Claim Missing Document
Check
Articles

Student Perceptions of AI-Generated Videos in online learning Aswan, Dedy
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/gm0kvf36

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran untuk menginvestigasi persepsi mahasiswa sarjana di Indonesia terhadap video yang dihasilkan AI dalam pembelajaran daring. Didorong oleh integrasi AI yang cepat dalam pendidikan dan adanya celah penelitian, studi ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif perspektif mahasiswa tentang pembelajaran video berbasis AI. Data dikumpulkan dari 100 responden survei kuantitatif dan 15 informan wawancara kualitatif, menggunakan kuesioner skala Likert terstruktur (menilai engagement, tantangan, dan kegunaan) serta panduan wawancara semi-terstruktur. Temuan menunjukkan persepsi yang sangat positif terkait tingkat engagement (Mean=4.32) dan kualitas visual (Mean=4.15) video yang dihasilkan AI, sejalan dengan prinsip pembelajaran multimedia yang menekankan desain visual efektif. Namun, area yang memerlukan perhatian signifikan meliputi kemudahan navigasi (Mean=3.98) dan, khususnya, kecepatan narasi (Mean=3.12). Wawasan kualitatif mengkonfirmasi nilai personalisasi, visualisasi, dan fleksibilitas, namun menyoroti tantangan seperti kualitas audio, interaktivitas rendah, dan kelelahan kognitif akibat penyampaian monoton. Mahasiswa mengungkapkan harapan kuat terhadap fitur adaptif, penilaian tersemat, dan dukungan multimodal yang kuat. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun video AI memiliki potensi transformatif besar, keberhasilan integrasinya bergantung pada prioritas desain pedagogis yang berpusat pada mahasiswa, berfokus pada penyampaian konten adaptif, interaktivitas yang ditingkatkan, dan pengalaman pengguna yang lebih baik untuk memaksimalkan hasil belajar.   This mixed-methods study investigates Indonesian undergraduate students' perceptions of AI-generated videos in online learning. Driven by the rapid integration of AI in education and a recognized research gap, the study aims to comprehensively understand student perspectives on AI-video learning. Data was collected from 100 quantitative survey respondents and 15 qualitative interview informants, utilizing a structured Likert scale questionnaire (assessing engagement, challenges, and usability) and a semi-structured interview guide. Findings reveal overwhelmingly positive perceptions regarding student engagement (Mean=4.32) and visual quality (Mean=4.15) of AI-generated videos, aligning with multimedia learning principles that emphasize effective visual design. However, areas requiring significant attention include ease of navigation (Mean=3.98) and, particularly, narration speed (Mean=3.12). Qualitative insights confirm the value of personalization, visualization, and flexibility, but highlight challenges such as audio quality, low interactivity, and cognitive fatigue from monotonous delivery. Students express strong desires for adaptive features, embedded assessments, and robust multimodal support. The research concludes that while AI-generated videos hold immense transformative potential, their successful integration hinges on prioritizing student-centered pedagogical design, focusing on adaptive content delivery, enhanced interactivity, and improved user experience to truly maximize learning outcomes.
Implementing The Multimedia-Based Library Service Of “Lib Talk”To Enhance Learning Engagement Of Distance Learners irmayati, irmayati; Sri Sediyaningsih; Nurpadillah David; Dedy Aswan; Mohamad Adning
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/zbmp9q64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Lib Talk yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Terbuka untuk mendukung proses belajar dan pengembangan keterampilan akademik mahasiswa. Analisis didasarkan pada data survei yang melibatkan 125 peserta mengenai kepuasan, frekuensi, kemudahan akses, dan kualitas teknis kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lib Talk diterima secara positif oleh mahaiswa, dengan kepuasan mencapai 85 dan frekuensi 80, sehingga mampu memenuhi kebutuhan akademik dan keterampilan belajar mahasiswa sesuai standar ACRL (2008). Selain aspek tersebut, Lib Talk juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk lebih aktif belajar, mencari informasi, dan berbagi pengalaman, sehingga proses belajar lebih hidup dan bermakna. Meskipun demikian, terdapat beberapa aspek yang membutuhkan perbaikan, seperti perpanjangan durasi sesi, kualitas audio dan visual, rekaman sesi, interaktivitas, dan masalah teknis yang kadang terjadi. Dengan melakukan perbaikan tersebut, diharapkan Lib Talk dapat lebih maksimal memberikan dukungan dan pelayanan yang lebih luas dan mendalam bagi proses belajar mahasiswa di Universitas Terbuka, sehingga dapat turut meningkatkan kualitas pembelajaran dan kepuasan mahasiswa, sesuai visi dan misi universitas.
Feasibility Analysis Of A Web-Based Digital Competency Evaluation Tool In Distance Education Aliah, Nuraziza; Arnidah; Julianti, Eka; Wirawan, A Rachmat; Aswan, Dedy; Adning, Mohamad
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 2, Desember 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/9erx2f44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan Web-Based Digital Competency Evaluation Tool sebagai instrumen evaluasi kompetensi digital dalam konteks pendidikan jarak jauh. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kelayakan. Subjek penelitian terdiri atas 21 responden yang memiliki pengalaman dalam pembelajaran daring. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis web yang terintegrasi langsung dalam aplikasi, mencakup dimensi usability, practicality, accessibility, dan content relevance. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, standar deviasi, serta uji reliabilitas instrumen dengan koefisien Cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat evaluasi memiliki tingkat kelayakan yang tinggi dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 1,88 serta reliabilitas yang sangat tinggi (Cronbach’s alpha = 0,981). Temuan ini didukung oleh data kualitatif yang menunjukkan bahwa sistem mudah digunakan, memiliki navigasi yang jelas, dan konten yang relevan dengan kebutuhan kompetensi digital pembelajar jarak jauh. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi bidang teknologi pendidikan dalam pengembangan instrumen evaluasi berbasis web yang valid, praktis, dan adaptif untuk mendukung implementasi pembelajaran jarak jauh.   This study aims to examine the feasibility of a Web- Based Digital Competency Evaluation Tool developed to support the assessment of digital competencies in distance education settings. A descriptive quantitative approach was employed using a feasibility study design. The participants consisted of 21 respondents with prior experience in online learning environments. Data were collected through a structured web-based questionnaire integrated into the evaluation tool, assessing four key dimensions: usability, practicality, accessibility, and content relevance. Data analysis was conducted using descriptive statistics, including mean scores and standard deviations, along with reliability testing using Cronbach’s alpha. The results indicate that the evaluation tool demonstrates a high level of feasibility, with an overall mean score of 1.88 and excellent internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.981). Qualitative feedback further supports these findings, highlighting intuitive navigation, clear interface design, and strong alignment between the evaluation content and essential digital competency requirements for distance learners. This study contributes to the field of educational technology by providing empirical evidence on the development and feasibility of a web-based digital competency assessment tool that is practical, reliable, and adaptable for implementation in distance education contexts.