Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Merokok Dengan Kepercayaan Diri Anggota Club Twenty Two Project Di Kabupaten Tuban Moh. Akmal Inzaki; Retna P.D, Teresia; Wahyurianto, Yasin; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024): .
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.190

Abstract

ABSTRAK Kepercayaan diri adalah perasaan atau sikap yang percaya pada kemampuan diri sendiri sehingga orang tidak terlalu cemas dengan tindakannya, dapat merasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan melakukan apa yang disukai, ramah dan hangat saat berhubungan dengan orang lain, dapat menerima dan menghargai sesama manusia, memiliki keinginan untuk berprestasi dan menyadari keunggulan dan kelemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dengan kepercayaan diri. Desain penelitian menerapkan Analitik korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu anggota Club Twenty Two Project yang berusia 19-23 tahun dengan besar sampel yang dipilih dengan Total Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruhya (76,67 %) anggota Club Twenty Two Project  sebagai perokok sedang, sebagian kecil perokok ringan (20%) dan perokok berat (3,33); sebagian besar (53,33%) memiliki kepercayaan tinggi dan hampir setengah (36,67%) memiliki kepercayaan diri sedang. Tidak ada hubungan perilaku merokok dan kepercayaan diri (p= 0,781), artinya  kepercayaan diri tinggi tidak terkait perilaku merokok. Diharapkan dinas terkait seperti pemuda dan olahraga, dinas kesehatan atau lainnya  lebih aktif dalam memberikan penyuluhan atau promosi kesehatan dengan materi bahaya perilaku merokok, sebagai upaya dalam pencegahan perilaku merokok. Kata kunci: Perilaku Merokok, Kepercayaan Diri ABSTRACT Self-confidence is a feeling or attitude that believes in one's own abilities so that people are not too anxious about their actions, can feel responsible for what is done and do what they like, are friendly and warm when dealing with others, can accept and appreciate fellow human beings, have a desire for achievement and realize their strengths and weaknesses. The purpose of this study was to analyze the relationship between smoking behavior and self-confidence. The research design applies correlational analytics through a cross sectional approach. The population in the study were members of Club Twenty Two Project aged 19-23 years with a sample size selected by Total Sampling. The research instrument was a questionnaire. Data analysis using the Spearman rank test. The results showed that almost all (76.67%) members of Club Twenty Two Project as moderate smokers, a small proportion of light smokers (20%) and heavy smokers (3.33); most (53.33%) have high confidence and almost half (36.67%) have moderate confidence. There is no relationship between smoking behavior and self-confidence (p = 0.781), meaning that high self-confidence is not related to smoking behavior. It is expected that related agencies such as youth and sports, health services or others are more active in providing counseling or health promotion with material on the dangers of smoking behavior, as an effort to prevent smoking behavior. Keywords: Smoking behavior, Self-Confidence
Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Pusat Kesehatan Masyarakat: Studi Kasus Literasi Kesehatan Remaja Putri di Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban Puspita, Devi Andra; Wahyurianto, Yasin
Journal of Governance and Administrative Reform Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Governance and Administrative Reform
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.189 KB) | DOI: 10.20473/jgar.v3i1.37929

