Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Causing the Risk of Diabetes Mellitus in Pregnant Women at The Semanding Community Health Center Khusnul Maisaroh; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Titik Sumiatin
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rasio kematian ibu secara global mengalami penurunan, meskipun begitu hal tersebut belum mencapai angka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Kasus kematian ibu di dunia disebabkan oleh komplikasi selama dan setelah kehamilan dan persalinan, salah satunya diabetes mellitus gestasional. Diabetes mellitus gestasional masih sering terjadi pada ibu hamil karena adanya faktor risiko tertentu yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor penyebab risiko diabetes mellitus pada ibu hamil di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan populasi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan periode Januari hingga Maret 2024 sejumlah 60 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner faktor penyebab risiko dan kejadian diabetes mellitus gestasional. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya ibu hamil berisiko mengalami diabetes mellitus gestasional dengan faktor penyebab risiko yaitu sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat abortus spontan berulang, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat melahirkan bayi besar, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat melahirkan bayi mati yang tidak diketahui penyebabnya dengan jelas, sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat preeklampsi dan eklampsi, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat polihidramnion saat hamil, sebagian kecil ibu hamil berusia di atas 30 tahun, sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat diabetes mellitus ibu hamil atau keluarga, sebagian kecil ibu hamil mengalami kelebihan berat badan, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat infeksi saluran kemih berulang selama hamil, sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat hipertensi, dan sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat berat badan lahir ibu di atas 4000-4500 gram. Kesimpulan : Ibu hamil dengan diabetes mellitus hampir tidak pernah mengalami keluhan yang jelas, sehingga penting untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan awal pada ibu hamil bisa meningkatkan kesejahteraan ibu selama dan sesudah kehamilan.
Family Support and Diet Compliance for Elderly Hypertension at Prolanis Semanding Tuban Health Center Shovia Mei Sanggar Wati; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is currently experiencing a double burden of disease, namely infectious and non-communicable diseases. One of the non-communicable diseases that is currently a priority in global health is hypertension, which is known as the silent killer disease. Success in controlling hypertension is greatly influenced by patient compliance in following a hypertension diet. Objective : The aim of this research is to determine the description of family support and diet compliance for elderly hypertension at PROLANIS Semanding Tuban Health Center. Method : The research design used descriptive research with a population of 40 elderly people who were hypertensive and actively participating in PROLANIS. The sampling technique used was total sampling. The research instrument used a family support and diet compliance questionnaire. Results : Based on the research results show that the majority of hypertensive elderly who actively participate in PROLANIS activities receive good support and most are in the fairly compliant category. Most of the elderly with good family support had fairly compliant diet compliance and the majority of elderly with poor family support have non-compliant diet compliance Discussion : Family support is very important to give to elderly people who experience hypertension. Having support for the elderly can lead to inner peace and happy fealings in the elderly. Apart from that, support has an impacton making it easier for elderly people o follow a hypertension diet, because this diet is a control method that does not cause side effects and is natural.
Quality of Life of Chronic Kidney Failure Patients Treated at Dr. R. Koesma Tuban Nadilla Shofiatul Ummah; Ummah1Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugrahaeni
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Chronic kidney failure (CKD) is a significant health problem throughout the world. The quality of life of a chronic kidney failure patient can decrease due to experiencing obstacles in carrying out activities. As a result, chronic kidney failure patients will withdraw from their environment and activities. Objective: The aim of this study is to describe the quality of life of chronic kidney failure patients treated at RSUD dr. R. Koesma Tuban. Method: Descriptive research design with a cross-sectional approach. The study population was patients with chronic kidney failure at RSUD dr. R. Koesma Tuban numbered 31 people, with a sample size of 31 people. The sampling technique used was total sampling. Research variables for quality of life in chronic kidney failure patients. Data was collected using a questionnaire and descriptive data analysis was carried out using frequency and percentage distribution tables. Results: The results of the study showed that all Chronic Kidney Failure patients treated at RSUD dr. R. Koesma Tuban, most (51.6%) aged 46-55 years, most (51.6%) male, almost half (35.40%), high school education level, most (61, 2%) do not work and the majority (58%) suffer <1 year. So chronic kidney failure patients have a very good quality of life. Almost all physical health domains are very good (80.6%), psychological health is mostly good (61.2%), social relationships are mostly good (61.2%), and relationships with the environment are mostly good (61.2% ). Conclusion: Efforts to improve patient quality of life by providing various interventions including education, prevention, early detection and appropriate management. Among other things, by providing appropriate education, providing comprehensive support, ensuring access to necessary care, health workers play an important role in reducing the incidence of CKD.
