Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah di Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Hayati, Zainiatul; Waro, Yeti Ziadatil; Sania, Umniatun; Diana, Sayidatun; Hasanah, Iradatul; Puryantoro, Puryantoro
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 2 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2025
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi sawah di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh dari 30 petani responden dan data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo. Model produksi Cobb-Douglas digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel seperti luas lahan, jumlah benih, pupuk urea, pupuk kandang, dan pupuk NPK terhadap hasil produksi padi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa hanya variabel luas lahan yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap produksi. Analisis elastisitas menunjukkan adanya increasing return to scale, yang berarti peningkatan penggunaan input secara proporsional menghasilkan peningkatan output yang lebih besar. Temuan ini memberikan masukan penting bagi petani dalam mengelola faktor produksi untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka.
Studi Ekonomi Produksi Tanaman Melon: Pendekatan Fungsi Produksi Cobb-Douglas di Desa Klatakan, Situbondo Putra, Aldi Aldila; Puryantoro, Puryantoro; Mayangsari, Andina
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i2.4615

Abstract

Kabupaten Situbondo, khususnya Desa Klatakan di Kecamatan Kendit, merupakan salah satu sentra produksi melon di Jawa Timur. Namun, usahatani melon di wilayah ini masih terkendala oleh keterbatasan modal dan penggunaan input produksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani melon dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani melon di Desa Klatakan yang berjumlah 40 orang. Sebanyak 30 responden dipilih sebagai sampel menggunakan metode stratified sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengkaji pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil usahatani melon. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel bibit, pupuk KNO₃, dan pestisida memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi melon, sementara luas lahan dan pupuk KCl tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi melon di Desa Klatakan dapat dicapai melalui pengelolaan bibit yang lebih baik, penggunaan pupuk KNO₃ yang tepat, serta pengendalian hama dengan pestisida secara efektif. Implikasi praktisnya, diperlukan penyuluhan intensif serta dukungan akses permodalan agar petani dapat mengoptimalkan penggunaan input produksi secara efisien
Risiko Produksi Usahatani Padi Di Desa Kembang Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso Mikala, Kawakibi Ahmad Fadhil; Untari, Wiwik Sri; Puryantoro, Puryantoro
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani padi merupakan kegiatan pertanian yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,. Penduduk di wilayah pedesaan seperti Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso mayoritas petani. Tantangan dalam produksi usahatani padi tersebut antara lain faktor benih, luas lahan, hama dan penyakit, ketersediaan pupuk, tenaga kerja, dan kurangnya penerapan teknologi yang dapat berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pada 93 petani sebagai responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikelompokkan pada tiga katagori luas lakan, yaitu 0,01-0,50 Ha, 0,501-1,00 Ha, dan 1.01-2,00 Ha. Analisis data dilakukan menggunakan koefisien variasi sebagai tolok ukur tingkat risiko pada masing-masing katagori dan penerimaan usahatani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi pada kategori luas lahan 0,01-0,50 Ha sebesar 0,28 dengan penerimaan Rp. 2.557.070 ; luas lahan 0,501-1,00 Ha sebesar 0,13 dengan penerimaan Rp. 5.591.104 dan pada luas lahan 1,01-2,00 Ha sebesar 0,05 dengan penerimaan Rp. 8.010.780, berarti ketiga katagori berada pada tingkat resiko rendah, dimana tingkat resiko produksi menurun seiring dengan kenaikan katagori luas lahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan manajemen risiko dalam pertanian sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan petani secara lebih terarah, salah satu diantaranya dengan membuat sistem informasi petani. dengan melibatkan aspek kelembagaan dan akses pasar secara lebih komprehensif, serta pemantauan risiko secara berkala.
Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Dini: Implementasi Penguatan Kewirausahaan Melalui Mata Pelajaran di SMA As-Siddiqy Puryantoro Puryantoro; Muhamamd Yusuf Ibrahim; Ika Wahyuni
GUNAVATTA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 01 (2025): Gunavatta : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/gunavatta.v1i01.5930

Abstract

The purpose of this community service activity with the theme of entrepreneurship is to encourage students to improve their skills and develop their own entrepreneurial potential. At SMK As-Siddiqy in Situbondo Regency, the program was run using the question and answer learning method, an interactive approach that combines material presentation with question and answer sessions. In addition, to measure participants' understanding, pre- and post-tests were conducted to evaluate their understanding. The results of the activity showed a 42% increase in students' understanding and ability to create creative business concepts that fit the needs of the market. market. The active involvement of participants and the interactive methods used influenced the success of the program. Continued mentoring is needed to address participants' lack of experience in implementing creative ideas. This activity confirms that practice-based entrepreneurship education is very important to foster students' confidence as future entrepreneurs.
Is Arabica Coffee Farming Financially Feasible? Nangameka, Yohanes; Puryantoro, Puryantoro; Iftitah Anugerah Yekti, Gema; Al Yazid, Wahid
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 3 (2023): May 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i3.836