Abstract

Abstract Improvements in health care can increase longevity, improve health outcomes, and increase productivity. Dysmenorrhea is menstrual cramps or pain that is felt in the lower abdomen or in the waist, can be like heartburn, aches, or pain like being pricked. From the results of the initial survey on 10 young women, 8 people experienced primary dysmenorrhea. This is because young women do not know enough about dysmenorrhea and its handling properly. This study aims to describe the knowledge and treatment of dysmenorrhea in adolescent girls in Ngrayung Village, Plumpang District, Tuban Regency. This study uses a descriptive method with a cross sectional design approach. The sampling technique is simple random sampling. The total population is 100 young women and a sample of 80 respondents. The instrument used is a pain scale based on a verbal multidimensional scoring system (VMSS) scale. The results of the study showed that almost half of young women had good knowledge of dysmenorrhea 45% and half of young women had less than 50% knowledge of handling dysmenorrhea. From the description above, it can be concluded that it is important for young women to know about dysmenorrhea and the management of dysmenorrhea. Lack of knowledge of dysmenorrhea and knowledge of handling dysmenorrhea due to lack of exposure to information, lack of health education, and experience. Efforts that can be made to increase the knowledge of young women are by counseling or approaching young women to add information such as reading from various media, asking health workers, family or friends. Keywords: health services, knowledge of dysmenorrhea, handling of dysmenorrhea Abstrak Perbaikan dalam pelayanan kesehatan dapat meningkatkan umur panjang, meningkatkan hasil kesehatan, dan meningkatkan produktivitas. Dismenorea merupakan kram atau nyeri menstruasi yang dirasakan di bagian perut bawah atau di pinggang, dapat bersifat seperti mules-mules, ngilu, atau nyeri seperti ditusuk-tusuk. Dari hasil survey awal pada 10 remaja putri didapatkan 8 orang mengalami dismenorea primer. Hal itu disebabkan remaja putri belum cukup banyak mengetahui dismenorea serta penanganannya secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan penanganan dismenorea pada remaja putri di Desa Ngrayung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Jumlah populasi 100 remaja putri dan sampel 80 responden. Instrumen yang digunakan yaitu skala nyeri berdasarkan skala verbal multidimensional scoring system (VMSS). Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir setengahnya remaja putri berpengetahuan baik tentang dismenorea 45% dan setengahnya remaja putri memiliki pengetahuan penanganan dismenorea kurang 50%. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penting bagi remaja putri untuk mengetahui dismenorea dan penanganan dismenorea. Kurangnya pengetahuan dismenorea dan pengetahuan penanganan dismenorea dikarenakan kurangnya paparan informasi, kurangnya pendidikan kesehatan, dan pengalaman. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri yaitu dengan penyuluhan atau melakukan pendekatan kepada remaja putri untuk menambah informasi seperti membaca dari berbagai media, bertanya kepada tenaga kesehatan, keluarga atau teman. Kata kunci: pelayanan kesehatan, pengetahuan dismenorea, penanganan dismenorea
HUBUNGAN UMUR DAN IMT TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA BURUH ANGKUT Agustin, Sefentina; Alza, Yessi; Lestari, Dwi; Lellu, Amos; Wahyurianto, Yasin
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 3 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.2748

Abstract

Abstract: Increased blood pressure that lasts for a long time can cause damage to the kidneys (kidney failure), heart (coronary heart disease) and brain (causing stroke) if not detected early and received adequate treatment. Based on preliminary data obtained from the Lima Puluh Kota Health Center which is right in the area where the workers live, it shows that high blood pressure or hypertension is one of the diseases with the highest rate for the last 3 months, from December 2022 to February 2023. The purpose of the study was to determine the correlation of age and imt to the incidence of hypertension in transport workers. This type of research is quantitative using a cross sectional design. This research was conducted on workers, especially transport workers at Sungai Duku Port, with a total sample of 133 transport workers. The instrument used was a research questionnaire. Data analysis was done univariate and bivariate. The results showed there was a relationship between IMt to the incidence of hypertension (p value: 0.012) and there was no relationship between age to the incidence of hypertension (p value: 0.611). It is recommended for respondents to maintain a diet and routine physical activity and avoid stress.Keywords: Transport Workers, BMI, Hypertension, Age
Peran Orangtua Dan Perilaku Merokok Remaja Di Rw 04 Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban Christi Sanjaya, Ade; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.498

Abstract

Dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Pada tanggal 31 Mei 2021 oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono yang menargetkan 5 juta orang atau 1,8% dari jumlah total penduduk Indonesia berhenti merokok pada tahun 2021. Berdasarkan data dari BPS, Susenas jumlah data perokok di Indonesia pada rentang usia diatas 5 tahun mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebanyak 0,57%. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu mau tidak mau keluarga harus berhubungan dengan lingkungan sosial remaja. Tujuan penelitian ini menggambarkan Peran Orangtua dan perilaku merokok pada remaja di RW 04 Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja yang berusia 15-24 tahun sebanyak 103 remaja dan orangtua kandung/orangtua asuh/ orang yang tinggal serumah dengan remaja. Sampel 82 remaja dan orangtua. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil Penelitian didapatkanHampir seluruhnya (71%) Peran Orangtua Cukup memiliki remaja dengan perilaku merokok aktif, dan Hampir setengahnya (36%) Peran Orangtua Baik memiliki remaja dengan Perilaku merokok aktif. Peran Orangtua merupakan role model, jika orangtua menerapkan aturan tegas dan melakukan pengawasan serta menjadi orangtua yang penuh perhatian dan kasih sayang kepada anak, maka pencegahan perilaku merokok juga akan sangat mudah dipatuhi oleh sang anak, terlebih dengan figure orangtua yang tidak merokok maka akan memudahkan bagi sang anak untuk patuh dan mencontoh perilaku orangtua.
Peran Keluarga Dan Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Isa Zaqi, Faiz; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.499

