Claim Missing Document
Check
Articles

Alat Kendali Kelembaban pada Budidaya Jamur Tiram di Pondok Pesantren Darussalam Denda Dewatama; Mila Fauziyah; Bambang Priyadi; Herman Hariyadi; Achmad Komarudin; Supriatna Adhisuwignjo
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i2.147

Abstract

Yayasan Pendidikan Islam (YAPSI) Darussalam merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menaugi Pondok Pesantren (PP) Darussalam yang berasa di desa Jatiguwi Kecamatan Sumber Puncung Kabupaten Malang. PP Darussalam merupakan pondok pesantren yang menaungi santri usia sekolah yang berasal dari keluarga prasejahtera mulai dari tingkat SD-SMP. Selain fokus pada pendidikan sekolah formal santri pada PP Darussalam juga dibekali dengan pelajaran keagamaan Islam dan kewirausahaan untuk membekali dan membantu perekonomian para santri. Salah satu bidang kewirausahaan yang dikembangkan untuk ketahanan ekonomi santri adalah usaha dibidang pembudidayaan jamur tiram. PP Darussalam mempunyai kumbung jamur seluas 4m x 4m dengan kapasitas 500 baglog, dengan hasil 2kg/hari. Hal ini bisa dibilang tingkat keberhasilannya kecil karena seharusnya bisa mendapatkan 4-6kg/hari, selain itu kapasitas masih bisa ditingkatkan sampai dengan 1000 baglog. Hasil analisa dari tim pelaksana PKM dan pihak pesantren menyebutkan kegagalan dalam budidaya jamur tiram disebabkan karena perawatan kumbung jamur tidak maksimal karena semua dilakukan secara manual.Oleh karena itu dibutuhkan alat otomasi kendali kelembaban pada budidaya jamur tiram. Alat yang dibuat mempunyai empat (4) mode yaitu:1 mode full otomatis dan 3 mode semi otomatis. Mode-mode yang dibuat agar alat dapat bekerja sesuai dengan perubahan kondisi lingkungan yang berbeda. Selain menghibahkan alat, pelaksanaan PKM ini juga memberikan pelatihan kepada pengelola pondok berupa pelatihan pengoperasian dan perawatan sederhana alat yang dihibahkan.
KENDALI DC-DC CONVERTER PADA PORTABLE PICO-HYDRO MENGGUNAKAN PID KONTROLLER Denda Dewatama; Mila Fauziah; Hari Kurnia Safitri
JURNAL ELTEK Vol 16 No 2 (2018): ELTEK Vol 16 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.819 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v16i2.103

Abstract

Kebutuhan akan energi fosil semakin lama semakin meningkat danmengakibatkan cadangan energi fosil semakin menipis. Sehinggadibutuhkan energi alternatif yang diharapkan dapat mengurangikonsumsi energi fosil. Sedangkan sumber daya air di Indonesia sangatmelimpah. Oleh karena itu, pembangkit Listrik Pikohidro (PLTPH)merupakan sumber energi listrik alternatif. Umumnya PLTPHmenggunakan kontruksi sipil yang permanen serta bobot yang beratsehingga membutuhkan biaya yang tinggi dan lahan yang luas.Sedangkan tidak semua potensi air dapat digunakan untuk konstruksiPLTPH permanen dan lagi kadangkala dibutuhkan sumber energyalternative yang mudah untuk dipindahkan. Berdasarkan permasalahandi atas di butuhkan PLTPH portable. PLTPH portable terdiri darigenerator, rangkaian boost converter dan mikrokontroler digunakanuntuk melakukan pengisian aki. Agar memperoleh hasil keluaran boostconverter yang stabil maka dilakukan pengontrolan penyulutan boostconverter dengan kontrol PID. Rangkaian boost converter di desainuntuk masukan tegangan 2,5V sampai 4,5V dengan keluaran 7,6V.Digunakan kontrol PID pada boost converter dengan nilai Kp = 1, Ki =0,05, dan Kd = 0,2 menghasilkan respon sistem : rise time (tr) = 0,13,settling time (ts) = 0,22, maksimum over shoot (%OS) = 1,053%, errorsteady state (ess) = 1.
KLASIFIKASI WARNA DAUN GUNA OPTIMASI PEMUPUKAN NITROGEN/UREA PADA TANAMAN PADI Hari Kurnia S; Denda Dewatama; Beauty Anggraheny I
JURNAL ELTEK Vol 15 No 2 (2017): ELTEK Vol 15 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.628 KB)