Kualitas Gizi Makanan Keluarga dan Resiko Anemia pada Remaja Putri Di SMAN 5 Tuban Sekar Difa Ahwal Respati; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Su’udi
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dimana tubuh kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan. Namun pada faktanya angka kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas gizi makanan keluarga dan resiko anemia pada remaja putri Di SMAN 5 Tuban. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas XI Di SMAN 5 Tuban berjumlah 167 siswi dengan sampel 118 siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Variabel penelitian yaitu kualtias gizi makanan keluarga dan resiko anemia pada remaja putri. Cara pengambilan data dengan kuesioner google formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar remaja putri di SMAN 5 Tuban memiliki kualitas gizi baik tidak beresiko anemia dengan jumlah 60 siswi (59,4%). Hal ini terjadi karena banyak remaja putri yang mengkonsumsi makanan dengan baik dan mendapatkan kualitas gizi makanan keluarga dengan optimal. Bagi remaja putri agar tetap memperhatikan kualitas gizi makanan dan asupan nutrisi sebagaimana pada masa remaja putri asupan nutrisi harus lebih dikarenakan remaja putri akan mengalami haid pada satu bulan sekali. Dan jangan lupa untuk selalu minum Tablet Tambah Darah(TTD) dengan dosis yang tepat yaitu 1 kali sehari selama haid dan di sertai dengan mengkonsumsi buah-buahan sebagai upaya dalam pencegahan resiko anemia.
Perilaku Makan Remaja Putri dan Kejadian Anemia Di MTS Hidayatush Shubyan Cendoro Kec. Palang Meylia Ilma Muta’adiyah; Teresia Retna P; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja putri dan Wanita usia subur dikatakan anemia jika kadar hemogoblin <12 gram/dL. Program pemerintah Kesehatan dengan pemberian TTD akan tetapi masih ditemukan anemia di puskesmas sumurgung dikarenakan kurangnya kebutuhan zat besi. Faktor penyebabnya dikarenakan tingginya kebutuhan zat gizi termasuk zat besi pada masa pertumbuhan, banyaknya kehilangan darah saat siklus menstruasi, remaja putri melakukan diet ketat, mengonsumsi makanan nabati sehingga kebutuhan zat besi tidak terpenuhi dan asupan gizinya tidak seimbang. Tujuan penelitiannya untuk mengetahui gambaran perilaku makan remaja putri dan kejadian anemia Di MTS Hidayatush Shibyan Cendoro Kec. Palang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional, Populasinya seluruh siswi kelas 7 Di MTS Hidayatush Shibyan Cendoro yang berjumlah 71 Siswi, sampel sebesar 71 siswi, Tehnik sampling yang digunakan total sampling. Variabel penelitian yaitu Perilaku Makan Remaja Putri Dan Kejadian Anemia, instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisa secara deskriptif ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekwensi. Hasil Penelitian hampir setengahnnya (39%) remaja putri memiliki perilaku makan kurang, sebagian besar (50.7%) remaja putri anemia, seluruhnya perilaku makan remaja putri yang baik tidak beresiko anemia (100%) dan hampir seluruhnya perilaku makan remaja putri yang kurang berisiko anemia (85,7%). Perilaku makan dapat mempengaruhi keadaan gizi, karena kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi asupan gizi yang akan mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat Anemia yang terjadi pada remaja putri sebagian besar disebabkan oleh kurangnya zat besi akibat pola makan yang kurang baik, di perlukan adanya dukungan baik dari keluarga, lingkungan sekitar, diri sendiri agar kebutuhan gizi dan perilaku makan pada remaja putri sesuai kebutuhannya.
Factors Causing the Risk of Diabetes Mellitus in Pregnant Women at The Semanding Community Health Center Khusnul Maisaroh; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Titik Sumiatin
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction : The global maternal mortality ratio has decreased, however this has not yet reached the Sustainable Development Goals (SDG’s) figures. Cases of maternal death in the world are caused by complications during and after pregnancy and childbirth, one of which is gestasional diabetes mellitus. Gestasional diabetes mellitus still often occurs in pregnant women because of certain risk factors that can increase the risk of this condition occuring. Purpose : The aim of this study is to describe the risk factors for diabetes mellitus in pregnant women at The Semanding Community Health Center, Tuban Regency. Method : The research design used descriptive research with a population of 60 pregnant women undergoing examinations from January to March 2024. The sampling technique used is simple random sampling. The research instrument used a questionnaire on risk factors and the incidence of gestasional diabetes mellitus. Results : The results of the study show that almost all pregnant women are at risk of developing gestasional diabetes mellitus with risk factors being that a small number of pregnant women have a history of repeated spontaneous abortions, none of the pregnant women have a history of giving birth to large babies, none of the pregnant women have a history of giving birth to still babies who are not pregnant the cause is clearly known, a small number of pregnant women have a history of pre-eclampsia and eclampsia, none of the pregnant women have a history of polyhydramnios during pregnancy, a small number of pregnant women are over 30 years old, some pregnant women have a history of maternal or family diabetes mellitus, a small number of pregnant women were overweight, none of the pregnant women had a history of recurrent urinary tract infections during pregnancy, a small number of pregnant women had a history of hypertension, and a small number of pregnant women had a history of maternal birth weight above 4000-4500 grams. Discussion : Pregnant women with diabetes mellitus almost never experience clear complaints, so it is important to be examined. Early examination of pregnant women can improve maternal well-being during and after pregnancy.
Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini di SMA Negeri 1 Rengel Vega, Afina Dela; Su’udi, Su’udi; Sumiatin, Titik; Wahyurianto, Yasin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14441