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit yang cukup akrab di masyarakat. Penyakit menular ini sering dikaitkan dengan status sosial yang rendah, walaupun kenyataannya tidak sepenuhnya benar. Indonesia termasuk dalam kelompok High Burden Country untuk kasus TBParu. Posisi Indonesia tidak pernah diluar 5 besar sebagai negara dengan insidens terbanyak, bahkan pada dua tahun terakhir yaitu tahun 2020 dan 2021 menduduki urutan kedua, diatasnya hanya ada negara India. (Wati et al., 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Keluarga dan Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectional, populasi seluruh pasien TB Paru sebanyak 55 orang dan jumlah sampel total sebanyak 55 orang. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah peran keluarga dan keberhasilan pengobatan. Hasil penelitian didapatkan seluruhnya (100%) peran keluarga yang kurang berhasil dalam pengobatan, sedangkan hamper setengahnya (29%) peran keluarga yang cukup tidak berhasil dalam pengobatan. Keberhasilan pengobatan tergantung pada kepatuhan pasien dalam meminum obat, tidak adanya upaya dari diri sendiri atau motivasi dari tenaga Kesehatan, keluargadapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam meminum obat. Pasien TB paru tidak diperbolehkan ada kelalaian saat menjalani pengobatan tersebut. Adanya pengawas menelan obat membantu pasien untuk patuh menjalani pengobatan selama 6 bulan tanpa putus
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Pada Anak Usia Toddler (Di Kecamatan Jatirogo) Eko Saputro, Ervanda; Wahyurianto, Yasin; Retna P, Teresia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.510

Abstract

Toilet training adalah usaha yang dilakukan pada anak dengan tujuan anak mampu mengendalikan keinginan buang air kecil dan buang air besar. Anak akan terbiasa dengan BAK dan BAB di diapers dan tidak memulai untuk mengkomunikasikan dengan ibu apabila toilet training tidak diajarkan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di Kecamatan Jatirogo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 46 ibu dan menggunakan teknik sampling total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa hampir setengahnya ibu di Kecamatan Jatirogo berpendidikan SD yaitu 20 orang (43%), hampir setengahnya berumur 26-30 tahun yaitu 35%, dan sebagian besar tidak bekerja 36 orang (78%). Hampir setengahnya pengetahuan ibu di Kecamatan Jatirogo dalam tingkatan pengetahuan baik yaitu 22 orang (48%). Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik seluruhnya memiliki latar belakang pendidikan SMA (100%) dan perguruan tinggi (100%), hampir seluruhnya berusia 20-25 tahun (83%), dan sebagian besar bekerja (70%). Ibu perlu mengetahui jika toilet training diajarkan pada anak usia toddler untuk melatih kemandirian anak. Pengetahuan yang dimiliki ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan, informasi/media massa, sosial, budaya, dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, dan usia. Pendidikan tidak selalu menjadi faktor penentu tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dalam rentang baik. Namun hal itu dapat dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti akses ibu terhadap informasi/media massa, sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.
Faktor Dominan Responsive Feeding Pada Ibu Dengan Anak Stunting Di Desa Penambangan Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Nendyo Yogiisworo, Ilham; Wahyurianto, Yasin; Retna P, Teresia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.514