Abstract

The objectives in this study are to determine the benefits of arabica coffee farming in Jampit Village, Ijen District and to analyze the feasibility of arabica coffee farming in Jampit Village, Ijen District, Bondowoso Regency. The research method used is descriptive and quantitative methods. Descriptive method is a method for analyzing data by describing the data that has been collected as it is without intending to make general conclusions or generalizations. The quantitative method is a type of research whose specifications are systematic, planned and clearly structured from the start as far as the research design. The results showed that the profit of arabica coffee farming based on analysis using NPV is Rp. 30,621,659 over a period of 4 years, it was said to be profitable and based on NPV analysis obtained at an interest rate of 6% produced a positive NPV value of Rp. 19,613,917 .09 is greater than zero (NPV > 0) then it is said to be feasible. Arabica coffee farming in Jampit Village, Ijen District, Bondowoso Regency is feasible based on the analysis of R/C Ratio, Net B/C and IRR. Based on the R/C Ratio analysis, the result is 1.82 which is greater than 1, so it is efficient. Based on the Net B/C analysis, the result is 0.82 which is less than 1, which means it is not feasible, and based on the IRR analysis, it produces an IRR value of 58.62. % is greater than 6% (interest rate) then it is stated to be feasible because it meets the investment criteria.
PEMBUATAN DAN PENDAMPINGAN APLIKASI DATABASE USAHATANI PADA KELOMPOK TANI MAKMUR JAYA Puryantoro; Moh. Furqan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i1.193

Abstract

Situbondo Regency is one of the largest mango-producing areas in East Java. In fact, this fruit has become a regional superior commodity. The target partner of the service activity is the Makmur Jaya Farmer Group in Sopet Village, Jangkar District, Situbondo Regency. This farmer group consists of 25 farmers by doing mango farming on an area of ​​40 ha. Partner problems, namely the activity of recording data on farmer group members and their production results are still manual, making it difficult to use group reports. The purpose of this service is to provide alternative solutions in the form of a farming database application and assistance in using the application. Prosperous Jaya Farmers Group. The implementation of the service program involves lecturers who have multidisciplinary expertise, namely agribusiness and programmers. The results of the service include the creation of a business database application and assistance to partners. Assistance starts from group data entry until the data is ready to print out. This service program can increase the knowledge of farmer groups in recording member data and the production results of each member of the farmer group. The farming database application has been given to the group leader as the person in charge of group administration.
Production Factor Performance and Allocative Efficiency Arabica Coffee Farming in Kayumas Village Iqlima Liyusak Al Islami; Indriyani Indriyani; Mohammad Rizal Hidayat; Muhammad Barry Nur Anhar; Puryantoro Puryantoro
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v9i3.1010

Abstract

Coffee is one of the plantation commodities that has an essential role in Indonesia's economic activities. Kayumas Village, Arjasa District, Situbondo Regency, is the area that grows the most Arabica coffee compared to other areas in Situbondo Regency. The decline in selling prices and demand for coffee is one of the existing problems, so it is necessary to use coffee production factors efficiently so that farmers can still get maximum profits. This research aims to identify factors that influence Arabica coffee production and the allocative efficiency of Arabica coffee farming. Secondary and primary data collected through interviews and observations were analyzed using the Cobb-Douglas method and the allocative efficiency formula. The number of respondents was 20 people in the Sejahtera farmer group in Kayumas Village, Arjasa District. Determining respondents used a saturated sampling technique because there were fewer sample farmers than 30 people. The results of this research show that the production factors are land area (X1), number of coffee trees (X2), labor (X3), organic fertilizer (X4), age of coffee plants (X5), distance from house to land (X6), and shade plants. (X7) simultaneously influences coffee production. However, partially, the production factors that influence coffee production include land area (X1 ), age of the coffee plant (X5), and distance from house to land (X6), with a significance of less than 0.05. The level of allocative efficiency of the production factors of land area and organic fertilizer is still not efficient, while the production factors of labor and the number of trees are not yet efficient, so to achieve this level of efficiency, the input in the form of labor and the number of trees must be reduced. This differs from the land area and organic fertilizer that farmers need to increase to reach an efficient level in Arabica coffee production.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Kopi Organik di Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo Iqlima Liyusak Al Islami; Puryantoro Puryantoro; Andina Mayangsari
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v9i3.1011