Abstract

Menurut BKKBN batas usia menikah untuk perempuan yaitu berusia 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun. Faktanya di Indonesia masih terdapat warga yang melakukan pernikahan dibawah umur yang telah di tentukan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini di SMA Negeri 1 Rengel. Desain penelitian ini adalah deskriptif, Populasi penelitian adalah seluruh Siswi di SMA Negeri 1 Rengel yang berjumlah 507 siswi. Besar sampel penelitian adalah 224 siswi, penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner google formulir. Hasil Penelitian didapatkan Hampir Seluruh remaja putri (87%) pengetahuan tentang dampak pernikahan dini di SMA Negeri 1 Rengel dalam tingkatan pengetahuan baik. Apabila siswi banyak belajar dan memperoleh pengetahuan yang baik dan benar terutama tentang pernikahan dini, maka siswi dapat memilih informasi yang tepat, memahami dan mengerti tentang dampak pernikahan dini pada remaja.
Gambaran Tingkat Kecemasan Odha Dalam Menghadapi Stigma Negatif Di Poli Edelweis RSUD DR. R Koesma Tuban Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah; Wahyurianto, Yasin; Retna, Teresia; Tri Ningsih, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15709

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit global yang sangat mematikan, dan mendapat perhatian khusus dunia kesehatan, termasuk di Indonesia. Angka kematian yang tinggi akibat ODHA sering disebabkan karena adanya permasalahan ODHA yang sangat kompleks, sehingga ODHA seringkali mendapat stigma buruk dari masyarakat. Stigma negatif terkait HIV dikaitkan dengan tekanan psikologis yang besar, termasuk kecemasan, depresi dan pengaruh negatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan ODHA menghadapi stigma negatif di poli Edelweis RSUD dr.R Koesma Tuban. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan ODHA yang melakukan pengobatan di klinik poli Edelweis RSUD dr. R Koesma Tuban yang berjumlah 227 pasien dengan besar sampel 138 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling jenis Purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian didapatkan hampir setengahnya ODHA berumur 26-45 Tahun (34%) memiliki kecemasan tingkat berat, hampir setengah ODHA perempuan (37,5%) memiliki kecemasan tingkat berat, setengah ODHA berpendidikan PT (50%) memiliki kecemasan tingkat berat, hampir setengah ODHA (36,2%) bekerja, hampir setengah ODHA (35,7%) lama menderita 6-10 Tahun. Pentingnya bagi poli Edelweis RSUD dr. R Koesma Tuban yaitu meningkatkan progam KDS (kelompok dukungan sebaya) dengan adanya KDS (kelompok dukungan sebaya) diharapkan dapat mengembangkan sikap peduli terhadap ODHA.
Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa DI SDN Sumurgung II Prayoga, Adi; Sumiatin, Titik; Su’udi, Su’udi; Wahyurianto, Yasin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15922

Abstract

Masalah gigi berlubang adalah masalah yang sering diungkapkan oleh anak-anak dan dewasa karena dapat membawa dampak buruk seperti rasa sakit, gangguan makan, serta risiko rawat inap dan biaya pengobatan yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan siswa SDN Sumurgung II tentang kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas 3, 4, dan 5 di SDN Sumurgung II dengan sampel sebanyak 81 siswa yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan gigi dan mulut, terutama siswa perempuan pada usia 12 tahun. Namun, pengetahuan saja tidak cukup, perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut juga memiliki peran penting, seperti memilih makanan yang sehat, rutin menyikat gigi 3 kali sehari. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut, sebaiknya sekolah melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut minimal 6 bulan sekali dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas.
Gambaran Pengetahuan Dan Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 4 Tuban Nurvita, Dwi; Wahyurianto, Yasin; Retna, Teresia; Sumiatin, Titik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15957