Abstract

Pola asuh dalam pemberian makan pada anak (Responsive feeding) menurut beberapa penelitian berpotensi menyebabkan stunting dan terbukti adanya hubungan antara keduanya pemberian makan untuk anak usia 6 - 24 bulan harus diperhatikan baik secara kualitas maupun kuantitas karena pada masa ini juga turut ditanamkan tahap serta jenis makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor dominan responsive feeding pada ibu dengan anak stunting. Desain penelitian menggunakan Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita di desa penambangan sebanyak 50 balita.Teknik sampling yang digunakan Total Sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian responsive feeding. Dukungan keluarga menjadi sangat penting bagi anak dikarenakan bisa menjadi motivasi anak untuk makan sehingga tumbuh kembang anak menjadi baik, selain itu dukungan keluarga juga bisa membuat anak menjadi nyaman dirumah sehingga anak tidak perlu membeli makanan diluar rumah yang belum tentut erjaga kebersihanya.
PENGETAHUAN DAN GAYA HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RSUD Dr. R. KOESMA TUBAN 1Titin Nur Indah Sari; Yasin Wahyurianto Wahyurianto
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i1.82

Abstract

ABSTRAK Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang di ekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Perilaku gaya hidup salah satunya dipengaruhi oleh pengetahuan. Penyakit Ginjal Kronik didasari oleh banyak faktor salah satunya gaya hidup. Menurut data Rekam Medik RSUD dr. R. Koesma Tuban, jumlah pasien yang menjalani hemodialisa tahun 2016 adalah 164 pasien. Tahun 2017 adalah 224 pasien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pasien penyakit ginjal kronik di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan retrospektif, dengan jumlah populasi 36 penderita PGK, besar sampel 33 penderita PGK. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrument pengambilan data yaitu kuesioner tertutup. Dari hasil uji Chi-Square antara pengetahuan dengan gaya hidup pasien PGK didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 (sig. < 0,05) dengan jumlah responden 33 pasien PGK. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan gaya hidup pasien Penyakit Ginjal Kronik di ruang Hemodialisa RSUD Dr R Koesma Tuban tahun 2018. Pengetahuan sejak dini mengenai hal-hal yang dapat memicu Penyakit Ginjal Kronik perlu diberikan dan di promosikan agar banyak orang yang mengetahui dan menerapkan gaya hidup sehat yang bisa mengurangi peningkatan kejadian Penyakit Ginjal Kronik. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Gaya Hidup, Penyakit Ginjal Kronik ABSTRACT According to Kotler (2002, p. 192) Lifestyle behavior is influenced by knowledge. Chronic Kidney Disease is based on many factors including lifestyle. According to the Medical Record data of RSUD dr. R. Koesma Tuban, the number of patients undergoing hemodialysis in 2016 were 164 patients. in 2017 iwere 224 patients. The purpose of this study is to determine the correlation between the level of knowledge with the lifestyle of patients with chronic kidney disease in the Hemodialisa Room at RSUD Dr. R. Koesma Tuban. The research design used analytic with a retrospective approach, with a population of 36 patients with Chronic Kidney Disease (CKD), with sample of 33 patients with CKD. The sampling technique used simple random sampling. Instrument for data retrieval was a closed questionnaire. From the results of Chi-Square test between knowledge and lifestyle of CKD patients obtained significant values ​​was 0,000 (sig. <0,05) with 33 respondents of CKD . This result showed that H0 was rejected and H1 was accepted which meant that there was a correlation between knowledge and lifestyle of patients with Chronic Kidney Disease in Hemodialysis Room of RSUD Dr R Koesma Tuban in 2018. Getting early knowledge about things that can trigger Chronic Kidney Disease is needed to be given and promoted so that many people know and apply a healthy lifestyle that can reduce the increase in the incidence of Chronic Kidney Disease. Keywords: Level of Knowledge, Lifestyle, Chronic Kidney Disease.
Perilaku Merokok Dengan Kepercayaan Diri Anggota Club Twenty Two Project Di Kabupaten Tuban Moh. Akmal Inzaki; Retna P.D, Teresia; Wahyurianto, Yasin; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.190