Abstract

Pemupukan tanaman padi dengan takaran yang tidak tepat dapat menyebabkan kualitas padi tidak maksimal, bahkan akan terjadi kematian pada tanaman padi. Petani cenderung memberikan jumlah pupuk yang berlebih untuk mendapatkan hasil yang berkualitas, padahal hal tersebut justru akan menyebabkan penurunan produkasi padi , tanaman akan peka terhadap penyakit dan mudah rebah, serta dapat mengganggu kesehatan lingkungan, dan juga petani akan merugi.Pada penelitian ini dikembangkan BWD (Bagan Warna Daun) digital yang dibuat berdasarkan BWD konvensional, dimana klasifikasi warna telah diatur/ ditentukan oleh BWD konvensional. Sampel warna daun yang diujikan diukur dengan BWD digital kemudian diproses dengan metode Eucledian Distance dan hasil pengujian menujukkan nilai yang merujuk pada klasifikasi yang sudah ditentukan sebelumnya, sehingga BWD digital akan memberikan rekomendasi jumlah pupuk yang harus diberikan pada tanaman padi tersebut.Pengujian dilakukan pada dua area yang berbeda dengan luas yang berbeda, serta fase tanaman padi yang berbeda pula, dengan target hasil yang diinginkan sama. Pada area pertama dengan luas 817 m2, fase padi adalah fase anakan aktif dan target hasil adalah 5ton. Dengan memasukkan 5 sampel warna daun, didapatkan klasifikasi warna daun yang diujikan berkumpul pada skala 2 dengan jumlah rekomendasi pupuk urea 6,13kg. Pada area kedua dengan luas 900m2, dase padi primodial (bunting) dan target hasil 5 ton. Dengan memasukkan 5 sampel warna daun, didapatkan klasifikasi warna yang diujikan berkumpul pada skala 3 dengan rekomendasi berat pupuk 5,58kg.
Rancang bangun inverter 12v-dc ke 220v-ac 500 watt sebagai media praktikum mahasiswa Mohammad Luqman; Herwandi Herwandi; Denda Dewatama
JURNAL ELTEK Vol 18 No 2 (2020): ELTEK Vol 18 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.808 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v18i2.245

Abstract

Penelitian ini bermula dari banyaknya mahasiswa pada program studi teknik Elektronika yang membuat inverter dalam tugas akhir/ skripsi mereka. Berdasarkan informasi dan pengamatan yang ada di tengarai mayoritas alat tidak berhasil dengan baik. Pada penelitian ini dibuat inverter dengan menggunakan 4 macam modul kontrol dan rangkaian switching transistor yang berbeda. Parameter yang di amati adalah bentuk gelombang dan level tegangan sinyal luaran . Hasil yang didapat pada penelitian ini, umumnya modul kontrol inverter yang ada di pasaran menggunakan IC CD-4047-BE dengan hasil luaran berupa gelombang kotak, dan IC ATMEGA 8-16PU dari ATMEL dengan hasil berupa gelombang sinusoida tidak sempurna (75%). Untuk modul kontroller EGS-900 yang menggunakan EGS-002 sebagai kontrol utama memberikan hasil luaran berupa gelombang SPWM dengan masukan berupa tegangan 24V DC, sesudah melewati transformator penaik tegangan hasilnya berupa gelombang sinusoida murni dengan tegangan sekitar 220V dengan frekuensi 50 Hz This research stems from the large number of students in the Electronics engineering study program who make inverters in their final project / thesis. Based on the information and observations available, the majority of the tools did not work properly. In this research, an inverter is made using 4 kinds of control modules and different transistor switching circuits. The parameters observed were the waveform and voltage level from the output signal. The results obtained in this study, generally inverter control modules on the market use IC CD-4047-BE with the output in the form of a square wave, and IC ATMEGA 8-16PU from ATMEL with the result in the form of imperfect sinusoid waves (75%). For the EGS-900 controller module, which uses EGS-002 as the main control, it gives an output in the form of an SPWM wave with an input in the form of 24V DC voltage, after passing through the step-up transformer the result is a pure sine wave with a voltage of about 220V with a frequency of 50 Hz.
Pengaturan cahaya pada pertumbuhan bunga krisan potong di dalam prototype greenhouse Mila Fauziyah; Hari Kurnia Safitri; Ari Murtono; Denda Dewatama; Erdin Aulianta
JURNAL ELTEK Vol 19 No 1 (2021): ELTEK Vol 19 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.346 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i1.269

