Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kepatuhan Penatalaksanaan Diabetes Melitus Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Palang Jerry Rian Ardiansyah; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penatalaksanaan diabetes melitus merupakan setrategi yang efektif dalam mengendalikan kadar gula darah, namun sampai saat ini masih banyak penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol sehingga berdampak pada komplikasi diabetes melitus. Tujuan penelitian mengetahui tingkat kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Palang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Palang berjumlah 113 orang dengan sampel 88 orang. Menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian yaitu penatalaksanaan diabetes melitus yang meliputi terapi nutrisi, lathan fisik, dan minum obat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner SDSCA yang telah dimodifikasi, dianalisa menggunakan distribusi frekuensi relatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (52%) pasien diabetes melitus memiliki kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus komponen terapi nutrisi kategori sedang, sebagian besar (53%) penderita diabetes melitus memiliki kepatuhan rendah dalam melakukan latihan fisik, dan hampir seluruh (89%) pasien diabetes melitus memiliki kepatuhan terapi farmakologi dalam kategori tinggi. Kepatuhan pasien diabetes melitus komponen terapi nutrisi dalam kategori sedang, disebabkan karena sebagian besar sudah berpendidikan SLTA/sederajat. Kepatuhan pasien diabetes melitus komponen latihan fisik dalam kategori rendah, disebabkan karena terbanyak merupakan lansia. Kepatuhan dalam terapi farmakologi dalam kategori tinggi, karena hampir seluruhya menderita diabetes melitus selama 1-5 tahun, sehingga pasien lebih berpengalaman dalam terapi farmakologi. Untuk meningkatkan kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus pasien baik dalam semua kategori diperlukan pemberian intervensi, motivasi, dan pendidikan kesehatan lebih lanjut terkait dengan penatalaksanaan diabetes melitus pada pasien saat pemberian pelayanan kesehatan sehingga mencegah serta mengatasi komplikasi akibat diabetes.
Pola Hidup Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Palang Muhammad Kamalul Kahfi; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu ketika tekanan darah diatas 140/90 mmHg, dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 dan diastolik lebih dari 90 mmHg. . Di era modern saat ini terjadi perubahan pola hidup di dalam masyarakat, seperti pola makan yang tidak sehat, kurang istirahat, stress yang tinggi, dan kebiasaan merokok. Pola hidup tidak sehat kususnya pada usia 40 tahun keatas. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini Mengetahui Bagaimana Gambaran Pola Hidup Dengan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Palang. Metode: Desain pada penelitian ini deskriptif, Populasi penelitian adalah Lansia yang menderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas palang yang berjumlah 146 orang. Besar sampel 107 orang menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengambilan data dengan kuesioner dan analisis deskriptif dengan table frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi yang berusia 55 - 65 tahun memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 53%, sebagian besar penderita hipertensi berjenis kelamin perempuan memiliki pola hidup dalam kategori Baik sebanyak 65%, sebagian besar penderita hipertensi yang tidak bekerja memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 50%, Hampir setengahnya penderita hipertensi yang tidak memiliki riwayat keturunan memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 48%, dan Sebagian besar penderita hipertensi yang menderita > Dari 1 Tahun memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 52%, dan Sebagian besar penderita hipertensi yang menderita > Dari 1 Tahun memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 52%. Simpulan: Lansia yang menderita hipertensi dapat Menajaga Pola Hidup dengan Baik Seperti menjaga pola makan, istirahat yang cukup, tidak merokok dan tidak memikirkan hal yang membuat stres agar dapat mencapai status kesehat yang optimal.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSUD Dr. R Koesma Tuban Amalia Mutiara Fadhila; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1974

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi secara global. Bagi penderita GGK, terapi pengganti ginjal menjadi pilihan utama dalam menunjang kelangsungan hidup. Dari berbagai bentuk terapi tersebut, hemodialisis merupakan metode yang paling banyak digunakan. Desain korelasi dengan cross sectional. Populasi seluruh pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. R. Koesma Tuban sebanyak 150 orang, sampel penelitian 109 responden, menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Perceived Stress Scale untuk mengukur tingkat stres serta kuesioner WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian, sebagian besar pasien (55%) stres ringan dengan kualitas hidup baik. Sementara itu, sebagian kecil responden (12,8%) berada pada kategori stres sedang dengan kualitas hidup cukup. Hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,002 (p < α 0,05), dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah tingkat stres, semakin baik kualitas hidup. Oleh sebab itu, selama melakukan terapi, pasien harus menjadi perhatian dari tenaga kesehatan, harus ada pendampingan psikologis dan pemberian edukasi yang tepat agar pasien terhindar dari gangguan psikologis yang bisa mengganggu kualitas hidup pasien.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemberian Imunisasi BCG Di Desa Tegalbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Neng Esti Wibowo; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Sri Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1983

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan global yang masih tinggi prevalensinya, termasuk pada bayi. Pemberian imunisasi BCG merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif. Namun, cakupan imunisasi BCG di Desa Tegalbang pada tahun 2024 hanya mencapai 57,38%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%, sehingga meningkatkan risiko kejadian TBC pada bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian imunisasi BCG di Desa Tegalbang wilayah kerja Puskesmas Sumurgung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 61 ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan. Sampel sebanyak 53 orang diperoleh menggunakan teknik Simple Random Sampling. Variabel penelitian meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan jarak ke fasilitas kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan rendah, sebagian besar sikap ibu negatif, sebagian besar ibu tidak mendapat dukungan keluarga, dan sebagian besar ibu memiliki jarak tempat tinggal dalam kategori dekat dengan pelayanan kesehatan. Pengetahuan yang rendah, sikap yang negatif, serta minimnya dukungan keluarga menjadi penghambat utama dalam pemberian imunisasi BCG. Upaya peningkatan cakupan imunisasi perlu difokuskan pada edukasi kepada ibu dan pelibatan aktif keluarga dalam mendukung pelaksanaan imunisasi.