Abstract

ABSTRAK Kepercayaan diri adalah perasaan atau sikap yang percaya pada kemampuan diri sendiri sehingga orang tidak terlalu cemas dengan tindakannya, dapat merasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan melakukan apa yang disukai, ramah dan hangat saat berhubungan dengan orang lain, dapat menerima dan menghargai sesama manusia, memiliki keinginan untuk berprestasi dan menyadari keunggulan dan kelemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dengan kepercayaan diri. Desain penelitian menerapkan Analitik korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu anggota Club Twenty Two Project yang berusia 19-23 tahun dengan besar sampel yang dipilih dengan Total Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruhya (76,67 %) anggota Club Twenty Two Project  sebagai perokok sedang, sebagian kecil perokok ringan (20%) dan perokok berat (3,33); sebagian besar (53,33%) memiliki kepercayaan tinggi dan hampir setengah (36,67%) memiliki kepercayaan diri sedang. Tidak ada hubungan perilaku merokok dan kepercayaan diri (p= 0,781), artinya  kepercayaan diri tinggi tidak terkait perilaku merokok. Diharapkan dinas terkait seperti pemuda dan olahraga, dinas kesehatan atau lainnya  lebih aktif dalam memberikan penyuluhan atau promosi kesehatan dengan materi bahaya perilaku merokok, sebagai upaya dalam pencegahan perilaku merokok. Kata kunci: Perilaku Merokok, Kepercayaan Diri ABSTRACT Self-confidence is a feeling or attitude that believes in one's own abilities so that people are not too anxious about their actions, can feel responsible for what is done and do what they like, are friendly and warm when dealing with others, can accept and appreciate fellow human beings, have a desire for achievement and realize their strengths and weaknesses. The purpose of this study was to analyze the relationship between smoking behavior and self-confidence. The research design applies correlational analytics through a cross sectional approach. The population in the study were members of Club Twenty Two Project aged 19-23 years with a sample size selected by Total Sampling. The research instrument was a questionnaire. Data analysis using the Spearman rank test. The results showed that almost all (76.67%) members of Club Twenty Two Project as moderate smokers, a small proportion of light smokers (20%) and heavy smokers (3.33); most (53.33%) have high confidence and almost half (36.67%) have moderate confidence. There is no relationship between smoking behavior and self-confidence (p = 0.781), meaning that high self-confidence is not related to smoking behavior. It is expected that related agencies such as youth and sports, health services or others are more active in providing counseling or health promotion with material on the dangers of smoking behavior, as an effort to prevent smoking behavior. Keywords: Smoking behavior, Self-Confidence
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN PEMANTAUAN STATUS KESEHATAN BALITA DAN KONSELING GIZI SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING Retna Puspitadewi, Teresia; Jannah, Roudlotul; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.679

