Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Farmaka

ARTIKEL TINJAUAN: METODE PENGAMBILAN SAMPEL DALAM VALIDASI PEMBERSIHAN Een herliani; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.776 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16784

Abstract

Cleaning Validation is a critical point in the quality assurance of the pharmaceutical industry and must comply with  CPOB / cGMP. Cleaning Validation is a documented process that proves the effectiveness and consistency in cleaning pharmaceutical production equipment (Galatowitsch, 2000). Sampling method is swab method and and rinse method. Library search is done online using Google and Schoolar Google, using keywords related to cleaning validation. This review article contains information on cleaning validation and sampling methods used in cleaning validationKeywords: cleaning validation, swab method,  rinse method, CPOB
FORMULASI NANOPARTIKEL UNTUK TERAPI KANKER Astri Sherly Inggriani; Patihul Husni
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.281 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10574

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian di dunia. Saat ini telah dikembangkan sebuah metode nanomedicine yang dapat menargetkan obat ke sel tumor secara spesifik yaitu terapi nanopartikel. Nanopartikel adalah partikel koloid yang dapat berbentuk amorf atau kristal yang memiliki ukuran lebih kecil dari 1 mikron. Tujuan review artikel ini adalah untuk mengetahui metode-metode yang dapat digunakan dalam pembuatan nanopartikel. Metode yang dapat digunakan untuk membuat nanopartikel adalah nanopresipitasi, ekstraksi/evaporasi, nanoemulsi, homogenisasi, desolvasi dan emulsifikasi. Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa obat yang diformulasikan nanopartikel memiliki efektivitas yang lebih baik dari pada obat tanpa formulasi nanopartikel.Kata kunci : nanopartikel, kanker, formulasi, karakterisasi
Upaya Farmasis dalam Implementasi UU No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal MEGA HIJRIAWATI; Norisca Aliza Putriana; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.999 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.18185

Abstract

ABSTRAKUU Jaminan produk Halal (UU No.33 Tahun 2014) telah diundangkan pada 17 Oktober 2014, namun implementasinya kurang begitu lancar. Sertifikasi halal bagi produk farmasi dihadapkan dengan beberapa faktor pengambat seperti kurangnya pemasok bahan baku yang memenuhi persyaratan halal dan kendala manajemen halal di Industri Farmasi Indonesia. Namun bagaimanapun, memperoleh dan menggunakan obat halal bagi setiap muslim adalah hak yang dijamin konstitusi. Tulisan ini berupaya untuk memberikan gambaran implementasi UU JPH dalam pemenuhan produk obat halal yang beredar dan diperdagangkan di Indonesi. Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan implementasi UU No. 33 Tahun 2014 dalam perkembangan obat halal di Indoensia dan membuat ringkasan dari literatur-literatur tersebut. Hasil review menunjukkan perlu adanya upaya bersama antara farmasis dan pihak terkait untuk merampungkan kajian sistem manajemen halal dengan pendekatan sistematik dan ilmiah untuk memproduksi obat halal yang sesuai dengan syariat islam.Kata Kunci : Halal, Obat, Farmasi, Implementasi, Jaminan Produk HalalABSTRACTThe Halal Product Warranty (Jaminan Produk Halal/ JPH) regulation (UU No.33 of 2014) has been released on October 17, 2014, but the implementation is not completely fulfilled. Halal certification for pharmaceutical products is confronted with several constraining factors such as the lack of raw material suppliers that meet halal requirements and halal management constraints in the Indonesian Pharmaceutical Industry. However, obtaining and using halal medicine for every Muslim is a guaranteed right of the constitution. This paper aims to provide an overview of the implementation of UU JPH in the recruitment of halal drug products that are circulated and traded in Indonesia. The method used is to collect literature related to the implementation of UU no. 33 of 2014 in the development of halal medicine in Indonesia and make a summary of the literature. The results show that review indicate the pharmacist and related parties participation is needed to finalize the review of halal management system with systematic and scientific approach to produce halal medicine in accordance with Islamic Shari'a.Keyword: Halal, Drugs, Pharmaceuticals, Implementation, Halal Product Warranty
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN SISTEMATIKA PRODUCT QUALITY REVIEW DI AMERIKA, EROPA, DAN INDONESIA Khanifah Hidayati Puspa Negara; Patihul Husni
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.19408