he ETfforts to Reduce the Risk of Hypertension Complications in Prunggahan Wetan Village with the "CERMAT" Program Wahyurianto, Yasin; Krisnawati, Ririn; Azuwin, Putri Riza; Ummah, Nadilla Shofiatul; Yanita, Happy April; Zahra, Jiesa Zayyina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i4.8436

Abstract

The number of hypertension sufferers in Prunggahan Wetan Village in 2022 will be 940 people, 840 of whom have received health services and 100 other people haven’t received. The aim of this activity is to provide health education about hypertension and healthy living behavior through the "CERMAT" program so that targets are able to implement it in an effort to reduce the risk of hypertension complications. The method used was lectures and demonstrations using PPT media, videos, and posters, the target number was 50 elderly people and was held over 3 meetings.  The result of this activity is that the majority of targets are able to implement the "CERMAT" program as an effort to reduce the risk of hypertension complications.
Peran Kader dalam Deteksi Dini Stunting pada Balita Di Desa Tunah dan Ngino Wilayah Kerja Puskesmas Wire Rosanti, Yulia; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stuntingmasih menjadi masalah gizi prioritas. Pemerintah menargetkan prevelensi stunting di Indonesia Tahun 2024yakni dibawah 14 %. Masih tingginya kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas wire sebanyak 24,43%. Angkatersebut ada di atas provinsi yaitu 23,5% dan nasional 24,4%. Peran kader kesehatan sangat penting untuk pencegahanterjadinya stunting dengan melakukan deteksi dini antara lain melakukan pendataan balita,pengukuran antropometridan mencatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Tujuan penelitian mendreskripsikan peran kader dalam deteksi dinistunting pada balita di desa tunah dan ngino wilayah kerja puskesmas wire kabupaten tuban. Desain Penelitian inideskriptif, pendekatan dengan crosssectional . Populasinya seluruh kader yang ada di desa tunah dan ngino yangberjumlah 40 kader. Besar sampel 40 kader. Teknik sampling yang diguna kan adalah Total sampling. Variabelpenelitiannya peran kader dalam deteksi dini stunting . Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Datadi analisa dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menujukkan sebagian kecil (25%) balitamengalami stunting. sebagian kecil (5%) peran kader kurang dalam pendataan balita, Sebagian kecil ( 2%) peran kaderkurang dalam pengukuran antropometri, sebagian kecil ( 7%) pera n kader kurang dalam pengisian KMS. Hal inimenunjukkan bahwa peran kader dalam deteksi dini stunting sebagian kecil masih kurang namun masih perluditingkatkan agar peran kader yang kurang dapat lebih optimal sehingga da pat mengurangi angka kejadian stuntingpada balita.
