Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI PANTAI TANJUNG SELAKI LAMPUNG SELATAN Rahmani, Urip; Cahyani, Galuh; Telussa, Riena F.; Marta, Rustono Farady; Sarasati, Fitri
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.4137

Abstract

Wisata alam Pantai Tanjung Selaki, Lampung Selatan, memiliki keindahan dan kealamian yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan. Persepsi wisatawan terhadap lokasi wisata Tanjung Selaku masih belum terungkap secara eksplisit dalam berbagai laporan ilmiah. Informasi atau testimoni tentang keindahan lokasi ini terekspos melalui berbagai situs seperti www.balioh.com, rian.or.id, www.pariwisatalamsel.com, yang menginformasikan lokasi Tanjung Selaki sebagai destinasi yang menarik dan layak untuk dikunjungi. Semua destinasi wisata harus didukung dengan kesiapan amenitas dan aksesibilitas yang akan bermanfaat bagi pengembangan kawasan ini sesuai dengan keinginan wisatawan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap daerah tersebut. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner terhadap 100 responden yang berkunjung ke pantai Tanjung Sela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, skor persepsi pengunjung terhadap Pantai Tanjung Selaki adalah pengunjung menjawab setuju terhadap berbagai kegiatan, fasilitas, perubahan perasaan, keindahan alam, dan kenyamanan saat berkunjung, namun mendapat penilaian tidak setuju terhadap penilaian jaringan transportasi dan kondisi jalan menuju lokasi wisata. Saran yang dapat diberikan adalah membangun infrastruktur jaringan transportasi, dan perbaikan jalan untuk mencapai lokasi wisata pantai demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara menuju lokasi wisata pantai.
Strategi Marketing Mix UMKM Kota Bekasi Pada Layanan Delivery Food Online Sarasati, Fitri; Abadi, Mansurni; Putri Kussanti, Devy; Yudha Erlangga, Christopher
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v4i1.2338

Abstract

In its implementation, companies providing online food delivery services serve not only as mere delivery service providers. Beyond that, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), this service serves as a platform that offers opportunities for small and medium-scale culinary entrepreneurs to reach a wider audience in introducing and marketing their food products or cuisines. The utilization of the marketing mix by Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) operators enables their culinary products to become widely recognized due to the convenience of ordering culinary products through online food delivery services. The data analysis method employed is qualitative descriptive with non-participant observation data collection techniques, where the researcher obtains primary data and secondary data through short interviews and review of various literary sources. The research findings have the potential to contribute knowledge to Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) by providing insights into marketing strategies that can be adopted by MSMEs to advance their businesses.
Resepsi Khalayak Pada Konten Kampanye Kesehatan Mental @marshanda99 Dalam Diri Remaja Sarasati, Fitri; Winarti, Waode; Sudarsono, Achmad Budiman; Olivia, Helen
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v5i1.3324

Abstract

Kehadiran akun Instagram @marshanda99 merupakan salah satu akun yang memanfaatkan sosial media sebagai platform untuk berkampanye mengenai krisis iklim lingkungan di dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui resepsi khalayak terhadap kampanye krisis iklim pada Instagram @marshanda99. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Encoding dan Decoding yang dicetuskan oleh Stuart Hall, dengan menggunakan landasan konseptual Komunikasi, Media Sosial, Instagram, Konten, Resepsi, Media, Kesehatan Mental, Public Relation dan Khalayak. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis, dengan pendekatan kualitatif. Analisis data menggunakan analisis resepsi Stuart Hall. Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data adalah focus group discussion. Analisis data meliputi karakteristik proses: Reduksi data, Penyajian data, dan Kesimpulan/Validasi. Focus Group Discussion menunjukan bahwa setiap Informant memberikan pemaknaan (decoding) terhadap pesan media melalui tiga kemungkinan posisi yaitu Dominan, Negosiasi, dan Oposisi. Perbedaan pemaknaan khalayak terjadi karena setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda seperti kelas sosial, pendidikan, dan budaya. Dari hasil tersebut diketahui bahwa resepsi khalayak terhadap akun Instagram @marshanda99 berada di posisi dominan menyesuaikan pesan media dengan manfaat, sudut pandang, dan pengalaman yang dirasakan oleh Informan.
Pergeseran Makna Tradisi Baritan Pada Masyarakat Di Kecamatan Bangodua Indramayu Salsabila , Ghina Putri; Sarasati, Fitri; Olivia, Helen; Sudarsono, Ahmad Budiman; Latief, Abdul
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v5i2.5175