Abstract

Product Quality Review (PQR) merupakan evaluasi terhadap semua obat terdaftar yang dilakukan untuk menilai kualitas setiap produk obat dengan maksud melihat konsistensi proses yang ada dan mengetahui kelayakan spesifikasi saat ini sehingga dapat menentukan perlu atau tidaknya perubahan pada spesifikasi, proses, atau prosedur pembuatan dari produk tersebut. Artikel ini memberikan gambaran secara singkat tentang persyaratan dalam pembuatan Product Quality Review yang berlaku di Amerika, Eropa, dan Indonesia. Dalam artikel ini dilakukan evaluasi komparatif yaitu persamaan dan perbedaan persyaratan terkait dengan pembuatan Product Quality Review pada ketiga negara tersebut. Ketiga negara tersebut memiliki perbedaan dalam menentukan persyaratan minimal aspek yang ditinjau dalam Product Quality Review. Sistematika PQR di negara Eropa memiliki lebih banyak persyaratan dasar yang harus dipenuhi dibandingkan dengan Indonesia dan Amerika.Kata kunci: Product Quality Review, Amerika, Eropa, Indonesia
ARTIKEL TINJAUAN : PRODUCT QUALITY REVIEW SEBAGAI EVALUASI MUTU PRODUK Astri Sherly Inggriani; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.564 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16776

Abstract

Industri farmasi harus membuat obat yang sesuai dengan tujuan pengunaannya, memenuhi persyaratan yang tercantum dalam dokumen izin edar, dan tidak menimbulkan risiko. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan berupaya untuk mewujudkan penyediaan obat yang bermutu, aman dan berkhasiat melalui penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi seluruh industri farmasi. Salah satu cara untuk mengevaluasi mutu suatu produk dapat dilakukan Product Quality Review (Pengkajian Mutu Produk). Product Quality Review (PQR) merupakan evaluasi yang dilakukan setiap tahun untuk menilai standar kualitas masing-masing produk obat dengan maksud untuk memverifikasi konsistensi proses yang ada dan untuk memeriksa kelayakan spesifikasi saat ini. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan gambaran Product Quality Review sebagai metode untuk mengevaluasi mutu produk.Kata Kunci : Product Quality Review, PQR, mutu produk
Pengkajian Penerapan Cara Distribusi Obat Yang Baik Mengenai Obat Golongan Psikotropika Pada Salah Satu Pedagang Besar Farmasi di Kota Bandung Khoirunnisa, Arina; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.50940

Abstract

Penggunaan psikotropika tanpa rekomendasi atau resep dokter merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan indikasi medis, dapat menyebabkan ketergantungan, dan mengakibatkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari karena penggunaan yang tidak semestinya, yang dapat menimbulkan kelainan. Oleh karena itu, pengawasan terhadap penanganan dan distribusi produk psikotropika diperlukan, salah satunya melalui peran Pedagang Besar Farmasi (PBF). PBF adalah badan hukum yang memiliki izin untuk melakukan pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) adalah panduan yang mengatur proses penyaluran dan distribusi obat atau bahan obat untuk memastikan kualitas produk selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam menerapkan CDOB sesuai dengan regulasi pemerintah dan aturan internal terkait penanganan dan distribusi produk psikotropika di salah satu PBF di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif, dengan melakukan observasi langsung dan wawancara serta menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBF tersebut telah mematuhi semua aspek CDOB berdasarkan kuesioner yang terdiri dari 16 pertanyaan. Selain itu, hasil observasi dan wawancara langsung juga mengonfirmasi bahwa PBF di Kota Bandung telah menjalankan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik dengan sangat baik.
Review Artikel: Potensi Tanaman Herbal sebagai Agen Terapi Penyakit Alzheimer Fakhirah, Maitsa Alya; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.54888

Abstract

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyebabkan kerusakan sel-sel otak dan penyebab utama demensia, yang ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif. Alzheimer terjadi karena adanya reduksi asetilkolin (ACh) oleh enzim asetilkolinesterase (AChE). AChE dengan cepat menghidrolisis ACh di celah sinaptik, melepaskan asetat dan kolin. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk memberikan informasi tentang beberapa tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif sebagai inhibitor AChE untuk Alzheimer karena terapi yang saat ini digunakan memiliki efek samping. Seluruh data diperoleh dari Scopus, PubMed, dan Google Scholar dengan melihat nilai IC50 yang diperoleh dari uji in vitro dengan metode Ellman. Selain itu, artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelusuran diperoleh sebanyak 14 tanaman herbal yang memiliki aktivitas sebagai inhibitor AChE yang diuji secara in vitro. Senyawa Columbamine yang diperoleh dari ekstrak metanol Dichocarpum auriculatum memiliki potensi terbaik sebagai inhibitor AChE dengan nilai IC50 sebesar 0.24 μM.
Artikel Tinjauan: Penerapan Pelatihan Personel di Industri Farmasi Layyareza, Rania Talinta; Husni, Patihul
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.45966

