novan Ardy
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2013): Deradikalisasi Pendidikan Islam (Deradicalization of Islamic Education)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2013.21.65-83

Abstract

“PAI” teachers are required to be able to create a healthy climate of religios to avoid the Islamic radicalism in high school. One effort that can be done by the”PAI” teachers is to practice the de-radicalization of Islamic education through the integration of education values on anti-terrorism in teching-learning of “PAI”. The educational values of anti­terrorism that will be integrated in the teching-learning of “PAI” included citizenship, compassion, courtesy, fairness, moderation, respect for the other, respect for the creator, self control, and tolerance. Then, they are integrated into the learning objectives, learning materials, learning experiences, and evaluation of learning.