Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERBANDINGAN KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM IBNU JAMA'AH DAN IBNU SAHNUN Nabila Aulia Afandi Putri; Rifdahtul Choirah Zulkarnaen; Annisa Maulidina Sahara; Wahyu Hidayat; Dina Indriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 3 (2024): Mei 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konsep pemikiran pendidikan islam menurut Ibnu Jama’ah dan Ibnu Sahnun, serta mengidentifikasi dan membandingkan perbedaan perbedaan yang ada antara pemikiran pendidikan islam menurut Ibnu Jama’ah dan pemikiran pendidikan islam menurut Ibnu Sahnun. Pada penelitian ini kami menggunakan pendekatan jenis penelitian kepustakaan (library reseacrh) dengan mengumpulkan data-data yang akurat, obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya. Kami membaca, menelaah, dan menganalisis berbagai literatur yang ada untuk mengumpulkan data data yang ada. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kedua tokoh tersebut memiliki konsep pemikiran yang berbeda tentang pendidikan islam. Diantara perbedaan perbedaan pemikiran mereka terkait konsep pendidikan Islam, salah satunya ialah Ibnu Jamaah memandang bahwasanya pendidikan Islam merupakan alat untuk mengubah keagamaan, sedangkan Ibnu Sahnun menganggap pendidikan Islam sebagai pendidikan utama serta wajib bagi keagamaan.
HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PENDIDIKAN ISLAM DAN KEBUDAYAAN Fitria Nisa Ussyafiqoh; Rahma Nabilah; Kholisa Hisbiatul Jannah; Dina Indriana; Wahyu Hidayat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 4 (2024): JUNI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi interaksi antara pendidikan Islam dengan budaya dan filsafat. Metodologi penelitiannya menggunakan penelitian studi literatur, yaitu serangkaian tugas yang berkaitan dengan teknik pengumpulan data perpustakaan, membaca, menyebarkan, dan mengorganisasikan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber literasi. Pengertian filsafat dan budaya pendidikan Islam dijelaskan melalui temuan penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif sebagai metodologinya. Penelitian yang berupaya mengkarakterisasi ideologi pendidikan Islam disebut penelitian deskriptif. Sementara materinya diambil dari sejumlah publikasi ilmiah yang dimaksudkan untuk dijadikan referensi. Al-Qur'an dan al-Hadits menjadi sumber utama eksplorasi konseptualisasi filsafat pendidikan Islam terhadap permasalahan pendidikan, yang kemudian dilengkapi dengan penilaian profesional. Selain itu, karena setiap penduduk mempunyai keinginan dan preferensi yang berbeda-beda, keragaman budaya suatu bangsa juga mempengaruhi bagaimana pendidikan berkembang.
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MEMBANTU SISWA MEMBEDAKAN PELAFALAN HURUF  “س” DAN “ص” DI MTDA AR – RAHMAN Siti Rif’atul Milah; Haikal Anwari; Dina Khoirunnisa; Wahyu Hidayat; Dina Indriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan metode drill dalam pembelajaran bahasa Arab di MTDA Ar-Rahman, khususnya dalam membedakan pelafalan huruf "shod" (ص) dan "sin" (س). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang melibatkan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil pretest menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan kedua huruf tersebut, yang berdampak pada rendahnya motivasi belajar. Setelah penerapan metode drill, siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan pelafalan dan penulisan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih efektif di lembaga pendidikan berbasis Islam.