Abstract

Stunting is a condition of failure to grow in toddlers due to chronic malnutrition for 1,000 HPK, The lack of exposure of mothers of toddlers and posyandu cadres about stunting is predicted to be the cause of the lack of social support, therefore it is necessary to educate the public about the health status of toddlers through screening. The purpose of community service activities is to provide assistance to Posyandu Cadres and mothers of toddlers on Monitoring the Nutritional Status of Toddlers and Nutrition Counseling as an effort to reduce the incidence of stunting in Tunah Village, Tuban Regency. The results of the first phase of activities on July 9, 2024 were counseling on stunting, nutrition for toddlers, and a demonstration of toddler menu processing by PERSAGI. From the results of this activity, it was obtained that there was a difference in knowledge with a significance of 0.000 with a p value of < 0.05, which means that there was an influence of the treatment or education provided on the improvement of participants' knowledge. Phase 2 on July 15, 2024, assisted the skills of posyandu cadres for anthropometric measurements obtained from 50 toddlers almost entirely (86%) with normal LILA, almost all (82%) LILA with normal toddlers, and most (54%) with BMI less than normal. The results of this measurement illustrate the condition of toddlers in Tunah village who have a malnourished status who are at risk of stunting. In the assistance of processing the toddler menu, 26 sample menus for toddlers were produced. This mentoring activity needs to be continued with the cooperation of the District, Puskesmas so that this community service activity is on target and successful as an effort to participate in the success of the government program to realize the acceleration of stunting reduction in toddlers Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis selama 1.000 HPK, Kurang terpaparnya ibu balita dan kader posyandu tentang stunting diprediksi menjadi penyebab kurangnya dukungan sosial, oleh karenanya diperlukan edukasi pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang status kesehatan balita melalui skreening. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat memberikan Pendampingan pada Kader Posyandu dan ibu balita tentang Pemantauan Status Gizi Balita dan Konseling Gizi sebagai upaya menurunkan Kejadian Stunting di Desa Tunah Kabupaten Tuban. Hasil kegiatan tahap I tgl 9 Juli 2024 dilakukan penyuluhan tentang stunting, nutrisi balita, serta Demonstrasi pengolahan menu balita oleh PERSAGI. Dari hasil kegiatan ini didapatkan perbedaan pengetahuan dengan signifikansi 0,000 dengan p value < 0,05 diartikan ada pengaruh dari perlakuanatau edukasi yang diberikan pada peningkatan pengetahuan peserta. Tahap 2 tanggal 15 juli 2024 dilakukan pendampingan ketrampilan kader posyandu untuk pengukuran antropometri didapatkan dari 50 balita hampir seluruhnya (86%) LILA normal, LIKA hampir seluruhnya (82%) balita normal, dan IMT sebagian besar (54%) kurang dari normal. Hasil pengukuran ini menggambarkan kondisi balita didesa Tunah memiliki status gizi kurang yang berisiko mengalami stunting. Pada pendampingan pengolahan menu balita dihasilkan 26 contoh menu bagi balita. Kegiatan pendampingan ini perlu dilanjutkan dengan kerjasama pihak Kecamatan, Puskesmas agar kegiatan pengabdian masyarakat ini tepat sasaran dan berhasil guna sebagai upaya ikut serta mensukseskan program pemerintah mewujudkan percepatan penurunan Stunting pada balita
Co-Authors 1Titin Nur Indah Sari Adi Prayoga, Adi agustin, sefentina Alza, Yessi Amalia Mutiara Fadhila Ambo Dalle Apriliana, Wulan Ayu Firnanda, Devi Azuwin, Putri Riza Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Christi Sanjaya, Ade Clara Felicia Regina Fortunata Devi Nilna Muna Dharmawan, Rio Lucky Dina Palayukan Singkali Dwi Lestari Eko Saputro, Ervanda Fioriantika, Barena Andyana Fitria, Vila Ana Friska Tifani Yunanda Haura Ilma Nafi’a Heru Santoso Wahito Nugroho Hidayah, Arinal ilyas - ibrahim Isa Zaqi, Faiz Jerry Rian Ardiansyah Kema Azzahra KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Koekoeh Hardjito Krisnawati, Ririn Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Larissa Eka Afianti Laura Azhira Ladya Sheril Lellu, Amos Lestaluhu, Kasman Lumansik, Silvana Maharani Lutfatul Khoiriyah Lutfiya Dwinanda Mamluatun Ni’mah Meylia Ilma Muta’adiyah Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Kamalul Kahfi muhammad saleh Nabila Nur Cahyani Nadilla Shofiatul Ummah Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo Nirwana Prapti, Tri Nur Wahyu Noviatul Nurjanah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Farisa, Lutfi Ervita Nurarifah Nurarifah Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Puspita Aliffia Puspita, Devi Andra Puspitadewi, Teresia Retna Putri Sekar Wangi Retna , Teresia Retna P, Teresia Retna P., Teresia Retna P.D, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Retno Puspitadewi, Teresia Rony A. Latumenasse Rosanti, Yulia Roudlotul Jannah ROUDLOTUL JANNAH Sainuddin Sainuddin Sari, Farah Hanis Dwi Kartika Satria Jesicka Kurnia Dini Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siti Kistimbar Sri Angriani SRI UTAMI Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Su’udi Su’udi, Su’udi Tafara Lakhsita Grisella Teresia Retna Teresia Retna Teresia Retna P Teresia Retna PD Teresia Retna Puspita Dewi Titik Sumiatin Tri Ningsih, Wahyu Ummah, Nadilla Shofiatul Ummah1Teresia Retna Puspitadewi Utami Utami Vega, Afina Dela Vera Feriska A Vincentius Supriyono vivin Nor Zahro Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wardhani, Salsabiela Bunga Yanita, Happy April Yenti Fitri, Yenti Zahra Aulia Sari Zahra, Jiesa Zayyina