Claim Missing Document
Check
Articles

Self-Efficacy Lansia Dalam Pengobatan Hipertensi Di Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Puspita Aliffia; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1923

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius, terutama di kalangan lansia. Penyakit ini dikenal sebagai silent-killer karena sering tidak disadari hingga menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Tingginya prevalensi hipertensi pada lansia menunjukkan bahwa pengobatannya masih belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya self-efficacy lansia dalam menjalani pengobatan. Berdasarkan survei awal di Puskesmas Wire, dari 10 lansia penderita hipertensi, 8 orang tidak rutin menjalani pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui self-efficacy lansia dalam pengobatan hipertensi di puskesmas wire. Desain pada penelitian ini deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang memeriksakan diri di Puskesmas Wire pada tahun 2024, yaitu sebanyak 396 orang, dengan rata-rata kunjungan sebanyak 33 lansia per bulan. Besar sampel 33 lansia. Menggunakan teknik Total Sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah self-efficacy lansia dalam pengobatan hipertensi. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner. Data dianalisis deskriptif dengan tabel frekuensi distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh lansia berusia 60 – 74 tahun, hampir setengahnya berpendidikan sekolah dasar, dan sebagian besar tidak bekerja. Sebagian besar lansia memiliki self-efficacy tinggi dalam pengobatan hipertensi. Lansia berusia 75 – 90 tahun, berpendidikan rendah, dan tidak bekerja cenderung memiliki self-efficacy rendah. Sebaliknya, lansia yang masih aktif bekerja dan berpendidikan lebih tinggi menunjukkan self-efficacy yang tinggi dalam pengelolaan pengobatan hipertensi. Peningkatan self-efficacy dalam pengobatan hipertensi dapat dilakukan melalui dukungan keluarga, edukasi kesehatan berkelanjutan, serta keterlibatan lansia dalam aktivitas produktif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan dan menurunkan risiko komplikasi.
Perilaku Pencegahan Gastritis Pada Remaja Di SMA Negeri 3 Tuban Zahra Aulia Sari; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1952

Abstract

Gastritis merupakan kondisi peradangan pada dinding lambung dan menimbulkan gejala nyeri perut, mual, dan muntah. Secara umum, penyakit ini dikenal dengan istilah maag dan sering dijumpai di kalangan masyarakat luas terutama banyak dialami usia remaja dan dewasa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran Perilaku Pencegahan Gastritis pada Remaja di SMA Negeri 3 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas 10 di SMAN 3 Tuban sebanyak 252 remaja, dengan sampel sebanyak 155 remaja yang dipilih. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Variabel yang diteliti adalah perilaku pencegahan gastritis pada remaja. Data dikumpulkan melalui pembagian kuesioner, kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk menganalisis persentase hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (67%) remaja berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar (52%) penghasilan orangtua remaja berdasarkan UMR ≤ 3.000.000. Perilaku pencegahan gastritis pada remaja di SMAN 3 Tuban sebagian besar (56%) memiliki perilaku cukup. Sebagian besar (63%) remaja berjenis kelamin laki laki dan sebagian besar (61%) remaja dengan penghasilan orangtua UMR ≤ 3.000.000 memiliki perilaku cukup dalam pencegahan gastritis. Perilaku pencegahan gastritis pada remaja di SMAN 3 Tuban menunjukkan Perilaku Cukup, dimana masih banyak remaja yang mengabaikan tentang kesehatan lambungnya seperti tidak makan tepat waktu, kebiasaan konsumsi makanan pedas dan asam yang dapat mengiritasi lambung. Remaja SMAN 3 Tuban bisa mencari informasi tentang penyakit gastritis melalui beberapa media yang baik dan benar guna menambah informasi mengenai penyakit gastritis dan perilaku pencegahan gastritis.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Wasting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Laura Azhira Ladya Sheril; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1953