Abstract

Personalia merupakan salah satu aspek yang terdapat dalam pedoman GMP (Good Manufacturing Practice). Hal ini menunjukkan bahwa personel merupakan salah satu komponen penting dalam industri farmasi karena berpengaruh terhadap mutu produk. Industri farmasi bertanggung jawab dalam menyediakan personel yang terkualifikasi salah satunya melalui program pelatihan personel. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait pelatihan personel yang dibahas pada pedoman GMP melalui studi pustaka dari pedoman GMP resmi dan artikel publikasi. Dalam tinjauan artikel ini dilakukan komparasi antara aspek pelatihan personel pada pedoman GMP yang berlaku di Indonesia, Eropa, dan Amerika. Tinjauan artikel ini dilakukan melalui studi pustaka dari 25 artikel yang meliputi 10 artikel utama dan 15 artikel pendukung dengan tahun publikasi 2010-2023. Berdasarkan tinjauan artikel yang dilakukan, ketiga pedoman GMP tidak memiliki perbedaan signifikan terkait pembahasan aspek pelatihan personel dan pedoman GMP milik Indonesia dan Eropa membahas lebih rinci dibandingkan dengan pedoman GMP milik Amerika.Kata Kunci: Kualifikasi personel, Pelatihan personel, GMP
Review Artikel: Metode Analisis Penetapan Kadar Glukosamin Dalam Suplemen Kesehatan Dengan Berbagai Metode Aryani, Annisa Fitri; Husni, Patihul; Nuryani, Tri Winarsih
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.53737

Abstract

Suplemen kesehatan yang banyak dikonsumsi masyarakat saat ini salah satunya yaitu glukosamin untuk pengobatan osteoartritis dan nyeri sendi lainnya. Penggunaan metode yang tepat untuk pemeriksaan konsentrasi glukosamin dalam suplemen kesehatan diperlukan untuk memastikan produk mengandung glukosamin dengan kadar yang sesuai. Oleh karena itu, tujuan dari studi literatur ini yaitu untuk menentukan kadar glukosamin dalam suplemen kesehatan dengan berbagai metode analisis. Studi literatur dilakukan dengan mencari beberapa artikel jurnal penelitian nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2013-2023, menggunakan kata kunci Glukosamin, Metode Analisis Glukosamin, dan Penetapan Kadar Suplemen Kesehatan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kadar glukosamin dalam suplemen kesehatan yaitu High Performance Liquid Chromatography (HPLC), dan Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC). Sebagian besar suplemen glukosamin telah memenuhi kriteria, dimana kadar yang diperoleh pada sediaan tunggal mengandung 90-110% dari komposisi yang tertera di etiket sedangkan pada sediaan kombinasi dengan Metilsulfonilmetan atau Kondroitin mengandung 90-120% dari komposisi yang tertera di etiket. Hasil uji validasi pada semua metode yang meliputi selektivitas, linieritas, LOD, LOQ, akurasi, dan presisi juga telah sesuai persyaratan.
Artikel Review: Pengembangan dan Validasi Metode Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Untuk Penetapan Kadar Simvastatin Dalam Sediaan Tablet Fauziah, Neneng Alifia Nur; Husni, Patihul; Kurniati, Bunga Dian
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51748