Abstract

Cahaya merupakan faktor lingkungan yang diperlukan untuk mengatur proses fotosistensis khususnya pada bunga krisan potong. Pada fase vegetatif dari bunga krisan potong diperlukan penambahan cahaya di malam hari agar diperoleh bunga krisan potong dengan kualitas yang diharapkan yaitu dengan ketinggian lebih dari 80 cm. Berdasarkan hal tersebut maka dirancang suatu sistem pengaturan intensitas cahaya bunga krisan potong dengan menggunakan metode ON-OFF dan Metode PWM. Untuk metode ON-OFF ini digunakan dengan cara pembacaan cahaya dengan sensor LDR diluar prototype greenhouse untuk mematikan lampu pada siang hari. Sedangkan metode PWM digunakan untuk mengatur gelap dan terang dari lampu pada saat malam hari menggunakan sensor infrared. Didapatkan hasil bunga krisan potong pada fase vegetatif menunjukkan bahwa sistem mampu mempercepat pertumbuhan bunga krisan potong 7 hari lebih cepat dari standard waktu tumbuh 30 hari dan ketinggian bunga bertambah sekitar 7-8 cm perminggunya. Light is an environmental factor needed to regulate the photosistensis process, especially in cut chrysanthemums flower. In the vegetative phase of the cut chrysanthemum, it is necessary to add light at night to obtain cut chrysanthemum flowers with the expected quality, namely with a height of more than 80 cm. Based on this, a system of light intensity control of cut chrysanthemum flowers was designed using the ON-OFF method and the PWM method. The ON-OFF method is used by reading the light with the LDR sensor outside the prototype greenhouse to turn off the lights during the day. While the PWM method is used to adjust the dark and lightness of the lights at night using an infrared sensor. The results of the cut chrysanthemum flower in the vegetative phase showed that the system was able to accelerate the growth of cut chrysanthemum flowers 7 days faster than the standard 30-day growing time and the flower height increased by around 7-8 cm per week.
MPPT using Firefly Algorithm for Cuk Converter in Photovoltaic Denda Dewatama; Siswoko Siswoko; Hari Kurnia Safitri; Oktriza Melfazen
ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Vol. 14 No. 1 April 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/elkha.v14i1.52461

Abstract

High intensity of sunlight in Indonesia (up to 10 hours per day) is a great opportunity to be utilized as renewable energy by absorbing solar energy using solar panels. The absorbed solar energy is channeled into a DC/DC converter circuit with a Cuk converter topology so that it can be used with small current ripples. The Maximum Power Point Tracker (MPPT) method is needed to get optimum power from solar panels. To optimize the MPPT value, its performance is supported by using the Firefly Algorithm (FFA). This study focused on observing changes in FFA parameters, i.e., firefly populations and random parameters to generate optimal power on Cuk converter topology with MPPT method. FFA embedded in microcontrollers has successfully optimized MPPT performance with the best response obtained in the firefly population = 25, absorption coefficient (γ) = 0.5, random value (α) = 0.6, iteration = 10, with an optimal power of 25.7 Watts.
PENGIMPLEMENTASIAN TEGANGAN KELUARAN PANEL SURYA DENGAN TOPOLOGI ZETA KONVERTER MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY Anggita, Eriska; Denda Dewatama; Mila Fauziyah
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 25 No 1 (2023): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v25i1.23307