Faktor Niat Ibu d engan Upaya Pencegahan Kejadi an Stunting Pada Balita Di Desa Tunah Wilayah Kerja Puskesmas Wire Lumansik, Silvana Maharani; Retna , Teresia; Wahyurianto, Yasin
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesiastunting menjadi masalah gizi prioritas. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di Indonesia turunmenjadi di bawah 14% pada 2024. Dimasyarakat terdapat persepsi stunting disebabkan faktor yang dibawa dari lahirdan tidak bisa diubah. Kesalahpahaman tersebut membuat orangtua bersikap pasif. Individu akan melakukan sesuatuji ka ia menginginkannya, untuk itu individu membentuk niat. Sedangkan niat diasumsikan sebagai penangkapmotivasi yang mempengaruhi perilaku. Tujuan penelitian mengetahui hubungan faktor niat ibu dengan upayapencegahan kejadian stunting pada balita didesa tunah wilayah kerja puskesmas wire. Desain penelitian analitikkolerasi dengan pendekatan Crossectional. Populasi penelitian s eluruh ibu yang memliki balita sebanyak 380 ibudengan sampel 195 ibu. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Variabel Independen faktor niat ibudan variabel dependen upaya pencegahan kejadian stunting. Cara pengambilan data dengan kuesioner kemudiandilakukan pengolahan data dan diuji menggunakan uji korelasi “ chi square” Hasil penelitian didapatkan sebagiankecil (10%) ibu memiliki niat kurang, sebagian besar (54%) memiliki niat ba ik dan sebagian kecil (9%) upayapencegahan kejadian stunting kurang, sebagian besar (54%) upaya pencegahan kej adian stunting cukup. Pada balitasebagian kecil (23%) stunting, dan hampir seluruhnya (77%) tidak stunting. hasil uji korelasi “ chi square” didapatkanp = 0,000 < 0,05 terdapat hubungan antara antara faktor niat ibu dengan upaya pencegahan kejadian stuntingPeningkatan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan dengan evaluasi atau pemantauan konsumsi tablet tambahdarah melalui kelas ibu hamil setiap satu bulan sekali oleh bidan desa, pendidikan kesehatan upaya pencegahankejadian stunting pada ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis dengan kunjungan rumah satu bulan seka lioleh petugas kesehatan.
Faktor Dukungan Keluarga dengan Upaya Pencegahan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Tunah Wilayah Kerja Puskesmas Wire Tafara Lakhsita Grisella; Teresia Retna; Yasin Wahyurianto
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada anak masih menjadi prioritas. Salah satu yang sedang dihadapi adalah stunting atau tubuh pendek.Keluarga berperan penting dalam mencegah stunting di semua tahap kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, orang yang sudah menikah, ibu hamil. Hal ini mendukung upaya pemerintah untuk memerangi stunting di Indonesia. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara faktor dukungan keluarga dengan upaya pencegahan stunting pada balita di Desa Tunah wilayah kerja Puskesmas Wire. Desain penelitian analitik kolerasi dengan pendekatan Crossectional. Populasi penelitian adalah seluruh Ibu yang memiliki balita di Desa Tunah yang berjumlah 380 ibu.Besar sampel sebanyak 195 ibu.Teknik sampling yang digunakan adalan Simple Random Sampling.Variabel independen adalah faktor dukungan keluarga. Variabel dependen adalah upaya pencegahan kejadian stunting.Cara pengambilan data dengan kuesioner dan observasi kemudian dilakukan pengolahan data dan diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (67%) dukungan keluarga yang kurang memiliki upaya pencegahan yang cukup, dan hampir seluruhnya (86%) dukungan keluarga yang baik memiliki upaya pencegahan yang baik.Setelah dilakukan uji Chi-Square antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan kejadian stunting pada balita didapatkan nilai P-value = 0,00 dimana nilai P-value < α (0,05) . Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan kejadian stunting pada balita. Upaya untuk membantu menurunkan angka kejadian stunting yang dapat dilakukan petugas kesehatan dengan memberikan penyuluhan rutin setiap satu bulan sekali saat posyandu mengenai pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan balita terutama tinggi badan dan berat badan.Keluarga balita teratur membawa balitanya ke posyandu dan memantau asupan gizi balitanya
Faktor Penyebab Gastritis Pada Remaja Di SMAN 3 Tuban Putri Sekar Wangi; Teresia Retna; Yasin Wahyurianto
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak orang percaya bahwa gastritis adalah penyakit yang umum dan wajar sehingga dianggap remeh. Namun, dari 100 ribu orang yang menderita penyakit ini, 4 dari 12 orang meninggal karena gastritis. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan faktor penyebab gastritis pada remaja di SMAN 3 Tuban. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XII IPA SMAN 3 Tuban tahun ajaran 2022 berjumlah 134 siswa dengan sample 100 siswa. Metode pengambilan sample menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Variabel penelitian ini Faktor Penyebab Gastritis pada Remaja di SMAN 3 Tuban. Cara pengambilan data dengan membagikan kuesioner kemudian dilakukan pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan hamper seluruhnya (80%) berusia 18 tahun, sedangkan jenis kelamin sebagian besar (64%) perempuan. Faktor pola makan hampir seluruhnya (85%) memiliki pola makan yang kurang baik. Faktor stres sebagian kecil (1%) remaja mengalami stres sangat berat, sebagian kecil (13%) remaja dalam kondisi stres berat. Faktor konsumsi kopi sebagian kecil(5%) remaja mengkonsumsi kopi ≥ 3 gelas/hari. Faktor kebiasaan merokok sebagian kecil (5%) remaja mempunyai kebiasaan merokok 1-9 batang/hari. Faktor pola tidur sebagian besar (64%) remaja pola tidurnya kurang dari 8 jam. Faktor aktivitas/kegiatan sebagian besar (75%) remaja melakukan aktivitas berat. Hampir setengahnya (35%) remaja SMAN 3 Tuban mengalami penyakit gastritis. Pihak sekolah melalui program UKS sekolah secara rutin setiap bulan mengadakan edukasi kepada remaja tentang faktor terjadinya gastritis untuk menambah pengetahuan remaja terkait masalah gastritis dan meningkatkan kegiatan UKS dengan deteksi dini masalah gastritis.