Abstract

One of the agricultural commodities that is very significant in boosting the country's economy is coffee. Kayumas Village is the largest coffee-producing area in Situbondo Regency. Kayumas Village can potentially develop organic coffee with some of the already certified organic land. Organic coffee is coffee that is produced using organic methods such as using organic fertilizer. Coffee farming in Kayumas Village is still entirely sustainable. This research aimed to determine the index and sustainability status of organic coffee farming in Kayumas Village, Arjasa District, Situbondo Regency. This research can provide information for farmers on the sustainability of coffee farming and can be a consideration for the government in making better policies regarding coffee farming. The study was conducted in 2023 by collecting data using survey and observation methods. Sampling used a saturated sampling technique because the sample was less than 30 people; the sample used was all 20 members of the Kelompok Tani Sejahtera. The analysis method used is Multidimensional Scaling (MDS), which uses the Rap-Coffe approach to see the sustainability status in Kayumas Village. There are five variables used in this research, namely ecological dimensions, economic dimensions, social dimensions, institutional dimensions, and infrastructure and technology dimensions. Each dimension has several attributes assessed to obtain a sustainability index value. The results showed that the ecological and economic dimensions are in the sustainable category, while the social and institutional dimensions and infrastructure and technology dimensions are in the moderately sustainable category. The most sensitive attributes to the sustainability of organic coffee in Kayumas Village in each dimension are (a) the ecological dimension, namely waste disposal; (b) the economic dimension, namely income outside coffee farming; (d) the social dimension, i.e., the average age of farmers; (e) institutional dimension, namely participation in farmer groups; (f) the dimensions of infrastructure and technology, namely the availability of agricultural processing industries.
Sosialisasi Anti-Bullying "Stop Bullying: Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman" Puryantoro Puryantoro; Anisatul Mudma’ina; Rosyidatul Imama; Ayda Safitri; Raikhan Iqbal; Raka Fariski
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i2.7646

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah karena dapat mengganggu perkembangan emosional, sosial, dan akademik siswa. Tingginya angka kasus perundungan di Indonesia menunjukkan bahwa banyak siswa belum memahami bentuk, dampak, maupun cara mencegah bullying, sehingga diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran siswa. Melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus, siswa menjadi lebih memahami cara bertindak ketika menghadapi atau menyaksikan bullying. Kegiatan sosialisasi anti-bullying di MTs Nurul Hikam terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pengertian, bentuk, dampak, serta langkah pencegahan dan penanganan bullying. Peningkatan nilai rata-rata dari 52,8 pada Pretest menjadi 88,6 pada Posttest, serta lonjakan ketuntasan dari 15% menjadi 90%, menunjukkan bahwa siswa mampu menyerap materi dengan baik. Selain meningkatkan literasi anti-bullying, kegiatan ini juga membangun sikap empati, keberanian untuk melapor, serta budaya saling menghargai. Ke depan, diharapkan program serupa dapat dilakukan secara berkala dengan dukungan seluruh warga sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Co-Authors Abdul Wafi Ach. Junaidi Afri Prayudi Ahmad Baihaqi Ahmad Mufid Ahmad Zamahzari Al Yazid, Wahid Alfiyah, Siti Andina Mayangsari Anisah Mushawwanah Anisah Mushawwanah Anisatul Mudma’ina Arief, Mohammad Yahya Aulia, Syifa Ayda Safitri Bulawan, Juniaty Arruan Diana, Sayidatun Doddy Ismunandar Bahari Erika Rifkiyah Rahmatillah Eriyanto, Wahyu Evita Soliha Hani Fadhil Mikala, Kawakibi Ahmad Fadrur Rahman Fahris Abdurrahman Wahid Fathor Rozy Feri Wardiyanto Firman Jaya Firman Jaya Fitriyaningsih Fitriyaningsih Furqan, Moh. Futriyatul Warsiyah Ghofar, Mimbahul HASANAH, IRADATUL Hasbiadi Hasbiadi Hayati, Zainiatul Hendriansyah, Irfan Heri Hendrianto Iftitah Anugerah Yekti, Gema Ika Wahyuni Indriyani Indriyani Iqlima Liyusak Al Islami Kurdiansyah, Angga La Mpia Laily, Fajrotul Lusiana Lusiana Lusiana Tulhusnah M. Sholehuddin Toha Mahendra, Yusri Masyuda, Masyuda Mayangsari, Andina Meylinda, Dea Rosalina Mikala, Kawakibi Ahmad Fadhil Moh Furqan Mohammad Rizal Hidayat Mohammad Rizal Hidayat Muhamamd Yusuf Ibrahim Muhammad Barry Nur Anhar Muhyi Siswanto, Iqbal Nur Murni, Rafika Nadila, Sinta Putri Nakiyah, Mir Atun Nangameka, Yohanes Nazila, Nur Fadlilatun Nor Fatima Nuril Istiqomah Nurrahman, Ahmad Faisal Prahara, Dwi Gita Dian Putra, Aldi Aldila Putri A, Fara Gina Rahman, Lula Daihuda Nurur Rahman, Moh Imdadir Raikhan Iqbal Raka Fariski Rasidi Rosyidatul Imama Sahripin Sahripin Sania, Umniatun Saniyah, Umniyatun Sasmita Sari Siswahyudianto Siti Alfiyah Subekti, Sri Suhesti, Endang Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih Tria Damayanti Untari, Wiwik Sri Vickry M, Moch Imam Wardana, Rifkian Jorgi Wardani, Fira Dwi Waro, Yeti Ziadatil Yohanes Nangameka Yudho Prasetyo, Yudho Zainur Rahmad Himawan