Abstract

Meningkatnya angka prevalensi terjadinya hiperkolesterolemia mengakibatkan meluasnya penggunaan obat antihiperkolesterolemia, salah satu contohnya yaitu obat-obatan golongan statin. Obat golongan statin yang sering digunakan yaitu Simvastatin. Mekanisme kerja obat Simvastatin dengan cara menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl koenzim A (HMG-CoA) reductase yang merupakan jalur metabolisme untuk produksi kolesterol. Metode analisis penetapan kadar Simvastatin pada sediaan tablet yang banyak dilakukan yaitu metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). KCKT adalah metode pemisahan yang dapat menganalisis sediaan-sediaan multikomponen dengan kondisi analisis yang optimum dan memberikan hasil pemisahan yang baik. Dengan meluasnya penggunaan obat Simvastatin maka diperlukan suatu pengembangan metode analisis untuk penetapan kadar Simvastatin dalam sediaan tablet yang dapat dilakukan dengan cepat akan tetapi menghasilkan hasil analisis yang spesifik, akurat, tepat, selektif, dan linear, sehingga diperlukan suatu pengembangan validasi metode analisis KCKT. Parameter-parameter validasi metode analisis sesuai dengan pedoman ICH Q2(R1) terdiri dari akurasi, presisi, limit of detection (LOD)/batas deteksi, limit of quantitation (LOQ)/batas kuantitasi, spesifisitas dan linearitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, mengetahui, dan memahami mengenai sistem kromatografi yang digunakan dalam pengembangan metode analisis KCKT untuk penetapan kadar Simvastatin dalam tablet. Metode penelitian dilakukan dalam bentuk Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan pencarian artikel, penyaringan dan penentuan artikel, ekstraksi data, dan pelaporan hasil review. Hasil penelitian menunjukkan dalam pengembangan metode analisis KCKT untuk penetapan kadar Simvastatin dalam tablet yang lebih baik yaitu dengan sistem kromatografi fase gerak buffer ammonium asetat:asetonitril (40:60) v/v, tipe elusi isokratik, kolom C18 (Symmetry column) 75 x 4,6; 3,5 µm, detektor UV 220 nm, dan laju alir 1-2 mL/menit. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan metode analisis KCKT untuk penetapan kadar Simvastatin dalam tablet dengan menggunakan sistem kromatografi tersebut terbukti dapat memberikan hasil analisis yang cepat, spesifik, akurat, tepat, selektif, dan linear.
Co-Authors Adi Prayitno Agita, Kiva Agnis Pondineka Ria Aditama Ahmad Muhtadi Alicia Ima Dara Ami Tjitraresmi, Ami Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Annisa Luthfiyah Handini ANUGRAHANI YUNIAR EKAWATI Apriyani, Mila Ardian Baitariza, Ardian Aryani, Annisa Fitri Astri Sherly Inggriani Astri Sherly Inggriani Ayuning Trias, Diah Billa Nidia Hikmatiana Budianto, Muhamad Oke Cahya Lestari, Riska Carolina, Theresia Denok Risky Ayu Paramita Devani Olivia Winardi DOLIH GOZALI Dwi Puji Astuti Een herliani Erika Herawati, Irma Eryani, Mikhania Christiningtyas Fakhirah, Maitsa Alya Fakhri Rabbani FARIANTI EKO NUR KHASANAH Fauziah, Neneng Alifia Nur Firmansyah Firmansyah Hazrina, Aghnia Henny Lucida Hery Diar Febryanto Ida Musfiroh, Ida Indriana Agustin Claradila Frinda IRMA RAHAYU LATARISSA Januarti, Melinda Judy Handojo, Kukuh Junaedi Junaedi Khanifah Hidayati Puspa Negara Khoirunnisa, Arina Kurniati, Bunga Dian Kusdi Hartono Kusdi Hartono, Kusdi Layyareza, Rania Talinta Luthfiah, Annisa Mayang K. Dewi MEGA HIJRIAWATI Mikhania Christiningtyas Eryani Muhaimin Muhaimin Mulyani, Tuti Sri Muthia Izati NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH Nafisa Nurfatia Hidayat Norisca A. Putriana NORISCA ALIZA PUTRIANA Nur Aisyah NUR DIANA HADAD Nuryani, Tri Winarsih Permatasari, Lina Putri Perwira, Anggun Putri Puspitaningrum, Kartika Putri, Refitha Nurul Ratnawati, Aini RESTIKA ERIA PUTRI Rini Hendriani Safitri, Manzil Salsabila, Annisa Siti Silvia, Nurfianti Sinala, Santi Siti Nur Azizah, Siti Nur Sitinjak, Bernap Dwi Putra Soewahju, Renata Bella SORAYA RATNAWULAN MITA, SORAYA RATNAWULAN Sri Agung Fitri Kusuma Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo SWM, Alyanis Mufid Syuhuriah, Ainin Taofik Rusdiana Tryani Sutisna Putri, Sussy Vinny Hosiana Widayanti Supraba Yoga Windhu Wardhana Yoshihito Shiono Yosita Aulia Mustofa Yuli Agung Prasetyo YUNIKE KARUNIA PUTRI Yusuf, Marsha Afifah