Abstract

Masalah gizi akut yang sering ditemukan pada balita ialah wasting, yaitu kondisi berat badan rendah dibandingkan panjang/tinggi badan atau bisa dikatakan kegagalan menambah berat badan dan mengalami penurunan berat badan. Jumlah balita wasting di wilayah kerja Puskesmas Semanding mengalami peningkatan pada tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting pada balita usia 1-5 tahun. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan tujuan untuk menganalisis factor yang mempengaruhi terjadinya wasting pada balita usia 1-5 tahun. Populasi sebanyak 78 dan besar sampel sebanyak 65 ibu yang memiliki balita. Teknik sampling menerapkan purposive sampling, instrument penelitian mengimplementasikan kuesioner serta buku KMS. Data dianalisis uji Chi-square. Temuan studi mengindikasikan bahwa mayoritas (57%) balita mengalami wasting, dan termuat korelasi antara pemberian asi eksklusif dengan terjadinya wasting (p= 0,041), pemberian MPASI dengan terjadinya wasting (p= 0,037), imunisasi dasar dengan terjadinya wasting (p= 0,029), pola hidup bersih dan sehat dengan terjadinya wasting (p= 0,024), serta tak termuat korelasi antara diare dengan terjadinya wasting (p= 0,339), pemberian vitamin A dengan terjadinya wasting (p= 0,919), lingkungan rumah dengan terjadinya wasting (p= 0,339). Terdapat korelasi antara pemberian asi eksklusif, imunisasi dasar dengan terjadinya wasting dikarenakan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh anak. Terdapat korelasi antara pemberian MPASI dengan terjadinya wasting karena kurangnya kecukupan gizi setiap makanan, serta pola hidup bersih sehat dengan terjadinya wasting karena mampu memunculkan penyakit infeksi pada balita.
Pengetahuan Dengan Perilaku Sadari Pada Siswi Kelas XII Di SMA Negeri 2 Tuban Nabila Nur Cahyani; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1957

Abstract

Kanker payudara adalah topik yang cukup peka di Indonesia. Sumber dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (2024), sasaran yang diputuskan adalah 19,6% individu Indonesia menjalankan skrining kanker payudara, tetapi tingkat aktualnya hanya 13,7%. Demikian pula, PPTM (2024), setiap bulan wanita dapat melakukan pengecekan payudara melalui upaya SADARI (Periksa Payudara Sendiri), tepatnya tujuh hari setelah menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI pada siswi kelas XII di SMA Negeri 2 Tuban. Studi ini mengadopsi pendekatan potong lintang dengan analisis korelasi. Dari 183 siswi yang terdaftar, 126 dipilih berlandaskan kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku SADARI menjadi variabel terikat, sedangkan pengetahuan dianggap sebagai variabel bebas. Data diperoleh dari angket kuesioner dan ditinjau menggunakan uji peringkat spearman. Hasil penelitian diketahui hampir seluruh siswi memiliki pengetahuan kategori baik, dan sebagian besar menerapkan perilaku SADARI kategori cukup. Dari uji peringkat spearman dihasilkan nilai p=0,248, yang menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku SADARI pada siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Tuban. Perilaku tidak hanya terpengaruh oleh pengetahuan. Berbagai aspek lain termasuk usia, latar belakang, asal informasi, pekerjaan, dan pengalaman juga berperan. Remaja sedang dalam proses belajar mencerna dan memahami informasi, sehingga penting untuk menyediakan pendidikan yang berkesinambungan. Dengan demikian, program pendidikan kesehatan perlu ditingkatkan supaya remaja tidak hanya mengetahui, tetapi juga sanggup melaksanakannya secara koncensional dan teratur.
Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Yang Dapat Di Kontrol Pada Rukun Nelayan Di Desa Palang Shafira Salsa Adinda; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1959

Abstract

Masalah hipertensi di kalangan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, menjadi isu kesehatan yang mendesak untuk ditangani. Tingginya angka prevalensi hipertensi di kelompok ini menimbulkan kekhawatiran karena dampaknya yang serius terhadap kualitas hidup dan produktivitas nelayan. Di Desa Palang, nelayan menghadapi berbagai faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti konsumsi makanan tinggi natrium, kebiasaan minum alkohol, tingkat stres yang tinggi, serta kurangnya aktivitas fisik, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kejadian hipertensi. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban menunjukkan tren peningkatan jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Palang selama dua tahun terakhir. Pada tahun 2022 tercatat 11.461 penderita, dan angka ini naik menjadi 11.512 pada tahun 2023. Kenaikan ini menandakan perlunya perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di wilayah tersebut, terutama di kalangan nelayan yang rentan terhadap faktor risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik korelasi dengan desain cross-sectional untuk mengkaji hubungan antara faktor risiko yang dapat dikendalikan dengan kejadian hipertensi pada anggota Rukun Nelayan di Desa Palang. Sampel sebanyak 80 nelayan dipilih melalui teknik stratified purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, pengukuran tekanan darah, dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas responden berusia 20–35 tahun, dengan hampir separuh memiliki riwayat keluarga hipertensi, dan sebagian besar mengalami hipertensi. Faktor risiko utama yang ditemukan meliputi pola konsumsi makanan tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, tingkat stres tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara pola makan dan kejadian hipertensi. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi kesehatan, perubahan gaya hidup, dan pengelolaan stres untuk menurunkan prevalensi hipertensi di komunitas nelayan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor risiko lain serta mengembangkan program intervensi berbasis komunitas.
Aktivitas Fisik Dan Kejadian Hipertensi Pada Nelayan Di Desa Palang Kecamatan Palang Muflihatul Maisah; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1963