PENGARUH CHAT GPT TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DATA PADA MAHASISWA Taufik Hidayat; M Nibras Ramzi2; M Arya Akbar; Wahyu Hidayat; Dina Indriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Chat GPT terhadap kemampuan menganalisis data pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden. Teknik analisis data yang diterapkan adalah regresi linear sederhana untuk mengukur hubungan antara variabel independen (penggunaan Chat GPT) dan variabel dependen (kemampuan menganalisis data). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penggunaan Chat GPT dan kemampuan menganalisis data mahasiswa, dengan persamaan regresi Y = 16,382 - 0,213X. Koefisien regresi -0,213 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam penggunaan Chat GPT diperkirakan akan menurunkan kemampuan menganalisis data sebesar 0,213 satuan, dengan tingkat signifikansi 0,001 pada taraf kepercayaan 99%. Nilai konstanta sebesar 16,382 mengindikasikan bahwa kemampuan menganalisis data berada pada level tersebut jika penggunaan Chat GPT bernilai nol. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan yang bijaksana dalam penggunaan Chat GPT di lingkungan akademik. Meskipun teknologi ini memiliki potensi untuk mendukung proses pembelajaran, penggunaannya yang tidak terarah dapat berdampak negatif pada pengembangan keterampilan analitis mahasiswa. Oleh karena itu, kebijakan dan pedoman penggunaan AI dalam pendidikan perlu dirancang untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko yang muncul
PERBANDINGAN KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM NASIRUDDIN AL-THUSI DAN ABDUL HASAN ALI BIN MUHAMMAD BIN KHALAF Siti Rif’atul Milah; Haikal Anwari; Hildatunnisa; Wahyu Hidayat; Dina Indriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi perbandingan konsep pemikiran pendidikan Islam Nasiruddin al-Tusi dan Abdul Hassan Ali bin Muhammad bin Khalaf memberikan wawasan rinci mengenai pandangan mereka terhadap pendidikan dalam konteks Islam. Kedua tokoh ini berperan penting dalam sejarah pemikiran Islam dan menawarkan pemahaman unik tentang pendidikan dalam kerangka nilai-nilai dan filsafat agama Islam. Kajian ini memberikan analisis secara detail terhadap konsep-konsep pendidikan Islam yang disampaikan kedua tokoh tersebut serta menyoroti persamaan, perbedaan, dan relevansi konsep-konsep tersebut dalam konteks periodenya masing-masing. Melalui pendekatan komparatif, penelitian ini menguraikan gagasan-gagasan utama yang membentuk pandangan mereka terhadap pendidikan, termasuk tujuan, metode, dan nilai-nilai yang mendasarinya. Hasil analisis ini memperdalam pemahaman kita tentang keragaman pendekatan dalam pemikiran pendidikan Islam dan memberikan landasan untuk mengeksplorasi penerapan praktis konsep-konsep tersebut dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.
ALIRAN-ALIRAN DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF FILSAFAT Alfina; Dina Khaerunnisa; Siti Dhoyfatul Hamdiah; Wahyu Hidayat; Dina Indriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini mengkaji sekolah pendidikan dari sudut pandang filosofis dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang kerangka ideologis dan gagasan masing-masing sekolah mengenai tujuan, metode, dan proses pendidikan. Dalam hal ini, analisis filosofis dapat membantu mengungkap nilai-nilai yang mendasari setiap sekolah dan implikasi filosofis terhadap pendekatan pembelajaran, pengajaran, dan penilaian dalam lingkungan pendidikan. Pemahaman yang lebih mendalam tentang sekolah-sekolah ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana filosofi pendidikan mempengaruhi praktik pendidikan dan perkembangan individu dalam masyarakat. Sekolah dalam Pendidikan dari Perspektif Filsafat dapat mencakup analisis rinci tentang pandangan masing-masing sekolah, seperti: Permanensi, esensialisme, progresivisme, konstruktivisme, humanisme, realisme, dan idealisme. Nilai-nilai yang mendasari setiap sekolah dan implikasi filosofisnya terhadap praktik pendidikan. Pemahaman yang lebih mendalam tentang kerangka kerja ini akan membantu praktisi pendidikan membuat keputusan yang lebih tepat ketika merancang kurikulum, menerapkan metode pengajaran, dan melakukan penilaian.