Abstract

Tradisi Baritan merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat di Desa Bangodua, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu. Tradisi ini memiliki tujuan utama sebagai upaya untuk menolak sial atau menolak datangnya wabah yang diyakini dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Teori Konstruksi Realitas Sosial yang diperkenalkan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Teori ini menjelaskan bahwa realitas sosial merupakan hasil konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu-individu melalui interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian berkembang menjadi sebuah realitas yang diakui oleh masyarakat. Penelitian ini berada dalam kerangka Paradigma Post Positivisme yang menekankan pada adanya realitas objektif, tetapi tetap mempertimbangkan interpretasi subjektif. Metode yang digunakan adalah Etnografi Interpretatif, yang bertujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam tradisi ini melalui sudut pandang masyarakat setempat. Untuk mendapatkan data yang akurat dan mendalam, peneliti melakukan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara dengan para informan, serta dokumentasi. Dari hasil wawancara, terungkap bahwa setiap informan memberikan jawaban yang beragam, mencerminkan sudut pandang yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang mereka masing-masing. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini membuktikan adanya pergeseran makna dalam pelaksanaan Tradisi Baritan di Desa Bangodua. Pergeseran ini terlihat dalam perubahan cara pelaksanaan dan simbol-simbol yang digunakan dalam tradisi Baritan dibandingkan dengan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Pergeseran ini tidak hanya mencerminkan perubahan zaman, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan sosial dan budaya yang terjadi di lingkungan mereka.  
Akomodasi Komunikasi dan Rekomendasi Model Early Warning System (EWS) pada Kasus Ujaran Kebencian Berbasis Etnis di Media Sosial Sarasati, Fitri; Jamalullail; Hamzah Ramadhan; Henry Sianipar; Tri Wahyuti
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/m9m5fd11

Abstract

This research analyzes the Toraja-Makassar ethnic conflict triggered by hate speech on social media and proposes a conflict prevention model based on the Early Warning System (EWS). Using Communication Accommodation Theory, research identifies forms of divergence in hate speech that widen social and cultural distances between ethnic groups. As a solution, the PRISMA EWS (Proactive Real-time Integrated Social Media Analysis Early Warning System) model is proposed which consists of four layers: monitoring-detection-analysis-response, analysis & assessment, warning system, and core system. This model is designed to detect early signs of conflict through social media analysis using machine learning, taking into account the local cultural context and involving various stakeholders. The research methodology used is qualitative with a comprehensive literature study approach to analyze the Toraja-Makassar ethnic conflict and develop a social media-based Early Warning System (EWS) model. The research results show that the PRISMA EWS model has the potential to be effective in preventing ethnic conflict on social media, although its implementation requires technological infrastructure support and intensive multi-stakeholder cooperation..
Fenomena Culture Shock Mahasiswa Perantauan di Kabupaten Bekasi Olivia, Helen; Sudarsono, Achmad Budiman; Sarasati, Fitri
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v7i1.3741

Abstract

When a person enters a new environment with a different culture, they experience culture shock because the customs, norms, customs, and principles they were previously familiar with cannot be applied. The purpose of this study was to find out how overseas students who experienced culture shock at Satya Negara Bekasi University adapted, as well as the factors that influenced the shock. The research method uses ethnographic methods and descriptive qualitative speech which is used to collect data by conducting interviews and documentation. The results showed that the conditions of overseas students differed in five phases of cultural adaptation. Bekasi students experienced cultural shock due to differences in socio-cultural conditions. However, choosing to stay alive and face current situations allows students to adapt to a new cultural environment. The components that affect culture, namely language, food, safety, and association are some of the factors that cause culture shock in students. So the most important factor is Language.
Transformasi Konsep Komodifikasi Audiens pada Platform Media Digital Youtube sebagai Pelanggengan Kapitalisme Fitri Sarasati; Udi Rusadi; Kristina Nurhayati
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i2.9097

Abstract

This study aims to examine how audience commodification manifest within the Youtube ecosystem as part of  contemporary digital capitalism. In the context of platform based social-media, user attention and behavioral data are no longermade by products but have become primary commodities traded through targetd advertising systems. This study using a qualitative descriptive approach with a systematic litearure review method. The study integrates Dallas Smyhte’s audience commodity theory with contemporary frameworks such as survelillance capitalism and platform capitalism. Findings indicate that Youtube not only capture user attention but actively contructs micro-audience through algorithmically personalized behavoral data. Commodification extends beyond attention to include affect and even personal life, particularly evident in domestic micro-celebrity content. The study concludes that users function as unpaid digital laborers, while platforms maintain dominant control over value extraction and distribution. The research recommends strengthening digital critical literacy, ensuring algorithmic transparency, and fostering alternative platform development as collective strategies to counter the explitative logic of data capitalism.  
Social Economy Media Podcast Bocor Alus Politik: The Role of the Market in Expanding Business Volume Tempo Sanjaya, Makroen; Amallah, Nurlaila Sari; Nurhayati, Kristina; Sarasati, Fitri
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Special Issue: Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikt
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v13i2.10506

