Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ethnography

Makna Rokok Sebagai Kapalo Baso Di Lapau, Studi Kasus: Masyarakat Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman Hakim, Atthoriq Chairul; Yulika, Febri; Suharti, Suharti
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 3, No 2 (2024): Vol 3, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v3i2.4646

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Rokok sebagai Kapalo Baso di Lapau Studi Kasus: Masyarakat Nagari Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan munculnya rokok sebagai kapalo baso serta pengetahuan masyarakat terhadap rokok, nilai dan maknanya bagi laki- laki nagari Sikucur yang mayoritasnya perokok. Teori yang digunakan adalah Interpretivisme Simbolik oleh Clifford Geertz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur diantaranya, pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan, munculnya rokok sebagai kapalo baso dikarenakan pengetahuan ninik mamak terhadap rokok, lalu diimplementasikan pada musyawarah adat. Ada tiga faktor rokok sebagai kapalo baso tetap bertahan di Nagari Sikucur, diantaranya, rokok sebagai konsumsi candu masyarakat, lapau sebagai wadah sentral tempat terjadinya rokok sebagai kapalo baso, dan keterikatan masyarakat terhadap rokok, norma, dan budaya. Kondisi sosial budaya juga mempengaruhi semakin kuatnya budaya rokok ini, dan didukung oleh budaya- budaya yang sering dilakukan masyarakat Sikucur, seperti, gotong- royong, budaya Ka Lapau, pernikahan secara adat, mendo’a, dan kesenian. Ditemukan juga perbedaan penggunaan siriah dan rokok sebagai kapalo baso, di masa sekarang pada masyarakat Sikucur lebih sering menggunakan rokok, karena sifatnya yang fleksibel, dibanding siriah yang sudah jarang digunakan. Pengetahuan masyarakat Sikucur terhadap rokok sangat mendalam, dan mereka menganggap jika tidak dilakukan budaya ini akan berdampak terhadap fungsi- fungsi lapau, rusaknya hubungan sosial- kekerabatan, dan tidak terwariskan dengan baik nilai- nilai budaya. Ada beberapa nilai yang menjadi pegangan masyarakat Sikucur pada budaya rokok sebagai kapalo baso antara lain, nilai kekerabatan, normatif, sosial, dan tradisional.
Komodifikasi Budaya Tradisi Pacu Jawi Di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Mauladi, Muhammad Farhan; Yulika, Febri; Rahmi, Rahmi
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i1.3362

Abstract

Penelitian yang berjudul “Komodifikasi Budaya Tradisi Pacu Jawi Di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat” bertujuan untuk mengetahui tentang latar belakang komodifikasi dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam tradisi pacu jawi. Penelitian ini dilatar belakangi karena melihat adanya “kemasan” yang berbeda dari tradisi pacu jawi. Tradisi pacu jawi merupakan tradisi daerah Kabupaten Tanah Datar yang bertujuan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan dengan cara observasi dan wawancara secara mendalam dengan informan berjumlah enam orang. Penelitian ini menggunakan teori komodifikasi. Komodifikasi diartikan sebagai bentuk proses mengemas dari sesuatu yang awalnya memiliki nilai fungsi hingga berubah menjadi nilai komoditi. Komodifikasi budaya diartikan sebagai suatu tindakan yang menjadikan unsur-unsur budaya menjadi suatu hal yang bernilai ekonomi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Komodifikasi budaya terjadi karena adanya ciri khas dan nilai eksotis pada tradisi pacu jawi, berupa balapan sapi di atas sawah yang berlumpur dan memiliki nilai-nilai atau makna yang terkandung didalam-nya menjadi daya tarik pemerintah daerah dan pengelola tradisi ini untuk melakukan pengembangan dan penyesuaian agar bertahan hingga masa sekarang. Komodifikasi pacu jawi di Tanah Datar mengakibatkan adanya perubahan tujuan pelaksanaan, tata cara pelaksanaan, dan waktu pelaksanaan pacu jawi. Pengembangan Pacu Jawi menjadi objek wisata telah memberikan dampak yang sesuai dengan apa yang diharapkan seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, wadah untuk masyarakat setempat membuka bentuk usaha baru, dan jasa yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Makna Sosial Di Balik Fenomena Anak Penjaja Makanan : Studi Etnografi Pekerja Anak di Kota Padang Panjang Frastica, Yuliana; Yulika, Febri; Rahmi, Hijratur
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i1.3331

