Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Evaluasi pola sebaran dan densitas permukiman berbasis sistem informasi geografis untuk mendukung pembangunan wilayah Kabupaten Bantul Arif, Nursida; Kapisan, Grace Helena Amaranthois; Respati, Dyah
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v23i2.86697

Abstract

Berbagai analisis dan evaluasi yang bereferensi spasial sangat penting untuk diimplementasikan dalam upaya mendukung keberhasilan pembangunan wilayah. Makalah ini menyajikan hasil evaluasi pola sebaran dan densitas permukiman berbasis sistem informasi geografis yang diimplementasikan dalam mendukung pembangunan wilayah di Kabupaten Bantul. Studi ini mengimplementasikan metode sistem informasi geografis dengan analisis Average Nearest Neighbour dan Kernell Density Estimation. Data diperoleh dari sumber sekunder yaitu Peta Rupabumi Indonesia dan citra yang dipublikasikan melalui Google Earth. Hasil studi menunjukkan bahwa pola sebaran permukiman di Kabupaten Bantul termasuk dalam kategori mengelompok. Selain itu, terdapat variasi tingkat kepadatan permukiman di Kabupaten Bantul yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pola mengelompok dan tingkat kepadatan yang tidak merata ini tidak lepas dari faktor penggunaan lahan, dimana Kabupaten Bantul masih banyak terdapat wilayah perdesaan dengan penggunaan lahan sawah. Secara ringkas, studi ini memberikan wawasan baru mengenai pola sebaran dan tingkat kepadatan permukiman di lahan datar yang lebih dipengaruhi oleh faktor penggunaan lahan.
Analysis Of Public Perception And Knowledge About RIP Current At Drini Beach, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Based On X Data Bella, Syintia; Arif, Nursida; Ikhlas Nur Muhammad
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19997

Abstract

This study analyzes public perception and knowledge regarding rip current hazards at Drini Beach, Gunungkidul, Yogyakarta, using X (Twitter) data collected between January 1 and April 22, 2025. The research was motivated by the low level of public awareness, which contributes to recurring coastal accidents. Data were obtained through a Python-based crawling process in Google Collaboratory using the hashtags #ripcurrent and #pantaidrini, producing 200 tweets, of which 23 were identified as relevant after a filtering stage. These tweets were further examined using Social Network Analysis (SNA) to identify key actors, interaction patterns, and information dissemination networks. Complementary spatial analysis was performed through the interpretation of Google Earth imagery to identify rip current–prone zones and relate them to public responses on social media. The findings indicate a sharp increase in online discussion and awareness following a fatal incident involving a student from Mojokerto in January 2025. Although limited in number, relevant tweets effectively disseminated safety information and risk awareness. This study highlights the potential of X as a rapid disaster communication tool and its value in enhancing community preparedness in coastal tourism areas.
Pemantauan Lahan Terbangun Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Berkelanjutan Di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember Tahun 2019-2023 Bella, Syintia; Arif, Nursida; Sari, Meily
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Urbanisasi di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, menyebabkan alih fungsi lahan hijau menjadi area terbangun, seperti perumahan dan fasilitas publik, yang mengurangi vegetasi dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Penelitian ini menggunakan Google Earth Engine (GEE) untuk memantau perubahan spasio-temporal lahan terbangun dan vegetasi selama 2019–2023. Analisis dilakukan dengan indeks NDVI dan NDBI menggunakan citra Sentinel-2A-MSI beresolusi 30 meter. Hasil menunjukkan nilai NDVI berkisar antara -0,09 hingga 0,91, dengan penurunan kerapatan vegetasi dari 2019 hingga 2023. Sebaliknya, nilai NDBI meningkat, mencerminkan ekspansi lahan terbangun. Korelasi negatif antara NDVI dan NDBI menunjukkan urbanisasi berkontribusi pada penurunan area hijau. Nilai NDVI tertinggi terdapat di wilayah utara, sedangkan NDBI tertinggi terkonsentrasi di wilayah tengah dan selatan. Penggunaan GEE terbukti efisien untuk memantau perubahan tutupan lahan, mendukung perencanaan kota berkelanjutan dengan mempertimbangkan keseimbangan pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan ramah lingkungan di Kecamatan Ajung.
Analysis of Earthquake Information in Palu from Social Media X (Twitter) in the Perspective of Geography Learning Maulana, Akbar; Arif, Nursida; Putra, Exsa
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v13i1.24653

Abstract

The earthquake that struck Palu and surrounding areas on September 28, 2018 triggered extensive information dissemination on social media, particularly on platform X (formerly Twitter). However, the characteristics of disaster related information shared by users and its potential use in geography learning have received limited attention. This study aims to analyze the distribution and characteristics of information related to the Palu earthquake on Twitter and examine its potential as contextual material for geography education. This research employed qualitative content analysis supported by descriptive quantitative data. Tweets containing the keywords “Gempa Palu”, “#GempaPalu”, and “#PrayForPalu” posted between September 28 and October 31, 2018 were collected using the Twitter API and processed with Google Colab. After the data cleaning process, 117 relevant tweets were analyzed based on information type, temporal patterns, spatial references, and sentiment tendencies. The results show that reports on damage and victims were the most dominant content 41,03%, followed by official information and aid related activities. Temporal analysis indicates that tweet activity peaked on the first day after the disaster, while spatial references were mainly associated with Talise, Petobo, and Donggala. Sentiment analysis reveals that neutral posts accounted for 82,4% of the data, indicating that Twitter was primarily used to disseminate factual information during the disaster. These findings highlight the potential of social media data as contextual learning resources to support spatial analysis and disaster literacy in geography education.