Abstract

Anemia termasuk dalam program Sustained Development Goals (SDGs) ke-2 dan ke-3 dalam rangka meminmalkan seluruh bentuk kurangnya gizi dan dan menjamin kesehatan dalam hidup bagi seluruh kelompok usia pada 2030. Pada faktanya angka kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi. . Tujuan penelitian ini ialah memberi gambaran tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan anemia pada remaja putri Di SMA Negeri 4 Tuban. Peneliti menerapkan desain penelitian berupa deskriptif dan pendekatannya berupa cross-sectional. Adapun populasinya ialah semua remaja putri kelas XI Di SMA Negeri 4 Tuban sejumlah 130 siswi dengan sampel 98 siswi. Kemudian, untuk teknik samplingnya ialah Simple Random Sampling. Variabel penelitian yaitu pengetahuan pencegahan anemia dan upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Cara pengambilan data dengan kuesioner google formulir. Temuan yang dihasilkan di antaranya mayoritas remaja putri (74,5%), kelas XI Di SMA Negeri 4 Tuban berusia 17 tahun mayoritas remaja putri (69,4%) memiliki pengetahuan baik, mayoritas remaja putri (59,2%) memiliki perilaku positif, dan mayoritas remaja putri (63,2%) dengan pengetahuan baik mempunyai perilaku poitif. Namun, masih ditemukan hampir setengah remaja putri (36,8%) dengan pengetahuan baik memiliki perilaku negatif dalam pencegahan anemia. Hal ini terjadi karena banyak remaja putri yang mengetahui pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) namun masih kurang kesadaran untuk mengkonsumsinya. Remaja putri dapat meningkatkan kesadaran untuk mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) sebagai upaya dalam pencegahan anemia.
Co-Authors 1Titin Nur Indah Sari Adi Prayoga, Adi agustin, sefentina Alza, Yessi Amalia Mutiara Fadhila Ambo Dalle Apriliana, Wulan Ayu Firnanda, Devi Azuwin, Putri Riza Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Christi Sanjaya, Ade Clara Felicia Regina Fortunata Devi Nilna Muna Dharmawan, Rio Lucky Dina Palayukan Singkali Dwi Lestari Eko Saputro, Ervanda Fioriantika, Barena Andyana Fitria, Vila Ana Friska Tifani Yunanda Haura Ilma Nafi’a Heru Santoso Wahito Nugroho Hidayah, Arinal ilyas - ibrahim Isa Zaqi, Faiz Jerry Rian Ardiansyah Kema Azzahra KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Koekoeh Hardjito Krisnawati, Ririn Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Larissa Eka Afianti Laura Azhira Ladya Sheril Lellu, Amos Lestaluhu, Kasman Lumansik, Silvana Maharani Lutfatul Khoiriyah Lutfiya Dwinanda Mamluatun Ni’mah Meylia Ilma Muta’adiyah Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Kamalul Kahfi muhammad saleh Nabila Nur Cahyani Nadilla Shofiatul Ummah Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo Nirwana Prapti, Tri Nur Wahyu Noviatul Nurjanah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Farisa, Lutfi Ervita Nurarifah Nurarifah Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Puspita Aliffia Puspita, Devi Andra Puspitadewi, Teresia Retna Putri Sekar Wangi Retna , Teresia Retna P, Teresia Retna P., Teresia Retna P.D, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Retno Puspitadewi, Teresia Rony A. Latumenasse Rosanti, Yulia Roudlotul Jannah ROUDLOTUL JANNAH Sainuddin Sainuddin Sari, Farah Hanis Dwi Kartika Satria Jesicka Kurnia Dini Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siti Kistimbar Sri Angriani SRI UTAMI Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Su’udi Su’udi, Su’udi Tafara Lakhsita Grisella Teresia Retna Teresia Retna Teresia Retna P Teresia Retna PD Teresia Retna Puspita Dewi Titik Sumiatin Tri Ningsih, Wahyu Ummah, Nadilla Shofiatul Ummah1Teresia Retna Puspitadewi Utami Utami Vega, Afina Dela Vera Feriska A Vincentius Supriyono vivin Nor Zahro Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wardhani, Salsabiela Bunga Yanita, Happy April Yenti Fitri, Yenti Zahra Aulia Sari Zahra, Jiesa Zayyina