Abstract

ABSTRACTS : The problem that arises when using solar panels is the unstable output due to the intensity of sunlight received. The greater the intensity of sunlight, the greater the voltage generated. One of the supporters of the application of SCC (Solar Charger Controller) is a dc-dc converter. Zeta converter is a DC-DC converter that can be used to regulate the voltage on solar panels to produce maximum power on solar panels. Therefore, a zeta converter circuit is used which is controlled by a solar charger controller using the fuzzy method. With this fuzzy method, it is expected to produce a stable output (14Volt). Fuzzy logic control with the mamdani method uses 5 error membership functions (NB, NK, Z, PK and PB) and 5 delta error membership functions (dNB, dNK, dZ, dPK and dPB), and 5 membership functions (K, AK, S, AB and B) output in the form of a single tone. The test results found the response signal value of fuzzy logic control, namely for response time (tr) = 2.266 seconds, overshoot = 0%, settling time (ts) = 5.074 seconds, and Error (ess) = 1%, from the parameters that have been applied and the results show that the voltage output value is stable and can run according to the design that has been made ABSTRAK: Permasalahan yang muncul saat menggunakan solar panel adalah output yang tidak stabil akibat intensitas sinar matahari yang diterima. Semakin besar intensitas sinar matahari, semakin besar tegangan yang dihasilkan. Salah satu pendukung penerapan SCC (Solar Charger Controller) adalah konverter dc-dc. Konverter Zeta adalah konverter DC-DC yang dapat digunakan untuk mengatur tegangan pada panel surya untuk menghasilkan daya maksimum pada panel surya. Oleh karena itu digunakan rangkaian zeta converter yang dikendalikan dengan solar charger controller dengan menggunakan metode fuzzy. Dengan metode fuzzy ini diharapkan dapat menghasilkan keluaran yang stabil (14Volt). Kontrol logika fuzzy dengan metode mamdani menggunakan 5 fungsi keanggotaan error(NB, NK, Z, PK dan PB) dan 5 fungsi keanggotaan delta error (dNB, dNK, dZ, dPK dan dPB), serta 5 fungsi keanggotaan (K, AK, S, AB dan B) keluaran berupa single tone. Hasil pengujian ditemukan nilai sinyal respon dari kontrol logika fuzzy yaitu untuk respon time (tr) = 2,266 detik, overshoot = 0 %, settling time (ts) = 5,074 detik, dan Error (ess) = 1%, dari parameter yang telah diterapkan dan menunjukkan hasil bahwa nilai keluran tegangan stabil dan dapat berjalan sesuai perancangan yang telah dibuat.
Pendampingan Pengelolaan Pemandian Sumberingin Melalui Desain Spot Swafoto Adi Candra Kusuma; Mas Nurul Achmadiah; Denda Dewatama; Yulianto Yulianto; Ratna Ika Putri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.160

Abstract

Desa Wringinsongo berada di bagaian barat Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dimana terdapat pemandian air memberikan dampak perekonomian tumbuh untuk warga di sekelilingnya. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung maka diperlukan pengelolaan pemandian yang baik. Maraknya fenomena swafoto (selfie) yang dilakukan wisatawan dengan mengunggah foto-fotonya melalui media sosial, menarik minat wisatawan untuk datang mencari tempat-tempat yang unik untuk berfoto melalui penciptaan sisi yang menarik untuk tampil di Instagram (instagrammable). Dukungan teknologi informasi dan komunikasi khususnya penggunaan smartphone, mempermudah bagi wisatawan mengakses informasi mengenai destinasi wisata baru yang akan dituju. Wisatawan yang memposting foto dirinya di media sosial menjadikan wisata swafoto di Desa Wringin akan semakin popular. Mencermati kondisi yang terjadi pada kawasan wisata di Wringinsongo penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fasilitas spot swafoto sebagai suatu atraksi wisata dan mengkaji pengaruhnya terhadap pengalaman berwisata bagi wisatawan. Kegiatan Tim PPM dengan melakukan (1) Pendampingan pengelolaan Pemandian Sumberingin Melalui Desain Spot Swafoto, (2) Melengkapi sarana dan prasarana untuk desain spot foto Pelatihan membuat desain spot swafoto. Kegiatan Pengabdian tersebut memberikan berdampak terhadap pelayanan fasilitas wisata untuk mengelola wisata dengan Spot Swafoto yang dapat menarik banyak pengguna.
PEMBUATAN SISTEM PENERANGAN SEL SURYA DI PEMANDIAN SUMBERWRINGIN Denda Dewatama; Gillang Al Azhar; Imam Saukani; Subiyantoro Subiyantoro; Herwandi Herwandi; Bambang Priyadi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v10i1.4249

Abstract

Sumberwringin bathhouse is located in Wringin Songo village and is a potential bathhouse to be developed by Wringin Songo village. Wringinsongo Village is located in Tumpang District and is one of the partner villages of Polinema. Wringinsongo Village. There is a lot of potential in Wriginsongo Village, namely the potential for agriculture, plantations, fisheries, livestock, and water resources. The local government of Malang Regency through Wringin Songo Village reads the situation as an opportunity to improve the welfare of its citizens. So that currently the spring functions as water tourism called Sumberwringin Baths which is managed by the village government as an attractive natural recreation facility. Sumberwringin baths have several shortcomings, namely still lacking in terms of lighting. The bath manager wants to install lighting around the bath by utilizing natural resources, namely sunlight. So solar cell lighting is needed in the area, namely in Sumberwingin baths by utilizing sunlight (PLTS) for lighting in the area.
KONTROL KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 PADA LIFT 4 LANTAI Mukhammad Bayu Riswan Maulana; Denda Dewatama; Mila Fauziyah
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v2i6.2269