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Sosial Di Balik Fenomena Anak Penjaja Makanan: Studi Etnografi Pekerja Anak Di Kota Padang Panjang.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan anak-anak dalam pekerjaan sebagai penjaja makanan di Kota Padang Panjang serta menganalisis dampak sosial, pendidikan, dan psikologis yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Kajian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz untuk memahami makna subjektif tindakan sosial anak-anak pekerja, serta teori kemiskinan kultural Oscar Lewis sebagai kerangka analisis terhadap kondisi sosial-ekonomi keluarga yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang mendorong anak-anak bekerja sebagai penjaja makanan, yaitu keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan orang tua, faktor kebiasaan yang diwariskan, serta kondisi lingkungan rumah yang kurang kondusif. Keterlibatan anak-anak dalam aktivitas menjajakan makanan berdampak signifikan terhadap kehidupan mereka, meliputi terganggunya proses pendidikan formal, penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan dan paparan lingkungan kerja, serta munculnya risiko kekerasan fisik dan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa fenomena pekerja anak di Kota Padang Panjang tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan budaya kemiskinan yang kompleks.
Co-Authors A Admiral Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid, Abdul Majid Adrias Adrias Agung Eko Budi Waspada Ahmad Akmal Amalia, Nazhifah Anak Agung Istri Agung Citrawati Andri Maijar Apriliana Apriliana Aprisia, Siska Ardi Rahmad Arianto, Tomi Asril Asril Azhari Akmal Tarigan Bambang Sunarto Benny Ridwan Benny Ridwan Dewi, Susi Fitria Dharsono Dharsono Dharsono Sony Kartika Edi Satria Ediwar Ediwar Elisabeth, Noprita Endrizal Erlina Pantja Sulistijaningtijas Ermagusti Ermagusti Febrian Martha Frastica, Yuliana Garaika Hakim, Atthoriq Chairul Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi, Hanefi Haq, Chairul Hasnah Anita Putri, Hasnah Anita Putri Ibnu Sina ikhsan, Dipo Ikhwanuddin Harahap Ilham, Muhamad Indra Maulana Intan Tursina Iswandi Syahputra Iswandi Syahputra Ivo Ramadhani Jelly Jelly Kartika, Dharsono Sony Masta, Putri Khairina Mauladi, Muhammad Farhan Mirda Aryadi Miswar, Vanesha Muhammad Ilham Muhammad Rizki MULYADI Mulyadi Mulyadi Mutia Kahanna Nofi Rahmanita Nofialdi Nofialdi Nofialdi, Nofialdi Nurhayati Nurhayati Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Panjaitan, Sri Wahyuni Putra, Diki Pratama Rahmatika, Safara Fitri Rahmawati, Mila Rahmi Rahmi Rahmi, Hijratur Reza Sastra Wijaya Rosta Minawati Sakti, Reza Ginandha Selvi Kasman Septriani, Septriani Siregar, Fatahuddin Aziz Siregar, Fatahuddin Aziz Siska Aprisia Sri Wahyuni Susas Rita Loravianti Syafwandi Syafwandi Taufik Akbar Twidi Ramadhani Ulfa Putrinilam Sari Waspada, Agung Eko Budi Widia Fithri Wijaya, Reza Sastra Wirdanengsih, Wirdanengsih Wisnu Prastawa Yetty Oktayanty Yulimarni Yulimarni