PERBANDINGAN KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT IBNU JAMA’AH DAN IBNU SHAHNUN Anggun Alfiah; Vina Indah Triana; Dina Indriana; Wahyu Hidayat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini menjelaskan tentang perbandingan konsep pemikiran pendidikan islam menurut ibnu jama’ah dan ibnu shanun kajian ini menggunakan metode pustaka.penelitian ini bertujuan agar kita mengetahui apa saja perbedaan konsep pemikiran pendidikan islam menurut ibnu jama’ah dan ibnu shanun. Pendidikan merupakan sesuatu yang universal yang terjadi secara terus menerus, untuk itu dari artikel ini kita dapat melihat konsep pendidikan islam menurut ulama, ibnu jamaah menekan kan pendidikan itu ditekankan kepada adab seperti dalam karya nya yaitu tadzkirah al sami wa al mutakalim fi adab al alim wa al muta’alim, menjelaskan konsep guru atau ulama, konsep peserta didik,konsep kurikulum pelajaran,konsep metode pelajaran, dan konsep lingkungan pendidikan. Apabila Ibnu shanun juga tertuang dalam kitabnya yaitu adab al mua’limin. Dan diiharapkan dapat menerapkannya dalam pendidikan.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN IMAM AL-GHAZALI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Dillah Nur Syafanah; Roudotul Jannah; Novalia Safithri; Wahyu Hidayat; Dina Indriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep pemikiran pendidikan Islam menurut Imam AlGhazali. Beliau adalah seorang sarjana terkemuka dalam sejarah intelektual Islam. Kontribusi Al-Ghazali terhadap pendidikan Islam cukup besar dalam konteks pendidikan modern. Menganalisis karya-karyanya, artikel ini menyoroti prinsip-prinsip dasar yang menunjang pendidikan Islam menurut pandangan Al-Ghazali. Konsep pendidikan menurut Imam Al Ghazali adalah tujuan pendidikan, metode pengajaran, pengembangan karakter dan hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama. Selain itu, artikel ini juga mengupas pemikiran Al-Ghazali mengenai perkembangan sistem pendidikan Islam saat ini dan relevansinya dalam menjawab tantangan masa kini. Dengan memahami pemikiran Al-Ghazali tentang pendidikan Islam, kita berharap dapat terinspirasi untuk mengembangkan pendidikan Islam yang komprehensif dan penuh pemahaman.. luas, dan sesuai dengan tuntutan zaman. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui pemikiran pendidikan islam Al Ghazali.
PERBANDINGAN PEMIKIRAN NASIRUDDIN AL-THUSI DAN ABDUL HASAN ALI BIN MUHAMMAD BIN KHALAF DALAM KONSEP PENDIDIKAN ISLAM Uzmatu Ruqoyah; Choirunnisa Marwa; Musnia; Dina Indriana; Wahyu Hidayat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Nasiruddin Al-thusi dan Abdul Hasan Ali bin Muhammad bin Khalaf. Jika berbicara mengenai pendidikan Islam, tidak lepas dari konsep pendidikan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena beliau menyebarkan Islam ke Mekkah dan Madinah. Beliau memberikan kepada manusia cara mengajarkan agama kepada sahabatnya, yang manfaatnya hingga saat ini dapat kita lihat dengan jelas dalam menyebarkan ilmu pengetahuan, khususnya untuk pembelajaran. Penelitian ini membahas tentang kebijakan pendidikan inklusif, kebutuhan guru dan persepsi guru terhadap pendidikan inklusif dengan menggunakan metode penelitian E-Library atau pengumpulan data secara langsung. Ath-Thusi mengatakan bahwa tujuan moral adalah menjadi bahagia. Tujuan ini bergantung pada tempat seseorang di negara berkembang, dapat dicapai melalui pembelajaran dan kemauan untuk mendengarkan. Sedangkan untuk persoalan moral yang lebih luas, Ath-Thusi mengangkat persoalan domestik. Dalam pandangan Ath-Thusi, rumah atau manzil adalah hubungan khusus antara suami dan istri, orang tua dan anak, tuan dan pembantu, bahkan harta benda dan pemiliknya. Tujuan Home Science adalah mengembangkan pembelajaran untuk kesehatan manusia, kesejahteraan jasmani dan rohani. Berdasarkan publikasi terkait pandangan Al-Qabisi terhadap ilmu pengetahuan Islam, dapat disimpulkan bahwa Al-Qabisi adalah seorang faqih dan hafizh Al-Qur'an. Oleh karena itu, konsep yang diberikannya dalam pendidikannya berlandaskan Al-Quran dan Sunnah, dimana terdapat kesamaan cara berpikir.
PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM : PERSPEKTIF FILSAFAT Neneng Roiyatul Muawanah; Aidah Rahmah; Suwardi; Wahyu Hidayat; Dina Indriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah guna menganalisis Paradigma Pendidikan Islam melalui penerapan pendekatan kualitatif dan metodologi studi pustaka. Disebabkan oleh modernisasi dan kemajuan teknologi, pendidikan islam pada masa sekarang ini dihadapkan berbagai rintangan yang beragam. di satu sisi, itu menguntungkan, karena menciptakan era globalisasi yang mendorong pemikiran yang luas dan mengglobal. Namun, yang lebih ironisnya, masyarakat yang ekstrim dihasilkan oleh modernisasi. Banyak orang yang tidak memanfaatkan kemajuan ini, yang pada akhirnya merusak karakter generasi muda kita. Oleh karena itu, agama Islam harus mempertimbangkan konsep pendidikan dan menyesuaikannya dengan perubahan zaman.