Family Support and Diet Compliance for Elderly Hypertension at Prolanis Semanding Tuban Health Center Shovia Mei Sanggar Wati; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang tidak menular yang saat ini menjadi fokus utama dalam bidang kesehatan global adalah hipertensi yang disebut sebagai the silent killer disease. Keberhasilan dalam mengontrol hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan penderita dalam menjalankan diet hipertensi. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi lansia di PROLANIS Puskesmas Semanding Tuban Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan populasi seluruh lansia yang hipertensi dan aktif mengikuti PROLANIS sejumlah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebagian besar lansia hipertensi yang aktif mengikuti kegiatan PROLANIS mendapatkan dukungan baik dan sebagian besar dalam kategori cukup patuh. Sebagian besar lansia dengan dukungan keluarga baik memiliki kepatuhan diet yang cukup patuh dan sebagian besar lansia dengan dukungan keluarga kurang memiliki kepatuhan diet tidak patuh. Kesimpulan : Dukungan keluarga sangat penting diberikan kepada lansia yang mengalami hipertensi. Adanya dukungan terhadap lansia dapat menyebabkan ketenangan batin dan perasaan yang senang dalam diri lansia. Selain itu dukungan berdampak pada kemudahan lansia untuk melakukan diet hipertensi, karena diet ini merupakan salah satu metode pengendalian yang tanpa menyebabkan efek samping dan bersifat alami.
Co-Authors 1Titin Nur Indah Sari Adi Prayoga, Adi agustin, sefentina Alza, Yessi Amalia Mutiara Fadhila Ambo Dalle Apriliana, Wulan Ayu Firnanda, Devi Azuwin, Putri Riza Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Christi Sanjaya, Ade Clara Felicia Regina Fortunata Davis Khoirul Akmal Devi Nilna Muna Dharmawan, Rio Lucky Dina Palayukan Singkali Dwi Lestari Eko Saputro, Ervanda Fioriantika, Barena Andyana Fitria, Vila Ana Friska Tifani Yunanda Haura Ilma Nafi’a Heru Santoso Wahito Nugroho Hidayah, Arinal Hindaryani, Nurul ilyas - ibrahim Isa Zaqi, Faiz Jerry Rian Ardiansyah Juliana Christyaningsih Kema Azzahra KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Koekoeh Hardjito Krisnawati, Ririn Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Larissa Eka Afianti Laura Azhira Ladya Sheril Lellu, Amos Lestaluhu, Kasman Lumansik, Silvana Maharani Lutfatul Khoiriyah Lutfiya Dwinanda Mamluatun Ni’mah Meylia Ilma Muta’adiyah Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Kamalul Kahfi muhammad saleh Nabila Nur Cahyani Nadilla Shofiatul Ummah Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo Nirwana Prapti, Tri Nur Wahyu Noviatul Nurjanah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Farisa, Lutfi Ervita Nurarifah Nurarifah Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Puspita Aliffia Puspita, Devi Andra Puspitadewi, Teresia Retna Putri Sekar Wangi Retna , Teresia Retna P, Teresia Retna P., Teresia Retna P.D, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Retno Puspitadewi, Teresia Rony A. Latumenasse Rosanti, Yulia Roudlotul Jannah ROUDLOTUL JANNAH Sainuddin Sainuddin Sari, Farah Hanis Dwi Kartika Satria Jesicka Kurnia Dini Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siti Kistimbar Sri Angriani SRI UTAMI Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Su’udi Su’udi, Su’udi Tafara Lakhsita Grisella Teresia Retna Teresia Retna Teresia Retna P Teresia Retna PD Teresia Retna Puspita Dewi Titik Sumiatin Tri Ningsih, Wahyu Ummah, Nadilla Shofiatul Ummah1Teresia Retna Puspitadewi Utami Utami Vega, Afina Dela Vera Feriska A Vincentius Supriyono vivin Nor Zahro Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wardhani, Salsabiela Bunga Yanita, Happy April Yenti Fitri, Yenti Zahra Aulia Sari Zahra, Jiesa Zayyina