Abstract

Lift atau Elevator merupakan teknologi yang biasa digunakan pada gedung-gedung bertingkat seperti pada umumnya, teknologi ini dapat mempermudah mobilitas manusia menuju lantai gedung yang dituju dengan cepat dan efisien. Akan tetapi, kecepatan dan ketepatan putaran motor pada sistem penggerak Lift juga perlu di perhitungkan dari segi keamanan dan ketepatan waktu. Maka, dibutuhkan suatu metode untuk mempertahankan posisi dan kestabilan motor lift. Metode yang akan digunakan yaitu menggunakan (Proportional Integral Derifative) PID. Pengujian dilakukan dengan mengukur kecepatan motor induksi 3 fasa dari lantai 1,2,3, dan 4 menuju lantai lainya. Lift dikendalikan oleh mikrokontroller menggunakan algoritma PID untuk memastikan stabilnya motor induksi 3 fasa selama lift berjalan. Adapun komponen lainya seperti sensor rotary encoder incremental digunakan sebagai pembaca kecepatan putaran motor, rangkaian PWM Analog Converter sendiri difungsikan sebagai pengubah sinyal PWM menjadi tegangan analog yang mengatur perubahan frekuensi (Variable Speed Drive) VSD. Sewaktu pengujian parameter PID, didapati nilai parameter Kp = 0.3, Ki = 0.3, dan Kd = 0.9. Sehingga dihasilkan putaran motor induksi 3 fasa yang stabil dan terkontrol.
Co-Authors Adhisuwignjo, Supriatna Adi Candra Kusuma Adi Candra Kusuma Adi Candra Kusuma, Adi Candra Adibah, Almas Adimi, Akbar Roisul Agung Wicaksono, Rizki Agus Pracoyo Aini, Rosa Fitri Dwi Churil Al Azhar, Gillang Alawity, M. Taqijuddin Alghufroni, Much. Ananda Fikri Ali Akbar Febritama, Muhammad Anggita, Eriska Anindya Dwi Risdhayanti Ari Murtono Arief Rahman Hidayat Aulianta, Erdin Bambang Priyadi Beauty Anggraheny I Beauty Anggraheny Ikawanty Brahma Ratih Rahayu Fakhrunnia Cahya, Delila Delila Cahya Permatasari Devira Anggi Maharani Devira Anggi Maharani Dian Ayu Widianti Dimas Rossiawan Hendra Putra Dwi Cahyani, Agustina Edi Sulistio Budi Ekasari, Silvia Rahmi Elanda Zahra, Euro Erdin Aulianta Erni Yudaningtyas Firda Aini Zulafah Firmanda Gies Algiffari Fitri Fitri Gillang Al Azhar Gillang Al Azhar Gita Kartika Rizqofani Hafida Marwa Amaroh Hairus, Hairus Hamdan Cahyo Irianto Hari Kurnia S Hari Kurnia Safitri Hari Kurnia Safitri Hariyadi Singgih Hariyadi, Herman Hatta Mahakim Healthy Angelia Putri Herman Hariyadi Herman Hariyadi Ari Murtono Herwandi Herwandi Hidayah, Rizki Rohmatul Hidayat, Arief Rahman Hijriah, Ayu Humaira, Nadia I Putu Ari Kristiawan Ilham Akbar Perdana Imam Saukani Indrazno Siradjuddin Jannah, Nur Kholifatu Kamajaya, Leonardo Kharis Sugiarto Komarudin Achmad Kurnia Safitri, Hari Luh Putu Ratna Sundari M. Taqijuddin Alawiy Mandayatma, Eka Marsa Atisobhita Mas Nurul Achmadiah Maulidiyah, Ayu Mila Fauziah Mila Fauziyah Mila Fauziyah Mila Fauziyah Mohammad Luqman Muhamad Rifa'i Mukhammad Bayu Riswan Maulana Nurwijayanti Oktriza Melfazen Parastiwi, Andriani Patma, Tundung Subali PERMATASARI, DINDA AYU Prabasworo, Amtha Setio PURWANTI, DEVI NUSLIKA Putra, Dimas Rossiawan Hendra Ratna Ika Putri Rendi Pambudi Wicaksono Risdhayanti, Anindya Dwi Rizky Abdul Rakhman Rizky Agung Wicaksono Rizky Ramadhan Robby Chafidya Sembiring, Rinawati Setiawan, Budhy Sidik Nurcahyo Siswoko Siswoko Siswoko Siswoko Siti Nur Alima Subiyantoro Subiyantoro Wahono, Wahyu Tri Wahyu Tri Wahono Wirawan Wirawan Dewantara, Bagus Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Zakiyah Amalia Zharfan, Muhammad Rifqi