Abstract

Salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia adalah hipertensi, terutama di kalangan pekerja keras seperti nelayan. Melakukan aktivitas fisik yang berat secara berulang tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan stres fisiologis, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Nelayan merupakan populasi berisiko tinggi terkena hipertensi karena pekerjaan mereka mengharuskan aktivitas fisik intensif dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi prevalensi hipertensi dan aktivitas fisik di kalangan nelayan di Desa Palang, Kabupaten Palang. Analisis potong lintang dan desain deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan purposive sampling, 80 nelayan dipilih dari 100 nelayan di Desa Palang yang merupakan populasi. Aktivitas fisik dan prevalensi hipertensi merupakan variabel penelitian. Pembacaan tekanan darah dan kuesioner aktivitas fisik Baecke digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dilakukan analisis univariat. Semua nelayan (100%) berpartisipasi dalam latihan fisik yang berat, menurut data tersebut. Dari nelayan tersebut, 45% tidak menderita hipertensi dan 55% menderita hipertensi. Berdasarkan hal tersebut, mayoritas nelayan sebagian besar dengan aktivitas fisik berat cenderung mengalami peningkatan tekanan darah, aktivitas fisik berat yang dilakukan secara berulang, monoton, dan tanpa pemulihan yang memadai menjadi faktor risiko utama terjadinya hipertensi pada nelayan. Faktor pendukung lain seperti berat badan, kurang istirahat, kebiasaan merokok, dan konsumsi kopi berlebihan turut memperburuk kondisi. Diperlukan edukasi kesehatan, pengaturan beban kerja, serta pemeriksaan tekanan darah secara rutin untuk menurunkan risiko hipertensi pada nelayan.
Pengetahuan Dan Sikap Pasien Diabetes Melitus Tentang Pencegahan Komplikasi Tuberculosis Paru Mamluatun Ni’mah; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan imunitas pada pasien Diabetes Melitus dapat meningkatkan resiko infeksi Tuberculosis Paru. Berdasarkan hal tersebut maka perlu penatalaksanaan seperti diet DM, aktivitas fisik dan olahraga, serta farmakologi agar tidak menimbulkan komplikasi. Dari catatan puskesmas Wire tahun 2023 terdapat 4 dari 654 penderita Diabetes Melitus yang memiliki komplikasi Tuberculosi Paru. Hasil survey awal yang dilakukan pada tanggal 2 Mei 2024 dari 10 pasien Diabetes Melitus 6 diantaranya tidak mengetahui komplikasi Tuberculosis Paru pada pasien Diabetes Melitus. Tujuan penelitian mengetahui pengetahuan dan sikap pada pasien Diabetes Melitus tentang pencegahan komplikasi Tuberculosis Paru di Puskesmas Wire. Desain pada penelitian ini deskriptif. Populasi penelitian adalah jumlah rata – rata tiap bulan pasien DM di Puskesmas Wire yang berjumlah 55 orang. Besar sampel 55 pasien menggunakan teknik Total Sampling. Pengambilan data dengan kuesioner dan analisis deskriptif dengan table frekuensi. Hasil penelitian didapatkan pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Wire hampir sebagian memiliki pengetahuan tentang pencegahan komplikasi Tuberculosis Paru kurang (49,1%), sedangkan sebagian besar masih memiliki sikap negatif (58,2%). Hal ini menunjukan bahwa kebanyakan pasien Diabetes Melitus belum mengetahui tentang komplikasi Tuberculosis Paru. Diharapkan pasien membaca dan memahami mengenai komplikasi – komplikasi yang dapat terjadi pada pasien Diabetes Melitus, salah satunya yaitu Tuberculosis Paru serta di beri penyuluhan informasi yang benar untuk pengetahuan sehingga terjadi perubahan sikap yang positif, informasi bisa di dapatkan melalui media masa agar menambah pengetahuan mengenai dampak, pencegahan, dan komplikasi apa saja yang dapat terjadi pada pasien Diabetes Melitus.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban Haura Ilma Nafi’a; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium laprae. Penyakit Kusta menyerang saraf tepi/perifer, kemudian kulit, dan juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti mata, mukosa saluran nafas, otot, tulang dan terkadang testis. Penyakit kusta selain mengganggu Kesehatan dapat juga mengganggu kesejahteraan penderita dikarenakan stigma Masyarakat yang buruk terhadap penyakit kusta. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung”. Desain penelitian yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di RW 2 dan RW 6 Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban dengan sejumlah 240 KK. Dengan Teknik Sampling sejumlah 150 KK. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan masyarakat di Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung terbanyak memiliki Tingkat pengetahuan cukup yaitu 74 orang (49%) dan hanya sebagian kecil yang berpengetahuan kurang yaitu 25 orang (17%). Pengetahuan mengenai penyakit kusta harus dimiliki dengan baik oleh masyarakat karena pengetahuan tersebut sangat bermanfaat untuk sikap positif masyarakat kepada penderita kusta. karena dengan adanya pandangan positif masyarakat, penderita kusta tidak perlu takut akan dijauhi oleh masyarakat dan bisa menjalani pengobatan secara maksimal.
Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Sumurgung Palang Vera Feriska A; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna P; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penderita penyakit kronik seperti TBC dengan pengobatan yang lama memungkinkan mengalami depresi. Salah satu penyebab terjadinya depresi pada penderita TB karena banyaknya konsumsi obat setiap hari, terapi dalam waktu lama dan kompleks, menimbulkan gejala depresi yang merupakan suatu gangguan mental pada penderita TBC. Tujuan penelitian ini untuk megetahui hubungan lama pengobatan TB paru dengan gangguan mental emosional (GME) pada pasien TB paru di Puskesmas Sumurgung Palang. Desain penelitian analitik korelational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB paru yang menjalani pengobatan TB di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung sejumlah 30 pasien. Teknik sampling penelitian menggunakan nonprobability sampling. Sampel penelitian adalah seluruh pasien TB paru yang menjalani pengobatan sejumlah 30 pasien.Variabel independen dalam penelitian ini adalah Lama pengobatan TB Paru sedangkan variabel dependen yaitu Kejadian Gangguan Mental Emosional pada penderita TB Paru yang menjalani pengobatan. Pengambilan data mengguakan kuesioner SRQ-29 diolah dengan metode Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh pasien TB paru di Puskesmas Sumurung menjalankan pengobatan tahap awal dan sebagian besar Pasien TB paru di Puskesmas Sumurung yang menjalankan pengobatan tahap awal mengalami GME. Hasil uji chi-square, didapatkan p-value = 0,009 dengan p < 0,05 sehingga hipotesis diterima, artinya ada hubungan antara Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru. Gangguan Mental emosional pada fase awal pengobatan lebih banyak terjadi, hal ini dikarenakan pada fase lanjutan pengobatan pasien TB Paru sudah mulai adaptif dan bisa mengkopping gangguan emosional dan stress dalam masa pengobatan lanjutan mencoba penerima apa yang sedang dijalani.
Hubungan Pengetahuan HIV/Aids Dengan Stigma Remaja Terhadap Odha Di MAN 1 Tuban Muhammad Fredy Hardiansyah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma terhadap ODHA adalah sikap yang tidak adil. Stigma dan diskriminasi memiliki dampak pada kesehatan, dalam kehidupan dan kesejahteraan orang yang hidup dengan penyakit HIV atau berisiko HIV, terutama populasi kunci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Tuban dengan populasi seluruh siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 349 Siswa, dan di dapatkan sample dari sebagian siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 186 Responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dan variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen pengetahuan HIV/AIDS dan variabel dependen stigma remaja terhadap ODHA. Instrumen penelitian kuesioner pengetahuan dan stigma. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan HIV/AIDS tinggi dan sebagian besar siswa memiliki stigma positif terhadap ODHA. Hasil uji chi square didapatkan p-value = 0,004 ada hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Pengetahuan di lingkungan remaja sangat berkaitan erat dengan bagaimana remaja tersebut menentukan sikap kepada orang lain, terutama pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS agar dapat bisa bersikap benar dan bijak kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) karena jika remaja yang sudah memiliki pengetahuan yang tinggi terhadap HIV/AIDS terutama gejala dan cara penularannya pasti tidak akan menjauhi dan memiliki stigma negatif terhadap ODHA.
Co-Authors 1Titin Nur Indah Sari Adi Prayoga, Adi agustin, sefentina Alza, Yessi Amalia Mutiara Fadhila Ambo Dalle Apriliana, Wulan Ayu Firnanda, Devi Azuwin, Putri Riza Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Christi Sanjaya, Ade Clara Felicia Regina Fortunata Davis Khoirul Akmal Devi Nilna Muna Dharmawan, Rio Lucky Dina Palayukan Singkali Dwi Lestari Eko Saputro, Ervanda Fioriantika, Barena Andyana Fitria, Vila Ana Friska Tifani Yunanda Haura Ilma Nafi’a Heru Santoso Wahito Nugroho Hidayah, Arinal Hindaryani, Nurul ilyas - ibrahim Isa Zaqi, Faiz Jerry Rian Ardiansyah Juliana Christyaningsih Kema Azzahra KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Koekoeh Hardjito Krisnawati, Ririn Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Larissa Eka Afianti Laura Azhira Ladya Sheril Lellu, Amos Lestaluhu, Kasman Lumansik, Silvana Maharani Lutfatul Khoiriyah Lutfiya Dwinanda Mamluatun Ni’mah Meylia Ilma Muta’adiyah Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Kamalul Kahfi muhammad saleh Nabila Nur Cahyani Nadilla Shofiatul Ummah Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo Nirwana Prapti, Tri Nur Wahyu Noviatul Nurjanah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Farisa, Lutfi Ervita Nurarifah Nurarifah Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Puspita Aliffia Puspita, Devi Andra Puspitadewi, Teresia Retna Putri Sekar Wangi Retna , Teresia Retna P, Teresia Retna P., Teresia Retna P.D, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Retno Puspitadewi, Teresia Rony A. Latumenasse Rosanti, Yulia ROUDLOTUL JANNAH Roudlotul Jannah Sainuddin Sainuddin Sari, Farah Hanis Dwi Kartika Satria Jesicka Kurnia Dini Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siti Kistimbar Sri Angriani SRI UTAMI Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Su’udi Su’udi, Su’udi Tafara Lakhsita Grisella Teresia Retna Teresia Retna Teresia Retna P Teresia Retna PD Teresia Retna Puspita Dewi Titik Sumiatin Tri Ningsih, Wahyu Ummah, Nadilla Shofiatul Ummah1Teresia Retna Puspitadewi Utami Utami Vega, Afina Dela Vera Feriska A Vincentius Supriyono vivin Nor Zahro Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wardhani, Salsabiela Bunga Yanita, Happy April Yenti Fitri, Yenti Zahra Aulia Sari Zahra, Jiesa Zayyina