Abstract

As Tempo Magazine’s print circulation declined and audiences increasingly turned to digital platforms, the company explored new formats for delivering journalism. One such innovation is the Bocor Alus Politik podcast, which offers more dynamic and accessible content. Ideally, media organizations should continue to serve as watchdogs while also seeks alternative revenue models to reduce dependence on advertising. This study focus on how the Bocor Alus Politik podcast leverages market forces to support Tempo’s business growth and address existing gaps in the literature. Adopting a qualitative method within a constructivist paradigm, the research draws on observations, analysis of YouTube content, and interviews with Tempo’s senior management and the main podcast host. Findings suggest that the podcast has significantly broadened Tempo’s reach—especially to regions previously unreachable by the print edition—and has contributed to growth in digital subscriptions and public engagement through stock ownership, particularly among millennials. Bocor Alus Politik represents Tempo’s strategic response to shifts in media consumption habits. Future studies on media economics should focus on geographic markets and the factors that shape the podcasting sector to gain a deeper understanding of these developments.
ALGORITMA, ECHO CHAMBER, POLARISASI, DAN VIRALITAS DI TIKTOK PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2024 Tri Wahyuti; Fitri Sarasati; Riski Mohamad Baskoro; Herman Paninggiran; Sudarmanto, Bagus
Konvergensi Vol 6 No 2 (2025): Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/5f442c71

Abstract

This research critically analyzes the role of TikTok's algorithm in forming echo chambers, strengthening political polarization, and driving the virality of political content during Indonesia's 2024 Presidential Election. As a social media platform with over 112 million active users in Indonesia, predominantly aged 18-24, TikTok has become a strategic arena for digital political discourse competition. Using an interdisciplinary approach combining media studies, political science, and digital technology, this research reveals how TikTok's machine learning-based algorithm compiles individual user timelines based on engagement patterns rather than source credibility or chronology, thereby creating echo chambers that limit the diversity of political information. Findings indicate that political content with emotional elements, dramatization, and entertainment (politainment) has a higher probability of virality compared to factual content, posing serious implications for the quality of public deliberation and digital democracy in Indonesia. Based on the analysis of virality dynamics and digital polarization, this research proposes an Algorithm Democratization Model that combines aspects of transparency, regulation, literacy, platform architecture, and research to create a healthier digital ecosystem that supports democratic discourse.Keywords: TikTok algorithm, echo chamber, political polarization, virality, digital democracy
FENOMENA DIPLOMASI PUBLIK DI ERA POST-TRUTH: DARI KESEPAHAMAN BERSAMA MENUJU MANIPULASI PESAN PROPAGANDA Baskoro, Riski M; Sarasati, Fitri; Wahyuti, Tri; Paninggiran, Herman NK; Santoso, Prasetya Yoga
Konvergensi Vol 6 No 2 (2025): Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/p7mbxa80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membongkar secara kritis bagaimana praktik diplomasi publik di zaman Post-Truth telah mendistorsi "wujud asli" dari diplomasi publik itu sendiri yang memiliki tatanan nilai-nilai, makna dan juga karakter dialogisnya menuju ke arah praktik propaganda yang manipulatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang fokus pada pemaknaan dan representasi dari pada praktik-praktik diplomasi publik, serta menggunakan analisis wacana atau menampilkan beberapa studi kasus dan mengkaji fenomena dalam konteks era Post-Truth dengan cara yang kritis. Penelitian ini menggunakan teori diplomasi publik serta pengembangan dari teori diplomasi publik hingga kini, lalu teori diplomasi publik pada akhirnya disejajarkan dengan teori propaganda, karena dalam kerangka teorinya, tulisan ini membahas bagaimana diplomasi publik bertansformasi menjadi propaganda. Temuan dari penelitian ini sesuai dengan penjelasan teori sebelumnya, yakni praktik diplomasi publik di era post-truth tidak lagi berfokus pada dialog dua arah untuk menciptakan kesepahaman bersama, melainkan fokus kepada persuasi satu arah, melakukan seleksi terhadap fakta dan melakukan secara sadar melakukan rekayasa terhadap persepsi, hasilnya adalah diplomasi publik masa kini telah terjebak dalam propaganda, strategi komunikasi yang dilakoni oleh pemerintah merupakan kendaraan utama untuk menghegemoni, terlihat nampak halus nan etis dalam praktiknya tetapi nyatanya diselipi propaganda. Artinya, diplomasi publik di era post-truth semakin sulit dibedakan dari kegiatan propaganda atau bahkan dapat dikatakan diplomasi publik adalah terminologi lain dari propaganda.