Pemikiran Ki Hajar Dewantara masih tetap relevan dan dapat diaplikasikan dalam pendidikan karakter, serta peluang yang bisa dimanfaatkan untuk penerapannya di era modern ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dalam bentuk studi tokoh. Data penelitian ini diperoleh dari artikel jurnal ilmiah dan laporan hasil penelitian yang relevan dengan topik pemikiran Ki Hajar Dewantara dan pendidikan karakter. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1). Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan Karakter di Era Modern adalah bahwa Pemikiran Ki Hajar Dewantara menekankan pendidikan karakter melalui prinsip ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani, serta konsep Tri Sentra Pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh. Relevansi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan Karakter di Era Modern adalah bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang ditawarkan Dewantara, seperti tanggung jawab, kemandirian, dan moralitas, tetap relevan dalam menghadapi tantangan era digital. Prinsip-prinsipnya membantu peserta didik memiliki landasan etis yang kuat di tengah arus globalisasi dan teknologi. Peluang dalam Mengimplementasi Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan Karakter di Era Modern adalah bahwa era modern menyediakan peluang besar untuk menerapkan pemikiran Dewantara, dengan teknologi yang memfasilitasi kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat serta dukungan kurikulum berbasis nilai yang memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda